//Holy Spirit, Stand by Me

Holy Spirit, Stand by Me

Masa remaja dan dewasa muda membawa kita berhadapan dengan banyak tantangan dan perubahan yang signifikan dalam hidup. Inilah masa orang mencari identitas dan tujuan hidup, sekaligus paling keras diterpa badai tekanan dari lingkungan: pergaulan, budaya, dan media. Hampir segala hal membingungkan dan tak dapat dipegang atau dipercaya dalam masa ini. Kamu juga mengalaminya? Kalau ya, ada kabar baik. Kita punya sahabat dan penolong setia yang selalu dapat diandalkan dan nasihatnya sempurna untuk segala keputusan kita. Siapa sahabat sempurna itu? Roh Kudus.

 

Sebagai orang Kristen, kita perlu percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam perjalanan hidup kita. Bukan cuma dalam hal-hal yang “tergolong” Rohani seperti kegiatan kita di gereja atau kebiasaan doa kita, tetapi segala hal dalam perjalanan hidup kita. Melalui pekerjaan Roh Kudus, Allah selalu bersama kita dalam segala hal: hari-hari kita bersekolah/berkuliah/bekerja, pertemanan kita, keluarga kita, semuanya. Dan, melewati semuanya itu, kita ditolong oleh Roh Kudus untuk mengalami pertumbuhan rohani yang mendalam dan memperoleh kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan. Tanpa kita sadari Roh Kudus turut bekerja dalam segala hal yang kita kerjakan.

 

Pemikiran dan pemahaman kita sendiri sering menjadi blindspot (titik buta) yang membuat kita cenderung mengandalkan diri sendiri dalam menyikapi dan menangani segala sesuatu dalam kehidupan. Padahal, jelas ada Roh Kudus Sang Sahabat Sempurna itu. Dialah yang dapat menuntun kehidupan kita dengan sempurna dan hanya dengan bertanya kita pasti mendapat arahan dari-Nya. Mudah? Mudah menjawabnya, tetapi sulit untuk mengingat dan melakukannya. Ini seperti obat, yang pahit tetapi kita tahu bahwa sangat berguna untuk mencapai kesembuhan. Kita tahu bahwa kita perlu rajin keluar dari zona nyaman dan kebiasaan lama dengan mengikuti arahan Roh Kudus selalu karena rencana dan kehendak Tuhan adalah yang terbaik bagi pertumbuhan hidup kita.

 

Dalam Alkitab, Yudas 1:18-20 membahas pengaruh lingkungan yang dapat menghambat pertumbuhan diri kita. Ayat ini berkata, “Mereka berkata kepadamu: ‘Pada akhir zaman akan ada pengejek-pengejek, yang hidup menurut hawa nafsu mereka yang tidak takut kepada Allah. Mereka itulah yang menyebabkan perpecahan, orang yang hanya memikirkan hal-hal duniawi, yang tidak mempunyai Roh.’ Tetapi kamu, saudara-saudara yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling kudus dan berdoalah dalam Roh Kudus.” Betapa tepatnya ayat ini menggambarkan tantangan yang kita hadapi sehari-hari sebagai orang muda!

 

Memang, banyak pengaruh negatif dari dunia ini dapat merusak diri kita. Pengaruhnya dari dunia dan masuk melalui kehidupan manusiawi kita di dunia, tetapi dampaknya merusak sampai ke pertumbuhan rohani kita. Sebagai orang muda, kita tentu banyak mengalami tekanan tren dunia, keinginan duniawi, kebiasaan dalam pergaulan, standar dari media sosial, dan banyak lagi. Kita seolah selalu dicekoki gambaran kesuksesan dan kehebatan yang gemerlap tetapi palsu. Tanpa pengertian dan arahan dari Roh Kudus, kita pasti jadi punya pemahaman yang keliru dan lebih percaya dengan tampilan yang terlihat. Kita jadi menilai diri kita menurut ukuran dunia dan tidak lagi mempedulikan kualitas Rohani yang di dalam. Itu semua bukan saja tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, tetapi juga berdampak merusak terhadap diri kita sendiri secara rohani. Allah memanggil kita untuk menjadi berbeda dengan dunia. Melalui pekerjaan Roh Kudus, kita diberi pengertian, arahan, dan kekuatan untuk melawan arus dunia serta hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Pertanyaannya, seberapa sering kita masing-masing bergaul dengan Roh Kudus untuk hal ini? Roh Kudus itu sudah diberikan kepada kita dan sekarang tinggal di dalam kita yang percaya kepada Kristus. Dalam pergaulan erat dengan Roh Kudus, kita dapat menemukan kekuatan untuk tetap teguh dalam iman dan tidak terpengaruh oleh hal-hal duniawi di sekitar kita.

