///Kiat bekerja cepat dan mendapat hasil lebih banyak

Kiat bekerja cepat dan mendapat hasil lebih banyak

1. Jam Bangun Pagi yang Lebih Awal

Orang yang sukses bangun lebih awal. Pada waktu tersebut, dunia masih sepi. Anda belum dipengaruhi oleh gangguan, dan Anda masih memiliki waktu untuk diri sendiri. Manfaatkan waktu-waktu yang paling berhaga ini untuk “berjumpa” dengan Tuhan. Lakukan saat teduh, renungkan firman Tuhan, buatlah catatan tentang hasil perenungan Anda, dan jangan lupa untuk berdoa serta mengucap syukur untuk rahmatNya yang baru. Gunakan juga waktu ini untuk membuat rencana harian. Jika Anda sulit bangun pagi, cobalah untuk mengatur alarm agar berbunyi 30 menit lebih cepat setiap harinya, hingga Anda dapat dengan nyaman bangun pagi.

 

 

2. Daftar Pekerjaan

Membuat daftar pekerjaan adalah cara luar biasa untuk merasa produktif. Buatlah daftar pekerjaan kecil agar tidak terlihat membebani. Pastikan bahwa Anda mengerjakan setiap pekerjaan pada daftar tersebut, sambil tetap menjaga stamina dan motivasi Anda agar tetap kuat. Pastikan untuk meletakkan daftar tersebut di tempat yang mudah terlihat dan dijangkau. Jangan membuat beberapa daftar kecil, namun buatlah satu daftar utama, dan pastikan bahwa Anda menyelesaikannya.

 

3. Pengaturan Tujuan

Anda bisa lebih produktif jika memiliki tujuan. Jika Anda memiliki tujuan untuk makan malam dengan seorang teman pada jam 18.00, Anda pasti akan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan daripada biasanya. Selain tujuan kecil semacam menghadiri janji makan malam, Anda bahkan bisa mengatur tujuan-tujuan yang lebih besar, seperti membayar utang atau mencapai target tertentu dalam bisnis Anda. Seberapa kecil atau besar pun tujuan itu, Anda harus mengatur tujuan Anda. Bagaimana caranya? Bagilah waktu kerja harian Anda berdasarkan jam. Aturlah pekerjaan sebaik mungkin dengan membuat jadwal harian berdasarkan jam dan selesaikan tugas sesuai jadwal yang sudah Anda tentukan.  Contohnya, jam kerja pertama bisa Anda gunakan untuk membalas email dan menjawab panggilan telepon. Pasanglah beberapa alarm untuk mengingatkan Anda untuk beralih kepada tugas berikutnya. Cara ini sekaligus berguna untuk mendorong diri Anda agar tetap produktif di sepanjang hari. Selain itu, istirahat makan siang bisa Anda manfaatkan juga sebagai waktu kerja, terutama jika Anda membawa komputer ke tempat makan. Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk melakukan dua hal secara bersamaan, membaca email sambil makan siang!

 

4. Prioritas pada Pekerjaan Besar

Adalah sifat alami manusia untuk menghindari pekerjaan yang sulit dan menunda-nunda pekerjaan. Meskipun begitu, jika Anda memulai hari dengan menyelesaikan pekerjaan yang sulit, semua pekerjaan Anda yang lain akan terasa kecil. Memprioritaskan tugas-tugas paling besar (yang penuh tantangan dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan menyita waktu yang banyak) akan membuat Anda menjadi lebih produktif, karena tugas jenis seperti ini akan membawa dampak yang signifikan terhadap target Anda. Jika pekerjaan besar ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, buatlah daftar bagian-bagian kecil dari pekerjaan tersebut yang dapat Anda selesaikan dalam satu hari. Jangan berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan besar secara keseluruhan dalam waktu yang bersamaan, tetapi ambil langkah-langkah kecil agar lebih mudah mengerjakannya nanti. Buatlah daftar tugas khusus untuk pekerjaan-pekerjaan besar ini, dan tempelkan di tempat yang mudah dan sering Anda lihat. Menyelesaikan dan menandainya satu per satu pada daftar akan membuat Anda tetap termotivasi.

