//Kitab Hagai

Kitab Hagai

Namun sesudah kembali dan meletakkan fondasi Rumah Allah, bangsa Yehuda putus asa karena perlawanan keras terhadap pembangunan itu, sampai mereka berhenti membangun. Hagai diutus untuk membangkitkan kembali iman dan pengharapan mereka dengan memberikan motivasi untuk membangun Rumah Tuhan kembali. Dengan pertolongan Raja Darius I dari Media dan di bawah pimpinan Zerubabel dan Yosua, akhirnya pembangunan Rumah Allah selesai pada tahun 516 SM, persis 70 tahun sesudah pembinasaannya pada tahun 586 SM oleh Raja Nebukadnezar.

Hagai bernubuat pada tiga tanggal yang khusus :
1. Nubuatan pertama (Hag 1:2-11) : pada tahun yang kedua di zaman Raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, yaitu 29 Agustus 520 SM. Tuhan menegur umatNya dan menyuruh mereka membangun rumahNya dengan janji bahwa Tuhan akan menyertainya.
2. Nubuatan kedua (Hag 2:1-9) : dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, yaitu 17 Oktober 520 SM. Pesan itu diberikan untuk memberi visi kemuliaan masa depan kepada orang Yehuda, supaya mereka termotivasi untuk menyelesaikan pembangunan.
3. Nubuatan ketiga (Hag 2:10-23) : pesan tentang kekudusan (Hag 2:10-19) dan pesan tentang keguncangan (Hag 2:20 – 23) yang diberikan pada tanggal yang sama, yaitu dalam bulan yang kesembilan pada tanggal dua puluh empat, yaitu 18 Desember 520 SM.

Sebanyak tiga orang pemimpin terlibat dalam kegerakan pembangunan kembali Rumah Tuhan, yaitu : Hagai sebagai nabi, Zerubabel sebagai bupati Yehuda, dan Yosua sebagai Imam Besar. Nyatalah, bahwa kalau Tuhan mau membangkitkan umatNya, untuk bekerja, pastilah juga Dia akan mempersiapkan para pemimpin dariNya. Tanggal mereka memulai pekerjaan besar itu juga disebuat, yaitu pada haris yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. (Hag 1:12-15)

Sekarang mari kita pelajari isi kitab Hagai
1. MASALAH! (Hag 1:1-2)
Masalah yang muncul adalah bahwa umat TUhan, bangsa Yehuda, sudah kembali ke negerinya tetapi tidak melakukan pembangunan Rumah Tuhan. Pada tahun 536 SM, rombongan yang terdiri dari kita-kira 50.000 orang Yahudi kembali ke Yehuda. Koresy, raja Farsi, sudah memberi perintah agar Rumah Allah dibangun. ORang Yahudi itu membangun mezbah dan muilai mempersembahkan korban. Dua tahun kemudian dasar Rumah Allah diletakkan. Namun karena perlawanan dan oposisi, mereka putus asa dan berhenti. Dengan nubuatan Hagai, Tuhan berfirman menergur mereka dan membangkitkan kembali semangat mereka untuk membangun. Kiranya pada zaman ini kita juga mendengar Firman Tuhan dan melibatkan diri di dalam pembangunan Rumah TUhan yang sejati!

2. TEGURAN! (Hag 1:3-7)
Umat TUhan ditegur, diajak untuk memperhatikan keadaanya. Sementara mereka sibuk mengatur rumahnya sendiri, RUmah Tuhan dilalaikan dan tetap menjadi reruntuhan. Selama 14 tahun, pembangunan RUmah TUhan berhenti dan dilalaikan. Orang Yehuda sangat rajin dan sibuk dengan urusan mereka sendiri, tetapi ternyata mereka menjadi sangat rugi. Taburannya banyak, hasilnya sedikit. Makanannya banyak, perutnya tidak kenyang. Minumannya banyak, dahaganya tidak puas. Pakaiannya banyak, badannya tidak panas. Upahnya banyak, pundi-pundinya berlubang. Masalahnya adalah prioritas! Kemakmuran dan kesejahteraan pribadi lebih dipentingkan oleh mereka daripada Rumah Allah. Ini salah kaprah, sebagaimana Yesus berkata, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," (Mat 6:33)
Pada zaman sekarang, Rumah Allah ada di antara umat Tuhan, secara pribadi dan secara bersama ( 1 Kor 3:16; 6:19l 2 Kor 6:16). Tuhan tinggal di dalam kita secara pribadi dan di antara kita bersama-sama. Kita dihubungkan dan dibangun menjadi RUmah Allah, tempat kediamanNya (Ef 2:21; 1 Ptr 2:5). Perhatikan bahwa Rumah Allah bukanlah gedung. Rumah Allah bukanlah denominasi atau organisasi. Rumah Allah adalah kumpulan semua anak Tuhan yang dibentuk oleh Roh Kudus untuk menjadi komunitas yang saling mengasihi dan saling melayani dalam persatuan. Tubuh Kristus adalah termasuk kelompok kecil, komsel, perhimpunan, dan pertemuan raya, serta semua macam hubungan dan interaksi lainnya yang dipimpin dan diatur oleh Roh Kudus. Dia membangun kita bersama supaya Dia dapat tinggal di antara kita.

