//Iman yang tangguh dalam panggilan Tuhan

Iman yang tangguh dalam panggilan Tuhan

Di kantin gereja, siang itu saya duduk berhadapan dengan seorang wanita berwajah oriental dengan rambut pendek tergerai lepas. Kami berbincang-bincang di antara kerumunan orang yang ada. Ia tampak bersemangat. Sesekali tawanya terlempar lepas tanpa beban. Ia memang selalu begitu, riang dan penuh sukacita. Setiap kali melihat wanita tangguh yang duduk di kursi roda itu, saya selalu kagum. Kagum akan karya Tuhan yang besar dalam hidupnya. Namanya Airin. Ia mengalami kondisi khusus yang disebut tetraplegia (cedera tulang belakang di area cervical). Tubuhnya lumpuh dari leher kebawah. Ceritanya dimulai dari sebuah kejadian pada tahun 1999, ketika hantaman yang kuat meremukkan tulang leher belakangnya dalam sebuah kecelakaan. Saat itu dokter mengeluarkan sebuah vonis bahwa selamanya Airin akan membutuhkan kursi roda. Tentu, waktu itu dunia serasa runtuh. Perempuan yang sangat aktif dan mandiri itu harus menerima kenyataan bahwa ia tidak lagi dapat berdiri di atas kedua kakinya sendiri. Sebagian besar anggota tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan. Apalagi yang dapat ia harapkan?

Pertanyaan kita mungkin sama. Kenapa Tuhan mengizinkan hal tersebut terjadi? Begitu banyak air mata yang Airin luapkan untuk meratapi hidupnya kala itu. Ia tidak mau ada di dunia ini lagi. Segala cara diusahakannya untuk menghabisi nyawa. Keluarga, kerabat, sahabat, tidak ada yang mampu membangkitkan semangat hidup Airin. “Kamu tidak mengalami apa yang saya alami!!!”, kemarahannya meluap setiap kali ada orang yang mencoba menghibur. Namun, hancurnya hati Airin itu mampu dibalut oleh Pribadi yang bernama Yesus. Kunjungan seorang perempuan tunanetra ke rumahnya membuat Airin ingin bangkit dan mempelajari isi Alkitab. Dari situlah Airin mulai belajar mengenal Yesus.

Apakah setelah itu Airin mengalami kesembuhan? Tidak. Airin tetap lumpuh. Kondisi fisiknya tidak berubah. Tubuhnya masih mengalami tetraplegia. Namun, setelah sebelumnya Airin kehilangan harapan untuk hidup, kini Yesus menjadi harapan dan tujuan hidupnya. Ia belajar untuk bangkit lagi dan memulai hidup yang baru.

Suatu kali, Airin mendapatkan sebuah mimpi. Dalam tidurnya, ia melihat dirinya berada dalam sekelompok orang yang buta matanya. Di sana ia menangis tersedu-sedu melihat orang-orang itu, bahkan ketika telah terjaga dari tidurnya. Di situlah Airin tahu bahwa Tuhan memiliki sebuah rencana dalam hidupnya. Dalam segala pergumulan, Airin belajar untuk terus setia kepada Tuhan. Jatuh bangun, ia belajar untuk terus percaya dan memandang hanya kepada Yesus. “Motivasi diri dengan kata-kata positif akan redup dan terbatas, tetapi kekuatan dari Tuhan akan terus menopang,” katanya ketika menceritakan kepada saya kisahnya itu.

Benar. Bukankah Tuhan selalu setia pada janji-Nya? Airin yang sebelumnya merasa tak mampu lagi melanjutkan hidup, justru kemudian dapat memperoleh pekerjaan di tahun 2008 sebagai seorang penerjemah. Perlahan-lahan, ia juga mengembangkan sayap di dunia bisnis online. Tangan yang sebelumnya dianggap tidak mampu menghasilkan karya karena lumpuh, justru kini turut menjadi penopang ekonomi keluarga. Tuhan tidak berhenti di situ saja. Di tahun 2010, Airin bergabung dengan komunitas pelayanan Precious Family, yaitu komunitas disabilitas. Tepat seperti visi yang pernah Tuhan berikan sebelumnya, kini ia menjadi pendamping bagi remaja-remaja disabilitas untuk dapat bertumbuh dalam iman sekaligus memiliki kemandirian financial melalui bisnis online.

Airin yang dulu merasa hidupnya tak berguna kini menjadi berkat bagi banyak orang. Kisah hidupnya yang menjadi bukti imannya yang tangguh kini telah didokumentasikan daIam media lokal dan nasional. Sama seperti Airin, iman kita pun harus belajar tangguh, hingga rencana Tuhan yang luar biasa sempurna itu nyata.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firmanTuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

 

2019-10-17T11:01:17+07:00