///Kedatangan Yusuf dan keluarga Yakub di Mesir

Kedatangan Yusuf dan keluarga Yakub di Mesir

Mengapa Alkitab Dianggap Hanyalah Sekadar Mitos?

Para ilmuwan anti Alkitab mengemukakan bahwa kisah Kedatangan Israel ke Mesir di zaman Yusuf; kisah dahsyat Yusuf menjadi Perdana Menteri Mesir; masa Perbudakan; kisah Keluaran dari Mesir dan akhirnya Penaklukan Negeri Perjanjian Kanaan, semuanya hanya merupakan mitos atau dongeng yang tidak pernah terjadi. Hal ini dikemukakan karena para ilmuwan itu menyelidiki zaman purba Mesir pada sekitar tahun 1250 SM dan zaman purba Yerikho pada sekitar tahun 1210 SM, kemudian tidak ada bukti sama sekali bahwa umat Israel ada di Mesir pada zaman itu, termasuk peristiwa Yosua mengalahkan Yerikho tidak ditemukan pernah terjadi pada zaman itu. Kesimpulannya mereka adalah: Alkitab tidak benar!

 

Inti Masalah

Alkitab menyatakan bahwa peristiwa ajaib Keluaran dari Mesir dan Penaklukan Negeri Perjanjian telah terjadi pada sekitar tahun 1487 SM sampai 1447 SM, seperti yang dicatat dalam bagian-bagian Firman Tuhan ini:

1 Raja-Raja 6:1, “Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel.”

Menurut tanggal-tanggal Alkitab, Bait Suci Salomo mulai dibangun pada sekitar tahun 1007 SM, maka 480 tahun sebelumnya adalah tahun 1487 SM. Inilah waktu yang Alkitab berikan dan catat sebagai terjadinya peristiwa Keluaran dari Mesir, bukan tahun 1250 SM (yang adalah 237 tahun terlambat!). Jadi, para ilmuwan yang menolak Alkitab telah mencari-cari bukti di zaman yang salah.

Syukurlah, ada sejumlah arkeolog yang sangat terkenal yang melakukan penggalian dan penyelidikan pada zaman yang ditentukan Alkitab. Hasil temuannya luar biasa! Ada begitu banyak bukti melimpah ditemukan di Mesir dari zaman sekitar tahun 1917 SM sampai 1487 SM tentang kedatangan Abraham ke Mesir, masa Yusuf datang sebagai budak, bahkan sampai terjadi peristiwa Keluaran dari Mesir. Oleh bukti-bukti dari zaman yang tepat ini, kita bisa dengan yakin berseru, “Alkitab sudah betul!” Benarlah, ternyata sejumlah ilmuwan yang lain itu telah mencari bukti di zaman yang salah.

 

Perjanjian Kekal dan Kedatangan Abraham ke Mesir

Perjanjian Kekal mulai dinyatakan kepada Abraham saat dia berumur 75 tahun, yaitu pada tahun 1917 SM (Kejadian 12:4), lalu baru dalam Kejadian 15-lah kita membaca tentang luasnya Negeri Perjanjian, yaitu dari Sungai Nil di Kairo sampai Sungai Efrat di Bagdad, Iraq! Sampai hari ini, belum pernah Israel menguasai seluruh wilayah ini. Janji itu diberikan Tuhan setelah Abraham dan Sarai pergi ke Mesir bertemu dengan Firaun, lalu kembali ke Kanaan, yaitu sekitar tahun 1915 SM (Kejadian 12-13).

Kejadian 15:37,“Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.”

Menurut kronologi silsilah yang dicatat dalam Alkitab, Ishak lahir pada tahun 1892 SM, Yakub lahir pada tahun 1832 SM, dan Yusuf lahir pada tahun 1741 SM. Yusuf berumur 17 tahun ketika menjadi budak di Mesir di rumah Potifar (Kejadian 37:2), sehingga kita mengetahui tahun kronologisnya, yaitu tahun 1724 SM. Waktu Yakub dan seluruh keluarganya pindah ke Mesir, lalu tinggal di tanah Gosyen (yang juga dikenal dengan nama kota Avaris dan kemudian Ramses), Yakub sudah berumur 130 tahun, yaitu pada tahun 1702 SM (Kejadian 47:28). Yakub lalu meninggal waktu berumur 147 tahun pada tahun 1685 SM. Alkitab sangat spesifik dalam mencatat umur-umur sehingga kita mudah mengetahui tahun berapa terjadinya semua peristiwa sejarah itu. Dengan demikian, kita tahu bahwa tahun Keluaran dari Mesir, dan tahun Israel menerima Hukum Taurat adalah tahun 1487 SM, yaitu 430 tahun setelah Perjanjian Kekal diberikan kepada Abraham.

