Pernahkah teman-teman bayangkan hidup kita sebagai online game yang penuh tantangan di setiap level? Kita menghadapi “musuh-musuh” dan rintangan-rintangan yang makin lama makin berat, seperti rasa takut, keraguan, kecemasan, bahkan godaan untuk menyerah. Lalu, bagaimana kita bisa menang dalam “game” kehidupan ini?
Surat Yudas 1:20-23 memberikan panduan penting, seperti petunjuk GPS yang memberi arah ketika kita tersesat dalam badai kehidupan, agar kita sebagai murid Kristus tetap teguh dan bersinar di tengah-tengah dunia yang gelap. “Tetapi kamu, saudara-saudara yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal,” (Yud. 1:20-21).
Seperti Yudas membangun diri di atas dasar iman yang paling suci, berdoa dalam Roh Kudus, dan memelihara diri dalam kasih Allah, kita juga dapat meningkatkan kekuatan karakter dalam kehidupan kita. Tuhanlah yang memimpin setiap kita hingga siap menghadapi tantangan apa pun yang muncul di depan.
Saat kita “memelihara diri dalam kasih Allah”, itu bukan sekadar soal mengasihi Tuhan, tetapi juga tentang mengalami kasih-Nya secara nyata setiap hari. Seperti tanaman yang butuh air dan sinar matahari untuk tumbuh, demikian pula iman kita butuh kasih Tuhan untuk tumbuh. Kasih Allah itu memberi kita kekuatan untuk terus maju, bahkan ketika dunia di sekitar kita tampak gelap dan tanpa harapan.
Sebagai anak muda yang menjadi murid Kristus, kita tidak dipanggil untuk hidup biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk tangguh dan bersinar, menjadi terang yang menerangi jalan bagi orang lain. Ingat, saat kita sungguh-sungguh membangun diri dalam iman, kita sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi apa pun yang datang, bukan dengan ketakutan, tetapi dengan keyakinan bahwa kita punya Tuhan yang selalu bersama kita. Di tengah-tengah banyak ajaran sesat dan gangguan spiritual yang semakin merajalela menggoda kita untuk menyerah atau merasa lelah dalam iman, murid Kristus sejati adalah mereka yang tetap tangguh, tidak terombang-ambing, dan tetap bersinar di tengah kegelapan.
Selanjutnya, Yudas 1:22-23 mengingatkan kita untuk berbelas kasih kepada teman-teman kita yang bimbang, dan untuk menyelamatkan mereka yang terjerat dalam dosa. Artinya, selain membangun diri sendiri, kita juga dipanggil untuk membantu sesama yang sedang bergumul dalam iman, sehingga bersama-sama kita menjadi murid Kristus yang tangguh. Tangguh dan bersinar sebagai murid Kristus bukan hanya kita kejar untuk diri kita pribadi, melainkan kita alami bersama sebagai komunitas murid Kristus.
Murid Kristus sejati tidak sempurna, tetapi secara konsisten berusaha hidup dalam iman dan kasih. Mereka tidak takut menghadapi tantangan karena tahu bahwa Tuhan menyertai mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat teladannya melalui anak-anak muda yang berani menolak tawaran dunia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran Injil, yang kemudian justru menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi kita semua. Terlihat sederhana, tetapi untuk dipraktikkan pada kenyataannya tidak mudah, karena melawan arus dunia dan melawan keinginan daging memerlukan kekuatan dari Tuhan. Pertanyaannya, bagaimana caranya? Nah, berikut adalah beberapa langkah praktis yang perlu kita biasakan untuk lakukan:
- Membangun iman setiap hari: Luangkan waktu untuk membaca Firman Tuhan dan merenungkannya setiap hari. Jangan hanya membaca secara sekilas, tetapi benar-benar pahami dan terapkan pesannya dalam kehidupan kita. Izinkan Firman Tuhan menegur dan mengingatkan kita dalam keseharian kita supaya kita tetap berada di jalan yang benar.
- Alokasi waktu terbaik untuk berdoa: Seperti yang dikatakan di Yudas 1:20, berdoalah dengan penuh keyakinan dan penyerahan diri kepada Roh Kudus. Doa bukan hanya rutinitas, melainkan sarana untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Sering kali, kita sebagai anak muda lebih mementingkan kesibukan kita daripada meluangkan waktu untuk datang kepada sumber yang sejati, yaitu Tuhan, melalui doa. Sebagai murid Kristus, kita harus memiliki dasar yang benar itu, dan untuk itu kita perlu terus membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa.
- Bertindak nyata jadi berkat bagi sesama: Yudas 1:22-23 menulis bahwa kita dipanggil untuk menyelamatkan orang lain. Ini berarti kita menjadi berkat, dalam pengertian praktis dan sederhananya. Jadilah berkat dengan menunjukkan kasih Kristus kepada teman-teman kita, terutama mereka yang sedang bimbang atau terjerat dalam dosa. Ingatlah bahwa Allah begitu mengasihi kita masing-masing tanpa kecuali, dan marilah kita hidup dalam kasih itu. Kasih Allah memampukan kita untuk mengasihi sesama, bahkan termasuk mereka yang sulit untuk dikasihi.
- Hidup dalam komunitas yang mendukung: Bergabunglah dan hiduplah dengan komunitas seiman yang kuat, seperti kelompok kecil atau persekutuan doa. Dalam komunitas itu kita bisa praktik saling menopang dan menguatkan, sehingga kita tetap teguh dalam iman dan menjadi terang di mana pun kita berada.
Kembali ke analogi, kehidupan ini juga seperti perjalanan di atas kapal. Kapal itu adalah iman kita, dan lautan adalah dunia yang penuh tantangan. Saat badai datang, kapal yang kokoh dan dipersiapkan dengan baik akan mampu bertahan. Begitu juga iman kita. Jika kita membangun iman kita dengan teguh, kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh gelombang ajaran sesat atau godaan dunia. Namun, kapal yang kokoh juga membutuhkan awak yang saling mendukung dan bekerja sama. Demikian pula, sebagai murid Kristus, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu keduanya: keteguhan iman dari hubungan yang kuat dengan Tuhan, dan komunitas seiman yang kuat, yang saling menopang dalam kasih Allah.
Marilah kita menjadi murid yang sejati, tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk saling menopang sebagai satu Tubuh Kristus. Dengan demikianlah kita akan tetap berdiri teguh dan bersinar, membawa terang Kristus ke dalam dunia yang semakin gelap. Di dalam segala sesuatu yang kita lakukan itu, Tuhan menjaga kita di dalam kuasanya, seperti yang dikatakan Yudas 1:24-25,
“Bagi Dia, yang berkuasa menjaga kamu supaya jangan tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya yang agung, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus Tuhan kita, bagi-Nyalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad, dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.”