//Kitab Hosea

Kitab Hosea

* Hosea bernubuat tentang kedatangan Yesus. Matius 2:15 mengacu pada Hosea 11:1 dengan dikutip langsung, “Dari Mesir Kupanggil AnakKu.”

* Hosea bernubuat tentang bentuk Gereja dalam Hosea 2:23, yang dikutip dalam 1 Petrus 2:10: “Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

* Hosea juga membicarakan kebangkitan. Paulus mengutip Hosea 13:14 dalam 1 Korintus 15:54-55: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

 

Hosea adalah seorang nabi yang tinggal di Israel, yaitu kerajaan utara yang terdiri dari sepuluh suku yang juga disebut sebagai Efraim. Ibu kota kerajaan Israel itu adalah Samaria. Hanya ada dua nabi yang bernubuat di kerajaan utara, yaitu Hosea dan Yunus.

Hosea melayani selama pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda, yaitu Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkiaya, pada sekitar tahun 755-715 SM. Ini adalah masa yang sama dengan masa Yesaya dan Mikha. Kerajaan Israel dihancurkan oleh Asyur dan dibawa ke dalam tawanan pada tahun 722 SM . Mikha bernubuat di kerajaan utara (Israel) pada zaman menjelang kehancurannya. Dia memberi peringatan dan memanggil mereka kembali kepada Tuhan. Demikian juga, pada beberapa abad kemudian Yehezkiel dan Yeremia bernubuat di kerajaan selatan (Yehuda) pada saat bangsa Yehuda menjelang kehancuran.

Kitab Hosea adalah “usaha terakhir” untuk menyelamatkan Israel. Israel dituduh sebagai bangsa yang berdosa, menyembah berhala dan melakukan kejahatan dengan meninggalkan Tuhan.  Mereka dipanggil untuk bertobat.  Kalau tidak ada pertobatan akan ada hukuman berat tetapi kalau ada pertobatan mereka akan dipulihkan dan sungguh menjadi umat Tuhan yang diberkati. Panggilan akhir dari Tuhan yang membawa janji keselamatan ini pun diserukan kepada umatNya melalui Nabi Hosea.

 

Gambar Perkawinan Hosea: Pasal 1-3

Hosea disuruh Allah untuk mengawini seorang perempuan sundal. Perkawinan Hosea dengan Gomer, istri yang sundal itu, menggambarkan hubungan Tuhan dengan Israel yang tidak setia. Walaupun si istri tidak setia, Hosea tetap mengasihi istrinya sama seperti Tuhan tetap mengasihi Israel. Mereka dikaruniai tiga anak yang diberi nama yang bersifat profetis:

* Yizreel: “Allah mencerai-beraikan”

* Lo-Ruhama: “tidak dikasihi”

* Lo-Ami: “bukan umatKu”

Tiga anak itu adalah gambaran tentang apa yang akan terjadi kepada bangsa Israel. Israel akan dicerai-beraikan di antara bangsa-bangsa, sepertinya tidak dikasihi Tuhan, dan bukan lagi umat Tuhan.

Kemudian Gomer, istri Hosea, berzinah. Hasil zinahnya adalah dia menjadi seorang budak. Sewajarnya, tentu Hosea sakit hati, tetapi Tuhan memanggil Hosea untuk tetap mengasihinya. Karena itu, Hosea menerimanya lagi sebagai istri. Cerita itu menggambarkan kasih Tuhan kepada bangsa Israel yang meninggalkan Tuhan dan diperhambakan oleh dosa dan kejahatan. Namun, Tuhan mau membayar harga dan menebusnya. (Hos. 3)

 