Yesus berkata bahwa Dia akan mendirikan jemaatNya: "Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatku dan alam maut tidak akan menguasainya," (Mat 16:18). Manusia mana pun, entah rasul atau uskup, paus atau pemimpin denominasi, penginjil atau nabi, tidak ada yang sanggup mendirikan jemaat Yesus. Roh Kuduslah yang mengerjakan semuanya. Allah memberikan kepada para anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh itu, seperti yang dikehendakiNya. Allah pulalah yang telah menyusun tubuh kita begitu rupa supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh (1 Kor 12:18-25). Kita harus siap mengambil bagian kita masing-masing dan dibangun dalam kesatuan bersama-sama oleh Roh!

3. PERINTAH UNTUK MEMBANGUN (Hag 1:8-15)
Bangsa Yehuda di Yerusalem disuruh naik gunung, mencari kayu, lalu membangun rumahNya. Mereka harus mencari bahan, lalu mengerjakan bahan-bahan itu. Demikian juga, kita harus mencari jiwa dan mengajar dan mementor jiwa-jiwa itu supaya mereka juga menjadi bagian dari RUmah Tuhann. Kalau itu terjadi, TUhan berjanji bahwa Dia akan menyatakan kemuliaanNya di tengah RumahNya.

Di bagian ini, TUhan juga memberi penjelasan tentang penyebab umatNya gagal dan tidak berhasil. Mereka hanya mencari dan sibuk dengan kepentingan dan utusan dirinya sendiri. Mereka berfokus kepada keperluan pribadi dan karena itu surga tidak dibuka. Akibatnya, hanya ada kekeringan dan kemandulan.

Segea saat mendengar Firman Tuhan itu, bupati yang bernama Zerubabel dan imam besar yang bernama Yosua bersama dengan seluruh umat menjadi takut kepada TUhan. pertobatan terjadi! Betapa pentingnya bahwa kita mendengarkan Firman Tuhan! Zerubabel dan Yosua dan selebihnya dari bangsa itu taat dan takut akan Tuhan. Itulah permulaan hikmat dan permulaan pengetahuan. Kiranya kita juga mau mendengar Firman TUhan dan menjadi takut akan Tuhan!

4. JANJI HADIRAT TUHAN (Hag 1:13-14)
Tuhan berjanji bahwa Dia akan menyertai mereka. Dengan janji itulah, mereka mulai membangun Rumah Tuhan. Yesus juga sudah berjanji bahwa Dia akan menyertai kita. Karean itu "Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman," (Mat 28:19-20). Kalau kita mulai membangun RUmah Tuhan dan terlibat dalam pekerjaanNya, ada jaminan bahwa Tuhan Yesus akan senantiasa menyertai kita!

5. RUMAH ALLAH AKAN DIBANGUN KEMBALI DAN MENJADI PENUH KEMULIAAN (Hagai 2:1-9)
Sewaktu umat Tuhan mulai membangun, ada di antara mereka yang kecewa. Mereka menganggap pembangunan itu tidak ada artinya, karena gedungnya tidak megah seperti Rumah TUhan yang dahulu dibangun Salomo. Bagi orang-orang tua yang masih ingat akan rumah Tuhan yang dibangun Salomo dahulu, jelas bahwa kemuliaan dan kemegahan gedung yang sedang mereka bangun kalah jauh. Namun, mereka disuruh untuk menguatkan hati karena sungguh Tuhan menyertai pembangunan Rumah TUhan itu!

