Jadilah SAKSI SEJATI

Pada waktu Yesus berbicara dengan Rasul Yohanes di Pulau Patmos, Yesus menyebut seorang yang bernama Antipas sebagai “saksi-Ku” (Why. 2:13). Siapakah Antipas sehingga Tuhan memberi dia sebutan “saksi-Ku”?

Hanya sedikit informasi yang kita kenal tentang Antipas, namun informasi itu sangat berharga. Pertama, dia adalah seorang Kristen di Gereja mula-mula dan dia sangat setia sebagai seorang saksi Yesus. Antipas tinggal di kota Pergamus, sebuah kota di Turki Selatan (Asia Kecil).

Pergamus adalah kota yang terkenal penuh kuasa kegelapan, bahkan disebut sebagai tempat “di mana Iblis berdiam.” Pada zaman itu, pemerintah Roma sangat membenci orang-orang Kristen dan telah terjadi banyak penganiayaan. Jalan yang aman adalah bersembunyi dan jangan bersaksi! Tetapi Antipas sudah tahu bahwa Yesus sudah memanggilnya menjadi saksi sebagaimana juga Paulus dipanggil menjadi saksi Yesus pada waktu Tuhan menyatakan diri kepadanya di jalan ke Damsyik. Itulah Yesus yang berkata, “Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi”

Menjadi saksi berarti kita akan menjadi terang kepada orang lain. Mereka hidup di dalam kegelapan dan tidak tahu jalan keluar, tetapi seorang saksi dipanggil menjadi terang bagi orang lain. Mengapa? Karena kita dulu di dalam kegelapan juga tetapi rahasia untuk keluar kita sudah temui! Rahasia itu adalah mengenal Yesus dan kuasa keselamatanNya. Karena kita sudah mengalami Yesus, maka terang itu ada di dalam kita. Terang itu harus dibagikan kepada orang lain supaya mereka juga boleh keluar dari kegelapan. Itulah tugas seorang saksi. Kita tidak harus melakukan mujizat dan keajaiban, tidak! Kita hanya memperkenalkan Yesus kepada orang lain, supaya mereka menemui terangNya lalu mereka pun keluar dari kegelapan.

Rasul Petrus berkata bahwa Tuhan telah memanggil kita menjadi saksiNya dengan “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Pet. 2:9). Apa yang kita alami, apa yang Yesus lakukan bagi kita, ceritakan ini kepada orang lain. Ini akan menjadi terang bagi mereka supaya mereka menemui Yesus, jalan keluar dari kegelapan dan masalah yang mereka hadapi.

Antipas adalah saksi Yesus yang setia sampai saat terakhir. Walaupun berhadapan dengan banyak kesulitan dan aniaya dalam hidupnya, ia begitu mencintai Yesus dan ia tidak mau menyangkal namaNya. Bagi dia, nama Yesus adalah nama terindah dan sampai nafas terakhir ia setia kepada Yesus. Oleh karena itu, Yesus menyebutnya, “saksi-Ku.” Apa Anda juga mau Yesus mencatat nama Anda di sorga dan menyebut Anda, “saksi-Ku”?

Apa Saja yang Dapat Kita Saksikan?

Perhatikan kesaksian Raja Daud dalam Mazmur 103:2-5, dan ingatlah segala kebaikanNya yang Anda alami. Itulah kesaksianmu.

“Janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

Dalam ayat-ayat ini kita melihat apa menjadi inti kesaksian Raja Daud. Seorang saksi tidak akan melupakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Apa kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Saksikanlah itu! Anda tidak perlu berkhotbah, atau menguraikan rahasia Firman. Yang Anda harus lakukan adalah jadi saksi sejati dengan menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Anda adalah terang bagi mereka. Anda adalah petunjuk jalan bagi mereka. Apa dosa Anda sudah diampuni? Ceritakanlah! Apa Anda sudah disembuhkan? Ceritakanlah? Apa Anda sudah mengalami kasih Yesus dalam hidup Anda? Ceritakanlah dan jadilah saksi Yesus!

