//Injil Yohanes

Injil Yohanes

Injil Yohanes adalah Injil yang keempat. Berbeda dengan ketiga Injil Sipnoptik lainnya, Injil Yohanes mengungkapkan, menyatakan, dan mewahyukan pribadi Yesus sebagai Anak Allah.

Sesudah menyaksikan Yesus sebagai Raja dalam Injil Matius, sebagai Hamba dalam Injil Markus, sebagai Anak Manusia dalam Injil Lukas; sekarang dalam Injil Yohanes, kita menyaksikan Yesus sebagai Anak Allah. Penulisnya adalah Yohanes, rasul Yesus. Yohanes juga menulis tiga surat lainnya, yaitu Yohanes I, II, III, dan kitab Wahyu. Yohanes disebut sebagai murid yang dikasihi Yesus, dan dia termasuk tiga murid yang secara khusus dibawa oleh Yesus sebagai saksi terhadap kebangkitan seorang anak, kemuliaan Yesus yang dinyatakan di atas gunung, dan doa syafaat-Nya di bukit Zaitun. Yohanes adalah satu-satunya rasul yang tidak dibunuh dan mati syahid tetapi hidup sampai hampir berumur seratus tahun.

Dalam Injil Yohanes, Yesus banyak mendemonstrasikan dan mengajar para murid-Nya tentang hubungan-Nya dengan Bapa-Nya. Demonstrasi itu dinyatakan dalam mukjizat-Nya dan pesan-Nya dinyatakan dalam perkataan-Nya. Yesus digambarkan dalam kitab Yohanes sebagai Anak Allah. Yang sangat jelas menurut Injil Yohanes adalah bahwa Yesus bukan hanya seorang manusia, tetapi Anak Allah yang turun dari surga, diutus oleh Bapa-Nya untuk melaksanakan kehendak Bapa di bumi. Fokus penceritaan dalam Injil Yohanes adalah pelayanan Yesus di Yudea, dan khususnya minggu terakhir dalam kehidupan Yesus. Kemungkinannya, Injil itu ditujukan khususnya kepada orang yang percaya, yaitu Jemaat Tuhan, supaya diyakinkan bahwa Yesus sungguh-sungguh adalah Anak Allah. Perhatikan bahwa Injil Yohanes memberi tahu kita bahwa Yesus telah ada sebelum manusia siapa pun (Yoh. 1:15); Dia lebih besar daripada Yakub (Yoh. 4:12); lebih besar daripada Abraham (Yoh. 8:53, 58); lebih besar daripada semua nabi, bahkan daripada Musa (Yoh. 1:17; 5:46; 6:32); Yesus sungguh layak disembah (Yoh. 9:38); dan Dialah Tuhan dan Allah (Yoh. 20:28)!

Anak Allah Diperkenalkan

Yesus diperkenalkan sebagai Sang Firman. Dialah Firman yang bersama Allah sejak pada mulanya dan Dia adalah Allah sendiri, yang turun dan menjelma sebagai manusia. Dialah Firman yang menciptakan segala sesuatu, Dialah hidup dan terang (Yoh. 1:1-5). Siapa yang menerima-Nya akan dijadikan anak-anak Allah yang lahir dari Allah (Yoh. 1:6-13). Dialah Anak Tunggal Bapa (Yoh. 1:14-15), sumber kasih karunia dan kebenaran (Yoh. 1:14-18).

Sosok Yesus diperkenalkan dan disaksikan oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis diutus sebagai suara yang berseru untuk mempersiapkan jalan Tuhan. Yesus diperkenalkan sebagai Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:19-37).

Murid-murid-Nya yang pertama, yaitu Andreas, Petrus, Filipus, dan Natanael mengaku bahwa Dialah Rabi (Guru) dan Mesias (Kristus). Identitas-Nya jelas sebagai “Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” tetapi Dia diakui juga sebagai “Anak Allah, Raja orang Israel!” (Yoh. 1:38-49).

