///Kiat menjadi pemimpin “Problem Solver”

Kiat menjadi pemimpin “Problem Solver”

Di lapangan dalam berbagai perusahaan, kita dapat melihat dua jenis pemimpin dalam konteks ini, yaitu:

1. Pemimpin problem solver, dengan ciri-ciri:

* mampu mengelola berbagai kesulitan dan masalah dalam tim secara efektif,

* mampu mengerahkan anggota tim secara strategis untuk mengatasi berbagai hambatan tanpa terjebak menjadi bersungut-sungut,

* berfokus pada mencari solusi tanpa terjebak menjadi menyalahkan pihak lain,

* menguasai keterampilan problem solving dalam menghadapi berbagai kesulitan,

* selalu berpikir positif dalam menghadapi masalah.

 

2. Pemimpin problem reporter, dengan ciri-ciri:

* cenderung menyalahkan pihak lain sebagai sumber masalah,

* melempar tanggng jawab penyelesaian masalah kepada pihak lain,

* hanya melaporkan terjadinya masalah kepada atasan, tetapi diri sendiri tidak memiliki solusi apapun (sekadar melapor dengan berharap atasannyalah yang akan menyelesaikan masalah itu),

* selalu mencari kambing hitam dalam permasalahan yang muncul, tanpa berfokus pada penyelesaian masalah,

* sangat mudah mengeluh ketika berbagai permasalahan muncul.

 

Untuk menilai kualitas kepemimpinan seseorang, salah satu kriterianya adalah kemampuan orang itu dalam mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan. Semakin Anda piawai dalam mengatasi berbagai masalah untuk mencapai tujuan, semakin tinggi nilai kualitas kepemimpinan Anda. Berikut adalah beberapa kiat untuk belajar menjadi pemimpin problem solver:

 

1. Buatlah daftar masalah yang terjadi berulang-ulang

Sebagai seorang problem solver, pertama-tama Anda perlu mengidentifikasi semua masalah atau rintangan yang selalu terjadi. Masalah yang terjadi berulang-ulang adalah masalah yang belum diperbaiki secara tuntas, sehingga dampak atau akibatnya muncul lagi dan lagi. Masalah klasik yang terjadi berulang ini akan menjadi penghambat nomor satu, yang jika tidak ditemukan dan diatasi akarnya, akan merusak produktivitas tim Anda. Semakin lengkap data Anda dalam mengidentifikasi masalah, akan semakin menyeluruh pula solusi yang Anda miliki dan seakin berdampak efektif pula solusi itu pada seluruh aspek yang terkait.

 

2. Tentukan deadline (batas waktu) penyelesaiannya

Setelah mengidentifikasi berbagai permasalahan yang sering muncul, tentukan deadline-nya, yaitu batas waktu masing-masing masalah harus dibahas dan dituntaskan. Letakkan daftar permasalahan dan deadline di tempat yang mudah terlihat oleh tim (misalnya, di ruang rapat), sehingga perkembangannya bisa dipantau bersama.

 

3. Tuntaskan masalah hingga akarnya

Seorang pemimpin yang efektif mampu menyelesaikan masalah hingga ke akar dan intinya. Ia “mencari sumber apinya”, bukan sekadar “memadamkan apinya saja”. Selanjutnya, ia selalu memastikan atau meminimalisir bagaimana supaya “sumber api yang sama tidak menyala kembali”. Dalam praktiknya, banyak pemimpin berusaha menyelesaikan masalah tanpa mengorek ke sumber permasalahannya, sehingga masalah yang sama terjadi berulang-ulang. Anda perlu berlatih dalam keterampilan problem solving  secara sistematis untuk melakukan hal ini

 