Kuasa untuk Menjadi Saksi Yesus

Apa Anda mau menjadi saksi yang dinamis? Yesus yang memanggil kita menjadi saksiNya juga menyediakan kuasa ajaibNya supaya kita sanggup menjadi saksi yang berdampak dan efektif.

Pada saat kita lahir baru, kita lahir dari Roh Kudus, seperti murid-murid Yesus di kamar loteng pada hari kebangkitan Yesus. Waktu itu, Yesus menghembusi murid-muridNya dan berkata “terimalah Roh Kudus!” (Yoh. 20:22). Namun, lahir baru yang membawa keselamatan hanyalah bagian pertama untuk menjadi saksi Yesus. Memang, setelah terima Yesus kita perlu menjadi saksi. Bukankah Ia sudah melakukan sesuatu ajaib dalam kita? Bukankah Ia telah menarik nyawa kita dari api neraka dan memberi kita jalan pasti ke sorga? Bukankah Ia telah mengangkat kita dari kebinasaan, kesunyian dan keputusasaan untuk memberi kita hidup yang penuh sukacita, damai sejahtera dan hidup yang berarti? Tentu! Ceritakanlah semua ini kepada orang lain. Kalau kita sudah lahir baru, hal itu akan terbukti dengan kita menjadi saksi seperti dijelaskan oleh Rasul Paulus,

Roma 10:9-10: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Jadi keselamatan dan menjadi saksi sangat erat terkait! Mungkin Anda berkata, “Saya rindu menjadi saksi yang paling efektif. Saya mau menjadi pemenang jiwa. Bagaimana caranya? Bagaimana permulaannya?” Ternyata lahir baru hanya permulaannya. Selanjutnya, kita juga perlu dibaptis dengan Roh Kudus, karena Ia adalah kuasa dinamis dari Allah untuk menjadikan kita saksi dinamis pula.

Yesus telah berpesan kepada murid-murid-Nya dalam Kisah 1:8: “Kamu akan menerima kuasa (dunamos = kemampuan dinamik), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Apakah Anda murid Yesus? Apakah Anda saksi Yesus? Apakah Anda mau Yesus menyebut Anda, “saksi-Ku”?

Kesaksian Pribadi sebagai seorang Saksi

Seorang kenalan saya yang kelahiran Medan yang kini pelayan di Hong Kong, namanya Ben Wong, pernah menjadi mahasiswa di Australia. Waktu itu Ben bukanlah seorang percaya. Ia tinggal homestay bersama sebuah keluarga Kristen di Australia, dan melalui kesaksian hidup mereka ia menjadi percaya kepada Yesus. Mengapa? Apakah ia melihat keluarga itu banyak berdoa dan belajar Firman Tuhan? Tidak! Justru ia melihat cara mereka konflik, berkelahi, lalu setelahnya  mereka melakukan rekonsiliasi. Ben menyaksikan cara mereka menang atas konflik dan perkelahian, bagaimana mereka saling mengampuni dan saling mengasihi. Kesaksian itu meyakinkan Ben bahwa Yesus adalah jawaban hidup yang ia juga perlukan. Ingatlah, orang-orang lain sedang mengevaluasi Kristus dari apa yang mereka lihat dalam hidupmu. Suka atau tidak, Anda adalah saksi. Pastikan kesaksian itu baik dan hidup.

Waktu saya masih ikut kuliah, saya harus bekerja part-time sebagai sopir taksi untuk membiayai hidup saya. Selama menjadi sopir taksi, ada banyak sekali pengalaman – baik dan jahat! Ada pemabuk yang mengotori seluruh tempat duduk taksi sehingga saya harus kembali ke markas dan membersihkan taksi dari baunya. Ada pelacur yang waktu mau turun berkata tidak punya uang jadi mau membayar saya dengan pelayanannya di kamarnya!!! Ada tukang sihir mau mengutuki saya, bahkan menjadi begitu marah dan melempari saya dengan uangnya (tetapi ternyata banyak sekali uang keluar dari dompetnya lalu ia lari pergi, dan itu adalah tip terbesar yang pernah saya dapat)!! Namun, kepada semua penumpang saya siap bersaksi. Saya menceritakan kisah kasih Yesus, pengampunan dan keselamatan. Saya menceritakan bagaimana dulu saya adalah pengedar materi pornografi, pemimpin kelompok judi, tukang berkelahi, bahkan pernah coba membunuh orang. Lalu saya menceritakan bahwa hanya Yesus yang dapat menolong saya dan ternyata Ia sungguh mengubah hidup saya secara total. Lewat bersaksi di taksi, orang-orang yang dimenangkan dan ada puluhan jiwa baru yang menjadi percaya kepada Yesus.