Anak Allah yang Adalah “AKULAH ADA”

Satu frasa yang digunakan Yesus sendiri berulang kali dalam Injil Yohanes adalah “Akulah ada”. Frasa itu dalam bahasa Yunani adalah “ego eimi” (εἰμί ἐγώ), yang berarti “Akulah ada”. Dalam bahasa Ibrani frasa itu berbunyi “ani hu” (אֲנִי־הוּא) dan dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan nama-Nya kepada Musa, “Firman Allah kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (“ani hu”/”ego eimi”) telah mengutus aku kepadamu,’” (Kel. 3:14). Waktu Yesus memakai frasa itu, Yesus menyatakan bahwa Dialah Allah, yaitu Allah yang kekal.

1.Kepada perempuan Samaria, Yesus berkata, “Akulah Dia, (ego eimi) yang sedang berkata-kata dengan engkau.” (Yoh. 4:26)
2.Kepada murid-muridnya yang penuh ketakutan di perahu di laut Galilea, Yesus berkata, “Aku ini (ego eimi), jangan takut!”
3.Kepada orang Yahudi yang bertemu dengan Dia di Yerusalem pada waktu hari raya Pondok Daun, Yesus berkata, “Sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia (ego eimi), kamu akan mati dalam dosamu,” (Yoh. 8:24). Dia bernubuat tentang kematian-Nya. “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia (ego eimi),” (Yoh. 8:28). Selanjutnya, Yesus menyatakan bahwa Dia ada sebelum Abraham, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada (ego eimi),” (Yoh. 8:58). Saat itu mereka begitu marah, karena mereka sadar bahwa Yesus menyamakan diri dengan Allah, sampai-sampai mereka mengambil batu untuk melempari Dia!
4.Kepada murid-murid-Nya pada waktu Perjamuan Terakhir di Yerusalem, Yesus menjelaskan, “Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia (ego eimi),” (Yoh. 13:19).
5.Di Taman Getsemani, Yesus mengejutkan mereka yang datang menangkap dia dengan tiga kali berkata, “Aku ada (ego eimi).” Pada kali keduanya, waktu mendengar perkataan “Akulah Dia” ini, mereka mundur dan jatuh ke tanah,” (Yoh. 18:5, 6, 8).

Selain itu Yesus juga menyatakan siapakah diri-Nya dengan menggunakan frasa “Aku adalah”. Dengan memakai berbagai gambaran dan kiasan yang sejalan pula, Dia menjelaskan kepada para murid-Nya bahwa Dialah sungguh Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia.
1. “Aku adalah roti kehidupan” (Yoh. 6:35, 48, 51)
2. “Aku adalah terang dunia” (Yoh. 8:12; 9:5)
3. “Aku adalah pintu” (Yoh. 10:7, 9)
4. “Aku adalah gembala yang baik” (Yoh. 10:11, 14)
5. “Aku adalah kebangkitan dan kehidupan” (Yoh. 11:25)
6. “Aku adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan” (Yoh. 14:6)
7. “Aku adalah pokok anggur” (Yoh. 15:1).

Anak Allah Menyatakan diri-Nya dengan Melakukan Tujuh Mukjizat

Yesus adalah Anak Allah yang mengerjakan mukjizat. Dalam kitab Yohanes, ada tujuh mukjizat atau tanda yang diungkapkan mengenai kebenaran ini. Ketujuh mukjizat itu secara khusus menunjukkan bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan dengan percaya kepada-Nya, manusia akan menerima kehidupan yang kekal.

1.Mukjizat yang pertama, terjadi di Kana waktu air menjadi air anggur pada acara pesta perkawinan di Kana. Dalam mukjizat itu Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan menunjukkan kuasa-Nya atas semesta alam. (Yoh. 2:1-11)
2.Tanda kedua adalah mukjizat penyembuhan anak pegawai istana di Kapernaum (Yoh. 4:46-54). Yesus sanggup menyembuhkan orang sakit!
3.Yang ketiga adalah penyembuhan orang yang sudah sakit selama 38 tahun yang terjadi di Yerusalem, di kolam Betesda. Sebagai akibat dari mukjizat itu orang-orang Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya. Yesus adalah Tabib segala tabib. (Yoh. 5:1-15)
4.Yang keempat adalah pemberian makanan kepada 5.000 orang di dekat danau Galilea. Mukjizat itu menyakinkan murid-murid-Nya bahwa Yesus adalah benar-benar Nabi yang datang ke dalam dunia. (Yoh. 6:1-14)
5.Tanda yang kelima terjadi waktu Yesus berjalan di atas air dan menemui murid-murid-Nya di perahu (Yoh. 6:15-21).
6.Yang keenam adalah penyembuhan orang yang terlahir buta. Tanda itu menyatakan bahwa Yesus membawa terang supaya manusia boleh melihat, tetapi juga ada orang yang dapat melihat yang akan menjadi buta. (Yoh. 9:1-41)
7.Tanda ketujuh adalah kebangkitan Lazarus dari maut. Yesus sungguh berkuasa atas dan sanggup mengalahkan maut! (Yoh. 11:1-44)

