//IMAM DAN TRANSFORMASI HATI

IMAM DAN TRANSFORMASI HATI

(1). Imam harus tampil ke depan.
Imam tidak boleh berdiam diri, tetapi harus siap sedia karena mereka telah dipilih oleh Tuhan. Jika ada konflik yang menyebabkan putusnya hubungan, maka ia harus menyembuhkan luka-luka tersebut. Imam harus aktif dan siap untuk tampil serta berfungsi sebagai gembala di keluarga, bisnis dan komsel. Imam harus melayani Tuhan dan tidak boleh lari dari tanggungjawab.

 

(2). Melayani Tuhan dan memberkati.
Imam tidak boleh mengutuki orang lain. Imam tidak dipanggil untuk menghakimi, menghukum, menuduh dan mengadili orang lain. Imam tidak boleh menjadi hakim dan jaksa bagi orang lain, entah di keluarga, bisnis dan komsel. Imam harus memberkati orang yang saling melukai, bahkan yang melukai dirinya tetap harus diberkati. Paulus berkata, “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!,”(Roma 12:14). Musuh saja harus diberkati apalagi keluarga kita atau komsel kita. Memberkati bukan hanya lewat doa dan kata-kata saja, tapi juga melalui harta yang kita miliki. Kita memberkati lewat waktu kita, harta kita dan keuangan kita. Apabila ada anggota komsel yang tidak memiliki pekerjaan, maka kita sebagai imam harus mengajari mereka bagaimana memperoleh pekerjaan demi hidupnya. Berikanlah ikannya dan bukan umpan.

(3). Menyembuhkan luka hati.
Dikatakan, “menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan,”(Ulangan 21:5c). Tuhan telah menentukan bahwa urusan luka melukai harus dibereskan melalui imam. Tugas imam adalah menyembuhkan luka-luka dalam hati. Ini berarti imam yang berfungsi sebagai gembala. Mengapa banyak anggota komsel yang terluka? Karena kita tidak mau menjadi imam yang menyembuhkan luka-luka hati mereka. Selama bulan ini kita mau belajar saling mendengar dengan empati, sehingga terjadi kesembuhan di antara satu dengan yang lain.

Jadi, selama satu bulan ini kita berharap bahwa fungsi penggembalaan ini dapat dijalankan oleh setiap orang percaya. Itulah sebabnya, Tuhan telah memberikan kepada kita materi buku yang luar biasa untuk kita praktekkan di keluarga, bisnis dan komsel kita. Materi buku itu adalah Transformasi Hati yang dapat menolong kita untuk menjadi imam yang mendengar orang lain dengan empati dan bisa menemukan pikiran-pikiran bawah sadar yang menyebabkan orang tersebut luka dalam hati. Imam harus menemukan pikiran-pikiran alam bawah sadar yang menyebabkan orang memberikan respon otomatis dan melukai komunitas sel kita. Jadi, praktekkanlah gaya hidup imam yang mendengar, bersyafaat dan melayani di mana pun kita berada, entah di dalam keluarga, bisnis dan komsel. Kita harus memakai bahan-bahan ini untuk mempraktekkannya di komsel kita. Fokuslah untuk saling mendengar, saling bersyafaat dan saling melayani agar terjadi kesembuhan di dalam hidup mereka. Jadilah imam yang berfungsi menggembalakan orang lain.

(Eddy Leo, Penatua Jemaat Abbalove Ministries)

2019-09-29T12:45:03+07:00