//Kitab Amos

Kitab Amos

Amos adalah nabi pertama dari para nabi yang menulis pada abad kedelapan. Yang lainnya adalah Hosea yang bernubuat kepada Kerajaan Israel di sebelah utara dan Mikha dan Yesaya yang bernubuat kepada Kerajaan Yehuda di sebelah selatan. Amos menjadi seorang nabi kepada Kerajaan Israel, seperti Hosea. Dia bernubuat pada zaman Raja Uzia di Yehuda (792 SM-740 SM) dan Raja Yeroboam II di Israel (793 SM-753 SM) dan “dua tahun sebelum gempa bumi”. Gempa bumi itu disebut 200 tahun setelahnya oleh Nabi Zakharia (Zak. 14:5).

Amos sendiri bernubuat terutama tentang ketidakadilan dan imoralitas yang sudah menjadi lazim di antara orang Israel, umat Tuhan.  Mereka menghadapi penghukuman karena “perbuatan yang jahat banyak dan dosa berjumlah besar,” (Am. 5:12).

 

HUKUMAN ATAS BANGSA-BANGSA: (AMOS 1:3 – 2:4)

Kitab Amos yang dimulai dengan pengumuman hukuman atas orang kafir ini menunjukkan sembilan bangsa yang ditentukan oleh Tuhan untuk dihukum. Tujuh yang pertama adalah bangsa-bangsa kafir yang melawan Sion dan Yerusalem.

* Damsyik (mengirik Gilead),

* Gaza (mengangkut ke dalam pembuangan dan menyerahkannya kepada Edom),

* Tirus (menyerahkan suatu bangsa seluruhnya sebagai tawanan kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan),

* Edom (mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya dengan kemarahan),

* Bani Amon (membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead),

* Moab (membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur).

Karena kejahatan itu, bangsa-bangsa ini dihukum Allah dengan api, penghancuran, dan kebinasaan kota-kota. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sendirilah yang akan menghakimi bangsa-bangsa dunia.

 

HUKUMAN ATAS UMAT TUHAN, YEHUDA DAN ISRAEL: AMOS 2:5-16

Umat Tuhan rupanya tidak terlepas dari dosa dan hukuman. Yehuda menolak hukum Tuhan dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapanNya, bahkan disesatkan oleh dewa-dewa. Israel menjual orang benar, menginjak-injak kepala orang lemah, dan membelokkan jalan orang sengsara. Mereka melakukan perzinahan dan ketidakadilan. Walaupun mereka sudah menyaksikan hukuman Allah atas orang kafir, walaupun mereka sudah menyaksikan kemurahan Allah kepada dirinya sendiri waktu dikeluarkan dari Mesir dan dipimpinNya di padang gurun, dan walaupun mereka sudah mendengar FirmanNya dari para nabi, mereka tetap menolak Tuhan dan menolak pesan nabi-nabi itu. Karena itu, mereka juga akan dihukum, akan diguncangkan, akan dikalahkan, dan akan ditawan.

 

PESAN KHUSUS UNTUK ISRAEL: AMOS 3-6

Ada empat pesan khusus yang dicatat dalam kitab Amos untuk Israel, yaitu kerajaan utara yang terdiri dari 10 suku dengan ibu kotanya di Samaria. Mereka sudah berdosa dan Tuhan akan menghukum mereka sampai semua penduduknya dibawa sebagai tawanan ke Asyur. Nubuatan Amos ini digenapi pada tahun 722 SM.

 

Pesan kepada bangsa-bangsa yang mengabaikan Tuhan: Amos 3

Tuhan berpesan kepada semua orang Israel, yaitu bangsaNya yang dilepaskanNya dari Mesir. Israel adalah satu-satunya bangsa yang dipilih khusus menjadi umat Tuhan, bangsa yang mengenal perjanjian Tuhan. Tuhan mengaum seperti singa dengan memberitakan peringatan yang keras melalui para nabiNya.

