///Kesalahan Umum dan Fatal Pria dalam hal hubungan

Kesalahan Umum dan Fatal Pria dalam hal hubungan

2. Salah Duga
Takut kehilangan kesan ”jantan” karena mengungkapkan perasaan dan emosinya

“Anak laki-laki tidak boleh menangis!”, bukankah kata-kata ini sering sekali didengar oleh seorang anak laki-laki sejak kecil? Sesungguhnya, simbol pria perkasa yang tidak pernah memperlihatkan perasaan semacam ini sebenarnya adalah sebuah kebohongan besar yang menipu kaum pria. Justru sebenarnya, bagi wanita hal yang paling menarik adalah dalam diri seorang pria adalah kelembutan dan perhatian. Yesus sendiri pun merupakan contoh pria yang sempurna dalam kelembutan dan perhatian kepada semua orang yang dijumpaiNya. Bagaimana aplikasi praktisnya? Bersikap empati adalah wujud nyata dari kelembutan dan perhatian seorang pria.

3. Salah Percaya
Takut terikat komitmen seumur hidup

Keragu-raguan pria single untuk membuat komitmen membangun hubungan secara serius biasanya disebabkan karena salah satu dari ketiga faktor ini:

* Takut ditolak
Pria umumnya lebih tidak siap mengambil resiko dalam hubungan, daripada wanita. Biasanya pria ingin merasa lebih yakin bahwa mereka tidak akan terluka sebelum berani memutuskan untuk terlibat dalam sebuah hubungan. Sesungguhnya, pria single yang sudah lahir baru perlu selalu mengingat bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib telah memperlihatkan penerimaanNya yang tak bersyarat kepada dirinya.

* Takut menghadapi berbagai tanggung jawab pernikahan
Tanggung jawab finansial dalam pernikahan paling sering menjadi momok yang menakutkan bagi para pria. Padahal sebenarnya semua ketidakmampuan kita untuk menangani segala hal sendiri seharusnya membawa akibat yang positif, karena justru akan membuat kita selalu bergantung kepada sumber sejati kita, Bapa Sorgawi.

* Takut salah pilih
Pemikiran bahwa pilihan yang lebih baik mungkin akan datang, membuat para pria takut mengambil komitmen. Pemikiran ini adalah wujud dari ketidakpercayaan diri kepada rencana Allah bagi dirinya. 2 Korintus 1:20 berkata, “Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.” Rencana Allah selalu pasti. Termasuk dalam hal hubungan pria dan wanita, serta pernikahan.

Dicuplik dan disadur dari buku “Kesalahan-kesalahan yang Umum Dilakukan Kaum Lajang” karya Mary Whelchel, penerbit INTERAKSARA (hy)

2019-10-17T17:45:23+07:00