//Hukum Perjalanan Hidup

Hukum Perjalanan Hidup

 

Visi dan Nilai yang menyelamatkan
Sahabat saya mengirim anaknya yang taat dan lugu ke Amerika. Sebuah negara yang sangat liberal dan berazas demokrasi. Pergaulan bebas dan lingkungan pengaruh yang buruk sepertinya cukup mengancam pribadi sang anak.
Setelah tiga tahun berlalu ternyata kehidupan sang anak tetap terjaga baik. Tetap bermoral baik, terjaga rohaninya, dan bertumbuh semakin kreatif, berani dan dewasa dalam berespon. Sewaktu saya bertanya, bagaimana ia mampu menjaga diri dari pengaruh yang negatif ? Anak tersebut lalu menjawab bahwa vision & values lah yang menyelamatkannya. Ayahnya telah membekalinya dengan kedua hal tersebut.

Mengapa Visi dan Nilai mampu menjamin suatu perjalanan ?
Suatu perjalanan pasti memiliki banyak kemungkinan dan pilihan. Untung atau rugi, sukses atau gagal, peluang atau resiko. Sehingga dalam perjalanan seringkali terjadi hal-hal yang dapat menghalangi keberhasilan atau kesuksesan kita.
1.Distraksi – terjadi pengalihan fokus karena berbagai tawaran yang menarik.
2.Keinginan yang tidak terkendali – akan mendorong kita untuk berubah tujuan.
3.Kompromi – berbeda dengan toleransi, kompromi cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan atau target.

Dalam perjalanannya, rasul Petrus pernah berniat melarikan diri keluar kota Roma. Saat itu kaisar Nero membakar Roma dan menganiaya jemaat Kristen. Namun di tengah perjalanan ia bertemu seorang pria berjubah putih dengan tangan berlubang bekas paku.
Pria berjubah putih ini bertanya kepada Petrus : “ Quo vadis ?”. Yang artinya, hendak kemanakah engkau ? Atau lebih tepatnya, mengapa engkau lari dari panggilanmu? Mengapa engkau keluar dari jalan kebenaran ?

Istilah quo vadis hingga hari ini telah menjadi populer bagi orang yang berniat berbalik menjauhi jalan kebenaran. Akhirnya Petrus sadar dan berbalik kembali ke kota Roma yang sedang terbakar. Petrus menggenapi panggilannya sebagai seorang martir di kota Roma.

Determinasi adalah mesin penggerak
Tujuan atau visi tanpa determinasi bagai mimpi tanpa realisasi. Determinasi adalah tekad bulat. Tekad merupakan mesin penggerak yang mendorong kita mencapai tujuan. Siapa yang memiliki ketetapan hati, dia akan mencapai yang dia rindukan.
Determinasi yang sesuai dengan kehendak Tuhan, bisa disebut iman, bukan sekedar pengharapan, tapi kekuatan yang menarik kita. Memfokuskan segenap syaraf, otot dan aliran dalam tubuh kita untuk bergerak ke arah visi.
Putra saya yang ketiga bercita-cita menjadi seorang chef atau juru masak. Semula saya tidak setuju dengan rencananya, teman-temannyapun menertawakan keputusannya. Tapi karena determinasinya yang kuat, hari ini dia hampir menyelesaikan pendidikannya di bidang chef. Saya percaya suatu hari ia mampu menjadi seorang chef yang profesional.
Hukum perjalanan bagi saya, seperti “jaminan” untuk mencapai impian kita. Juga diperlukan kualitas agar mampu menyelesaikan tujuan hingga akhir. Visi, determinasi dan nilai-nilai merupakan esensi hukum perjalanan untuk mewujudkan masa depan yang sukses dan tahan uji. Diatas segalanya kita perlu melibatkan Tuhan dalam perjalanan kita, karena Dialah yang menjadi jaminan keberhasilan kita.

The Word of Wisdom : ”Serahkanlah rencanamu kepada Tuhan, maka akan berhasillah perjalananmu ”
(Yakoep Ezra)

2019-09-29T11:06:47+00:00