Hukuman atas mereka pasti akan datang. Mengapa? Mereka tidak tahu berbuat jujur dan mereka penuh kekerasan serta aniaya! Karena itu, musuh akan mengelilingi dan menjarah mereka sampai mereka hancur. Tidak akan ada tempat perlindungan. Semua rumah mereka akan hancur!

 

PESAN KEPADA LEMBU-LEMBU BASAN YANG MEMERAS ORANG LEMAH: AMOS 4

Dalam bagian ini, Israel disebut lembu-lembu Basan. Dikatakan, mereka memeras orang lemah, menginjak orang miskin, dan minum minuman keras.  Sebagai hukumannya, mereka akan diangkat dengan kait dan akan diseret ke arah utara. Walaupun mereka mempersembahkan korban, Tuhan akan menolak korban mereka karena bukan itu yang dicariNya. Tuhan mengirimkan hukuman supaya mereka bertobat, hukuman sebagai peringatan untuk kembali kepadaNya. Macam-macam hukuman diturunkan atas mereka: bala kelaparan, musim kemarau, hama dan penyakit gandum dan kegagalan panen tanam-tanaman anggur, ara, dan zaitun, serta penyakit sampar, pembunuhan oleh pedang, dan penjungkirbalikan kota seperti Sodom dan Gomora. Namun karena mereka berulang kali tidak mau bertobat dan kembali kepada Tuhan, Dia berkata, “Maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”

Inilah perkataan “tantangan” Allah Pencipta yang “membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkanNya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi–TUHAN, Allah semesta alam, itulah namaNya.”

 

PESAN KEPADA KAUM ISRAEL YANG HIDUP TIDAK SETIA DAN TIDAK BENAR: AMOS 5

Lagi-lagi, hukuman yang akan datang dinyatakan dengan tegas.  Anak dara Israel akan jatuh dan tidak bangkit lagi. Mereka akan berperang dan sedikit saja sisanya yang akan kembali. Tuhan memanggil mereka untuk mencari Dia, bukan Betel atau Gilgal atau Bersyeba, tetapi Tuhan saja. Dosa mereka adalah ketidakadilan. Tuhan kemudian menyatakan diriNya lagi sebagai Pencipta yang menciptakan bintang kartika (Pleiades) dan bintang belantik (Orion), yang mengatur siang dan malam, air laut dan air hujan, yang bernama TUHAN. Dialah yang Mahakuasa! Namun, Israel membenci teguran. Mereka melakukan kekejian dan tidak tulus ikhlas bertobat.

Mereka tetap menginjak-injak orang yang miskin dan karena itu mereka juga akan menjadi miskin. Dosa mereka sungguh besar!  Mereka disuruh mencari yang baik, membenci yang jahat, dan menegakkan keadilan. Hanya kekudusan dan kebenaranlah yang dapat menyelamatkan mereka  Tetapi, mereka tidak bersedia. Ratapan pun terjadi. Hari Tuhan datang. Hari Tuhan penuh kegelapan, singa, beruang, ular, dan kelam kabut tanpa cahaya. Tuhan membenci dan menolak segala perkumpulan, persembahan, korban-korban, nyanyian-nyanyian, dan musik mereka. Karena tidak didapati keadilan dan kebenaran di antara mereka, mereka akan dibawa sebagai tawanan ke seberang Damsyik, ke Asyur.

Inilah  nubuatan tentang penawanan ke Asyur yang akan menimpa bangsa Israel. Nubuatan itu digenapi, dan sepuluh suku Kerajaan Israel sungguh-sungguh lenyap dari sejarah (2 Raj. 18:11–12).