Galatia 3:17, “Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian.”

 

Untuk menerjemahkan perhitungan tahun Anno Mundi, perhatikan bahwa Abraham lahir tahun 2008 AM, yang adalah 1992 SM. Hitungan ini adalah karena masa dari Adam jatuh sampai Yesus disalibkan adalah 4000 tahun. Jadi, tahun Yusuf lahir – tahun 2259 AM = 1741 SM. Mudah-mudahan Anda lebih jelas memahaminya sekarang!

Anda bisa memeriksa Alkitab dan perhatikan bahwa tanggal-tanggal serta tahun-tahun ini jelas dan kini terbukti sebagai kronologi sejarah purba yang paling akurat dan yang paling dapat dipercaya! Semua tanggal-tanggal ini saya berikan supaya kita semua bisa melihat bahwa seluruh perhitungan dan peristiwa ini bukan dugaan, tetapi justru catatan sejarah Alkitab yang sangat akurat dan sesuai dengan semua peristiwa purba Mesir, bahkan sinkron dengan sejarah bangsa-bangsa yang lain pada zaman itu.

Sekarang kita tahu bahwa sistem kronologi Mesir, yang umum dipakai, adalah salah dan tanggal-tanggalnya harus disesuaikan dengan fakta sejarah dan disinkronkan dengan sejarah bangsa-bangsa lain yang berinteraksi dengan Mesir, seperti Yunani, Israel, Persia, Babilonia, Roma, dsb. Namun, masih ada banyak pembicaraan dan perbedaan pendapat sehingga skenario yang sebenarnya masih belum sempurna dan mengandung beberapa perkiraan dengan rentang perbedaan sampai sejauh 30-100 tahun. Kronologi Asyur adalah jauh lebih akurat dan dapat dipercaya dibandingkan dengan kronologi Mesir. Lagipula, kronologi Alkitab dan kronologi Asyur sangat sejalan bahkan saling meneguhkan sehingga kedua-duanya merupakan dasar catatan dan tanggal-tanggal sejarah yang lebih dapat dipercaya.

Anda semua yang ingin menggali lebih dalam sebaiknya menyelidiki sejarah kaum Firaun yang dicatat dalam peninggalan Mesir, seperti Daftar Karnak yang mencatat 61 Firaun, Stele Palermo, Daftar Abydos dengan 76 Firaun, dan Daftar Manetho.

Selanjutnya, kita bisa melihat perkiraan tanggal-tanggal standar yang kini telah diketahui salah, tanggal-tanggal hasil revisi, serta perbaikan kesalahan-kesalahan yang lama itu, yang merupakan tanggal-tanggal yang sudah lebih sinkron dengan sejarah bangsa-bangsa sekitar, serta sejarah catatan Allah di dalam Alkitab.

Setelah menyelesaikan masalah tanggal-tanggal itu, mari kita memeriksa masa kedatangan bani Israel ke Mesir di zaman Yusuf dan Yakub sebagaimana diceritakan kepada kita dalam Firman Tuhan, dan yang sekarang diteguhkan dengan berbagai temuan di wilayah tanah Gosyen (wilayah kota Avaris dan Ramses), di bagian Mesir Utara dekat Laut Tengah.

 

Kedatangan Yusuf ke Mesir: Kejadian 37-50

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub yang telah diurapi Allah. Hal itu jelas bagi Yakub, tetapi ada dua hal yang terjadi pada Yusuf yang mengubah hidupnya (Kejadian 37):

Pertama, Yusuf diberikan jubah berwarna-warni yang maha indah, tanda Yakub mengasihinya lebih dari semua anak lain.

Kedua, Yusuf bermimpi bahwa dia akan menjadi raja atas keluarganya dan bahwa mereka akan sujud di hadapannya.

Kedua peristiwa itu membangkitkan kecemburuan dan kebencian dari saudara-saudaranya kepada Yusuf, sehingga mereka menangkapnya, membuangnya ke dalam sumur, dan akhirnya menjualnya kepada orang-orang Midian yang lalu menjualnya kepada Potifar sebagai seorang budak.

Kejadian 37:28-36,

“Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang ISMael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. … Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.”

Kisah Yusuf dalam Kitab Kejadian sungguh luar biasa dan pantas diselidiki lebih dalam dari apa yang kita bisa pelajari dalam artikel ini.


