///Jangan Berikan “Racun” Pada Anak Anda

Jangan Berikan “Racun” Pada Anak Anda

Mengapa membaca sejak usia dini adalah penting
Menurut penelitian para ahli pendidikan, pengaruh dari kebiasaan membaca terhadap pembentukan potensi belajar tiap orang terjadi dengan perkembangan sebagai berikut:
– minat baca mempengaruhi 50% potensi belajar pada anak usia 0-4 tahun
– minat baca mempengaruhi 30% potensi belajar pada anak usia 4-8 tahun
– minat baca mempengaruhi 20% potensi belajar pada anak usia 8-18 tahun

Selain itu, di bawah ini adalah beberapa fakta menurut survei LpSp (Kompasiana. 14 November 2013):
* anak yang gemar membaca akan mendapatkan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang jarang membaca
* anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, yaitu membaca, karena dengan semakin banyaknya informasi yang diterima, wawasan berpikir anak tersebut akan diperluas
* anak yang gemar membaca, khususnya membaca buku-buku yang bermuatan materi pelajaran, memiliki prestasi belajar yang cenderung meningkat
* anak yang gemar membaca, buku khususnya buku-buku yang bermuatan cerita-cerita dengan berbagai pesan moral, perilakunya terbentuk menjadi lebih baik dalam kehidupannya sehari-hari.

Bagaimana mengalihkan kesukaan anak menjadi gemar membaca
1. Orang tua menjadi teladan gemar membaca
Pihak yang paling bertanggung jawab menjadi teladan gemar membaca kepada anak kita bukanlah guru di sekolahnya atau Pembina KEGA-nya, melainkan kita sebagai orang tuanya. Ingat, Amsal 1:8 berbunyi “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.” Allah memberikan otoritas kepada para orang tua, terutama untuk mendidik dan mengajar anak kita. Ini termasuk dalam hal menjadi teladan gemar membaca. Mengapa menjadi teladan menjadi penting dalam proses mendidik dan mengajar anak? Karena semua manusia umumnya akan melakukan apa yang dilihatnya/dialaminya sehari-hari, bukan yang didengarnya, demikian pula anak kita. Bagaimana jika kita sendiri sebagai orang tua ternyata tidak punya hobi membaca? Jawabannya, bagaimanapun orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk membawa anak lepas dari “racun” media. Karena itu, mulailah disiplin diri untuk membaca buku. Demi anak kita.
2. Seleksi bahan bacaan bagi anak
Berikut beberapa tips untuk memilih buku yang tepat bagi anak kita:
Pertama, perhatikan penerbitnya. Jika penerbitnya biasa menerbitkan buku-buku “apa saja” (walaupun isinya tidak berbobot atau bahkan cenderung “sesat”), sebaiknya batalkan rencana membeli atau meminjamkan bacaan tersebut kepada anak kita.
Kedua, perhatikan pengarang/penulisnya. Carilah informasi mengenai pengarang/penulis bacaan tersebut dengan menggunakan internet, salah satunya melalui “Google search”. Jika bacaan tersebut berbentuk komik, gunakan pilihan “gambar” pada “Google search”, agar kita dapat melihat contoh-contoh gambar komik-komik hasil karya si penulis. Tentu prestasi (rekam jejak) si penulis yang kita peroleh dapat menjadi pertimbangan kita sebagai orang tua, apakah kita akan biarkan anak kita menikmati bacaan yang dibuat oleh penulis seperti ini atau tidak.
Ketiga, jika bacaan (komik atau novel) telah dijadikan film layar lebar atau sebaliknya (film layar lebar yang dijadikan komik atau novel), sebaiknya kita sempatkan diri untuk melihat film tersebut secara utuh atau membaca resensi filmnya yang dapat dengan mudah kita cari di internet.
Keempat, baca garis besar atau daftar isi bacaan tersebut di sisi belakang buku atau di bagian pengantar. Ini dapat memberikan pandangan bagi kita sebagai orang tua untuk menetapkan bacaan yang kita pilih.
Kelima, bukalah bacaan yang hendak dipilih dan amati secara cepat gambar-gambar yang ditampilkan dalam bacaan tersebut. Perhatikan, apakah gambar-gambar itu menonjolkan percintaan, sensualitas, kekerasan atau “racun-racun” lainnya? Pilihlah buku yang tidak mengandung “racun”.
Usaha kita sebagai orang tua untuk mendapatkan bacaan-bacaan yang berkualitas pasti tidak akan sia-sia, karena sesungguhnya jenis bacaan anak-anak yang bermutu cukup mudah kita jumpai, khususnya dengan berbelanja secara online.