 

PESAN KEPADA ORANG-ORANG DI GUNUNG SION YANG MERASA AMAN: AMOS 6

Di antara umat Tuhan, ternyata ada yang “merasa aman di gunung Sion”. Sayangnya, tempat tidak menjamin keselamatan. Kalne, Hamat, dan Gat pernah menjadi kota-kota besar yang terasa aman, tetapi akhirnya dihancurkan sampai hanya puing-puingnya yang dapat ditemukan. Demikianlah dengan umat Tuhan. Mereka yang hidup dalam kemakmuran, menikmati tempat tidur dari gading, makan daging yang enak, menikmati musik dan nyanyian bahkan yang rohani seperti yang diciptakan Daud, minum air anggur yang nikmat, dan mengurapi dirinya dengan minyak, ternyata “tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf”! Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak memedulikan saudaranya sampai tidak lagi memiliki kasih persaudaraan. Inilah sebabnya mereka akan masuk pembuangan. Rumah-rumah mereka akan dirobohkan menjadi reruntuhan. Bangsa Asyur akan dibangkitkan untuk melawan mereka dan mereka akan ditindas olehnya.

 

LIMA VISI AMOS 
(TIGA VISI PERTAMA AMOS; BELALANG, API,DAN TALI SIPAT: AMOS 7)

Tidak cukup Amos mendengar perkataan Tuhan. Dia juga diperlihatkan visi tentang hukuman yang akan datang. Tiga visi pertama menyatakan hukuman yang dirancangkan atas umatNya, Israel. Yang pertama adalah visi belalang. Tuhan mau membentuk kawanan belalang, yang akan memakan habis semua tanaman. Amos berdoa syafaat dan hukuman itu dibatalkan. Yang kedua adalah visi api.  Tuhan memanggil api untuk memakan habis daerah mereka. Amos lagi-lagi berdoa syafaat dan hukuman itu dibatalkan. Dalam visi yang ketiga, Amos melihat Tuhan berdiri dengan tali sipat di tangannya dan mendengar dia berkata bahwa Israel diukur dan tidak akan dimaafkan lagi. Kali ini, Tuhan mau melawan Israel dengan pedang. Pada saat mendengar nubuat itu, Amazia, imam di Betel, menjadi marah dan menuduh Amos sebagai pemberontak. Terjadi konfrontasi di antara imam dan nabi! Amazia ingin mengusir Amos dari tanah Yehuda dan menyuruh dia supaya jangan lagi bernubuat di Betel. Amos mengaku dirinya bukan nabi, hanya peternak dan pemungut buah ara, tetapi dia dipanggil oleh Tuhan sendiri dan disuruh menubuatkan Firman Tuhan. Kemudian, Amos bernubuat lagi bahwa pasti Amazia sendiri akan dihukum dan akan mati dalam pembuangan beserta seluruh Israel.

 

VISI KEEMPAT AMOS TENTANG BAKUL BUAH-BUAHAN: AMOS 8

Amos melihat sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. Musim kemarau adalah musim panen dan waktu menuai ialah akhir zaman (Mat. 13:37). Itulah tanda bahwa kesudahan telah datang bagi Israel. Mereka tidak akan dimaafkan lagi. Walaupun mereka berbakti dan menaati segala peraturan agama mereka dengan menyanyi di tempat suci, serta merayakan bulan baru dan hari Sabat, hati mereka tetap jauh dari Tuhan dan penuh dengan kebengisan, ketidakjujuran, dan cinta akan kemakmuran saja. Maka, hukuman yang datang atas Israel akan menjadikan bumi gentar, penduduknya berkabung. Akan ada kegelapan. Perkabungan dan ratapan akan menggantikan nyanyian mereka. Tuhan akan mengirimkan kelaparan untuk mendengarkan kembali FirmanNya.  Mereka akan mencari kebenaran tetapi tidak menemukannya. Mereka akan rebah lesu oleh kelaparan dan kehausan. Dewa-dewi mereka tidak akan menolong. “Mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.”