Dosa, Hukuman, dan Pemulihan Israel: Pasal 4-14

Dosa bangsa Israel

Israel adalah seperti istri yang sundal. Dia melupakan Tuhan dan menyembah berhala, tidak setia, dan tanpa kasih. Kejahatannya termasuk mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, kekerasan, dan penumpahan darah (4:2). Yang paling parah, umat Tuhan tidak ada pengenalan akan Allah (4:6), tidak ada pengertian (4:14), dan dahsyat kejahatannya (10:15)! Bahkan, dosa ini nyata bukan saja di antara rakyat tetapi juga di tengah para imam dan keluarga raja. Ada roh perzinahan kecongkakan (5:4-6), mereka melangkahi perjanjian Allah dan berkhianat (6:7-11; 7:1-9), mereka mencari hubungan dengan Asyur (gambaran roh Antikristus) dan dengan Mesir (gambaran dunia) (7:11-16; 8:9), serta mereka penuh dengan kebohongan dan tipu (12:1). Mengerikan sekali!

Ada banyak gambar dalam nubuatan itu. Israel sebagai bangsa yang berdosa, dipersamakan dengan istri yang berzinah (2:2), dapur perapian yang menyala terus (7:4), roti bundar yang tidak dibalik (7:8), merpati tolol (7:11), kabut pagi, debu jerami yang diterbangkan badai, dan asap dari tingkap (13:3), bahkan anak yang tidak mau keluar dari kandungan ibunya (13:13). Namun dalam gambaran pemulihannya yang indah, dia juga dipersamakan dengan buah-buah anggur di padang gurun (9:10), pohon anggur yang riap tumbuhnya (10:1), seekor anak lembu yang terlatih (10:11), bunga bakung (14:5), dan pohon zaitun (14:6).

 

Hukuman diumumkan

Karena dosa dan kejahatan yang banyak itu, umat Tuhan akan dihukum dan dibinasakan. Negeri akan berkabung, penduduknya merana, binatang-binatang, burung-burung dan ikan-ikan akan mati lenyap (4:3). Pembinasa akan memakan habis mereka (5:7). Tuhan akan menjadi seperti singa yang menerkam dan akan membawa mereka lari (5:14). Akan ada serangan seperti rajawali atas mereka (8:1). Mereka akan menuai puting beliung (8:7). Mereka akan dimakan api (8:14). Hari-hari penghukuman dan pembalasan akan tiba (9:7)! Mereka akan mandul dan tidak akan ada buah, dan akan dihalau dari Rumah Tuhan menjadi penggembara di antara bangsa-bangsa (9:11-17). Mereka akan berkata kepada gunung-gunung, “Timbunilah kami!” (10:8). Tuhan akan menjadi seperti singa, macam tutul, beruang, dan binatang liar bagi mereka (13:7-8). Inilah gambaran yang sama dengan sosok binatang terakhir yang akan memerintah atas semua bangsa pada akhir zaman (Why. 13; Dan. 7). Hal ini menunjukkan bahwa kalau tidak ada pertobatan, Tuhan akan menyerahkan umatNya ke dalam tangan Antikristus.

Semua hukuman itu digenapi saat kerajaan utara yang terdiri dari sepuluh suku itu (yaitu kerajaan Israel atau Efraim) yang ibu kotanya adalah Samaria, dikalahkan oleh Asyur, dibawa dalam pembuangan pada tahun 722 SM dan tidak pernah lagi kembali ke tanah perjanjian.

 

Tuhan tetap memanggil Israel kembali kepadaNya.

Ada banyak seruan dari Tuhan. Tuhan selalu memanggil umatNya untuk berbalik kepadaNya. Sangkakala ditiup untuk memanggil mereka (5:8). Panggilan diserukan untuk mereka berbalik kepada Tuhan, untuk mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan (6:1-3). Mereka diperintahkan untuk menabur keadilan, membuka tanah baru, mencari Tuhan sampai Ia datang dan Ia menghujani mereka dengan keadilan atau kebenaran (10:12).  Tuhan memanggil mereka untuk bertobat dan berseru dalam pertobatan itu, “Ampunilah segala kesalahan” (14:1-2).

