//Kitab Habakuk

Kitab Habakuk

PERTANYAAN DAN KEBINGUNGAN
Habakuk 1

Pertanyaan Nabi dan Jawaban Tuhan Pertama
Habakuk mulaikan dialog dengan Tuhan. Dia mengajukan dua pertanyaan: “Berapa lama?” dan “Mengapa?” Pertanyaan itu terdengar sepanjang zaman dari orang benar yang mengalami kejahatan dan ketidak-adilan. Waktu ada penindasan, kejahatan, kelaliman, aniaya dan kekerasan, orang kudus seperti Habakuk berseru kepada Tuhan. Kenapa diizinkan? Mengapa Tuhan tidak campur tangan dan menghukum orang jahat? Tidak ada keadilan dan sepertinya orang fasik menang atas orang benar. Berapa lama keadaan itu yang begitu menyedihkan akan berlangsung? Apakah Tuhan akan membiarkan terus-menerus? Mengapa Ia tidak melakukan intervensi? (1:2-6).

Tuhan menjawab Habakuk dengan berkata bahwa Ia “akan melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.” Pekerjaan itu adalah pembangkitan orang Kasdim, yaitu tentara kerajaan Babel, suatu bangsa yang melakukan kekerasan dan sangat menakutkan. Mereka sangat cepat bergerak seperti macan tutul dan serigala. Mereka terbang seperti rajawali, cepat seperti angin. Tentara kerajaan Babel akan datang menyerang, mengalahkan dan menguasai orang Yehuda sebagai hukuman atas segala dosanya. Sungguh segala kejahatan dan kelaliman akan dibalas! (1:6-11).

Pertanyaan Nabi yang Kedua
Nabi Habakuk kaget dan cemas mendengar jawaban itu. Bagaimana Allah dapat menghukum umat-Nya sendiri dengan menggunakan bangsa yang lebih jahat lagi? Habakuk menyesal pada waktu dia memikirkan tentara Babel itu yang akan datang untuk menghancurkan dan menjajah bangsa-bangsa. Habakuk mengaku bahwa Tuhan adalah kekal, dari dahulu. Ia Mahakudus dan Mahasuci. Ia Gunung Batu. Kenapa manusia yang jahat dan layak dihukum menjadi seperti binatang yang dikejar dan ditangkap oleh suatu bangsa lebih fasik yang menyembah berhala, suatu bangsa yang tidak mengerti siapa Allah yang sebenarnya, suatu bangsa yang tidak mengenal belas kasihan? (1:12-17).

IMAN SEBAGAI JAWABAN
Habakuk 2

Habakuk menantikan Tuhan
Karena begitu bingung dan merasa kecewa dengan mendengar jawaban itu, Habakuk memutuskan untuk tetap mencari Tuhan dengan sabar, seperti seorang pengintai yang menunggu berita. Dia mengambil keputusan untuk masuk menara doa untuk berdoa dan berjaga, untuk menantikan Tuhan dan menunggu jawaban. Sifat yang seperti itu memang menjadi contoh bagi kita yang menghadapi kenyataan yang sulit, membingungkan dan sepertinya tidak masuk akal. (2:1).

Jawaban Tuhan: Orang benar hidup oleh iman
Tuhan mendengar dan menjawab seruan nabi Habakuk. Tuhan menyuruh Habakuk untuk menulis dan mengukir penglihatannya dengan jelas supaya orang dapat melihat dan membacanya. Visi itu harus ditulis, karena pesan itu bukan saja untuk orang yang mendengarnya pada saat disampaikan oleh nabi Habakuk, tetapi perlu ditulis untuk generasi yang mendatang yang akan membacanya. Dan nubuatan ini bukan saja ditujukan bagi orang dekat tetapi juga bagi orang yang jauh yang hanya sempat membacanya. Selain itu Tuhan menjelaskan bahwa penggenapannya akan terjadi pada saat yang ditentukannya dan mungkin masih lama dan sepertinya lambat. Namun penggenapanya pasti dan kalau saat itu tiba, akan segera terjadi. Yesus juga berkata bahwa Tuhan akan segera membenarkan orang benar. Bandingkan bagaimana Yesus bertanya: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18:8). Pekerjaan Tuhan yang menyatakan keadilan, kebenaran dan kemuliaan-Nya akan dilakukan sempurna dan segara. “Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera." (Roma 9:28).

Yang menjadi inti penglihatannya adalah kejatuhan orang yang sombong dan kemenangan orang yang percaya. Manusia terbagi dalam dua kategori: yang sombong yang melawan Tuhan dan yang rendah hati dan sabar yang menunggu kedatangan-Nya dengan iman. Yang sombong adalah orang yang akan binasa. Yang beriman adalah orang yang akan hidup. (2:2-3).

Orang yang beriman
Tuhan berbicara kepada Habakuk: “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya”. (Habakuk 2:4). Ayat ini dikutip dan dijelaskan tiga kali dalam Perjanjian Baru. Dengan iman kita diselamatkan. (Roma1:17). Dengan iman kita dibenarkan. (Galatia 3:11). Dengan iman kita menunggu kedatangan-Nya. (Ibrani 10:38). Ayat inilah yang menjadi inspirasi untuk Martin Luther sampai memicu gerakan Reformasi dan inspirasi untuk John Wesley sampai memicu gerakan Metodis. (2:2-4).

