//Kitab II Raja-raja

Kitab II Raja-raja

Kitab Raja-raja yang kedua dimulai dengan konfrontasi antara Elia dan raja Israel yang bernama Ahazia. Sesudah itu, Elia menyelesaikan pelayanan di bumi. Elia memerintahkan Elisa untuk tinggal di Betel, sedangkan ia sendiri akan berjalan ke Yerikho. Elisa tidak mau tinggal. Dengan keteguhan hati, ia tetap mengikut Elia dari Betel ke Yerikho sampai ke Sungai Yordan. Walaupun selalu disuruh kembali, ia tetap berkata, “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Walaupun juga ada rombongan para nabi yang berusaha melemahkan semangatnya, Elisa tetap mengikut Elia, termasuk hadir dan menyaksikan saat pengangkatan Elia dalam kereta berapi dengan kuda berapi dalam angin badai. Karena keteguhan dan kesetiaannya itulah, ia menerima dua bagian dari roh Elia dan jubah Elia jatuh kepadanya. Ini terbukti karena meski Elia melakukan tujuh mujizat tetapi Elisa tercatat melakukan 14 mujizat (2 Raj. 1-2).
Beberapa di antara mujizat yang dilakukannya itu adalah peristiwa di mana air yang tidak baik disehatkan dengan garam (1 Raj. 2:19-22), multiplikasi minyak untuk seorang janda (2 Raj. 4:1-7), kebangkitan anak perempuan Sunem (2 Raj. 4:8-37), kuali masakan beracun yang disehatkan (2 Raj. 4:38-41), multiplikasi makanan kepada seratus orang (2 Raj. 4:42-44), penyembuhan Naaman dari sakit kusta (2 Raj. 5), kapak yang timbul mengapung (2 Raj. 6:1-7), dan tentara Siria yang dibutakan (2 Raj. 6:8-23).
Bagaimana dengan dampak dari apa yang Elisa lakukan? Sebagai hasil dari pelayanan Elisa, tercatat bahwa Israel mendapat kemenangan atas Siria (2 Raj. 6:24-7:20) dan perempuan yang anaknya dihidupkan kembali menerima keadilan sampai segala hak miliknya dikembalikan kepadanya.

Pembalasan Kejahatan Raja Ahab – 2 Raj. 9-10
Pelayanan Elia terjadi dalam zaman pemerintahan Yoram, anak Ahab, atas Israel. Elisa menyuruh seorang nabi untuk mengurapi Yehu sebagai raja Israel untuk mengganti Yoram. Yehu diangkat untuk membalaskan segala kejahatan Ahab. Yehu membunuh Ahazia, raja Yehuda. Ia membunuh Izebel, isteri Ahab, sampai genap nubuatan Elia bahwa anjing akan makan daging tubuh Izebel dan mayatnya akan terhampar seperti pupuk (2 Raj. 9:30-37). Raja Yehu juga memerintahkan supaya 70 anak Ahab semua dibunuh. Kepala-kepalanya dipotong dan ditaruh ke dalam keranjang. Semua orang yang tinggal dari raja Ahab dibunuh. Bukan hanya itu, Yehu juga membinasakan semua orang yang beribadah kepada Baal dan merobohkan rumah Baal sampai penyembahan Baal punah di Israel. Sepertinya Yehu berhasil membela nama Tuhan dan membawa pembalasan kepada orang yang jahat. Namun walau demikian, Yehu sendiri tetap menyembah anak-anak lembu emas yang ada di Betel dan Dan, dan ia tetap hidup dalam dosa. Meskipun dipakai Tuhan, ia sendiri ternyata tidak hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan. Hal itu menjadi peringatan bagi kita yang melayani Tuhan di masa kini (2 Raj. 10:8-36).

Raja-raja Kerajaan Yehuda yang baik dan yang jahat – 2 Raj. 11-12
Sesudah kematian raja Yehu, Atalya, ibu Ahazia, bermaksud membunuh semua keturunan raja. Semua dibunuh kecuali Yoas, kemudian Atalya mengambil alih dan memerintah selama enam tahun sebagai Ratu yang jahat, tetapi akhirnya dia juga dibunuh dan Yoas menggantikannya (2 Raj. 11).
Yoas adalah raja yang baik. Ia memberi perintah supaya bait Allah diperbaiki. Ia mengumpulkan uang dari masyarakat supaya bait Allah dapat diperbaiki (2 Raj. 12).
Raja-raja Kerajaan Israel yang semuanya jahat – 2 Raj. 13-16
Sebaliknya, raja-raja dari Kerajaan Israel semua melakukan apa yang jahat. Raja Yoahas karena kejahatannya diserahkan ke dalam tangan Hazael, raja Aram, dan anaknya, Ben Hadad. Walaupun kemudian ia memohon belas kasihan Tuhan dan dilepaskan, ternyata ia tetap menyembah berhala. Sesudah kematiannya, Yoas anaknya, pun tetap berbuat jahat.
Dalam masa pemerintahannya, Elisa sudah wafat (2 Raj. 13). Mujizat terakhir dalam pelayanan Elisa terjadi saat mayat yang dicampakkan ke dalam kuburnya dan terkena tulang-tulangnya langsung menjadi hidup kembali dan bangkit berdiri (2 Raj. 15:20-21).
Di masa hidupnya, walaupun Elisa sudah menyampaikan Firman Tuhan dan melakukan banyak mujizat, ternyata semua raja di Israel tetap jahat. Amazia tidak mau mendengarkan Firman Tuhan. Yerobeam II yang memerintah di Israel juga berbuat jahat. Azarya berbuat baik namun tetap mengizinkan penyembahan berhala di bukit-bukit pengorbanan dan sebagai akibatnya ia menjadi sakit kusta sampai kematiannya. Zakharia juga berbuat jahat dan dibunuh. Shallum juga dibunuh. Menahem melakukan kejahatan, dan sesudahnya Pekahya dan Pekah pun melakukan yang sama (2 Raj. 14-15). Demikianlah semuanya berbuat jahat.

