//Kitab Daniel (bag 2)

Kitab Daniel (bag 2)

 

Binatang dari laut dan anak manusia: Tuhan tahu sejarah manusia (Daniel 7)

Pada suatu malam, Daniel melihat visi tentang empat binatang besar, yang satu berbeda dengan yang lain, yang naik dari dalam laut. Binatang ini dapat dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan yang digambarkan dalamwujud patung dalam Daniel pasal 2 sebelumnya:

1. singa dengan sayap burung rajawali: Babel pada abad kelima SM,

2. beruang: Medo-Persia (dua kerajaan, Media dan Persia, yang menjadi satu kerajaan) pada abad keempat SM,

3. macan tutul: Yunani pada abad ketiga SM,

 

4. binatang yang menakutkan dan mendahsyatkan dan sangat kuat: Roma pada abad Masehi dan sampai kedatangan kerajaan Antikristus,

5. dari binatang kelima muncul suatu tanduk lain yang kecil: Antikristus.

 

Visi ini mirip dengan yang dilihat oleh Yohanes di Pulau Patmos (Why. 13:1-2). Yohanes melihat seekor binatang muncul dari dalam laut, yang rupanya seperti macan tutul, kakinya seperti kaki beruang, moncongnya seperti moncong singa. Binatang itu mempunyai sepuluh tanduk dan tujuh kepala, dan kekuatan serta kuasa diperolehnya dari sang Naga. Dari sini kita melihat bahwa nubuatan itu tidak hanya berkaitan dengan kerajaan-kerajaan dalam sejarah (Babel, Medo-Persia, Yunani, Roma), tetapi juga berhubungan pada bangsa-bangsa yang timbul pada akhir zaman.

Selanjutnya, Daniel melihat penghakiman. Yang Lanjut Usianya duduk di tahtaNya di surga. Lalu, Majelis Pengadilan membuka kitab-kitab. Binatang terakhir dibunuh, kemudian tubuhnya dibinasakan dan dilemparkan ke dalam api yang membakar. Kekuasaan binatang-binatang yang lain pun dicabut. Seseorang yang seperti anak manusia datang dengan awan-awan dari langit dan kepadanya diberikan kekuasaan dan kemuliaan sebagai Raja atas segala bangsa, suku, dan bahasa. Inilah visi tentang kedatangan Yesus pada kedua kalinya. “Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” Kekuasaan itu akan diberikan kepada orang-orang kudus, yaitu umat Yang Mahatinggi (Dan. 7:27).

Sebagaimana dalam Daniel 2 ada sebuah batu yang dipahat dari gunung dan bertumbuh menjadi besar lalu menghancurkan patung besar, demikianlah dalam Daniel 7 Anak Manusia akan datang dengan umatNya dan menghancurkan semua binatang itu.

 

Domba dan kambing: Tuhan tahu peperangan manusia (Daniel 8)

Daniel dalam mimpinya sedang berada di wilayah Elam, yaitu Persia. Dia melihat seekor domba jantan berdiri dan menanduk ke barat, ke utara, dan ke selatan. Inilah raja-raja orang Media dan Persia. Kemudian, kambing jantan datang dari sebelah barat dan menyerang domba jantan. Domba jantan itu dihancurkan. Visi ini digenapi oleh Raja Iskandar Agung dari Yunani yang menghancurkan kerajaan Medo-Persia. Sesudah kematiannya, dia diganti oleh empat raja yang memerintah atas empat bagian kerajaan Yunani itu.

Kemudian muncullah suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur, dan ke arah Tanah Permai. Visi ini digenapi oleh seorang raja yang muncul dari antara keempat bagian kerajaan Yunani, Antiochus Epiphanes (215–164 SM). Dialah yang masuk ke dalam Bait Allah, mendirikan dewa, dan menyembelih babi di atas mezbah, yaitu mendirikan “kebencian yang membinasakan”. Namun, penggenapan sepenuhnya masih menanti di akhir zaman. Antiochus hanyalah gambaran atau bayangan tentang Antikristus yang akan muncul pada akhir zaman. Dijatuhkannya sebagian bintang-bintang ke bumi dan diinjak-injaknya (bandingkan Daniel 8:10 dan Wahyu 12:4).

