//Kasih Yang Pura-Pura

Kasih Yang Pura-Pura

Kasih yang pura-pura

Ada seorang pelayan yang bekerja sebagai koki pada seorang yang kaya. Si majikan senang mengganggu si koki. Misalnya, di atas pintu kamar si koki diseiakan seember air, sehingga ketika koki itu masuk ke dalam kamarnya, air itupun tumpah membasahi sekujur tubuhnya. Kalau sedang tidur, koki itu diganggunya dengan cara digelitik kakinya dengan lidi. Hal itu membuat si koki tidak bisa tidur. Ada-ada saja ulah yang dilakukan oleh majikannya hanya untuk bisa tertwa, tetapi si koki ini tetap penuh kasih dan setia kepada tuannya itu. Image

Sampai pada suatu hari natal, tuan itu sadar bahwa kesenangannya mengganggu itu tidak baik, karena hal itu membuat si koki yang setia menjadi susah. Sebagai tanda penyesalannya, lalu pagi-pagi sekali si majikan menghampiri si koki di tempat kerjanya,”Sahabat, maafkan saya. Selama ini saya selalu mengganggu kamu dengan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Saya berjanji, mulai hari ini saya tidak akan pernah mengganggu lagi.”

Si koki lalu menjawab,”Tuan, saya juga ingin minta maaf karena saya juga banyak bersalah. Selama ini saya marah kepada Tuan, tetapi saya tidak berani melawan. Maka sebagai balas dendam, setiap hari ketika saya memasak untuk tuan, saya memasukkan keringat saya kedalam masakan itu!”

“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” (Roma 12:9)]

sumber: Secangkir Sup Bagi Jiwa Anda #4, Metanoia Publishing

2019-10-04T14:20:33+00:00