Anak Allah Mengajar kepada Orang Banyak

Ada beberapa peristiwa khusus yang hanya diceritakan dalam Injil Yohanes dan bukan dalam Injil lain. Ada juga percakapan dan pengajaran khusus yang hanya dapat dibaca di dalam Injil Yohanes. Yang menarik adalah bahwa pengajaran-Nya walaupun memenangkan banyak murid, juga menimbulkan kemarahan dari para musuh-Nya dan akhirnya menyebabkan Yesus disalib.

Pada hari Raya Paskah pada permulaan pelayanan-Nya, Yesus menyucikan Bait Allah (Yoh. 2:13-15). Dia mengajar kepada Nikodemus, seorang Farisi dan pemimpin Yahudi, tentang kelahiran baru sebagai cara untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:1-21). Kepada perempuan Samaria yang hidupnya rusak secara moral diberitakan rahasia air kehidupan dan penyembahan dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:1-30). Selain itu, Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat. Orang Yahudi menjadi marah dan mau membunuh Yesus tetapi Yesus memakai kesempatan itu untuk mengajar mereka tentang hubungan-Nya dengan Bapa (Yoh. 5:16-47). Sesudah memberi makan 5.000 orang, Yesus mengajar bahwa Dialah roti kehidupan yang turun dari surga. Dia berkata, “Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu”. Mendengar perkataan itu orang Farisi dan para imam lebih bergiat untuk membunuh-Nya bahkan banyak dari murid-Nya sendiri mundur dan meninggalkan-Nya (Yoh. 6:25-71).

Pada hari raya Pondok Daun saat Yesus berangkat ke Yerusalem, Dia masuk ke Rumah Allah dan mengajar. Dia menuduh orang Yahudi bahwa mereka mengetahui Taurat Tuhan tetapi tidak melakukannya. Dia menantang pengajaran mereka tentang sunat dan Sabat. Pada puncak perayaan itu, Yesus berseru: “Barangsiapa percaya kepada-Ku… Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Dia berbicara tentang Roh Kudus yang akan diberikan-Nya. Akibatnya, banyak pertentangan dan perdebatan terjadi (Yoh. 7:14-53).

Selanjutnya, seorang perempuan ditangkap basah berbuat zinah dan dibawa langsung oleh ahli-ahli Taurat and orang-orang Farisi kepada Yesus di untuk dihukum oleh-Nya. Yesus memberi jawaban yang begitu penuh hikmat dan menakjubkan sampai semua penuduh perempuan itu lenyap dan pergi. Yesus memakai kesempatan itu untuk menjelaskan bahwa Dia berasal dari atas, bukan dari dunia ini. Dia membawa kebenaran yang memerdekakan. Namun, para musuh-Nya tambah marah (Yoh. 8:1-59).

Yesus lagi-lagi menyembuhkan seorang yang buta. Orang itu buta sejak lahir dan disembuhkan pada hari Sabat. Para musuh-Nya semakin marah. Yesus mengajar bahwa Dia datang menghakimi manusia supaya yang buta melihat dan yang dapat melihat menjadi buta (Yoh. 9:1-40). Yesus juga mengajar bahwa Dialah pintu dan Dialah gembala yang baik yang menyerahkan hidup-Nya bagi kawanan domba. Dia mengenal domba-domba-Nya dan memberikan kepada mereka kehidupan kekal. Domba-domba itu diberikan kepada-Nya oleh Bapa dan Dia dan Bapa-Nya adalah satu. Pada saat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menjadi begitu marah; mereka mengambil batu untuk membunuh-Nya (Yoh. 10:1-43).