Daniel mendengar bahwa akan ada masa 2300 hari ketika terjadi kefasikan yang membinasakan dan tempat kudus akan diinjak-injak. Dia diberitahukan bahwa itu adalah penglihatan mengenai akhir masa. Penjelasan ini membuat Daniel jatuh pingsan!

Daniel yang tercengang-cengang tentang penglihatan itu tidak mampu memahaminya sendiri. Malaikat Gabriel datang untuk menolong Daniel mengerti visi ini. Gabriel mengatakan bahwa visi ini adalah untuk akhir zaman, dan Daniel pun menjadi paham. Mungkin kita juga belum mengerti semua yang kita pelajari saat ini, tetapi kita perlu memperhatikan semua visi dan wahyu ini supaya sewaktu terjadi dan digenapi, kita akan memahaminya! Kita akan mengerti dan siap menghadapi masa terakhir itu!

 

70 minggu: Tuhan tahu segala masa dan saat manusia (Daniel 9)

Nubuatan dalam pasal ini sangat penting dan menunjukkan waktu sampai kedatangan Mesias (yang diurapi) dan kesudahan segala sesuatu. Daniel sudah membaca kitab Yeremia, yang mengatakan bahwa Yehuda akan mengalami masa hukuman selama 70 tahun. Dia tahu bahwa masa itu sudah berakhir serta sudah tiba saatnya untuk bangsa Yehuda kembali ke Yerusalem dan membangun rumah Tuhan kembali. Karenanya, Daniel berpuasa dan berdoa syafaat bagi bangsanya. Atas nama bangsanya, dia mengakui segala dosa, kejahatan, dan ketidakbenaran. Sementara dia berdoa, datanglah Malaikat Gabriel yang menyampaikan kepadanya nubuatan tentang tujuh puluh kali tujuh masa.

Tujuan nubuatan ini khusus berhubungan dengan bangsa dan kota Daniel, yaitu bangsa Yahudi dan kota Yerusalem. Pada akhirnya nubuatan ini akan tergenapi dalam enam hal, yang saat ini belum terjadi dan masih kita nantikan:

 

  • kefasikan dilenyapkan,
  • dosa diakhiri,
  • kesalahan dihapuskan,
  • keadilan yang kekal datang,
  • penglihatan dan nabi digenapi,
  • tempat yang maha kudus diurapi.

 

 

Keenam hal yang tergenapi itu akan dimulai saat firman keluar untuk Yerusalem dipulihkan dan dibangun kembali. Ada empat perintah untuk membangun kembali Yerusalem, yang dikeluarkan oleh:

 

 

Perintah Koresh-lah ternyata yang merupakan penggenapan nubuat itu. Bahkan, Koresh adalah raja yang dinubuatkan sejak lebih dari 150 tahun sebelumnya oleh Yesaya. Yesaya menyebut nama Koresh dan bernubuat bahwa dialah yang akan mengeluarkan perintah itu (Yes. 44:26-28 dan 45:1-4, 13). Perintah itu menyudahi dan menyelesaikan 70 tahun masa tawanan di Babel. Menurut kronologi Alkitab, tahun itu adalah tahun 457 SM.

Dalam perhitungan waktunya, ada 70 minggu atau 490 tahun yang ditentukan sebagai penggenapan nubuatan itu. Dari perintah Koresh sampai kedatangan “yang diurapi” ada tujuh minggu dan 62 minggu, yaitu total 69 minggu atau 483 tahun. Memang, masa itu sudah digenapi. Yesus diurapi sebagai Mesias atau Kristus pada tahun 26 M. Dari 457 SM sampai 26 M, sudah genap 490 tahun.

