//Kitab Daniel

Kitab Daniel

Ada banyak kesamaan tema antara kitab Daniel dengan kitab Wahyu. Baik Daniel maupun Yohanes bernubuat tentang akhir zaman. Keduanya melihat Yesus. Keduanya bernubuat tentang tiga setengah tahun terahkir. Keduanya melihat kebangkitan orang mati dan hukuman yang terakhir. Serta, keduanya menulis tentang waktu dan zaman. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari isi bagian 1 dalam kitab Daniel.

 

 

Pembuangan ke Babel: Tuhan sanggup melindungi umatnya (Daniel 1)

Nebukadnezar, raja Babel, datang ke Yerusalem pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim dan mengepung kota itu.  Dia memerintahkan beberapa orang dari keluarga raja Yehuda dan bangsawan, yaitu orang-orang muda yang cakap dan pintar, untuk dikumpulkan agar bekerja dalam istana raja. Mereka diberi beasiswa selama tiga tahun untuk belajar segala ilmu, hikmat, kebudayaan, pengetahuan, dan kesusasteraan kerajaan Babel. Mereka diberi santapan dan air anggur raja, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja sebagai pelayan raja di istana. Di antara mereka ada Daniel dan tiga pemuda lain, yakni Hananya, Misael, dan Azarya (yang namanya kemudian diganti menjadi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego).

Ternyata, Daniel dan teman-temannya tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan air anggur raja. Karena itu, mereka minta diberikan kesempatan selama sepuluh hari untuk hanya makan sayur dan minum air saja. Sesudah itu, rupanya justru perawakan mereka terbukti lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk daripada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.  Selain itu, mereka dikaruniai Tuhan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, bahkan Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. Tidak didapati di wilayah itu siapa pun yang setara dengan mereka. Mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaan.

Di tengah-tengah malapetaka terbesar yang mengancam umat Tuhan di Yehuda, Tuhan sanggup melindungi orang yang setia kepadaNya. Tuhan mengerjakan hal yang ajaib dan memberitahukan hikmat dan pengetahuan yang luar biasa, yang berbuah perlindungan itu. Walaupun pembuangan ke Babel adalah musibah bagi bangsa Yehuda, Tuhan memakai empat pemuda dengan cara yang luar biasa untuk menjadi inspirasi bagi seluruh umat Tuhan sepanjang sejarah. Demikian pula, masa itu menjadi kesempatan untuk Tuhan membuka rahasia-rahasia tentang akhir zaman kepada Daniel.

 

Mimpi Nebukadnezar tentang patung: Tuhan sanggup menerangkan masa depan manusia (Daniel 2)

Pada tahun kedua pemerintahannya, Nebukadnezar mendapat mimpi. Mimpi itu menimbulkan kegelisahan dan ketakutan, tetapi isinya tidak teringat. Karena itu dia memanggil orang-orang berilmu untuk memberitahukannya. Mereka memang tidak bisa mengungkapkan mimpinya. Raja pun marah dan memerintahkan agar semua orang berilmu dibunuh. Waktu Daniel dan teman-temannya, yang juga termasuk orang berilmu itu, mendengar kabar buruk itu, mereka mohon pertolongan Tuhan. Rahasia mimpi itu dinyatakan kepada Daniel. Daniel menghadap raja dan berkata, “Di surga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia.” Dan memang, mimpi Nebukadnezar diberitahukan kepada Daniel oleh Tuhan.

Mimpi itu adalah tentang patung besar dengan bagian kepala dari emas, bagian dada dari perak, bagian pinggang dari tembaga, bagian paha dari besi, serta bagian kaki sebagian dari besi dan sebagian lainnya dari tanah liat. Lalu sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan menimpa patung itu sampai jatuh dan remuk. Ini adalah wahyu penting sebagai nubuatan tentang sejarah manusia dari saat itu. Makna dari mimpi itu adalah:

* Kepala emas adalah raja Babel, Nebukadnezar, dan kerajaan Babel.

* Dada perak adalah Raja Koresy dari Farsi, Raja Darius dari Media, dan kerajaan Medo-Farsi.

* Pinggang tembaga adalah Raja Iskandar Agung dan kerajaan Yunani

* Paha besi adalah kaisar Roma dan kerajaan Roma.

* Kaki yang sebagian besi dan sebagian tanah liat adalah sepuluh kerajaan akhir zaman yang bergabung dengan Antikristus.

* Batu yang lepas dari gunung adalah Kerajaan Kristus dan umatNya, yaitu Gereja.