 

1 Korintus 12:12-13 menambahkan sisi penting lainnya. Ayat ini berbunyi, “Sebab sama seperti tubuh itu satu dan mempunyai banyak anggota, dan semua anggota tubuh yang banyak itu, biarpun banyak, adalah satu tubuh juga: demikian juga Kristus.” Dalam konteks pertumbuhan diri kita yang utamanya adalah pertumbuhan rohani, kita perlu sadar akan pentingnya hidup dalam persekutuan dengan orang percaya lainnya. Kita tidak pernah dimaksudkan untuk hidup sendirian sebagai individu yang terisolasi; kita dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang saling menguatkan dan mendukung. Roh Kudus memberikan karunia-karunia yang berbeda kepada setiap orang percaya, dan ketika kita bersatu sebagai satu tubuh dalam Kristus, kita dapat saling melengkapi dan tumbuh bersama. Jangan hanya bergaul dengan sesama orang percaya Ketika kebetulan bertemu di kebaktian atau acara gereja lainnya. Dalam persekutuan gereja dan komunitas yang tetap, kita justru bisa saling belajar bersama mereka, mendorong satu sama lain, dan membagikan pengalaman kita dalam mengikuti Kristus. Sebenarnya tidak ada yang bisa disebut kebetulan, semua sudah seizin dan sesuai dengan rencana Tuhan, termasuk dengan siapa kita berkomunitas. Kalau kamu sudah ada di dalam sebuah komunitas sel, jadikan komunitas itu wadah untuk kamu melatih karunia-karunia dan bertumbuh secara Rohani bersama mereka yang ada di sana juga.

 

1 Korintus 12:4-11 meneguhkannya. Ada berbagai-bagai karunia, tetapi Roh yang memberikannya dan menggerakkannya itu satu. Ada berbagai-bagai pelayanan, tetapi Tuhan adalah satu. Ada berbagai-bagai pekerjaan kuasa, tetapi Allah adalah satu, yang mengerjakan semuanya itu dalam semua orang. Semua karunia Roh itu diberikan kepada setiap orang untuk kepentingan bersama. Ketika kita mengizinkan Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup kita, kita dapat menemukan dan mengembangkan karunia-karunia unik kita masing-masing untuk membangun Tubuh Kristus dan melayani sesama dalam kehidupan berkomunitas: mengajar, menasihati, bermain musik, melayani, atau apa pun. Orang muda yang mengenali karunia-karunianya dan menggunakan karunia-karunia itu dengan rendah hati dan penuh kasih akan melihat pertumbuhan yang signifikan dalam hidupnya, baik dalam aspek rohani maupun dalam manusiawi.

 

Kesimpulannya, sudah seharusnyalah kita berketetapan menjadi orang muda yang senantiasa bertumbuh oleh pekerjaan Roh Kudus. Caranya sederhana. Pertama, bergaul eratlah dengan Roh Kudus setiap saat, melalui doa dan perenungan Firman dan ketaatan terhadap arahan-Nya. Dengan cara ini, kita dapat melawan arus dunia dan tetap teguh dalam iman. Kedua, hiduplah dalam persekutuan yang saling menguatkan dengan orang percaya lainnya, karena di sana kita mendapatkan dukungan, bimbingan, dan pertumbuhan bersama. Ketiga, kenali dan gunakan karunia-karunia yang diberikan oleh Roh Kudus untuk memberkati dan melayani sesama. Dengan demikian, kita ikut membangun Tubuh Kristus. Memang tidak mudah menjadi orang muda di generasi dan masa sekarang, tetapi sekali lagi, tidak ada kebetulan juga dalam hal ini. Tuhan sudah memilih kita dari semula. Bahkan, Dia sudah memberikan Roh Kudus yang sempurna itu di dalam kita untuk menuntun kita melewati tantangan yang sulit ini. He stands by us. Always. Yuk, kita persembahkan hidup kita kepada Roh Kudus dan izinkan Dia membawa kita kepada pertumbuhan yang lebih dalam sampai titik panggilan hidup kita dalam Kristus.

2023-06-30T08:31:16+07:00