Puncak pengajaran dan mukjizat Yesus terjadi waktu Lazarus dibangkitkan dari kematian. Pada kesempatan itu, Yesus mengajar bahwa Dialah kebangkitan dan kehidupan. Mukjizat itu lagi-lagi menimbulkan kemarahan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka memanggil Mahkamah Agama untuk merencanakan pembunuhan Yesus (Yoh. 11:1-57).

Kemudian, enam hari sebelum Dia disalibkan, Yesus pergi ke Betania dan hadir di perjamuan di rumah Lazarus, Maria, dan Marta. Yesus diurapi oleh Maria; semacam persiapan untuk penguburan Yesus, walaupun hanya Yesus sendiri yang menyadarinya. Esoknya, Yesus masuk ke Yerusalem dan disambut oleh orang banyak yang menyongsong Dia dengan berseru-seru, “Hosana!” Seolah-olah Yesus akan dijadikan Raja. Namun, Yesus mengajar mereka bahwa saat-Nya sudah dekat untuk kematian-Nya (Yoh. 12:1-50).

Anak Allah Menyatakan Diri kepada Para Rasul: Yoh. 13-17

Yesus tahu bahwa saat-Nya sudah tiba. Saat-Nya melayani orang secara umum sudah selesai. Malam terakhir-Nya tiba dan Dia bersama murid-murid-Nya. Yesus tahu bahwa esoknya Dia akan mati. Pada malam itu juga Dia memberitakan pengajaran terakhir yang ditujukan secara khusus kepada murid-murid-Nya. Pengajaran itu adalah persiapan bagi mereka untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Pada kesempatan itu Dia mengajar banyak hal yang penting yang adalah berita penting bagi kita juga.

Yesus mengajar tentang perintah yang baru, yaitu kasih. Sesudah memberikan suatu teladan dengan mencuci kaki semua murid-Nya, Dia menyuruh kita berbuat yang sama seperti yang Dia berbuat. Langsung sesudah itu, Yudas keluar untuk mengkhianati Yesus. Yesus terus berkata bahwa ada perintah baru supaya kita saling mengasihi. Itulah tanda bahwa kita adalah murid Yesus. Langsung juga Yesus menyatakan bahwa Petrus akan menyangkal Tuhan tiga kali. Dalam konteks khianat dan penyangkalan, Yesus mengajarkan kasih. (Yoh. 13:1-38)

Yesus juga mengajar tentang Bapa. Yesus menegaskan bahwa Dia akan pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi murid-murid-Nya dan akan kembali membawa mereka ke tempat-Nya itu. Yesuslah jalan, jalan yang satu-satunya, kepada Bapa. Sebagaimana Yesus berhubungan dengan Bapa, kita juga dapat memiliki hubungan yang sama. Karena itu, sama seperti Yesus mengerjakan pekerjaan Bapa, kita juga dapat melakukan hal yang sama. Yesus dan Bapa akan diam bersama-sama dengan kita. (Yoh. 14:1-31)

Yesus mengajar bahwa Dialah pokok anggur dan Bapalah pengusahanya. Kita tinggal dalam Dia, maka kita akan banyak mengeluarkan buah. Jika kita tinggal dalam kasih-Nya, di dalam Dia, kita akan menjadi kudus, akan berbuah, akan menerima jawaban doa, akan penuh sukacita. Walaupun akan dibenci dunia, kita akan tinggal dalam kasih Allah. (Yoh. 15:1-27)

Yesus mengajar bahwa para murid-Nya akan menghadapi penderitaan dan aniaya, tetapi Roh Kudus akan menyertai mereka. Sepanjang malam itu Yesus mengajarkan banyak hal tentang Roh Kudus. Dia berjanji bahwa Penghibur, yaitu Roh Kudus, Roh kebenaran, akan dikirim untuk menyertai, mengajar dan memimpin kita ke dalam segala kebenaran. Roh Kudus akan tinggal bersama dan di dalam kita selama-lamanya (Yoh. 14:15-18, 26; 15:26; 16:13). Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia akan pergi. Mereka akan meratap dan menangis tetapi dukacita mereka akan berubah menjadi sukacita, damai sejahtera, dan kemenangan, karena Yesus telah mengalahkan dunia. Semuanya itu adalah janji dari Yesus bagi kita juga (Yoh. 16:1-33).

