//JOY – Sukacita karena Yesus menjadi yang pertama

JOY – Sukacita karena Yesus menjadi yang pertama

Liriknya, “J(jey)… O(ow)… Y(way)… … J(jey)… O(ow)… Y(way)… that will make me smile. Jesus first, others next, my self is the last. JOY!!” Benar sekali isinya, setiap kali saya menempatkan Yesus sebagai yang pertama dan saya menjadi yang terakhir, maka saya akan memperoleh JOY (sukacita)!

Sebagai seorang ibu, istri, dan karyawan, tuntutan yang saya hadapi sangatlah besar. Mulai dari pandai mengatur waktu, mengatur tenaga, mengatur pekerjaan, bahkan saya pun harus pandai-pandai mengatur emosi. Saya tak ingin rasa lelah dan tekanan lingkungan membuat saya menjadi down. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga pernah mengalami hal yang serupa?

Di tengah-tengah kesibukan sehari-hari, terkadang kita berharap waktu berhenti sejenak agar kita memiliki jeda untuk mengatur langkah selanjutnya. Namun sayangnya, harapan tinggal harapan. Ketergesaan terus memburu sehingga kita menjadi lupa akan yang pertama dan terutama dalam hidup ini. Apa artinya? Artinya, kita sendirilah yang perlu meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan merenung demi mengatur langkah selanjutnya itu.

Apakah yang sering kali membuat kita mudah menjadi marah dan kecewa? Kalau kita merenung dengan jujur, sesungguhnya itu adalah karena kita menempatkan diri sebagai yang pertama. Kita berpikir bahwa apa yang sudah kita atur atau rencanakan sedemikan rupa adalah yang terbaik. Tidak heran, jika apa yang kita rancangkan tidak terjadi sesuai dengan keinginan, ini menimbulkan kekacauan pikiran dan emosi yang membuat kita menjadi frustrasi. Sebaliknya, ketika kita menjadikan Yesus sebagai yang pertama, kita akan menemukan perbedaan antara apa yang benar-benar penting dan apa yang hanya mendesak. Hasilnya, kita dapat menjalani hari dengan sukacita karena kita berjalan bersama Dia, Sang Pemilik Kehidupan, yang mengetahui apa yang terbaik bagi hidup kita.

Lalu, bagaimanakah caranya agar kita dapat menjadikan Dia sebagai yang pertama dalam hidup kita? Milikilah hubungan yang mendalam dan intim dengan Tuhan setiap hari. Ingat, kita sendirilah yang harus menyediakan waktunya. Jika Anda memiliki waktu untuk membalas pesan di medsos, sebenarnya Anda pasti memiliki waktu untuk merenungkan firman Tuhan, meskipun secara singkat saja. Ketika kita menjadikan Dia sebagai yang pertama, Dia berjanji untuk memberkati kehidupan kita (Mat. 6:33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”).

Setiap hari, Allah menghendaki agar kita menjadikan Ia sebagai yang pertama agar kita mendapatkan yang terbaik daripada-Nya. Sebagaimana kisah yang tertulis di dalam Alkitab tentang Yesus dalam perjalanan pelayanan-Nya bersama murid-murid, mereka singgah di rumah Marta dan Maria (Luk. 10:38-42). Rupanya kehadiran Yesus dan para murid saat itu membuat Marta tegang. Baginya merupakan sebuah kehormatan apabila ia dapat menyenangkan tamu-tamunya. Namun, Marta bergumul dengan perasaannya sendiri sementara ia mengurus segala keperluan tamu-tamunya itu. Pemicu kegelisahannya ternyata adalah sikap saudarinya, Maria, yang lebih memilih asyik mendengarkan pengajaran Yesus. Pikiran Marta terlalu sibuk dengan segala perkara yang kecil yang mendesak tetapi sebenarnya kurang penting. Itukah sebabnya ia tidak memperoleh sukacita dari kehadiran Yesus hari itu. Justru, ia merasa kesal! Akibatnya, ia mencari kesalahan pada diri orang lain. Marta tak segan-segan menegur saudarinya di hadapan para tamu, bahkan ia memerintahkan Yesus agar menyuruh Maria membantu dia. Namun, jawaban Yesus saat itu menghentikan segala keresahan dan menggantikan suasana ketegangan saat itu, "Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Mulai sekarang, ambillah keputusan untuk membangun hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas tertinggi Anda, melebihi pentingnya semua orang dan semua hal lain dalam hidup Anda. Apa pun yang terjadi mulai dari titik ini, ingatkan diri Anda tentang keputusan Anda. Maka, Anda akan memperoleh yang terbaik dan tidak akan pernah diambil dari hidup Anda.

Pertanyaan Refleksi:
 Apakah Anda biasa bangun pagi-pagi untuk mendengarkan suara Tuhan?
 Apa yang Anda lakukan jika Anda mulai merasa tertekan? Apakah Anda berlari kepada Dia atau menyalahkan orang lain dan situasi atau justru mencari kepada hal-hal lain yang Anda pikir dapat menghilangkan sementara perasaan tertekan Anda?
 Perubahan apa yang perlu Anda ambil agar dapat menjadikan Dia sebagai yang pertama dan terutama dalam hidup Anda? Kapankah Anda akan mulai melakukan perubahan itu?

2019-10-11T11:31:12+07:00