//Injil Markus

Injil Markus

Injil Markus adalah kitab kedua dalam susunan Perjanjian Baru, tetapi menurut kebanyakan pakar merupakan Injil pertama yang ditulis dan menjadi dasar bagi penulisan Injil lain.

Karena itulah, Injil Matius, Injil Lukas, dan Injil Markus digolongkan ke dalam kelompok “Injil Sinoptik”, yaitu Injil yang mengandung cerita dan mukjizat yang mirip. Injil Markus adalah yang tersingkat (hanya berisi 16 pasal) tetapi isinya padat dan dinamis.

Injil Markus ditulis sebelum tahun 70 M oleh Markus, yang juga disebut Yohanes. Walaupun dia bukan salah satu dari 12 murid yang mengikuti Yesus secara langsung, Markus adalah murid Petrus (1 Ptr. 5:13) dan juga murid Paulus (Kis. 12:25; 13:5-13; 2 Tim. 4:11; Fil. 24).

Berbeda dengan Injil Matius, Injil Markus berfokus kepada pembaca yang bukan Yahudi, khususnya kepada orang dari bangsa Romawi. Ada hanya sedikit kutipan ayat-ayat dari Perjanjian Lama. Di dalamnya tidak ada silsilah (silsilah penting bagi orang Yahudi tetapi tidak begitu penting bagi orang Roma). Waktu diukur menurut waktu orang Roma, bukan waktu orang Yahudi (orang Yahudi menghitung waktu dari matahari terbenam, yaitu waktu malam mulai; sedangkan orang Roma menghitung waktu dari tengah malam) (Mrk. 6:48). Markus menerjemahkan istilah Ibrani dan Aram, seperti “Talitha cum”, “korban”, “Golgotha”, dan “Eloi, Eloi, lama sabachthani?” (Mrk. 5:41; 7:11; 15:22; 15:34). Dia juga menjelaskan beberapa hal yang kurang dikenal oleh orang yang bukan Yahudi. Tangan yang najis dijelaskan sebagai “tangan yang tidak dibasuh” (Mrk. 7:2); dan “Hari itu adalah hari persiapan” dijelaskan sebagai “hari menjelang Sabat” (Mrk. 15:42).

Sepertinya, Markus menulis apa yang disaksikan dan dipelajarinya dari Petrus. Susunan Injil Markus mirip dengan khotbah Petrus di rumah Kornelius, yaitu mulai dengan cerita Yohanes dan baptisan Yesus (Mrk. 1), kemudian mukjizat-mukjizat (Mrk. 2-10), perjalanan Yesus ke Yerusalem serta penyaliban-Nya dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga (Mrk. 11-16; Kis. 10:37-41).

Yesus ditampilkan sebagai Hamba dalam kitab Markus. Markus sering menggunakan kata-kata “segera” yang menunjukkan bahwa Yesus bekerja cepat karena waktu-Nya singkat. Yang ditegaskan bukanlah pengajaran melainkan mukjizat dan kesembuhan, yaitu pekerjaan dan pelayanan yang menunjukkan bahwa Yesus adalah anak Allah. Ada 18 mukjizat yang dicatat. Kuasa dan tindakan-Nya ditegaskan. Seperempat Injil ini memuat mukjizat dan kesembuhan. Dalam Markus, tidak dicantumkan tentang khotbah di bukit dan beberapa perumpamaan Yesus. Hanya empat perumpamaan yang dicantumkan, yaitu perumpamaan penabur (Mrk. 4:3-9), benih yang tumbuh secara rahasia (Mrk. 4:26-29), biji sesawi (Mrk. 4:30-32), dan penggarap-penggarap yang jahat (Mrk. 12:1-9).

Yesus juga ditunjukkan dalam kitab Markus sebagai “Hamba yang menderita”. Walaupun Yesus penuh kuasa sebagai Anak Allah, Dia juga menyerahkan hidup-Nya bagi manusia (Mark 10:45). Penderitaan Yesus adalah inti dari Injil. Hal itu terlihat secara jelas dalam peristiwa Petrus menegur Yesus karena pembicaraan-Nya tentang salib yang harus diderita-Nya (Mrk. 8:27-33). Yesus kemudian menegaskan kepada Petrus bahwa Dia memang harus menderita. Hal itu juga jelas waktu Yesus berkata, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang,” (Mrk. 10:45).

Walaupun cerita dan pengajaran dalam Injil Markus lebih dari 90 persen sama dengan yang ditemukan dalam Matius dan Lukas, ada sesuatu yang berbeda, yaitu tambahan catatan tentang perasaan Yesus. Di rumah ibadah ketika Yesus akan menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat dan menyaksikan sikap orang Farisi, “Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka,” (Mrk. 3:5). Ketika akan menyembuhkan orang tuli, Yesus menengadah ke langit dan menarik napas (Mrk. 7:34). Ketika orang Farisi minta tanda, Yesus mengeluh dalam hati-Nya (Mrk. 8:12). Yesus adalah manusia sama seperti kita, Dia memiliki perasaan.