3. Jadi teman membaca bagi anak

Berikut ini beberapa ide cara untuk kita dapat menjadi teman membaca bagi anak:
* Gunakan bacaan yang memiliki unsur aktivitas di dalamnya (mis: mewarnai).
Khusus bagi anak yang masih usia bayi dan batita, gunakan bacaan-bacaan khusus misalnya buku mandi khusus bayi yang terbuat dari plastik, buku batita dengan lembar-lembar untuk mengintip gambar-gambar lucu, dll. Buku-buku semacam ini tersedia di toko-toko perlengkapan bayi dan anak. Lakukan aktivitas bersama dengan anak, menggunakan buku-buku ini.
* Akhiri hari dengan dongeng atau cerita Alkitab sebelum tidur. (lihat artikel “Dongeng Sebelum Tidur” di BUILD Des 2013 hal 56-59)
* Ajak anak mencari berbabai penjelasan atau informasi di internet.
Khusus bagi anak-anak yang sudah memasuki Sekolah Dasar, mengajak anak bersama untuk “berselancar” di dunia maya untuk mendapatkan informasi lengkap tentang topik-topik baru yang didapatnya di sekolah akan membuat anak menghargai bacaan. Misalnya, mencari informasi tentang Hari Kartini, tentang pakaian-pakaian tradisional di berbagai negara, dsb.

Buku sebagai solusi masa liburan anak?
Kadang kita sebagai orang tua mengeluh, karena harga buku dirasakan mahal. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan pengeluaran di area hobi lainnya, harga buku relatif tidak mahal. Namun jika masih terasa mahal juga, jadilah anggota perpustakaan, agar Anda tidak usah membeli buku. Dengan menjadi anggota perpustakaan, biaya keanggotaan tertentu “memberikan” kesempatan untuk anak kita menikmati ratusan, bahkan mungkin ribuan, buku.
Beberapa perpustakaan besar di Jakarta seperti Perpustakaan MendikBud, Perpustakaan Nasional memiliki koleksi yang sangat lengkap dan terbuka untuk umum. Tetapi untuk tahap awal, sebaiknya anak-anak sebaiknya diajak ke perpustakaan khusus anak, misalnya beberapa referensi di bawah ini:
* Perpustakaan penerbit GRAMEDIA, Elex Comic Centre (http://www.elexcomiccenter.com/, telepon 021-53650110/11 ext 3745)
* Wally’s Joy Box Round-A-Round Library, perpustakaan keliling khusus anak dengan “story telling” buku-buku dari berbagai negara (FB: Wally’s Joy Box, telepon 08788-6144256)
* Perpustakaan Umum Anak (Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, telepon 021-334740)
* Perpustakaan Anak Rimba Baca, perpustakaan khusus anak dengan suasana nyaman dan buku-buku impor (Cilandak, Jakarta Selatan, telepon 021-7664517)
* Perpustakaan Anak Sobat YKAI, perpustakaan khusus anak dengan berbagai aktivitas edukatif (Otista, Jakarta Timur, telepon 021-98282905)

Bersambung ke BUILD edisi berikutnya (dikutip dari buku “The Media Diet for Kids”, karya Teresa Orange dan Louise O’Flynn)

 

2019-10-17T17:45:46+07:00