Inilah nubuatan tentang bangsa Yehuda di bawah penguasaan bangsa-bangsa kafir dari zaman Nebukadnezar sampai zaman kedatangan kembali Yesus. Perhatikan bahwa ada celah atau “gap”, yaitu masa yang ditunda, antara zaman Roma dan zaman Antikristus. Celah yang sama akan terlihat dalam nubuatan empat binatang dalam pasal 7 dan dalam nubuatan 70 minggu dalam pasal 9.

 

Perapian yang menyala-nyala: Tuhan sanggup melepaskan dari api (Daniel 3)

Nebukadnezar menjadi sombong dan ia membuat patung besar yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta, yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.  Semua pemimpin dan pembesar dikumpulkan dan diperintahkan untuk sujud menyembah waktu alat musik dimainkan. Rupanya Daniel tidak hadir di tempat itu pada saat itu, tetapi tiga temannya, Sadrakh, Mesakh dan Abednego hadir. Mereka menolak bersujud, padahal siapa pun yang tidak bersujud akan dibuang ke dalam perapian. Waktu dibawa ke hadapan raja Nebukadnezar, tiga teman Daniel itu diberi kesempatan lagi untuk bersujud, tetapi mereka menegaskan penolakan mereka dengan berkata, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Alhasil, mereka dibuang ke dalam perapian yang telah dipanaskan tujuh kali lipat. Setelah mereka masuk ke dalam perapian, raja Nebukadnezar berteriak, “…Ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa (Allah)!” Lalu mereka dilepaskan dan Nebukadnezar memuji Tuhan serta mengaku bahwa tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.  Dia mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi pejabat di wilayah Babel.

Cerita ini memberi keteguhan dan keberanian kepada orang akhir zaman supaya jangan takut terhadap aniaya dan ancaman musuh. Kita perlu meneladani sikap tiga pemuda itu dan berani percaya kepada Tuhan dengan tidak takut akan ancaman musuh atau kematian.

 

Mimpi tentang pohon besar dan Nebukadnezar menjadi gila: Tuhan adalah Raja di atas segala raja (Daniel 4)

Nebukadnezar menulis dalam pasal ini suatu kesaksian tentang Tuhan, “KerajaanNya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahanNya turun-temurun!” Dia menceritakan pengalamannya.

Pada suatu malam, Nebukadnezar bermimpi. Dia panggil semua ahli dalam kerajaannya untuk memberikan pengertian, yang sanggup mendengar dari Tuhan dan memberi artinya hanyalah satu orang, yaitu Daniel. Penglihatan Nebukadnezar adalah tentang satu pohon di tengah-tengah bumi yang sangat tinggi, besar, dan kuat.  Maknanya yang diterangkan Daniel adalah bahwa Raja Nebukadnezar bertambah besar dan kuat. Kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan kekuasaannya sampai ke ujung bumi!

Kemudian dalam mimpi itu, seorang penjaga turun dari langit dan menyuruh agar pohon itu ditebang dan dibinasakan. Namun, tunggulnya akan tetap berada di dalam tanah, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu. Daniel memberikan maknanya, yaitu bahwa selama tujuh masa itu Nebukadnezar akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalnya akan berada di antara binatang-binatang di padang, akan diberi makan rumput, akan dibasahi dengan embun dari langit, dan demikianlah akan berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. Sehabis itu Nebukadnezar akan mengakui bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan berdaulat untuk memberikannya kepada siapa pun yang dikehendakiNya.

Semuanya benar terjadi atas Raja Nebukadnezar sesuai dengan mimpinya. Sesudah lewat 12 bulan, dia menjadi sombong dan dengan berbangga berkata, “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” Seketika itu juga, ada suara dari surga dan Nebukadnezar menjadi gila. Pada akhir tujuh tahun itu, Nebukadnezar dipulihkan. Dia memuliakan Tuhan dengan berkata, “KekuasaanNya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaanNya turun-temurun.” Dia mengakui keadilan Tuhan dan kesanggupanNya merendahkan orang yang congkak.

Nebukadnezar direndahkan selama “tujuh masa”. Tujuh masa itu adalah masa profetis, yang dapat dibandingkan dengan masa “tujuh kali” Israel akan direndahkan dan diserahkan ke dalam tangan musuhnya (Im. 26:18, 21, 24, 28).  “Tujuh kali” atau “tujuh masa” adalah masa hukuman Israel yang dimulai pada waktu mereka diserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar dan yang berlangsung selama 2.520 tahun. Masa itu juga disebut sebagai “zaman bangsa-bangsa” (Luk. 21:24). Sebutan “tujuh masa” atau “tujuh kali” selalu berkaitan dengan akhir zaman.

