//Kitab Ezra

Kitab Ezra

 

Ada tiga kitab lain yang ada hubungan dengan kitab Ezra: kitab Ester yang menceritakan peristiwa yang terjadi antara pasal 6 dan 7; serta kitab Hagai dan Zakharia yang merupakan kitab yang ditulis oleh dua nabi yang bernubuat pada zaman pemulangan yang dipimpin Zerubabel itu.

Seperti semua kitab dalam Perjanjian Lama, kitab Ezra ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali dua bagian di antaranya yang ditulis dalam bahasa Aram, yaitu Ezra 4:8-6:18 dan Ezra 7:12-26. Dua bagian itu merupakan dokumen resmi yang aslinya ditulis dalam bahasa Aram, karena itulah bahasa yang biasa dipakai secara resmi oleh pemerintahan Farsi (Persia) pada waktu itu.

Dalam kitab Ezra ada dua bagian.  Pasal 1 sampai 6 menceritakan pengembalian pertama dari Babel di bawah pimpinan Zerubabel sesuai dengan perintah Koresh sampai Bait Allah di Yerusalem dibangun kembali dan ditahbiskan pada tahun keenam Raja Darius. Selanjutnya, pasal 7 sampai 10 menceritakan pengembalian yang dipimpin oleh Ezra dan usahanya menguduskan orang Yahudi yang sudah berdosa dengan kawin campur dengan wanita-wanita dari bangsa Kanaan.

Perintah Pembangunan Rumah Tuhan – Ezra 1
Kitab 2 Tawarikh ditutup dengan perintah Koresh agar orang Yehuda kembali ke Yerusalem dan membangun lagi Rumah Tuhan, dan kitab Ezra mulai dengan perintah yang sama. Hal itu disebut oleh Nabi Daniel sebagai titik mula nubuatan 70 minggu, sebuah nubuatan tentang kedatangan Mesias dan penggenapan rencana Allah (Dan. 9:25).

Nabi Yeremia sudah bernubuat bahwa orang Yahudi akan kembali ke negeri mereka sesudah 70 tahun (Yer. 25:1-11; 29:1-14; Dan. 9:1-2). Nubuatan itu digenapi secara tepat dan jelas.  Ada tiga fase dalam pemulangan Yehuda, yaitu fase yang dipimpin Zerubabel, fase yang dipimpin Ezra dan fase yang dipimpin Nehemia. Kitab Ezra menceritakan dua fase pertama ini.

Perintah diberikan oleh Koresh, raja Persia pada tahun 457 SM. Hal itu juga dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, bahwa akan ada seorang raja yang memerintahkan supaya Rumah Tuhan dibangun kembali. Bahkan namanya pun disebut dalam nubuatan itu, yaitu Koresh.  Nubuatan itu disampaikan beberapa ratus tahun sebelum kelahirannya (Yes. 44:28; 45:1-4,13).

 

Perjalanan Pulang yang dipimpin Zerubabel – Ezra 2
Perjalanan pulang dari Babel ke Yerusalem yang pertama dipimpin oleh Zerubabel (yang juga disebut dengan nama Sesbazar) dan dikisahkan dalam pasal satu sampai enam. Didaftarkanlah semua orang yang kembali, menurut kota mereka. Juga didaftarkanlah orang-Lewi, para penyanyi, kaum penunggu pintu gerbang, para budak di bait Allah, keturunan hamba Salomo dan orang lain yang tidak tercatat dalam silsilah.

Pembangunan Dimulai – Ezra 3
Mezbah dibangun dan penyembahan dipulihkan. Pada bulan ketujuh pada waktu hari haya Pondok Daun, rakyat Israel berkumpul di Yerusalem. Mereka mulai membangun kembali Rumah Tuhan. Pondasi diletakkan dan peletakan ini dirayakan dengan pujian dan penyembahan sesuai dengan petunjuk Daud, dengan nafiri dan ceracap dan nyanyian berbalas-balasan. Mereka bersorak-sorai dengan kegirangan karena dasar rumah Tuhan diletakkan. Tetapi, ada juga yang menangis. Orang-orang tua sedih dan menangis karena mereka ingat kemuliaan rumah Tuhan yang dibangun Salomo dan mereka merasa bahwa Rumah Tuhan yang akan dibangun itu masih jauh di bawah standar dan kemegahan Rumah Tuhan hasil karya Salomo dahulu.