Sesudah ada perbedaan nyata dan perpisahan jelas antara orang beriman dan orang sombong itu di antara umat Tuhan, baru akan ada hukuman atas orang jahat. Memang seperti Alkitab berkata, hukuman harus mulai di rumah Tuhan, yaitu di antara umat Tuhan. (1Petrus 4:17). Kunci untuk kemenangan dan untuk kebenaran adalah iman kepada Tuhan. (1Yohanes 5:4).

Orang sombong
Yang tidak beriman adalah orang sombong yang percaya pada dirinya sendiri. Nubuat ini secara khusus ditujukan kepada raja Babel dan pengikutnya dan juga menggambarkan Antikristus yang akan muncul untuk mengumpulkan dan menghimpunkan segala bangsa menjadi satu pemerintahan dunia pada akhir zaman. Pengikutnya adalah mereka yang penuh sombong melawan Tuhan dengan hidup menurut hawa nafsu.

Ada sifat Babel khusus yang akan membawa hukuman Allah. Walaupun bangsa itu dipakai oleh Tuhan untuk membawa hukuman atas umat-Nya, namun Babel adalah bangsa yang jahat dan juga kemudian harus dihukum. Semua bangsa yang punya sifat seperti ini juga akan dihukum. Babel dan rajanya akan dihukum oleh Tuhan. Antikristus dan semua pengikutnya akan juga dihukum. Sifat Antikristus dan pengikutnya dijelaskan:

1. Yang sombong yang mengingini apa yang bukan mereka punya. Mereka mau “menghabisi banyak bangsa”. Mereka mengambil laba yang tidak halal. (2:9-11).

2. Yang menindas orang lain. Mereka tidak adil dan berlaku dengan kekerasan supaya menguntungkan diri dan membangun untuk dirinya sendiri. (2:12-13).

3. Yang menghina orang lain. Mereka memalukan dan menghina orang lain dan mengekspos kelemahannya. Tuhan berkata bahwa mereka sendiri akan dipermalukan. Piala dalam tangan kanan Tuhan adalah piala pembalasan yang akan dicurahkan kepada bangsa-bangsa dunia. Piala itu disebutkan Yeremia. "Ambillah dari tangan-Ku piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau, (Yeremia 25:15). Dalam kitab Wahyu piala itu khusus berhubungan dengan hukuman atas kerajaan Babel dan Antikristus. (Wahyu 14:10; 16:19; 17:4; 18:6). (2:15-16).

4. Yang penuh kekerasan dan pembunuhan. Penumpahan darah dan kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya pasti akan dibalas oleh Tuhan. (2:17).

5. Yang menyembah berhala. (2:19-20). Mereka menyembah pekerjaan tangannya sendiri. Sifat Babel adalah meninggalkan penyembahan Tuhan Mahabesar untuk menciptakan dan menyembah pekerjaan tangan sendiri. Celakalah mereka yang melakukannya! (2:18-20).

Kebinasaan orang sombong dan khianat akan pasti. Tuhan berhendak menghimpun dan menyelamatkan bangsa-bangsa. Musuh berhendak menghimpun dan menghancurkannya. Dua kekuasaan itu sedang bekerja di seluruh bumi dan di antara segala bangsa. Musuh bangkit untuk mengejek, mengancam dan melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya. Musuh bangkit untuk mencuri, merampas dan membinasakan umat Tuhan. Musuh meneror dan melakukan kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya. Namun Tuhan akan bangkit dan menghukumkan musuh itu.

Janji Tuhan
Di tengah pengumuman hukuman Allah atas orang jahat ada dua janji khusus yang diberikan kepada umat Tuhan. Janji Firman-Nya menjadi dasar iman. (Roma10:17).

Janji yang pertama, adalah janji bahwa “bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14) Hal itu akan jelas pada waktu saat yang ditentukan Tuhan akan tiba dan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan akan memenuhi bumi. Waktu itu juga disebut sebagai saat Tuhan bangkit untuk membangunkan Sion. (Mazmur 102:13-16). Yesaya juga bernubuat: “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. (Yesaya 11:9).

Janji yang keduanya adalah bahwa Tuhan akan ada di bait-Nya yang kudus. Bait-Nya yang kudus ialah jemaat Tuhan, gereja Tuhan Yesus Kristus. (Efesus 2:21). Pada saat itu, seluruh bangunan akan selesai dan Yesus sudah membangunkan sidang jemaat-Nya, yang siap ditempatkan “di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, jemaat yang kudus dan tidak bercela”. (Efesus 5:27). Daud bernubuat, “Bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya. (Mazmur 102:17) Pada saat itu segenap bumi akan berdiam di hadapan Tuhan! (Habakuk 2:20).

