///Kasih karunia sejati, iman sejati, buah sejati

Kasih karunia sejati, iman sejati, buah sejati

Dalam edisi bulan ini, kita akan berfokus pada dua kitab dalam Perjanjian Baru yang saling berkaitan dan banyak memiliki kesamaan pesan: 2 Petrus dan Yudas. Pesan yang sama ini membahas para pengajar/guru-guru palsu dan ajaran-ajaran mereka yang salah/sesat. Secara khusus, kita bisa membandingkan isi 2 Petrus pasal 2 dengan Yudas ayat 4-18, yang jelas menyampaikan pesan ini.

Surat 1 dan 2 Petrus ditulis oleh Petrus rasul Kristus, sedangkan Yudas ditulis oleh saudara Yesus. Keduanya ditulis pada sekitar tahun 60 SM dan setelah itu, dengan tujuan yang penting di masa itu, yaitu untuk memperlengkapi jemaat dalam menghadapi ajaran guru-guru palsu yang telah menyusup kedalam gereja dan merusak iman serta moralitas anggota jemaat. Sama seperti di masa itu, tujuan ini penting pula bagi kita orang-orang Kristen di akhir zaman. Kita perlu mengenali mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah/sesat, serta mana pengajar/guru yang sejati dan mana pengajar/guru yang palsu. Untuk itu, surat 2 Petrus dan Yudas akan sangat menolong kita dalam hal ini.

Kita tahu bahwa banyak sekali pengajar/guru yang mengaku Kristen dan mengaku mengajarkan ajaran Kristen yang bersumber dari Firman Tuhan. Namun, sebenarnya ada di antara mereka yang merupakan pengajar/guru palsu dan mengajarkan ajaran-ajaran yang salah/sesat. Apa artinya? Pengajar/guru yang palsu itu belum mengalami kelahiran baru, sehingga mereka adalah orang Kristen palsu; yang mengaku beriman kepada dan menyebut Yesus sebagai Tuhan, tetapi tidak pernah benar-benar mengenal Yesus. Orang-orang itulah yang disebut serigala yang berbulu domba. Di dalam, diri mereka masih serigala (belum lahir baru: ganas, liar, tidak tunduk kepada ketuhanan Kristus dan Firman Tuhan), sedangkan di luar mereka tampil seperti domba (Kristen sejati yang sudah lahir baru dan hidupnya berada di bawah ketuhanan Kristus dan Firman Tuhan). Mereka mungkin saja telah lama beragama Kristen, bahkan rajin/aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan gereja, tetapi mereka belum pernah benar-benar mengenal Yesus Kristus dan belum mengalami kelahiran baru di dalam Roh-Nya. Mereka mungkin merasa mengenal Yesus Kristus dan merasa memahami Firman-Nya, padahal pemahaman itu berdasarkan pemikiran, kepentingan dan keinginan daging mereka sendiri. Para pengajar/guru palsu yakin bahwa penafsiran mereka terhadap Firman itu adalah kebenaran dan mereka berkeinginan untuk mengajarkan penafsiran mereka itu kepada orang lain. Sayangnya, sebenarnya pengenalan mereka kepada Yesus dan Firman adalah palsu; seperti benalu yang menempel pada pohon induk dan mencari keuntungan dari pohon induk, tetapi tidak benar-benar menyatu dengan pohon induk itu. Pada hari kedatangan-Nya kelak, Yesus akan berkata kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal engkau, enyahlah engkau dari pada-Ku…”(Mat. 7:23). Dari mana kita tahu semua ini?

Setiap orang yang benar-benar mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pasti lahir baru, menghidupi pertobatan sejati, dan menghasilkan buah karakter moral yang seiring dengan waktu semakin serupa dengan Kristus. Sesuai dengan gambaran yang bisa kita lihat dalam surat 2 Petrus dan Yudas, ada banyak ajaran dan pengajar/guru yang tidak menunjukkan buah karakter moral seperti ini. Justru sebaliknya, kadang kita melihat ajaran dan pengajar/guru yang menunjukkan kualitas karakter moral yang buruk/rendah secara konsisten/terus-menerus. 2 Petrus 2:22 bahkan tegas sekali memberikan gambarannya, “Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi kemuntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi kekubangannya. ”Dalam hal ini, anjing dan babi adalah gambaran orang yang belum lahir baru, yang wajar sekali kembali kemuntah/kubangannya, yaitu kebiasan hidup dan karakter moral orang yang tidak beriman kepada Kristus. Yesus sendiri dan Rasul Paulus pun meneguhkan hal ini; bahwa segala sesuatu harus diuji berdasarkan buahnya (Mat. 12:33; 1 Tes. 5:21).