 

Lalu, apa yang terjadi dalam satu minggu terakhir itu? Suatu perjanjian akan diteguhkan.

Perjanjian itu adalah perjanjian Abraham yang diteguhkan oleh Yesus. Dalam tiga setengah tahun pertama, perjanjian itu dikokohkan oleh Yesus (Rom. 15:8). Pada setengah minggu pertama, yaitu selama tiga setengah tahun, Yesus meneguhkan perjanjian itu dengan pemberitaan, mujizat, dan tanda ajaib (Kis. 10:38). Pada pertengahan minggu terakhir (yaitu sesudah tiga setengah tahun itu), “orang yang diurapi itu disingkirkan”, yaitu Yesus disalibkan, bangkit, dan naik ke surga. Pada tahun 30 M Yesus mati di salib. Pada saat Yesus mati itulah, semua persembahan dan korban berhenti untuk selama-lamanya. Yesus sendiri telah menjadi korban yang sempurna dan sesudah itu tidak ada korban lainnya yang berkenan kepada Tuhan (Ibr. 7:27; 9:26, 28; dan 10:2, 10).

Di manakah setengah minggu terakhir? Setengah minggu terakhir itu ditunda sampai akhir zaman. Tiga setengah tahun terakhir itu disebut dalam Daniel 12 dan Wahyu 11-13. Nubuatan itu sangat penting karena ujungnya adalah maksud abadi Allah, untuk menghapuskan dosa dari umatnya dan untuk mendatangkan keadilan atau kebenaran yang kekal.

 

Kini sudah lewat 69½ minggu atau 486½ tahun! Hanya tersisa ½ minggu atau 3½ tahun saja!

Perlu diketahui bahwa tiga setengah tahun terakhir juga merupakan masa peneguhan perjanjian. Perjanjian Allah tidak hanya mengandung keselamatan, kasih karunia, dan berkat. Perjanjian Allah juga mengandung hukuman atas dosa dan pembalasan atas kejahatan. Bagian perjanjian yang mengerikan itu juga harus digenapi. Karena itu, pada akhir zaman akan ada masa tiga setengah tahun:

 

  • Zaman ketika Antikristus akan menganiaya orang-orang kudus dan berusaha untuk mengubah waktu dan hukum (Dan. 7:25),
  • Zaman kuasa perusak atas bangsa yang kudus (Dan. 12:7),
  • Zaman pelayanan dua saksi (Why. 11:3),
  • Zaman penyingkiran dan perlindungan wanita dalam padang pasir (Why. 12:6, 14),
  • Zaman pemerintahan Antikristus, ketika orang kudus akan diserahkan ke dalam tangannya (Why. 13:5).

 

 

Pada akhir 3½ tahun itu, nubuatan 70 minggu ini akan digenapi. Kefasikan, dosa, dan kesalahan akan dihapuskan, kebenaran kekal akan muncul, serta segala penglihatan dan nabi akan digenapi dan Yang Maha Kudus akan diurapi. Jelaslah bahwa nubuatan 70 minggu ini sekrang belum digenapi dan kita masih menunggu penggenapannya.

 

 

Malaikat yang berperang: Tuhan adalah sumber nubuatan (Daniel 10)

Dua tahun sesudah Daniel menerima wahyu nubuatan 70 minggu, dia sedang berdoa dan berpuasa selama tiga minggu di tepi Sungai Tigris. Pada waktu itu dia melihat orang yang sama yang dilihat oleh Rasul Yohanes (Why. 1:12-17). Daniel pingsan, sama seperti Yohanes.

Kepada Daniel diberitahukan nubuatan tentang perang yang terjadi antara tentara surga dan kuasa penguasa di udara yang memerintah atas Persia. Orang itu berkata, “Aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.” Lalu Dia yang rupanya seperti manusia itu, yaitu Yesus, menyentuhnya dan memberikannya kekuatan. Dia berkata, “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!”