Seperti semua kitab Injil lain, Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah, Kristus atau Mesias yang dinubuatkan akan datang untuk menyelamatkan umat Tuhan dan dicatat kuasanya atas alam semesta, setan-setan, penyakit dan kematian.

Permulaan Pekerjaan Sang Hamba (Mrk. 1-3)

Injil Markus dimulai dengan, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Kemudian, ada kutipan dari dua nabi Perjanjian Lama, yaitu Maleakhi dan Yesaya (dari Mal. 3:1 dan Yes. 40:3). Yohanes Pembaptis datang sebagai pelopor atau pendahulu untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Yesus dibaptis dalam air dan Roh Kudus turun ke atas Dia lalu Allah berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang dikasihi.” Yesus kemudian dicobai oleh Iblis.

Selanjutnya, Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea (Mrk. 1:4–3:6). Dia mulai dengan memberitakan Injil dan memanggil murid-murid dekat Danau Galilea. Dia membuktikan kuasa-Nya atas setan-setan dan atas bermacam-macam penyakit (Mrk. 1:21-45). Pada waktu itu mulai timbul tantangan dari pemimpin agama. Ahli Taurat marah ketika Yesus berkata bahwa dosa seorang lumpuh sudah diampuni (Mrk. 2:1–12). Dia memanggil seorang berdosa, Lewi anak Alfeus, yaitu Matius, untuk menjadi murid-Nya. Saat itu Yesus menjelaskan bahwa Dia tidak datang untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Mrk. 2:13). Yesus juga ditantang terus-menerus oleh pemimpin agama, contohnya tentang masalah puasa (Mrk. 2:18-22) dan masalah hari Sabat (Mrk. 2:23-28; 3:1-6). Dia memanggil dan menetapkan 12 orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (Mrk. 3:13-19). Para anggota keluarga-Nya sendiri berkata tentang Yesus, “Ia tidak waras lagi!” (Mrk. 3:21) dan ahli-ahli Taurat berkata, “Ia kerasukan Beelzebub,” (Mrk. 3:20-30), tetapi Yesus menjelaskan bahwa saudara-saudaranya yang sebenarnya adalah mereka yang melakukan kehendak Allah (Mrk. 3:31-35).

Pelayanan Hamba Allah dan Kuasa-Nya (Mrk. 4-10)

Yesus adalah Hamba Allah yang mengajar
Yesus mulai mengajarkan banyak hal di tepi Danau Galilea dengan memakai perumpamaan, yaitu perumpamaan seorang penabur, pelita di bawah gantang, benih yang tumbuh, dan biji sesawi. Para murid-nya secara khusus diingatkan hingga dua kali, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk. 4:9, 23). Perumpamaan Kerajaan Allah diberitakan kepada orang banyak tetapi diuraikan kepada para murid-Nya secara tersendiri (Mrk. 4).

Yesus adalah Hamba Allah yang penuh kuasa atas Iblis, penyakit dan maut
Di Gerasa, Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan mengusir roh jahat. Sesudah Dia menyeberang Danau Galilea, orang banyak bondong-bondong mengikuti Dia. Seorang perempuan yang telah 12 tahun lamanya menderita menjamah Yesus dan disembuhkan, dan seorang anak perempuan berumur 12 tahun dibangkitkan dari kematian. Yesus memiliki kuasa untuk menolong manusia (Mrk. 5).

Yesus adalah Hamba yang ditolak dan ditantang tetapi berkuasa atas alam
Di Nazaret, tempat asal-Nya, Yesus ditolak. Keluarga-Nya sendiri pun kecewa dan menolak Dia. Namun, Yesus mulai memultiplikasikan pelayanan-Nya dengan mengutus ke-12 murid untuk memberitakan Injil. Ketika mendengar Yohanes Pembaptis dibunuh, Yesus mengajak murid-murid-Nya mengasingkan diri ke tempat yang sunyi, tetapi orang banyak tetap mencari Yesus. Karena belas kasihan, Yesus memberi mereka makan dengan memultiplikasikan lima roti dan dua ikan. Yesus juga mendemonstrasikan kuasa-Nya atas alam dengan berjalan di atas air dan meredakan angina ribut. Demikian pula, dengan jamahan jumbai jubah-Nya atau jamahan tangan-Nya banyak orang disembuhkan (Mrk. 6).

