/, Wanita, Youth Corner/Iman yang hidup di lidah

Iman yang hidup di lidah

Berikut deretan kutipan cuitan Miss X di akun medsosnya selama kira-kira dua minggu. Miss X adalah seorang pekerja gereja yang melayani dalam tim pendoa syafaat, dan dikenal peka serta tajam menyampaikan pesan nubuatan yang bersumber dari Firman Tuhan, yang telah banyak memberikan manfaat dalam menghibur dan menguatkan saudara-saudari seiman di dalam jemaat.

3 Mei 2018, 21.13 WIB
Kado ulang tahun termanis dari calon suamiku… Bersyukur sekali dulu kami taat dan dengar-dengaran kepada pembina BPN, hihihi… Kalo nggak, mana mungkin kami jadi pasangan yang sepadan dan bertumbuh sama-sama begini. Duh, terima kasih ya sayang, untuk kado jam tangan couple-nya. Kamu so sweet, deh! Aku jadi nyanyi: “Allah itu baik, sungguh baik bagiku, ditunjukkan-Nya kasih setia-Nya… Dia menyediakan yang kuperlukan…”

6 Mei 2018, 05.49 WIB
Good morning, happy Sunday, all! Feeling so good… God bless us today! Cabut pelayanan dulu, ah…

9 Mei 2018, 19.24 WIB
Hati-hati ya semuanya, ada kerusuhan di Mako Brimob. Jangan keluar rumah deh kalo nggak perlu, stay safe bro and sis! Semoga Pak Polisi cepat menangani masalahnya!!!

10 Mei 2018, 12.34 WIB
Duh, nggak nafsu makan deh siang ini gara-gara lihat berita terorisme di tivi! Emang biadab tuh teroris, borosin uang negara aja! Eh bang teroris, situ nyadar nggak sih, situ makan di penjara pake uang pajak rakyat!!!

12 Mei 2018, 18.28 WIB
Baca link berita, katanya polisi pindahin pelaku kerusuhan kemarin ke penjara Nusakambangan. Menurut saya sih, polisi terlalu baik!!! Coba kayak presiden Filipin si Duterte, tembak mati langsung!!! Atau boleh juga sih disiksa dulu, kalo perlu di depan keluarga korbannya! HHHHHH!!!

13 Mei 2018, 09.21 WIB
Ya Tuhan….!!! Ada apa ini dengan negeriku, bangsaku!!! Tega-teganya kau bang teroris, meledakkan bom di rumah Tuhan saat anak-anak Tuhan akan beribadah!!! Hatimu terbuat dari apa??? Tembok batu???

13 Mei 2018, 23.02 WIB
“Kuucapkan berkat untuk Indonesia, biar kemuliaan Tuhan akan nyata…” Ingat bang teroris, agama kami selalu mengajarkan mengasihi, mengampuni, dan mendoakan! Salut untuk keluarga korban bom, saudara-saudari seimanku yang kehilangan orang-orang yang dikasihi. Tetapi Tuhan tidak tidur, pembalasan itu hak Tuhan, wahai bang teroris!!! Camkan itu!!!

14 Mei 2018, 11.26 WIB
COPAS DARI GRUP SEBELAH: Waspada, waspada, waspadalah selalu bro and sis!!! Ditemukan bom dalam kantong plastik putih di depan sebuah gereja di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku naik motor, memakai help hitam dan membawa ransel biru. Lebih baik jangan naik ojek dulu hari-hari ini guys, daripada nyesel… ☹

Punya status orang Kristen, bahkan pekerja di gereja, ternyata tidak membuat kita otomatis aman dari godaan berbuat dosa. Apalagi, dalam kehidupan sehari-hari dan situasi rentan konflik yang memanas di tengah-tengah masyarakat bangsa kita akhir-akhir ini, kita orang-orang Kristen cenderung merasa lebih benar dan lebih baik daripada mereka yang bukan Kristen. Alhasil, mudah sekali bagi kita untuk jatuh ke dalam perbuatan dosa yang tak disadari: menghakimi, sombong, sok tahu, mengutuk, memaksa, dan sebagainya. Seringnya, dosa-dosa ini diproduksi di dalam hati dan pikiran lalu berbuah keluar melalui perkataan mulut dan lidah kita. Bukankah sering kita menemui (atau bahkan melakukan sendiri) apa yang dilakukan Miss X ini di lingkungan kita sesama orang Kristen?

“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yak. 3:9-10)

“Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? … Jika iman itu tidak disertai perbuatan, makai man itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak. 2:14, 17)

Mari bertobat. Firman Tuhan dengan tegas berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika iman kita hidup, kehidupan kita pasti menunjukkan buah perbuatan yang sejalan dengan iman. Iman kita sebagai orang Kristen adalah kepada Allah yang begitu mengasihi kita; kepada Yesus Kristus yang telah mati bagi kita lalu darah-Nya menguduskan kita dan menjadikan kita orang benar di hadapan-Nya; serta kepada Roh Kudus yang senantiasa memampukan kita untuk hidup benar itu. Iman kita sebagai orang Kristen adalah di dalam Firman-Nya yang berlaku secara kekal, yang terjamin ya dan amin, serta yang pasti tergenapi tanpa gagal sedikit pun. Iman inilah yang hidup di dalam diri kita, maka perbuatan kita pun sudah selayaknya dan seharusnya sejalan dengan iman ini!

Beriman bahwa Allah itu kasih, dan Allah yang mengasihi kita itu tidak mungkin merancangkan kejahatan atau kecelakaan bagi kita berarti mengucapkan perkataan dan melakukan perbuatan yang tenteram dan penuh damai sejahtera; bukan panik menyebar hoaks yang menakutkan atas nama “kewaspadaan”.

Beriman bahwa Allah adalah satu-satunya yang patut disembah dan Dia penguasa atas seluruh alam semesta berarti mengucapkan perkataan dan melakukan perbuatan yang beribadah dan berkarya bagi Dia sambil tetap menjadi teladan bagi dunia; bukan “panas” memaki-maki para pelaku kejahatan atau menyerangnya dengan “tembakan” ayat-ayat Alkitab yang “ganas”.

Beriman bahwa Allah berdaulat mengendalikan segala sesuatu berarti mengucapkan perkataan dan melakukan perbuatan yang memberkati orang lain; bukan sibuk menyalahkan orang-orang tertentu atau situasi atau menggurui tentang solusi masalah dengan sikap sok tahu.

Kita orang Kristen. Kita anak Tuhan. Kita orang beriman. Iman hidup dalam setiap perbuatan kita, bukan diam dan pasif di dalam hati kita saja. Mari hidup sesuai dengan iman kita, mulai dengan ucapan lidah kita. Mulai saat ini. Yuk!

2019-10-11T11:26:12+07:00