Hambatan terhadap Pembangunan – Ezra 4
Pembangunan telah dimulai dengan baik, tetapi sesudah beberapa waktu para pekerja mulai mengalami perlawanan dan hambatan yang menghalangi pembangunan. Ada macam-macam hambatan. Ada musuh yang berkata bahwa mereka mau turut membangun tetapi karena ditolak mulai melemahkan semangat orang Yahudi dan menakuti mereka. Selain itu mereka menyogok penasihat untuk melawan dan menggagalkan rencana mereka. Mereka menulis surat tuduhan terhadap rakyat Yehuda, dengan lima tuduhan: rakyat Yehuda durhaka, mereka tidak akan bayar pajak, raja akan kena cela, mereka selalu mengadakan pemberontakan sejak zaman dahulu dan raja akan kehilangan milik dan kuasa di sebelah barat Sungai Efrat. Karena itu, Raja Artahsasta memerintahkan bahwa pembangunan dihentikan dan akhirnya musuh Yehuda datang dengan kekerasan dan menghentikan pekerjaan pembangunan itu.

Pembangunan Dilanjutkan Kembali – Ezra 5
Pembangunan dimulai lagi pada tahun kedua masa pemerintahan Raja Darius. Pada waktu itu dua nabi, Hagai dan Zakharia, mulai bernubuat. Nubuatan mereka dicatat dalam kitabnya masing-masing.  Pada waktu rakyat mulai membangun, ada bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, namanya Tatnai, yang menantang mereka. Tatnai menulis laporan kepada Darius dan meminta supaya dicari surat perintah dari Koresh yang mengizinkan dan memerintahkan mereka untuk membangun.

Pembangunan Selesai – Ezra 6
Diselidikilah di perbendarahan Babel di antara simpanan naskah-naskah, ternyata memang terdapat gulungan dengan perintah Koresh mengenai pembangunan itu. Karena itu, Darius memerintahkan supaya pekerjaan pembangunan diteruskan. Akhirnya, pekerjaan selesai dan Rumah Allah ditahbiskan dengan sukacita, kemudian hari Paskah dan Roti tidak Beragi dirayakan.

* Catatan: Secara kronologis, kisah Ester terjadi pada masa antara pasal 6 dan 7 dalam kitab Ezra.

 

Perjalanan Pulang yang Kedua, Dipimpin oleh Ezra – Ezra 7 
Pada zaman Artahsasta raja Farsi, Ezra memimpin rombongan orang Yahudi lain kembali ke Yerusalem. Raja Artahsasta memberikan dia surat dengan perintah supaya mereka kembali ke Yerusalem. Surat itu ditulis dalam Alkitab dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Aram. Diperintahkan supaya segala dana dan kebutuhan disediakan oleh pemimpin di daerah itu dan supaya mereka dibebasan dari pajak. Perjalanan itu memerlukan waktu 120 hari atau empat bulan.

Daftar Orang-orang yang Kembali
Pemimpin keluarga yang pulang dengan pimpinan Ezra pun didaftarkan. Pada waktu mereka memulai perjalanan itu, Ezra melihat tidak ada orang Lewi yang ikut dan dia mencari mereka. Mereka berpuasa dan berdoa untuk perlindungan dalam perjalanan dan akhirnya mereka tiba dengan selamat.

Kasus Perkawinan dengan Wanita Asing/Kafir – Ezra 9
Dilaporkan kepada Ezra bahwa ada orang dari umat Israel dan imam dan orang Lewi yang sudah mulai kawin dengan orang-orang asing. Benih kudus dicampur dengan penduduk negeri. Ini disebut sebagai dosa dan kesalahan yang besar. Ezra sendiri berdoa, menangis dan mengaku dosa bersama dengan banyak orang. Ezra, seperti Daniel, menjadi imam bagi bangsanya (Dan. 9). Mereka pun bertobat.

Pertobatan dan Pemberesan dari Dosa – Azra 10
Sementara Ezra berdoa, mengaku dosa dan bersujud, kumpulan jemaah yang besar datang kepadanya. Mereka mengaku kesalahan, perbuatan yang tidak setia dan minta mengikat perjanjian untuk mengusir semua isteri asing itu. Pengumuman disiarkan dan semua orang berkumpul di halaman rumah Allah kemudian mengikat perjanjian dengan Allah. Demikianlah kita melihat betapa pentingnya untuk mempertahankan kekudusan dan tidak bercampur-baur dengan keduniawian.

Kitab Ezra menunjukkan kesetiaan Allah. Dia menggenapi janji-Nya. Dia menggenapi nubuatan. Ezra mengajar kita juga tentang berkat yang diberikan kepada orang yang membaca, belajar, merenungkan dan mencari Firmannya (Ezr. 7:10). Selain itu, dalam kitab Ezra kita juga melihat kebenaran bahwa akan ada musuh, tantangan dan perlawanan yang akan menghadapi mereka yang mau membangun Rumah Tuhan, bahkan akan ada godaan untuk meninggalkan kekudusan. Dari semua hal ini, marilah kita belajar menjadi seperti Zerubabel dan Ezra dan rakyat Yehuda, yang melihat kesetiaan Tuhan serta tetap bertekad dengan kesetiaan untuk membangun Rumah Tuhan dan mempertahankan kekudusan!

2020-04-22T14:25:48+07:00