Yesus adalah Hamba Allah yang sanggup menangani masalah setiap orang
Kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang menantang, Yesus memberi teguran dan penjelasan Firman Tuhan dari Taurat dan kitab para nabi. Lagi-lagi Dia menegaskan, “Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah Ia mendengar! (Mrk. 7:16). Kepada seorang Siro-Fenisia yang meminta kesembuhan bagi anaknya, Yesus menantang cukup keras, lalu memuji iman-Nya dan memberi kelepasan dan kesembuhan bagi anak perempuannya. Kepada orang tuli Yesus pun memberi kesembuhan. Berulang kali Yesus berpesan supaya mukjizat-Nya jangan diceritakan, tetapi makin dilarang-Nya, justru mukjizat-Nya makin luas diberitakan! (Mrk. 7).

Yesus adalah Hamba yang mengerti penderitaan
Hati Yesus tergerak oleh belas-kasihan sampai Dia memberi makan empat ribu orang. Hati-Nya mengeluh ketika dihadapkan pada orang Farisi yang mencari tanda dan membawa pengajaran sesat. Hati-Nya frustrasi dengan murid-murid-Nya yang belum kunjung mengerti. Dia memegang tangan orang buta, membawanya ke luar kampung dan menyembuhkan orang buta itu secara khusus. Di Kaisarea-Filipi, Petrus mengaku kepada Yesus, “Engkaulah Kristus,” tetapi Yesus kemudian melarang mereka memberitahukan hal ini kepada siapa pun. Untuk pertama kali, Dia memberi tahu mereka bahwa Dia akan menderita, dibunuh, dan bangkit. Ketika Petrus melawan perkataan-Nya itu, Yesus menegurnya dan mengajar para murid-Nya bahwa mereka harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia (Mrk. 8).

Yesus adalah Hamba Allah yang dipermuliakan
Yesus dipermuliakan di atas gunung yang tinggi dengan Musa dan Elia tampak bersama dan berbicara dengan Dia. Sesudah itu, Yesus menyembuhkan anak yang kerasukan roh. Yesus sungguh berkuasa tetapi untuk kedua kalinya Yesus berkata kepada murid-Nya bahwa Dia akan diserahkan, dibunuh, dan bangkit kembali. Namun, mereka masih saja tidak mengerti, bahkan mereka memperbincangkan siapa yang akan terbesar dalam Kerajaan Allah. Yesus harus menjelaskan kepada mereka bahwa yang terbesar adalah yang terakhir dan pelayan dari semuanya. Yesus memberi peringatan tentang penyesatan dan menyatakan bahwa setiap orang akan digarami dengan api. Kemuliaan adalah hasil menjadi hamba, merendahkan diri dan melalui api (Why. 9).

Yesus adalah Hamba dengan jawaban bagi semua masalah seumur hidup
Tentang masalah perkawinan dan penceraian, Yesus mengajarkan prinsip dasar yang terdapat dalam kitab Kejadian. Tentang anak-anak-kecil, Dia memeluknya, meletakkan tangan-Nya atas mereka, dan memberkati mereka. Kepada orang muda yang kaya, Dia menaruh kasih-Nya kepadanya dan memanggil orang itu untuk mengikut-Nya. Tentang orang kaya, Yesus menjelaskan betapa sulitnya mereka masuk Kerajaan Allah. Selain itu, untuk kali ketiga, Yesus berkata bahwa Dia akan diserahkan, dijatuhi hukum mati, diolok-olok, diludahi, disesah, dan dibunuh, lalu sesudah tiga hari akan bangkit kembali. Kepada Yakubus dan Yohanes, Yesus mengajar bahwa yang terbesar di antara mereka adalah yang menjadi hamba untuk semuanya, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Kemudian di jalan ke Yerikho Yesus sekali lagi melayani orang buta, yaitu Bartimeus, dengan menyembuhkannya (Why. 10).

Puncak Pelayanan Sang Hamba dan Penderitaan-Nya (Mrk. 11-15)

Minggu terakhir Yesus
Sepertiga dari Injil Markus menceritakan ajaran dan pengalaman Yesus selama minggu terakhir kehidupan-Nya. Dalam minggu terakhir kehidupan Yesus ada banyak tantangan dan perlawanan. Jelaslah bahwa semua orang tidak mengerti Yesus. Orang banyak mendengar perumpamaan-Nya tetapi tidak mengerti. Pemimpin agama menganggap Dia sesat dan kuasa-Nya datang dari Iblis. Keluarga-Nya tetap tidak mengerti dia, bahkan murid-murid-Nya sendiri akan meninggalkan dan menyangkal Dia.