Dalam pasal ini kita melihat bahwa hanya Tuhanlah Raja atas segala raja. Dia sanggup menurunkan dan mempermalukan raja yang paling mulia. Dia mengetahui segala zaman dan masa.

 

Tangan menulis di dinding: Allah sanggup menghancurkan kerajaan manusia (Daniel 5)

Suatu ketika, Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar dengan menghadirkan seribu orang tamu. Waktu kemabukan anggur berlangsung, Belsyazar memerintahkan pegawainya untuk membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar dari dalam Bait Suci di Yerusalem, lalu dia bersama tamu-tamunya minum dari perkakas itu dan memuji-muji dewa-dewanya yang dibuat dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu, dan batu. Sewaktu mereka minum, tiba-tiba jari-jari manusia kelihatan menulis pada dinding istana. Raja menjadi pucat. Dengan ketakutan yang besar dia memanggil  para ahli dan minta diterangkan maknanya. Mereka semua tidak sanggup, tetapi salah satu orang di situ teringat akan Daniel dan demikianlah Daniel dipanggil. Daniel menghadap raja dan menerangkan tulisan yang tertulis, yaitu “Mene, mene, tekel ufarsin”.  Daniel menjelaskan makna perkataan itu, yang berhubungan dengan kerajaan Babel:

* Mene: Kerajaan itu dihitung oleh Allah dan masa pemerintahannya telah diakhiri.

* Tekel: Kerajaan itu ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan.

* Ufarsin (Peres): Kerajaan itu akan dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.

Malam itu Daniel dihormati dan dipakaikan kalung rantai emas, kemudian diangkat sebagai penguasa yang ketiga dalam kerajaan. Pada malam yang sama,  terbunuhlah Raja Belsyazar. Kerajaan Babel dikalahkan dan dikuasai oleh kerajaan Medi-Farsi. Semuanya terjadi tepat seperti nubuatan itu.

Dalam pasal ini, kita belajar bahwa Tuhan berkuasa atas segala raja dan pemerintahan bumi. Semua bangsa dan pemerintahan akan berhadapan dengan hukuman Allah.

 

Daniel dibuang ke dalam gua singa: Tuhan sanggup melepaskan orang kudusnya dari bahaya (Daniel 6)

Darius mengangkat 120 wakil-wakil raja atas kerajaannya dan tiga pejabat tinggi, termasuk Daniel. Yang lain menjadi iri hati kepadanya. Mereka mencari alasan dakwaan terhadap Daniel tetapi karena tidak dapat menemukan kesalahan atau kelalaian padanya, mereka bermufakat untuk membinasakan dia.

Orang-orang yang iri hati itu tahu bahwa Daniel setia dalam berdoa kepada Tuhan, maka mereka membujuk raja untuk mengeluarkan perintah supaya selama 30 hari ada larangan menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada raja. Perintah ini disertai dengan sangsi. Siapa yang melanggar akan dilemparkan ke dalam gua singa.

Ketika didengar Daniel bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah dia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem. Tiga kali sehari dia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Pada waktu itu Daniel sudah berumur kira-kira 90 tahun. Selama dia hidup, Daniel setia. Dia tidak bersembunyi atau berhenti dari kebiasaannya berdoa.

Musuh-musuhnya mendapati Daniel sedang berdoa, lalu menghadap raja untuk menuntut supaya Daniel dibuang ke dalam gua singa. Raja itu sangat sedih, tetapi tidak bisa menolong Daniel. Daniel dilemparkan ke dalam gua singa.

Keesokan paginya, raja menemukan Daniel masih hidup. Raja bersukacita, mengeluarkan Daniel, dan membuang para musuhnya ke dalam gua singa itu. Selain itu, raja itu mengeluarkan perintah supaya semua orang harus takut kepada Allahnya Daniel dan mengaku bahwa “Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahanNya tidak akan binasa dan kekuasaanNya tidak akan berakhir.”

Dari pasal ini, kita melihat sekali lagi bahwa Tuhan adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan atas segala tuhan. Dia sanggup memelihara orang yang setia dari maut. Untuk kedua kalinya dalam kitab ini kita melihat kebenaran yang diucapkan Yesus, “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (Mat. 16:25).

2020-04-22T14:33:55+07:00