 

Gambaran kasih sayang Tuhan kepada umatNya

Tuhan berjanji bahwa akan ada “hari Yizreel”, ketika jumlah orang Israel “akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung” dan mereka akan disebut “Anak-anak Allah yang hidup.” Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu (1:10-11).

Hal itu digenapi dalam Perjanjian Baru saat umat Tuhan dipersatukan. Orang Yahudi dan non-Yahudi dipersatukan di bawah satu pemimpin, yaitu Kristus, sebagaimana ditafsirkan Paulus (Rm. 9:25) dan Petrus (1 Ptr. 2:10). Seperti banyak nubuatan lain, nubuatan itu mulai digenapi pada zaman rasul-rasul dan masih menunggu penggenapan penuhnya pada akhir zaman nanti.

Tuhan tetap mengasihi umatNya yang jahat itu. Hal itu digambarkan oleh nabi Hosea. Istrinya, Gomer, berzinah dan menjadi pelacur namun tetap dikasihinya. Hosea mencintai Gomer dan membeli dia bagi dirinya dengan membayar harga dengan perak dan jelai (3:2-3) Dua bahan itu, perak dan jelai, menggambarkan penebusan. Gomer ditebus, sama seperti Israel akan ditebus. Inilah gambaran tentang penebusan yang dibayar oleh Yesus di salib supaya Israel kembali kepada Tuhan. Di hari-hari yang terakhir ini, sepuluh suku itu yang sudah tersebar dan menghilang di antara bangsa-bangsa menggambarkan umat Tuhan yang berbalik kepada Tuhan dan kepada Raja di atas  segala raja yang duduk di atas tahta Daud, yaitu Tuhan Yesus Kristus (3:4-5).

Memang, bangsa Israel yang jasmani tidak bertobat. Mereka dihamburkan, dicerai-beraikan antara bangsa-bangsa dan kehilangan identitas. Mereka tersandung, jatuh, melanggar dan ditolak (Rm. 11:11-15). Walaupun demikian, karena itulah dunia dapat diperdamaikan dengan Allah (Rm. 11:15). Lewat penghamburan di antara bangsa-bangsa, justru bangsa-bangsa itu menjadi dapat diselamatkan pula.

 

Janji Pemulihan

Allah berjanji bahwa Israel akan dipulihkan. Mereka akan dibawa ke lembah Akhor, pintu pengharapan. Di situlah Israel akan menyanyi, dan menjadi istri atau pengantin perempuan Tuhan dan akan masuk dalam perjanjian perkawinan dengan Tuhan yang kekal (2:14-20). Negeri Israel akan penuh dengan gandum, anggur dan minyak. KemurahanNya akan melimpah (2:22-3). Tuhan akan menyembuhkan, menghidupkan, dan membangkitkan umatNya untuk hidup kembali di hadapanNya. Dia akan datang sebagai fajar dan hujan pada akhir musim (6:1-3). Tuhan akan mengaum seperti singa dan anak-anakNya akan datang dari barat, dari Mesir , dari Asyur. Mereka akan menempati rumah-rumahnya (11:10-11). Semuanya ini digambarkan dan dibayangkan dalam masa hari raya Pondok Daun (12:9). Murka Allah akan surut. Tuhan akan datang seperti embun. Israel akan bertumbuh dengan akar dan ranting dan berbau harum. Mereka akan kembali kepada Tuhan dan mendapat buah (14:4-8). Suatu pemulihan yang indah dan sempurna!

Akhirnya, Hosea memberi kesimpulan. Orang yang bijaksana dan paham akan mengetahui jalan-jalan Tuhan yang lurus. Orang yang benar akan menempuhnya, dan orang yang memberontak akan tergelincir.

Marilah kita menjadi orang bijaksana yang hidup berdasarkan Firman Tuhan! Marilah kita selalu “mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (6:3). Walaupun Hosea bernubuat 2.700 tahun yang lalu, pesannya ini tetap sangat penting dan bermakna bagi kita yang hidup pada akhir zaman ini.

2020-04-22T14:33:55+07:00