MAZMUR "TUHAN DATANG!:
Habakuk 3

Habakuk sudah berdialog dengan Tuhan (Habakuk1), sudah mendengar pesan-Nya (Habakuk 2), sekarang responsnya adalah nyanyian pujian dan penyembahan. (Habakuk 3).

Pasal tiga ditulis sebagai mazmur doa yang seperti yang dinyanyikan Daud. Nadanya disebut sebagai “ratapan”. (Hab 3:1). Ditujukan kepada pemimpin biduan untuk dimainkan dengan permainan kecapi. (Hab 3:19). Nyanyian ini dapat dibandingkan dengan nyanyian Musa (Ulangan 33), nyanyian Deborah (Hakim 5) dan nyanyian Daud (Mazmur 18).

Habakuk menjadi takut akan Tuhan. Dia bermohon supaya Tuhan hidupkan dan nyatakan pekerjaan-Nya. Dia bermohon bahwa di tengah murka-Nya, Tuhan akan mengingat kasih sayang. Nyanyian ini menjadi penghiburan dan kekuatan untuk orang Yahudi dalam masa 70 tawanan di Babel dan masa sukarnya yang berikut dan demikian juga menjadi penghiburan dan kekuatan bagi Gereja yang menunggu kedatangan kembali Yesus Kristus.

Nyanyian ini didasarkan ingatan masa lalu, ingatan sejarah Israel. “Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran.” (Pada masa lalu Tuhan sudah datang ke Bukit Sinai dan menyatakan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya. Teman dan Paran terletak pada daerah Edom dan sering disebut sebagai arah kedatangan Tuhan. Ini juga merupakan nubuatannya tentang kedatangan Tuhan. Tuhan akan datang dari timur, yaitu dari Teman dan Paran, daerah padang pasir yang didiami Ishmael dan Esau. Akan ada hukuman dasyat dan juga kegerakan rohani yang dasyat di daerah itu mendahului kedatangan Tuhan. (3:3)

Kemulian-nya akan menutupi langit, dan bumi. Bumi akan penuh dengan pujian kepada-Nya. Kedatangan-Nya ditandai cahaya, terang yang bersinar dari sisi-Nya. Dalam terang itu terselubung kekuatan-Nya. (3:4). Tanda kedatangan-Nya juga adalah bala sampar dan penyakit. (3:5). Kegoncangan dan gempa bumi akan terjadi. Segala sesuatu yang dapat digoncangkan akan digoncang. (3:6). Semua tempat kediaman manusia, khusus yang di Timur Tengah (Kusyan dan Midian), akan digetarkan. (3:7). Tuhan akan datang dengan tentara-Nya, kuda dan kereta kemenangan, seperti digambarkan dalam kitab Wahyu pasal 6 dan juga dalam kitab Zakharia pasal 1 dan 6. Sungai-sungai dan laut akan bergelora. (3:8-9). Sama seperti Laut Merah dan sungai Yordan dibelah demikian juga pada hari kedatangan Tuhan. (3:9-10). Akan ada tanda di langit. Sama seperti Yosua dapat kemenangan waktu matahari dan bulan berhenti di tempat-Nya (Yosua 10:12) demikian juga akan akan ada tanda dasyat di langit waktu Tuhan keluar untuk mengalahkan segala musuh-Nya. (3:4-11).

Mazmur ini menggambarkan perjalanan Tuhan waktu Dia datang dalam murka-Nya untuk menghukum bangsa-bangsa dan menyelamatkan umat-Nya yang diurapi-Nya. Bangsa-bangsa akan bangkit melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya. (Mazmur 2:1-3) dan Tuhan juga akan bangkit dengan geram-Nya. Tujuan-Nya adalah meremukkan kepala musuh kita yaitu segala kekuatan Iblis, si ular tua itu, yang dari mulanya sudah melawan dan berusaha membinaskan keturunan perempuan. (Kejadian 3:15).

Habakuk menjadi takut waktu mendengarnya. gemetarlah hatinya, gigillah bibirnya, tulang-tulangnya seakan-akan kemasukan sengal. Namun demikian, iman timbul dalam hati Habakuk. Walaupun menghadapi kekurangan, kesusahan, aniaya, siksaan… dia akan bersukacita dan bersorak-sorak karena Tuhan pasti akan datang dan menyelamatkannya.

Pernyataan Habakuk ini menjadi inspirasi untuk semua orang kudus yang mengalami penderitaan dan kesusahan: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” ( 3:17-18 )

Apakah kita juga punya hati seperti Habakuk?

Kesimpulan Habakuk adalah bahwa Tuhan adalah kekuatannya. Dalam Tuhan kita juga akan menjadi kuat! Dalam Tuhan kita akan menang! Seperti rusa kita akan berjejak atas tempat tinggi, tempat sorgawi. Kiranya kita akan mempersiapkan diri seperti rusa untuk bertemu dengan Tuhan dan berseru kepada-Nya: “Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah”. (Kidung Agung 8:14). Kiranya tidak lama lagi kita akan ketemu dengan Tuhan, menyambut dan menyongsong Tuhan pada saat kedatangan-Nya kembali! (3:19).

2020-04-22T14:39:52+00:00