Karena itu, mari berfokus bersama di sepanjang bulan ini untuk mempelajari seluruh surat 2 Petrus dan Yudas, sambil melatih diri menghadapi setiap pengajar/guru dan ajaran yang muncul: apakah mereka menunjukkan buah karakter moral yang unggul dan apakah ajaran mereka membawa pendengarnya semakin serupa dengan Kristus.

Dia telah menganugerahkan kelahiran baru melalui kasih karunia-Nya yang sejati, sehingga setiap orang yang menerimanya memiliki iman yang sejati dan pasti menghasilkan buah-buah yang sejati pula.

Topik-topik utama dalam surat 2 Petrus:

• Karena kasih karunia-Nya, Allah telah memampukan orang Kristen untuk mengambil bagian dalam kodrat ilahi melalui iman (2 Ptr. 1:2–4).
• Buah kasih karunia adalah kesalehan (2 Ptr. 1:5–15).
• Pewahyuan dari Allah dan Alkitab adalah pasti karena berasal dari Allah, bukan manusia (2 Ptr. 1:16–21).
• Guru palsu harus diserahkan pada Allah, yang akan menghukum mereka(2 Ptr. 2:1–10).
• Guru-guru palsu rusak secara moral (2 Ptr. 2:11–22).
• Orang percaya harus bertahan dalam penderitaan, dengan menyadari bahwa mereka hidup di akhir zaman (2 Ptr. 3:1–13).
• Tuhan sabar dengan ciptaan-Nya, tetapi suatu saat Dia akan tiba-tiba datang untuk menghakimi (2 Ptr. 3:8–10).
• Allah akan meluputkan orang-orang yang benar dan tak bercacat cela (2 Ptr. 2:7–9; 3:13–18).

Garis besar dan susunan isi surat 2 Petrus:
* Salam (2 Ptr. 1:1-2)
I. Mengetahui keselamatan kita(2 Ptr. 1:3–11)

A. Ditopang oleh kasih karunia (2 Ptr. 1:3-4)
B. Diteguhkan oleh kasih karunia (2 Ptr. 1:5–7)
C. Dihargai dengan banyak upah/hadiah (2 Ptr. 1:8–11)

II. Mengetahui Alkitab (2 Ptr. 1:12–21)

A. Diteguhkan oleh kesaksian para rasul (2 Ptr. 1:12–18)
B. Diinspirasi oleh Roh Kudus (2 Ptr. 1:19–21)

III. Mengetahui musuh/penentang kita (2 Ptr. 2:1–22)

A. Penyusupan yang menyesatkan (2 Ptr. 2:1–3)
B. Terkutuk dalam kesalahan dan kesesatan (2 Ptr. 2:4–10a)
C. Penuh penghinaan dalam kecemaran (2 Ptr. 2:10b-17)
D. Bagaimana menghancurkan pengaruh mereka (2 Ptr. 2:18–22)

IV. Mengenal nubuatan kita(2 Ptr. 3:1–18)

A. Kepastian datangnya Hari Tuhan (2 Ptr. 3:1–10)
B. Pengudusan umat Allah (2 Ptr. 3:11-18)

Topik-topik utama surat Yudas:
• Orang Kristen perlu mempertahankan iman (Yud. ay. 3).
• Guru palsu dapat dikenali lewat karakter moralnya (Yud. ay. 4, 8, 10, 12–13, 16, 18–19).
• Allah akan menghakimi guru-guru palsu (Yud. ay. 4, 5–7, 11, 14–15).
• Orang kudus harus bertahan sampai akhir (Yud. ay. 17–23).
• Seperti Allah berbelaskasihan kepada orang-orang kudus, demikianlah mereka harus berbelaskasihan pada orang lain (Yud. ay. 2, 21–23).
• Allah mampu menjaga dan memelihara orang kudus sampai akhir (Yud. ay. 1–2, 24–25).

Garis besar surat Yudas:
• Salam (Yud. ay. 1–2)
• Permohonan Yudas: bercukupan dengan iman sejati (Yud. ay. 3–4)
• Kerusakan moral guru palsu akan berakhir dengan penghakiman Tuhan (Yud. ay. 5–16)
• Penutupan dan nasihat (Yud. ay. 17–25).

Mari bersama-sama melanjutkan pembelajaran kita dan melatih diri dalam praktik kebenaran dari kedua surat ini. Kasih karuniaTuhan menyertai kita semua dalam seluruh prosesnya!

2020-04-22T11:41:56+07:00