Malam itu, Yesus juga berdoa. Inilah doa Tuhan yang paling lengkap yang dicatat dalam Injil. Yesus berdoa baik untuk murid-murid-Nya, milik-Nya yang sudah percaya kepada-Nya, maupun juga untuk orang-orang yang akan percaya kemudian karena pemberitaan mereka. Yesus melaporkan kepada Bapa-Nya bahwa Dia sudah menyelesaikan tugas-Nya dengan menyatakan nama-Nya dan firman-Nya kepada murid-murid-Nya. Dia berdoa supaya mereka mengalami sukacita penuh, mereka dikuduskan, mereka dipelihara dan dijaga dari jahat, supaya mereka menjadi sama seperti Dia dan Bapa-Nya dalam kasih, persatuan, dan kemuliaan. Kita dapat percaya bahwa doa Yesus sungguh-sungguh akan dijawab oleh Bapa (Yoh. 17:1-26).

Anak Allah Menyatakan Diri kepada Dunia melalui Penderitaan, Kematian, dan Kebangkitan: Yoh. 18-21

Anak Allah dihukum untuk kita
Walaupun ada begitu banyak tanda dan mukjizat yang dilakukan Yesus, para musuh-Nya tetap bersepakat membunuh-Nya. Salah satu dari keduabelas murid-Nya, yaitu Yudas, mengkhianati-Nya. Para imam besar dan ahli-ahli Taurat bersama para prajurit Roma menangkap Dia di Taman Getsemani. Yesus dibawa ke hadapan Imam Besar. Petrus yang berdiri di kejauhan menyangkal Yesus tiga kali. Sesudah Yesus berdiri diam di hadapan Imam Besar Anas dan tidak mau menjawab pertanyaan tentang murid-Nya dan pengajaran-Nya, Dia dikirim ke Kayafas yang juga berjabatan Imam Besar, dan dari sana dikirim ke Pilatus. Pilatus bertanya kepada Yesus, “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Jawaban Yesus adalah bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia itu dan semua orang yang berasal dari kebenaran akan mendengarkan suara-Nya, lalu Pilatus bertanya, “Apakah kebenaran itu?” (Yoh. 18:1-40)

Anak Allah mati untuk kita
Sesudah disesah dan ditampar oleh prajurit-prajurit, dimahkotai dengan mahkota duri, Yesus dibawa ke hadapan rakyat Yerusalem dan Pilatus menyodorkan-Nya dengan berkata, “Lihatlah Manusia itu!” Pilatus ingin supaya orang Yahudi mengambil tanggung jawab dan membunuh Yesus sendiri; tetapi karena tekanan mereka, akhirnya Pilatus mengambil keputusan bahwa Yesus harus dihukum mati dan seorang penyamun, Barabas, justru dilepaskan. Yesus memikul salib-Nya sepanjang jalan ke Golgota dan disalibkan sebagai Raja Orang Yahudi. Dari salib-Nya, Dia menyerahkan ibu-nya kepada Yohanes dan sesudah berseru, “Aku haus,” Dia meminum anggur asam lalu menyerahkan nyawa-Nya dengan berkata, “Sudah selesai!” Lambung Yesus ditikam; darah dan air mengalir keluar. Yesus dikuburkan di kubur Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus. (Yoh. 19:1-42)

Anak Allah bangkit untuk kita
Pada hari pertama minggu itu, tiga hari kemudian sejak kematian-Nya, Yesus bangkit. Maria Magdalena bertemu Yesus di kubur. Malam itu juga Yesus datang dan tampak oleh murid-murid-Nya. Pada suatu hari yang lain, Yesus datang lagi dan tampak kepada mereka lagi; kali itu Tomas melihat Yesus dan mengaku, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kali ketiga Yesus menampakkan diri-Nya kepada murid-Nya, pada waktu itu di pantai Danau Tiberias di mana murid-murid sudah pergi untuk mencari ikan. Yesus mengajak mereka untuk makan sarapan bersama-Nya dan Yesus sendiri menyediakan roti dan ikan. Yesus menanyakan kasih Petrus tiga kali dan menantang Petrus tiga kali, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Sungguh Yesus mengasihi dan memedulikan murid-murid-Nya. (Yoh. 20:1-21:24).

Pada akhir kitab Injil itu, Yohanes menyaksikan, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” (Yoh. 21:25)

2020-04-22T15:00:35+00:00