Riwayat Singkat Yusuf: Kejadian 37-50

1. Yusuf, anak kesayangan Yakub, diperlakukan khusus oleh Yakub dengan pemberian jubah panjang yang berwarna-warni.

2. Yusuf mendapat mimpi ilahi bahwa dia akan menjadi pemimpin atas seluruh keluarganya. Mimpi ini menyatakan panggilan dan masa depan Yusuf dan keluarganya.

3. Yusuf dibenci oleh kakak-kakaknya yang hendak membunuhnya tetapi akhirnya menjualnya kepada orang-orang Midian yang lalu menjualnya kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun. Waktu itu, Yusuf berumur 17 tahun.

4. Yakub diberitahu bahwa Yusuf dibunuh dan dimakan binatang buas. Akibatnya, Yakub sangat berdukacita karenanya dan tidak mau dihiburkan.

5. Yusuf melayani Potifar dengan setia dan menjadi orang kepercayaan dalam rumahnya, tetapi dia difitnah oleh isteri Potifar sehingga dibuang ke dalam penjara.

6. Karena Yusuf selalu setia kepada Tuhan dengan mempertahankan kekudusannya, sikap hatinya, dan kerajinannya bekerja, dia menjadi orang kepercayaan dalam penjara.

7. Yusuf diberkati dan diurapi Tuhan sehingga dapat mengartikan mimpi-mimpi dua pegawai Firaun dengan tepat, yaitu mimpi kepala juru roti dan kepala juru minuman.

8. Walaupun Yusuf dilupakan oleh kepala juru minuman, dan sudah merasa kecewa, namun dia tetap setia kepada Tuhan dan memelihara sikap hati yang baik. Sifat Yusuf ini adalah suatu teladan yang indah untuk kita dalam segala kesulitan kehidupan.

9. Firaun bermimpi dan tidak ada yang sanggup mengartikan mimpi-mimpinya. Pada saat itu, Tuhan membuat kepala juru minuman teringat akan Yusuf sehingga dia dipanggil menghadap Firaun. Pada waktu itu Yusuf sudah berumur 30 tahun.

10. Karena begitu luar biasa dalam menafsirkan mimpi-mimpi Firaun dan memberi nasihat tentang bagaimana menghadapi masalah wabah kelaparan selama 7 tahun yang akan melanda Mesir, Yusuf diangkat menjadi Perdana Menteri Mesir, yaitu orang kedua dalam kekuasaan di seluruh Mesir.

11. Yusuf menjadi seorang juruselamat Mesir dan semua hikmat dan tindakannya membuat Firaun semakin berkuasa dan semakin kaya.

12. Keluarga Yusuf turut mengalami wabah kelaparan sehingga mencari makanan di Mesir. Mereka tidak mengenal Yusuf karena memang wajarnya tidak mungkin seorang budak menjadi penguasa di Mesir seperti Yusuf. Yusuf menyembunyikan identitasnya dalam beberapa kunjungan kakak-kakaknya sehingga akhirnya dia tidak tahan lagi lalu menyatakan identitasnya yang sebenarnya.

13. Yakub dan seluruh keluarganya, yaitu sekitar 70 orang, termasuk keturunan dari ke-11 kakaknya, masuk ke Mesir dan tinggal di tanah Gosyen, yang dihadiahkan oleh Firaun sebagai penghargaannya kepada Yusuf.

14. Pada zaman itu, pemerintahan dan istana Firaun berada di wilayah Gosyen pula.

15. Yusuf bersama keluarganya membawa jenazah ayahnya, Yakub, kembali ke Kanaan dan memakamkannya dalam gua di ladang Makhpela.

16. Yusuf telah mengampuni semua kakaknya dan telah menjamin hidup mereka di Mesir, dan keluarga itu serta keturunannya sangat diberkati.

17. Yusuf akhirnya meninggal dan sudah memberi pesan supaya bila bani Israel kembali tinggal di Kanaan, mayatnya juga harus dibawa supaya dia dikuburkan di sana.

18. Keluarga keturunan bani Israel di Mesir berkembang banyak dan menjadi jumlah yang sangat besar.

 

Bukti Kisah dan Kehidupan Yusuf di Mesir

Para ilmuwan, arkeolog-arkeolog dan para pakar sejarah Mesir yang mencari bukti-bukti adanya Yusuf dan umat Israel di zaman Kerajaan Baru (Standar: 1492–1224 SM / Revisi: 1115-993 SM) tidak menemukannya, sehingga mereka berkesimpulan bahwa Alkitab adalah salah. Namun, setelah dicari di zaman Kerajaan Tengah (Standar: 2055–1878 SM / Revisi: 1520-1487 SM), dan setelah tanggal-tanggal Mesir diperbaiki dan disesuaikan dengan sejarah bangsa-bangsa lain, terjadilah suatu penerobosan sehingga sejumlah besar bukti ditemukan. Apa saja bukti-bukti itu?