4. Deteksi potensi masalah setiap hari

Sebagai seorang pemimpin problem solver, salah satu tugas penting Anda adalah setiap saat mendeteksi berbagai potensi masalah atau masalah yang sedang terjadi di dalam tim Anda. Sejak pagi hari, Anda sudah harus “mengendus-endus” berbagai masalah yang berpotensi akan terjadi pada hari itu (sehingga akan menjegal pencapaian target kerja hari ini). Anda perlu meninggikan “antena radar” Anda untuk mendeteksi berbagai permasalahan yang muncul dalam tim. Kemudian, berikan solusi yang segera untuk tim Anda. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah banyak pemimpin yang sibuk sendirian, asyik berkutat dengan laporan, email, gadget, dan hal-hal lain yang bukan prioritas. Akibatnya, ia terkaget-kaget ketika di siang atau sore hari menemukan masalah dalam tim yang menghambat pencapaian target. Bahkan, ketika di siang hari atau sore hari muncul masalah, banyak pemimpin yang hanya bisa marah-marah tanpa memberi jalan keluar yang solutif.

 

5. Berikan solusi cepat

Pemimpin yang efektif mampu memberikan jalan keluar kepada seluruh anggota timnya secara efekif pula. Ia mampu memberikan keputusan yang cepat tentang apa yang perlu dilakukan dalam menghadapi permasalahan yang muncul. Ketika Anda mampu mendeteksi masalah secara dini, selanjutnya Anda perlu segera memberikan solusi atau jalan keluarnya. Prinsip yang perlu dipakai dalam hal ini adalah “selesaikan masalah yang bisa diselesaikan hari ini, jangan tunda sampai esok hari”. Intinya, jangan menumpuk masalah. Banyak perusahaan yang melakukan rapat koordinasi untuk menyelesaikan masalah dua minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Dampaknya, berbagai permasalahan sehari-hari ditumpuk hingga dua minggu atau satu bulan, lalu baru dibahas dan diselesaikan. Gaya manajemen seperti ini akan merugikan biaya overhead perusahaan. Sadarilah bahwa semakin lama masalah diselesaikan, semakin besar biaya dan kerugian yang harus ditanggung perusahaan.

 

Semakin terampil Anda menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul secara cepat dan tepat, semakin teruji kualitas kepemimpinan Anda. Problem atau masalah adalah sarana bagi kita semua untuk melatih “otot” kepemimpinan.

Pohon cemara Bristlecone adalah pohon yang berusia tertua di dunia. Beberapa di antaranya diperkirakan telah berumur 3.000 sampai 4.000 tahun. Pada tahun 1957, ilmuwan Edmund Schulman menemukan sebatang pohon cemara Bristlecone dan menamainya “Metusalah”. Pohon cemara berbongkol dan sangat tua ini hampir berumur 5.000 tahun, dan diperkirakan sudah ada saat rakyat Mesir membangun piramida! Pohon Bristlecone tumbuh di pegunungan AS bagian barat, di ketinggian kira-kira 3.050-3.350 meter. Pohon ini mampu bertahan hidup bahkan di kondisi lingkungan yang sangat buruk sekalipun: suhu udara yang amat dingin, angin topan, lapisan udara yang tipis, dan curah hujan yang rendah. Sebenarnya, lingkungan ganaslah yang menjadi salah satu faktor sehingga pohon ini mampu bertahan hingga abad milenium ini. Rupanya, kesengsaraan telah menumbuhkan kekuatan yang luar biasa dan tenaga yang tak kunjung habis.

Paulus mengajar kita hal yang sama, bahwa “kesengsaraan menimbulkan … tahan uji” (Rm. 5:3-4). Mari renungkan, masalah dan kesulitan adalah proses yang Allah pakai untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Permasalahan yang membuat kita datang kepada Tuhan, sebenarnya dapat mendatangkan kebaikan bagi kita. Semuanya itu membuat kita sepenuhnya bergantung kepadaNya dan berlatih menjadi lebih kuat karenanya.

ALLAH MEMAKAI KESULITAN KITA UNTUK MENJADIKAN KITA TAHAN UJI

2019-10-17T12:48:03+07:00