Tuhan mengingatkan mereka tentang perjanjian waktu mereka keluar dari Mesir dan tentang ROh Allah yang tinggal di tengah-tengah mereka. Kalau kita juga ingat dasar kita, yaitu Firman dan Roh, kita juga tidak akan takut tetapi akan terus taat dan membangun RUmah Allah! Kita tidak akan kecewa tetapi kita akan berani percaya bahwa kemuliaan Allah akan nyata di tengah kita! Memang, akan ada masa keguncangan: langit, bumi, laut, darat, dan segala bangsa akan terguncang. Namun pada waktu itu Tuhan akan memenuhi RumahNya dengan kemuliaan. Salomo sudah membangun rumah Allah yang megah dan mulia, tetapi Rumah Allah yang dibangun oleh umat TUhan pada zaman Hagai akan lebih megah dan mulia, bukan karena gedungnya tetapi karena Yesus akan masuk ke dalamnya!

Mungkin keadaan kita mirip dengan gereja mula-mula dalam Kisah Rasul dan kita merasa kecewa. Namun, marilah kita ingat bahwa kepada kita Yesus akan kembali dan menyatakan diriNya dengan kemuliaan untuk kedua kalinya di antara kira (Ibr 9:28; 12:26-29). Tuhan mempunyai segala kekayaan. Dia sanggup untuk menggenapi perjanjianNya dan menyelesaikan pembangunan rumahNya. Di tengah dunia yang penuh perang, kebencian, kejahatan, dan kekacauan, rumahNya akan menjadi rumah yang penuh damai sejahtera! Kemuliaan Rumah Allah terakhir yang rohani juga akan jauh melebihi kemuliaan semua Rumah Allah bahkan gedung gereja yang pernah dibangun di bumi!

6. KEKUDUSAN YANG HARUS DIJAGA DARI KENAJISAN ( Hag 2:10-19)
Ada suatu prinsip yang perlu diingat di tengah-tengah pembangunan RUmah Tuhan, yaitu kekudusan harus benar-benar dijaga. Pesan yang pertama diberikan pada tanggal dua puluh empat pada bulan yang kesembilan di tahun yang kedua zmaan Darius merupakan pengajaran tentang dosa dan kebenaran. TUhan menyuarakan pertanyaan itu ditujukan kepada para imam: "Apakah sesuatu yang kudus sangup menguduskan hal yang najis?" Jawabannya jelas. Kalau yang kudus menyentuh sesuatu yang biasa atau yang haram atau yang najis, itu tidak mungkin menguduskannya! Justru yang kudus itu akan menjadi najis! Kekudusan harus dijaga dan dipertahankan agar tidak terkena/tercemar oleh yang najis. Dengan sangat jelas, kita dapat mengerti bahwa Rumah TUhan harus kudus dan semua di dalamnya dan yang berhubungan dengannya, harus kudus dan tetap kudus! Umat TUhan diperintahkan untuk memperhatikan hari itu. Sebelum pembangunan Rumah Allah, ada kekurangan, hama, penyakit, dan hujan batu. Dalam keadaan yang begitu menyedihkan dan menyusahkan itu, mereka tidak berbalik kepada TUhan. Namun, sejak hari itu, tanggal kedua puluh empat bulan kesembilan, dari saat mereka mulai membangun RUmah TUhan lagi dan dasarnya diletakkan, Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberi berkat. Saat mereka mulai membangun, mereka akan diberkati!

7. KEMENANGAN TERAKHIR (Hag 2:20-23)
Tuhan berfirman untuk kedua kalinya pada tanggal 24. Pesan yang kedua ini adalah pesan tentang keguncangan langit dan bumi (Ibr 12:26-29). Keguncangan akan terjadi dalam kerajaan dan bangsa-bangsa. Perang akan melanda di antara bangsa-bangsa. Dalam kitab Wahyu kita melihat penggenapan nubuatan itu dalam bentuk berbagai macam bencana yang akan menimpa bumi, termasuk perang, kelaparan, kebakaran, badai, gempa bumi.

Namun di tengah-tengah berita keguncangan itu, Tuhan memberi janjiNya kepada Zerubabel. Zerubabel berarti "tunas dari Babel", Zerubabel mewakili sisa orang yang kembali dan keluar dari Babel. Mereka, seperti Zerubabel, akan dimeteraikan oleh TUhan, dipilih Tuhan dan dilindungi Tuhan. Mereka akan menjadi meterai atau tanda kepada dunia, suatu perjanjian dan jaminan bahwa di tengah keguncangan dunia ini, di tengah badai hukuman yang pasti akan datang, Tuhan sendiri akan tetap memelihara umatNya, yaitu mereka yang percaya dan mengikutNya dengan setia.

2020-04-22T14:39:52+07:00