 

5. Target Durasi Kerja

Tetapkan target durasi untuk setiap tugas yang Anda harus kerjakan, lalu tuliskan target durasi itu dengan cara yang memacu adrenalin Anda untuk menepatinya. Misalnya, tuliskan “90 menit” pada selembar sticky note dengan spidol besar, lalu tempelkan di tempat yang mudah terlihat, misalnya di samping monitor komputer Anda.

Amatilah, Anda akan bekerja dengan lebih produktif dan tetap termotivasi walau memasuki jam-jam yang penuh kelelahan.

 

6. Penghargaan untuk Diri Sendiri

Setelah berhasil menjalani hari yang luar biasa produktif, jangan lupa untuk menghargai diri Anda sendiri. Bentuknya tidak perlu berupa hadiah yang mahal, yang penting menyenangkan dan dapat Anda nikmati, sehingga memberikan efek “penghargaan” kepada diri Anda. Bahkan hal-hal sepele seperti membeli es krim akan membuat Anda merasa dihargai karena pencapaian Anda, sehingga kembali bersemangat untuk mengejar pencapaian berikutnya.

 

Di akhir tulisan ini, mari kita belajar dari salah satu kisah inspiratif yang pernah saya baca. Ada seorang pemuda yang tertarik dengan balap sepeda. Setelah mengumpulkan uang, akhirnya dia mampu membeli sebuah sepeda balap. Dengan senang hati, dia mencoba sepeda balap tersebut. Setelah beberapa hari mencoba, dia kecewa berat karena tidak bisa mengendarai sepedanya dengan kecepatan tinggi. Bagaimana pun dia mengayuh, tetap saja sepeda berjalan dengan lambat. Akhirnya dia membawa sepeda tersebut ke toko penjualnya. “Pak, Anda menipu saya! Katanya ini sepeda balap, kok larinya lambat banget. Bahkan, kalah oleh sepeda biasa,” katanya dengan nada marah. “Yang benar, Pak? Pembalap nasional saja menggunakan sepeda seperti ini…” jawab si penjual sepeda keheranan. “Buktinya? Saya sudah sekuat tenaga mengayuh, tetap saja lambat.” kata si pembeli sambil makin menaikkan nada suaranya.

“Mungkin ada yang rusak pak. Boleh saya periksa?” tanya penjual sepeda tetap tenang.

Setelah memeriksa sepeda, si penjual berkata, “Tidak ada yang rusak Pak, kondisinya 100% baik. Sekarang, sepeda ini akan kami coba.” kata penjual sepeda sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mencoba sepeda tersebut.

 

Wussss…. setelah beberapa saat, sepeda itu melaju dengan sangat cepat. Si pemuda pun bingung. Setelah sepeda kembali diparkir, si penjual berkata kepada si pemuda, “Silahkan dicoba lagi, Pak. Kalau tidakkeberatan, saya ingin melihat cara Bapak mengendarai sepeda ini.” kata penjual sepeda sambil tersenyum lega, sebab sepedanya memang tidak apa-apa. Pemuda tersebut mencoba mengayuh sepeda, dengan cepat dan sekuat tenaga. Memang benar, sepedanya tidak melaju dengan cepat. Usaha si pemuda mengayuh sepeda terlihat sia-sia karena sepedanya tidak juga melaju dengan cepat. Akhirnya, dengan badan penuh peluh, dia menghampiri penjual sepeda, yang menyambutnya dengan tersenyum sambil menjelaskan, “Secepat apa pun Anda mengayuh, kecepatan sepeda tidak naik dengan berarti jika Anda tetap di gigi satu. Pindahkan giginya, Pak, maka kecepatan sepeda akan bertambah secara bertahap saat dikayuh.” Pemuda tadi mengangguk-angguk dengan muka merah menahan malu. Pantas saja, rupanya dia lupa memindahkan gigi sepeda itu!

 

Bekerja pun tidak dapat dilakukan dengan satu “gigi” yang sama. Pindahkan “gigi” itu dengan mengubah strategi serta cara kerja Anda, agar kita bisa meningkatkan kecepatan kerja dan mendapatkan hasil kerja yang lebih baik. Selamat berpindah gigi dan menikmati dampaknya!

Amsal 10:4 “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

2019-10-17T14:00:09+07:00