Peperangan di tempat surgawi terjadi antara Anak Manusia dan segala bangsa di dunia. Mikhael adalah malaikat yang berperang bagi bangsa Israel. Hanya dialah yang berdiri dengan Anak Manusia. Semua penghulu dunia akan melawan Dia (Mzm. 2:1-12). Sesudah berperang dengan raja Persia, Mikhael berangkat untuk berperang dengan raja Yunani. Dalam Wahyu 12 kita membaca tentang peperangan yang akan terjadi di surga antara Mikhael bersama malaikat-malaikatnya dengan naga besar dan malaikat-malaikatnya. Ingatlah bahwa, “Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara,” (Ef. 6:12).

 

 

Raja utara dan selatan: Tuhan tahu sejarah yang dekat dan yang jauh (Daniel 11)

Dalam pasal 11 kita menemukan bahwa Tuhan tahu segala orang, segala tempat, dan segala peristiwa yang akan terjadi sepanjang sejarah. Dia Tuhan atas segala sejarah.

Daniel diberitahu bahwa akan ada perang besar antara raja-raja utara dan raja-raja selatan. Dia diberitahukan tentang kekalahan Medo-Persia oleh kerajaan Yunani, tentang munculnya Raja Iskandar Agung, dan tentang pembagian kerajaan Yunani menjadi empat bagian sesudahnya. Selain itu, Daniel juga diberitahukan tentang bangkitnya seorang raja yang bernama Antiochus Epiphanes yang adalah gambaran Antikristus. Semuanya itu digenapi dalam waktu 300 tahun sesudah Daniel, tetapi penggenapannya akhirnya masih belum terjadi dan akan terjadi pada akhir zaman dengan bangkitnya Antikristus.

Yesus sendiri sudah berkata, “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh Nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya.” dalam Matius 24:15. “Pembinasa keji itu” sudah muncul dalam sosok Antiochus Epiphanes pada abad kedua SM. Dia juga sudah muncul dalam sosok Titus yang menghancurkan Yerusalem pada tahun 70 M. Kita masih menantikan munculnya “pembinasa keji itu” yang sebenarnya, yaitu Antikristus, pada akhir zaman. Bandingkan Daniel 7:24-26; 9:27; 8:9-14; dan 11:21-35.

 

Akhir zaman: Tuhan tahu kesudahan segala masa (Daniel 12)

Pasal 12 menjelaskan bahwa akan ada akhir zaman. Ada batas waktu yang ditentukan Allah. Bangsa Israel menjadi fokus masa itu. Segala kuasa penguasa akan melawannya tetapi Mikhael, malaikat pemimpin penghulu surga, akan muncul untuk membela mereka. Pada akhir masa itu akan terjadi kebangkitan orang benar dan orang jahat secara nyata dan jelas.

Daniel melihat visi tentang dua orang, yaitu seorang di tepi sungai sebelah sini dan seorang lain di tepi sungai yang sebelah sana. Dia juga melihat seseorang berpakaian kain lenan, yang berada di sebelah atas air sungai itu. Kepada orang yang berpakaian kain lenan itu ditanyakan, “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?” Dijawablah olehnya, “Satu masa dan dua masa dan setengah masa.” Inilah tiga setengah tahun masa kesesakan and aniaya besar. Masa itulah yang dijelaskan kepada Yohanes juga dalam Wahyu 11-13.

Daniel disuruh menyembunyikan dan memeteraikan kitab itu sampai pada akhir zamannya. Maksud dan tujuan abadinya adalah supaya banyak orang disucikan dan dimurnikan serta diuji. Kalau semua sudah digenapi, termasuk tujuan abadinya, Daniel diberitahukan bahwa dia pun akan bangkit untuk mendapat bagiannya pada kesudahan segala zaman.

Kita hidup pada masa penggenapan segala sesuatu yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu (Kis. 3:21). Maka, marilah kita mempersiapkan diri bagi masa depan dengan “membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat,” (Why. 1:3).

 

2020-04-22T14:33:55+07:00