Kecewa

Hampir setiap orang pernah mengalami kekecewaan, dengan penyebab dan kadar yang berbeda-beda. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kecewa? Menurut KBBI, “kecewa” berarti “kecil hati, tidak puas (karena tidak terkabul keinginannya atau harapannya)”. Mengapa orang bisa kecewa?  Untuk memahaminya, dalam pembahasan kali ini kita akan belajar tentang mengapa orang bisa kecewa berdasarkan Firman Tuhan serta bagaimana kita bisa menang atas kekecewaan.

 

Penyebab kecewa                                                                

  1. Perbedaan antara yang imajinasi dengan fakta

Lukas 7:23 berkata, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Frasa “kecewa dan menolak” dalam bahasa Yunani naskah asli Alkitab adalah “scandalizo”, yang berarti kehilangan kepercayaan tetapi tidak langsung – mundur.)

 

  1. Pemikiran yang subjektif

Yohanes 16:1 berkata, “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.” Sekali lagi, kata yang dipakai adalah “scandalizo”.

 

  1. Iri hati

Amsal 14:30 berkata, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

 

  1. Kehilangan pengharapan

Yehezkiel 37:11 berkata, “Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.”

 

  1. False belief (Kepercayaan yang salah)

Markus 10:22 berkata, “Mendengar perkataan itu ia (yang memiliki kepercayaan yang salah) menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.”

 

Kisah Para Rasul 8:18 dan 20 juga menunjukkan contoh lainnya. Ketika Simon (tukang sihir, yang memiliki kepecayaan yang salah) melihat bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, dia menawarkan uang kepada mereka supaya mendapat kuasa yang sama. Namun, Petrus berkata kepadanya, “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.”

Kita pun bisa melihat contoh-contoh tragis kekecewaan di sekitar kita. Jika dibiarkan, kecewa bisa sangat merusak dan merugikan, maka itu kita harus mengerti tiga kebenaran kuncinya dari Firman Tuhan agar menang atas kecewa.

 

Menang atas Kecewa

  1. Kita perlu pengenalan akan Tuhan yang seutuhnya

Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya…”

Hosea 6:6, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran.”

Hosea 6:3, “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Amsal 9:10, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”

 

  1. Kita harus beriman pada janji yang belum terjadi

Markus 11:24, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

Ibrani 11:3, “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”

 

  1. Kita harus belajar berespons benar terhadap situasi dan orang yang tidak benar

Ibrani 6:17-20, “Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.”

 

 

Jika Anda seperti saya, pernah kecewa, saya berharap agar kita kembali merenungkan kebenaran-kebenaran dalam pembahasan kita ini, dan bangkit untuk menang atas kecewa. Biarlah Anda mengalami penyertaan Tuhan dalam prosesnya.

2024-05-29T12:22:37+07:00