Yesus memasuki Yerusalem sebagai Hamba Allah
Di Bukit Zaitun, Yesus menemukan keledai dan naik ke atasnya untuk masuk kota Yerusalem. Dia tidak naik kuda yang mulia tetapi keledai yang sederhana. Dia disambut oleh orang-orang yang berseru “Hosana!” Kemudian, Dia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah. Dia juga membersihkan Bait Allah yang sudah dinajiskan. Yesus juga mengajar murid-murid-Nya bahwa dengan iman gunung dapat dipindahkan. Selain itu, Yesus juga mengajar mereka berdoa dan mengampuni. Yesus ditantang oleh para imam besar, ahli Taurat, dan para ketua yang menanyakan sumber otoritas-Nya. Lagi-lagi, Yesus membuat semua tokoh itu heran dan Dia menggagalkan niat jahat mereka oleh hikmat-Nya (Mrk. 11).

Yesus menyatakan Hikmat Hamba Allah
Setelah itu, Yesus mengajar tentang perumpamaan kebun anggur. Kemudian, Dia harus menghadapi orang Farisi yang bertanya tentang membayar pajak kepada Kaisar, orang Saduki yang bertanya tentang kebangkitan, dan ahli Taurat yang bertanya tentang perintah terbesar. Yesus sendiri bertanya kepada mereka bagaimana mungkin Kristus adalah Anak Daud. Hikmat Yesus yang luar biasa itu menakjubkan orang dan orang biasa senang mendengar pembicaraan-Nya. Jelas sekali perbedaan sikap munafik dan sombong ahli Taurat dengan sikap seorang janda miskin yang masuk Bait Allah dan memberikan segala yang dia miliki (Mrk. 12).

Yesus sebagai seorang Nabi yang memberi wahyu tentang akhir zaman
Pengajaran akhir zaman dalam kitab Markus mirip dengan Matius 24 dan Lukas 21. Sebelum Yesus mati dan bangkit, Dia mengambil waktu untuk mengajar para murid-Nya bahwa walaupun akan ada masa siksa yang akan datang, pada akhirnya Dia akan dating kembali dengan kemenangan. Dia memerintahkan mereka untuk berjaga-jaga (Mrk. 13).

Penderitaan, penangkapan, dan kematian Yesus
Di bagian ini, telah tiba Paskah terakhir untuk Yesus. Seorang perempuan mengurapi kepala-Nya dengan minyak. Yudas Iskariot bersiap mengkhianati-Nya saat Yesus merayakan Paskah dengan perjamuan malam yang terakhir dengan murid-Nya. Sesudah berdoa di Taman Getsemani Yesus, sebagaimana sudah dinubuatkan-Nya tiga kali, dikhianati, ditangkap, dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Dia menghadapi saksi palsu, diolok-olok, diludahi, dipukul, disalibkan, dan mati. Kepala pasukan yang menyaksikan semuanya itu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” Markus menampilkan Yesus sebagai hamba Allah yang menderita (Mrk. 14-15).

Kebangkitan Yesus
Pada hari pertama dalam minggu itu, tiga perempuan melihat kubur Yesus batunya sudah terguling. Mereka cepat-cepat pergi memberi tahu para murid Yesus tetapi mereka tidak percaya Dia bangkit. Yesus sendiri menampakkan diri kepada Maria Magdalena yang juga memberi tahu para murid lagi. Tetap saja, murid-murid itu tidak percaya. Yesus juga menampakkan diri kepada dua murid yang lalu memberi tahu para murid lain, tetapi mereka tetap tidak percaya. Hanya sesudah itu, barulah Yesus sendiri datang kepada ke-12 murid dan menegur mereka karena ketidak-percayaan mereka (Mrk. 16:1-14).

Amanat Agung Yesus
Walaupun ayat-ayat terakhir dalam Injil Markus tidak termasuk beberapa terjemahan, tetapi beritanya penting bagi kita. Pesan Yesus terakhir kepada murid-murid-Nya adalah Amanat Agung, sama seperti yang disebut dalam Matius 28. Ditambahkan di sini bahwa akan ada tanda-tanda yang menyertai orang yang percaya, yaitu mereka akan mengusir setan, berbahasa baru, tidak akan mati kalau digigit ular atau makan racun, dan menyembuhkan orang sakit. Selanjutnya, Yesus diangkat ke surga dan murid-murid-Nya pergi memberitakan Injil, sementara Tuhan meneguhkan Firman-Nya dengan tanda-tanda itu (Mrk. 16:15-20).

Melalui pembacaan dan perenungan kitab Markus, kiranya kita semua akan menjadi murid-murid dan hamba-hamba Kristus yang sungguh mengikut teladan-Nya! Kiranya kita akan menjadi murid-murid Kristus yang punya telinga untuk mendengar Firman-Nya! Kiranya kita akan menjadi murid-murid Kristus yang meneruskan pelayanan Yesus dengan pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk!

 

2020-04-22T14:55:42+00:00