Anda tidak harus menjadi pemimpin, penatua, pendeta atau pelayan lain untuk menjadi saksi Yesus dan pemenang jiwa. Lihat sekelilingmu! Ada banyak jiwa yang memerlukan Yesus dan Anda adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi saksi bagi mereka. Mungkin Anda adalah satu-satunya harapan bagi mereka. Jangan bersembunyi, tetapi bercahayalah agar hidup dan perkataan Anda menjadi kesaksian yang mengubah hidup banyak orang lain.

Apa Kesaksianmu?

Setiap orang percaya adalah saksi. Apakah kita saksi yang baik atau saksi yang jahat, itu tergantung kepada kehidupan kita. Kesaksian dapat saja merupakan apa yang kita ceritakan kepada orang lain, tetapi kesaksian kita juga adalah apa yang orang lain baca dalam kehidupan kita. Paulus menyatakan kebenaran ini dalam suratnya kepada jemaat Korintus.

2 Korintus 3:2-3: “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Orang lain memperhatikan hidup kita. Apa yang mereka lihat? Apa mereka melihat seorang pemarah, pembenci, penipu, orang yang kurang ajar, ataukah mereka melihat seorang yang memiliki damai, sukacita, kasih dan tujuan hidup? Jangan tertipu, banyak orang memperhatikan hidupmu. Pastikan bahwa mereka melihat Yesus di dalammu. Alamilah Yesus, ikutilah Yesus, dan izinkanlah orang lain melihat kasih Yesus di dalammu dan Anda akan menjadi saksi Yesus yang sejati.

Yesus telah memberi perintah baru bagi kita dalam Yohanes 13:34-35, yang menyatakan bahwa kesaksian kita harus nyata, harus dilihat orang. Kesaksian hidup kita tidak boleh dirahasiakan karena tujuan hidup kita adalah menjadi saksi-Nya.

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Kalau semua orang akan tahu, apa yang akan mereka ketahui tentang Anda? Pastikan bahwa Yesus di dalammu-lah yang mereka lihat!

Awan Saksi di Sekeliling Kita

Ibrani 12:1-2: “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”

Awan saksi ini adalah semua orang percaya dari segala zaman yang sudah mendahului kita. Mereka di stadion sedang menonton kita. Kita adalah para pemain di lapangan main. Mereka mendukung kita dan berkata, “Ayo! Ayo! Maju dan menang!” Mereka tahu bahwa kemenangan mereka tergantung kepada kemenangan kita. Satu bagian penting untuk menjadi pemenang adalah menjadi saksi Yesus, dan awan saksi itu sudah tahu hal itu. Mereka mau kita menjadi saksi Yesus supaya bukan hanya kita yang menang tetapi supaya mereka juga boleh menjadi pemenang bersama kita.

Ibrani 11:39-40: “Mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.”

Saudara-saudara, jangan kita mengecewakan mereka. Siapakah mereka? Musa, Abraham, Daud, para nabi, Petrus, Paulus dan para rasul dan semua orang percaya yang sebelum kita. Mereka menantikan kita. Kita semua mau menjadi pemenang, tetapi untuk menjadi pemenang kita harus menjadi saksi Yesus yang sejati. Mari kita bertekun dan mencerminkan kasih Yesus sampai kita masing-masing mendengar Yesus menyebut kita, “saksi-Ku”! (Jeff Hammond)

2020-01-21T15:33:44+07:00