///Kapasitas dan Kualitas

Kapasitas dan Kualitas

Baru-baru ini ketika saya mengunjungi pameran mobil di sebuah mal, saya memperhatikan sebuah mobil dengan kapasitas 7 kursi (7-seater), yang secara khusus menarik minat saya karena memang saya memiliki kebutuhan akan mobil keluarga. Menariknya, ternyata yang menjadi perhatian saya bukanlah hanya kapasitasnya, melainkan juga aspek kenyamanan dan keamanan mobil tersebut, bahkan juga besarnya tenaga yang bisa dihasilkan mobil tersebut. Rupanya saya bukan hanya mencari mobil dengan kapasitas besar untuk keluarga, tetapi juga mobil yang berkualitas baik untuk penggunaan keluarga.

Sejak awal bulan tahun ini, saya bersama keluarga memang sedang terus belajar untuk berfokus pada membangun kebenaran tentang kualitas murid Kristus. Topik ini merupakan pembelajaran berkesinambungan, yang telah dimulai dari pembelajaran tentang kapasitas murid Kristus pada bulan-bulan di tahun sebelumnya. Untuk menjadi murid Kristus, bukan hanya diperlukan kapasitas melainkan juga kualitas. Melalui arahan dan pengajaran yang disampaikan para pemimpin, kami mengerti bahwa kapasitas adalah daya tampung, sedangkan kualitas adalah daya tahan.

Khusus dalam hal kualitas, menjadi murid Kristus berarti saya perlu punya daya tahan dalam memegang Firman kebenaran yang berisi janji Allah. Hidup saya sudah diselamatkan satu kali oleh kematian Kristus Yesus di kayu salib, dan penyelamatan hidup saya saat itu juga berarti hidup saya statusnya sudah dikuduskan/dibenarkan. Namun, hidup dalam pengudusan ini harus saya lakukan terus-menerus; dan untuk proses inilah diperlukan daya tahan.

Belajar dari bangsa Israel yang dibawa Tuhan untuk keluar dari Mesir, menyeberangi Laut Merah, kemudian dipersiapkan untuk masuk ke tanah Kanaan; kita melihat ternyata tidak banyak dari generasi awal bangsa Israel itu berhasil masuk ke tanah Kanaan, sebagai konsekuensi karena mereka tidak setia memegang janji Allah. Ketika 12 pengintai dikirim ke tanah Kanaan, semua sibuk menyampaikan kabar situasi menakutkan tentang tanah perjanjian, dan hanya dua orang yang teguh menyampaikan kebenaran dengan yakin sambil tetap memegang janji Allah, yaitu Yosua dan Kaleb. Sepuluh pengintai lainnya menyampaikan situasi yang dilihat dan melupakan janji Allah, sehingga akhirnya membuat bangsa Israel ketakutan, bersungut-sungut, dan ingin kembali ke Mesir. Situasi menakutkan membuat kesepuluh pengintai itu, serta seluruh umat yang percaya kepada mereka, gagal bertahan dalam kebenaran janji Allah.

Dalam hidup ini, kita tidak bisa menghindar dari informasi atau berita tentang situasi dunia. Pemberitaan tentang pandemi, tentang perang, dan hal-hal lain yang sering kali berpotensi mengguncang iman kita tak habis-habisnya membanjiri berbagai media. Memang benar, selalu ada “sepuluh pengintai” yang menyampaikan fakta yang memang terjadi dan ditangkap oleh indera manusiawi kita. Namun, kita juga bisa memilih untuk teguh berpegang pada kebenaran janji Allah, seperti yang disampaikan oleh para “Yosua dan Kaleb” dalam konteks kita. Kita sebenarnya tidak perlu mendalami informasi yang diterima dari orang-orang di dunia sebagai patokan untuk keputusan hidup, karena itu cenderung hanya akan menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran semata. Justru sebaliknya, kita perlu mendalami janji Allah atas hidup kita, bahwa kita adalah umat pilihan-Nya, imamat yang rajani. Kita harus jelas memahami dan teguh bertahan di dalam kebenaran bahwa kita sudah diselamatkan, sudah dikuduskan, kini sedang berjalan di dalam proses pengudusan yang terus-menerus, dan dipilih untuk menyampaikan kabar baik bagi bangsa-bangsa. Ketaguhan ini adalah kualitas iman kita; daya tahan untuk tetap berpegang pada kebenaran Firman Allah. Anda dan saya perlu daya tahan yang teguh di dalam kehidupan, agar kita tiba pada penggenapan janji Allah itu.

Kembali ke kisah mobil di pameran, jangan kita menjadi seperti mobil yang berkapasitas kecil meski nyaman, atau berkapasitas besar tetapi kurang nyaman. Jadilah seperti mobil yang punya kapasitas besar sekaligus memberikan kenyamanan yang maksimal. Inilah standar kualifikasi seorang murid Kristus: punya kapasitas dan kualitas yang unggul, memiliki daya tampung dan daya tahan yang baik; sampai saat terakhir. Amin.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” – 1 Petrus 2:9

2022-02-25T13:07:38+07:00