///Kiat Jitu Bekerja Sama dengan Baik dengan Atasan

Kiat Jitu Bekerja Sama dengan Baik dengan Atasan

3. Berinisiatiflah tawarkan bantuan sesuai kapasitas Anda

Ketika Anda melihat atasan sedang kelimpungan dengan berbagai beban tugas, tawarkan diri untuk membantunya, terutama dalam tugas-tugas yang Anda sangat kuasai. Melakukan hal ini akan menciptakan rasa penghargaan dari atasan kepada Anda.

 

4. Tepati janji Anda

Bila Anda telah menyepakati batas waktu penyelesaian tugas dengan atasan, semaksimal mungkin tepatilah janji Anda (sesulit apa pun perjuangannya). Namun, jika ternyata Anda menemui kesulitan untuk memenuhi batas waktu itu, bertindaklah cepat untuk menemukan solusinya. Jika Anda tidak berhasil menemukan solusinya, secepatnya informasikan kesulitan yang tak terkendali ini pada atasan. Meski demikian, ingatlah selalu bahwa kiat ini hanya berlaku untuk tingkat kesulitan yang tinggi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Jangan menjadi bawahan “manja” yang selalu membutuhkan bantuan atasan untuk menyelesaikan segala masalah pekerjaan Anda.

5. Selalu berusahalah semaksimal mungkin demi solusi

Hindari bolak-balik datang kepada atasan untuk mengabarkan kesulitan-kesulitan Anda. Setiap menjumpai kesulitan, cobalah berusaha untuk mengatasinya sendiri dulu. Bila Anda mengalami kebuntuan, cari juga bantuan dan masukan dari rekan kerja atau seseorang yang lebih berpengalaman. Jika semuanya itu tetap belum mengatasi masalah, datanglah kepada atasan Anda dengan data penguasaan masalah serta berbagai alternatif solusi. Dengan demikian, Anda sudah berusaha semaksimal mungkin dan kini “hanya” membutuhkan keputusan dari atasan.

6. Siap lebih awal

Jam berapa atasan Anda biasanya tiba di kantor? Jam berapa pun itu, usahakan Anda datang 10 menit lebih awal demi menunjukan dedikasi Anda sebagai bawahan. Kadang-kadang, atasan membutuhkan sesuatu yang perlu diselesaikan dengan cepat dengan bantuan Anda, begitu tiba di kantor. Datang dan siap lebih awal dari atasan sebenarnya merupakan investasi credit points ke dalam benak atasan, bahwa Anda adalah bawahan yang selalu siap dan all out dalam menjalankan tugas.

7. Tetap sadari status Anda

Mungkin Anda bingung melihat kadang si atasan bisa tertawa terbahak-bahak, bersenda gurau dan terlihat sangat akrab, sedangkan dalam hitungan menit atasan bisa berubah menjadi tegas, marah, dan bahkan menegur Anda dengan keras. Anda tidak perlu sakit hati atau bingung. Penting untuk Anda ingat, bahwa dalam jam kerja serta dalam konteks pekerjaan, atasan tetaplah atasan dan bawahan tetaplah bawahan. Dengan sadar status, Anda tetap menjaga perilaku sebagai bawahan dan menghormati atasan sebagai pihak yang berwenang. Jangan bertindak melewati garis wewenang, melanggar aturan kantor, atau melalaikan tugas pekerjaan.

8. Ingatlah bahwa atasan juga manusia

Jangan lupa bahwa atasan Anda juga manusia, yang mempunyai banyak kelemahan dan kekurangan seperti semua manusia lainnya. Ini berarti Anda tidak seharusnya mengidolakan atasan dan menganggapnya selalu benar, maupun mengasihani diri karena merasa menderita di bawah tekanan atasan yang penuh kelemahan itu. Jangan berfokus pada kelemahan atasan, tetapi lebih baik Anda berfokus pada kekuatan dan kelebihan yang ia miliki dan belajar/mencontoh kekuatan itu dari atasan. Hal ini akan mengurangi tingkat stres pada Anda sekaligus pada atasan.

9. Jangan fokus pada atasan, tetapi pada prestasi Anda

Banyak orang menjadi patah semangat dan menjadi malas karena berbagai ulah atasan. Kelemahan dan kekurangan atasan menjadi penghalang mereka untuk berprestasi. Sering kali, bawahan mempunyai prinsip, “Untuk apa saya bekerja keras dan belajar keahlian baru? Tidak ada gunanya. Saya toh benci sekali dengan atasan saya yang bisanya hanya marah-marah itu…” atau yang sejenisnya. Padahal sebenarnya, kelemahan atasan bukanlah urusan Anda. Fokus dan urusan Anda adalah bekerja dengan berprestasi, belajar berbagai ketrampilan baru, dan melatih sikap kerja yang positif. Semua ini untuk masa depan Anda sendiri juga, yang dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan daya saing Anda di pasar kerja.

10. Jaga kredibilitas Anda setiap saat

Jaga kredibilitas Anda bukan hanya di depan atasan saja, namun di depan semua orang dan setiap saat. Jika Anda mampu menjaga sikap selalu jujur, tepat janji, positif, berintegritas, berdisiplin, dan lain-lain, bukan hanya atasan yang melihat, tetapi juga semua orang di lingkungan kerja Anda. Sebenarnya, dengan demikian Anda sedang mengasah kualitas sebagai karyawan teladan. Dengan memiliki pola pikir dan gaya kerja yang seperti ini, Anda akan tetap menjaga hubungan kerja yang positif dengan atasan.

Jadilah pekerja profesional yang cerdas, jangan mudah terhambat atau bahkan mundur oleh orang lain, termasuk oleh atasan dengan segala kelemahannya. Selamat mempraktikkan!

2019-10-17T12:03:48+07:00