 

VISI KELIMA AMOS TENTANG TUHAN YANG BERDIRI DI MEZBAH: AMOS 9:1-10

Selanjutnya, Amos melihat Tuhan berdiri di dekat mezbah. Dia mendengar seruan tentang keruntuhan umat Tuhan dan pembunuhan mereka oleh pedang.  Tidak akan ada yang dapat meluputkan diri. Sekalipun mereka melarikan diri ke alam maut atau ke langit, bersembunyi di gunung atau dasar laut, atau menjadi tawanan musuh pun, mereka tetap akan tertimpa hukuman dari Tuhan sendiri. Betapa sedih kedengarannya perintah Tuhan kali ini, “Aku akan mengarahkan mataKu kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka.” Sekali lagi, Tuhan menyatakan diriNya sebagai yang Mahakuasa yang mengguncangkan bumi, yang mendirikan langit dan bumi, yang namanya TUHAN. Sungguh, Tuhanlah yang menyelamatkan dan Tuhanlah yang membinasakan! Tuhan Maha Adil dan karena itu Israel akan dipunahkan tetapi bukan sama sekali. Israel akan diayak, tetapi “sebiji batu kecil pun tidak akan jatuh ke tanah.” Di tengah-tengah hukuman, Tuhan tetap akan memelihara benih yang kudus. Hukuman akan datang atas semua orang berdosa di antara umat Tuhan yang tidak percaya bahwa Dia akan menggenapi FirmanNya dan membawa hukuman atas dosa.

 

BERITA PEMULIHAN BAGI YAKUB: AMOS 9:11-15

Pada akhirnya, kita mendengar perkataan penuh perjanjian dan pengharapan. Amos bernubuat bahwa Pondok Daud akan didirikan kembali. Israel memang sudah memiliki Tabernakel Musa dan Bait Allah Salomo, tetapi yang Tuhan akan bangun kembali ini berbeda. Ini adalah Pondok Daud. Apa itu Pondok Daud? Daud membawa tabut perjanjian ke Sion dan menempatkannya di dalam tenda. Di sekelilingnya, para imam memuji dan menyembah Tuhan dengan nyanyian dan alat musik. (2 Sam. 6:12-19). Demikianlah Pondok Daud adalah tempat hadirat Tuhan, tempat orang-orang kudus berkumpul untuk menyembah. Lalu mengapa Tuhan ingin mengerjakan pemulihannya? “Supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milikKu.”  Pondok Daud akan dibangun kembali sebagai tempat perlindungan dan keselamatan bagi seluruh umat Tuhan dan orang-orang dari segala bangsa yang mencari Dia. Penggenapan nubuatan itu terlihat dalam Perjanjian Baru. Yakobus mengutip dari Amos untuk meyakinkan gereja mula-mula bahwa sungguh Tuhan mau menyelamatkan orang bukan hanya Yahudi tetapi juga orang dari bangsa-bangsa lain (Kis. 15:13-18).

Demikian pula, pesan ini diteguhkan oleh kesaksian Paulus dan Barnabas, “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita [orang Yahudi] akan beroleh keselamatan sama seperti mereka [orang dari bangsa-bangsa] juga,” (Kis. 15:11).  Berikutnya, Amos bernubuat bahwa kegerakan itu, perhimpunan orang Yahudi dan bangsa-bangsa, dan penuaian besar yang terakhir pada akhir zaman, akan terjadi secara cepat. “Pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih.” Sebagaimana diteguhkan Paulus, “Sebab apa yang telah difirmankanNya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera,” (Rm. 9:28), Tuhan berjanji akan ada pemulihan bagi umatNya. Walaupun dihukum, ditawan, dan dicerai-beraikan di antara bangsa-bangsa, akhirnya mereka akan kembali dan menerima lagi warisan mereka.

Kitab Amos membawa pesan yang penting bagi Gereja. Dosa pasti akan dihukum. Kita perlu mencari Tuhan sungguh-sungguh karena hari Tuhan akan datang dengan hukuman yang berat atas segala orang yang berdosa, entah di luar atau di dalam Gereja. Pada waktu yang sama, kita juga harus sadar bahwa pemulihan akan terjadi agar orang kudus yang kembali kepada Tuhan akan melihat bangsa-bangsa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apakah kita siap menghadapi hari Tuhan itu? (AHa)

2020-04-22T14:33:55+07:00