//IMPACTING LIVE THROUGH RIGHT RESPONSE

IMPACTING LIVE THROUGH RIGHT RESPONSE

Bagaimana Berespon Benar
Pendiri kegerakan Pria Sejati (Christian Men’s Network) Edwin Louis Cole mengatakan, “Bukan benar atau salah, tetapi responlah yang menentukan.” Saya setuju dengan hal itu. Ketika kita gagal berespon benar, akan terjadi banyak rentetan kegagalan yang mengakibatkan kita semakin menyimpang dari destiny kita.

Rasul Paulus pun belajar berespon benar. Ini tampak dari ajarannya, bahwa segala perkara dapat ditanggung di dalam Tuhan yang menanggung segala kekuatiran kita (Fil. 4:12). Rasul Paulus adalah seorang yang memahami apa itu kekurangan dan apa itu kelimpahan, dan di atas semua itu ia mencukupkan diri dalam segala keadaan (Fil. 4:11-12). Dengan kata lain, ia telah mencontoh keteladanan Kristus yang berespon benar kepada kebenaran.

Demikian pula dengan Kristus sendiri. Beberapa waktu lalu saya menyaksikan film yang berjudul Son Of God. Dalam film itu banyak sekali dilukiskan respon benar yang dilakukan Yesus Kristus Tuhan kita. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia 100% manusia seperti kita, yang memiliki berbagai titik kritis dan kelemahan, tetapi Ia tidak berbuat dosa ( Yoh 1:4-12). Respon yang benar telah diteladankan oleh respon Kristus sendiri. Maka jika kita ingin belajar berespon benar, belajarlah dari Kristus.

Sifat dari Respon Yang Benar
Rasul Paulus pernah memberikan 9 sifat dari respon yang benar kepada orang-orang di Galatia, yaitu buah Roh (Gal. 5:22&23):
. Kasih
. Sukacita
. Damai sejahtera
. Kesabaran
. Kemurahan
. Kebaikan
. Kesetiaan
. Kelemah llembutan
. Penguasaan diri

Firman Tuhan menjanjikan bahwa jika kita melakukan 9 respon tersebut maka kita sudah berhasil mengatasi setiap hukum yang ada. Mengapa? Karena tidak ada hukum yang mampu menentang ke-9 hal tersebut.

Melatih Respon yang Benar untuk Menghasilkan Dampak yang Besar
Beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang mahasiswi di kota Malang dan saya bertanya apakah visi hidupmu? Dia menjawab sambil tersenyum ‘Impacting The World’. Saya terkejut dan kagum akan visi yang luar biasa itu. Hari ini mahasiswi tersebut telah lulus dari kuliahnya dengan nilai terbaik, dan ia bekerja di sebuah perusahaan konsultan dengan prestasi yang mengagumkan. Saya percaya, suatu hari nanti hidupnya akan berdampak buat dunia.

Saat mendengar tentang visinya, saya katakan padanya untuk mulai setia dengan perkara yang kecil dengan berdampak pada lingkungan sekeliling terlebih dahulu. Berdampak pada keluarga, teman-teman, dan lingkungan terdekat, karena respon yang benar perlu dilatih dengan memulai berdampak pada orang-orang di sekeliling kita serta di setiap situasi yang kita hadapi.

Tips sederhana dari saya, agar kita bisa berespon benar dan berdampak bagi kehidupan ada tiga hal:
1. Hidup berdasarkan kebutuhan dan mengontrol/menguasai keinginan.
2. Memperbaharui dan menguatkan pengaruh roh kita dengan mengijinkan Roh Tuhan untuk
memimpin kehidupan kita.
3. Memilih dan memulai setia pada hal-hal kecil yang sederhana, untuk berdampak
pada lingkungan yang terdekat dahulu.

Ayo kita terus berespon benar ketika situasi, orang dan barang sedang tidak benar atau tidak ideal seperti yang kita inginkan. Dengan demikian kita mampu berdampak bagi dunia ini dengan menjadi terang dan garam di sekeliling kita. Doa saya bagi Anda adalah, kiranya Tuhan menolong kita semua untuk mampu berespon benar dalam setiap situasi.

 

2019-10-01T23:30:57+07:00