Kota Avaris Ditemukan sebagai Dasar Kota Ramses

Kota Ramses di tanah Gosyen ternyata dulu dikenal dengan nama Avaris, dan pada tahun 1966 telah mulai ditemukan dalam penggalian oleh tim ahli arkeolog yang dipimpin Dr. Manfred Bietak, dari Institut Arkeologi Austria. Kota Avaris dibangun di zaman kedatangan Yakub dan keluarganya, dan telah berkembang menjadi kota besar, bahkan salah satu kota terbesar pada zaman itu. Ada apa saja di kota Avaris itu?

 

 

 

1. Ditemukan perkampungan awal yang terdiri dari 12 rumah yang dibangun dengan gaya Kanaan-Suriah. Inilah gaya pembangunan yang dibawa Abraham dari Ur-Kasd

im ke Haran dan menjadi gaya bangunan bani Israel di Mesir pada zaman Yakub. Mengapa ada 12 rumah? Karena ada 12 saudara, yaitu putra-putra Yakub.

 

 

 

2. Kemudian salah satu dari ke-12 rumah itu menjadi istana pejabat tinggi Mesir yang adalah seorang Semitik, yaitu Yusuf, dan dalam istana itu ada serambi dengan 12 tiang sokoguru. Mengapakah ada 12 tiang sokoguru? Karena ada 12 saudara yang menjadi 12 suku Israel.

 

 

 

 

 

3. Ada 12 makam khusus dan salah satunya berbentuk piramida. Mengapa ada 12 makam khusus? Karena ada 12 putra Yakub. Mengapa satu berbentuk piramida padahal piramida pada zaman itu hanya untuk Firaun, istrinya, dan pejabat yang sangat luar biasa? Karena memang Yusuf adalah orang kedua dalam Kerajaan Firaun dan dia sangat dihargai oleh Firaun.

 

 

 

 

 

4. Dalam makam piramida yang sangat istimewa itu, ditemukan patung tinggi seorang pejabat Semitik, yang berpakaian jubah panjang yang berwarna-warni. Lagi pula, makam ini tidak ada mayat, mumi, atau tulang-tulang yang sudah dipindahkan secara terhormat. Ini persis yang terjadi dengan Yusuf, karena pada waktu terjadi Keluaran dari Mesir, tulang-tulang Yusuf dibawa oleh umat Israel dan dia dimakamkan di Shekhem (sekarang Nablus) di Kanaan.

 

 

 

 

 

5. Pada zaman yang sama, ada sebuah saluran air yang digali dan diarahkan ke lembah Fayyum untuk memperluas sebuah danau kecil, Danau Moeris. Dengan demikian, selama tujuh tahun kelimpahan ada lebih banyak wilayah pertanian untuk Yusuf dan Firaun menghasilkan lebih banyak makanan yang dapat disimpan untuk menghadapi tujuh tahun kelaparan yang akan menyusul. Nama dari saluran air itu adalah Bahr Yussef atau Sungai Yusuf, yang masih ada sampai masa kini dan tetap menggunakan nama Sungai Yusuf.

 

 

 

 

 

Hal-hal ini dan banyak lagi dapat dikemukakan sebagai bukti ajaib bahwa keturunan Yakub serta ke-12 putranya, telah masuk dan tinggal di tanah Gosyen dan telah membangun sebuah kota besar, yaitu Avaris, yang ratusan tahun kemudian menjadi terkenal dengan nama kota Ramses. Di zaman kota Ramses tidak ditemukan bukti adanya umat Israel di Mesir, dan memang pantaslah demikian, karena mereka sudah meninggalkan Mesir ratusan tahun sebelumnya. Pada zaman yang tepat, yaitu pada tahun-tahun 1917 SM, ketika Abraham pertama kalinya datang ke Mesir, dan tahun 1724 SM sampai tahun 1487 SM, tahun Keluaran dari Mesir, di bawah pimpinan Musa, ada banyak sekali bukti keberadaan bani Israel di Mesir.

Bulan depan kita akan menyelidiki multiplikasi bangsa Israel di Mesir, seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, dan bahwa sekarang sudah ditemukan banyak konfirmasi dalam penggalian arkeologi bahwa jumlah itu mencapai jutaan orang sehingga bangsa Mesir menjadi takut tentang jumlahnya yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan bangsa Mesir. Mari kita tetap antusias mempelajari kebenaran Firman Tuhan yang tidak terbantahkan ini!

2019-10-11T12:19:01+07:00