Pembuangan Kerajaan Israel ke Asyur – 2 Raj. 17
Raja terakhir dari Kerajaan Israel adalah Hosea. Ia juga melakukan yang jahat dan akhirnya seluruh kerajaan itu masuk dalam pembuangan ke Asyur. Mengapa? Mereka semua sudah berdosa kepada Tuhan, menyembah allah lain, hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa Kanaan (kafir), menjalankan hal-hal yang tidak patut terhadap Tuhan dan mendirikan bukit-bukit pengorbanan, tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala lalu beribadah kepada berhala-berhala itu. Walaupun nabi-nabi datang kepada mereka dan memanggil mereka untuk bertobat, mereka tidak mau mendengarkan. Mereka menegarkan tengkuknya, tidak percaya kepada Tuhan, menolak ketetapanya dan mengikut dewa bangsa-bangsa lain. Tuhan akhirnya menolak keturunan Israel dan menyerahkan mereka ke dalam tangan Asyur dan menjauhkan orang Israel dari hadapanNya.
Asyur sudah membawa orang dari daerah Babel dan menggantikan orang Israel hingga mereka menduduki Samaria. Sayangnya, orang-orang itu tetap berbuat sesuai dengan adat yang dahulu dan tidak berbakti kepada Tuhan dan tidak berbuat sesuai dengan hukumnya (2 Raj. 17).

Pemerintahan Raja Hizkia – 2 Raj. 18-20
Sebelum Kerajaan Israel dibuang, Hizkia menjadi raja di Yehuda. Ia adalah raja yang benar yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan, meremukkan tugu berhala, menebang tiang-tiang berhala dan menghancurkan ular tembaga dari zaman Musa yang sudah dijadikan berhala.
Hizkia percaya dan berpaut kepada Tuhan dan berpegang kepada FirmanNya. Karena itu, Tuhan menyertainya hingga ia dapat mengalahkan orang Filistin dan dibebaskan dari orang Asyur tetapi pada zaman itu Kerajaan Israel diserang, dikepung, direbut Asyur dan dibawa dalam pembuangan.
Sepuluh tahun kemudian dari pembuangan Israel ke Asyur, raja Asyur menyerang Yehuda dan Yerusalem. Asyur mengancam dan menentang raja Hizkia dengan berkata “Kepercayaan macam apakah yang kau pegang ini?” Hizkia memanggil nabi Yesaya yang bernubuat akan kehancuran raja Asyur itu. Perhatikan bahwa nabi Yesaya banyak bernubuat tentang kebinasaan atas Asyur dan kepastian keselamatan Yehuda. Waktu Hizkia jatuh sakit nabi Yesaya berdoa baginya dan hidupnya ditambahkan limabelas tahun. (2 Raj. 18-20).

Raja-raja Yehuda yang terakhir – 2 Raj. 21-23
Kerajaan Yehuda masih tetap jatuh dalam dosa. Manasye adalah seorang raja jahat. Ia melakukan perbuatan keji dengan mendirikan bukit-bukit pengorbanan, membangun mezbah untuk Baal dan sujud menyembah serta beribadah kepada segenap tentara langit bahkan membangun mezbah dan patung Asyerah di rumah Tuhan. Ia juga melakukan ramal dan okultisme. Karena itu, Tuhan berfirman bahwa Ia akan mendatangkan malapetaka atas Yerusalem dan Yehuda dan akan menyerahkan mereka ke dalam tangan musuhnya (2 Raj. 21).
Sesudah itu, Manasye digantikan oleh anaknya, Amon, yang juga meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Kemudian raja berikutnya yang bernama Yosia, melakukan apa yang benar. Ia memperbaiki kerusakan rumah Tuhan dan saat mendengar Firman Tuhan dibacakan, ia merendahkan diri dan menangis di hadapan Tuhan dalam penyesalan dan pertobatannya (2 Raj. 22). Yosia kemudian mengumpulkan semua tua-tua, membaca Firman dan mengadakan perjanjian untuk hidup dengan menuruti perintah peraturan dan ketetapan Tuhan. Semua berhala dibakar, para imam dewa diberhentikan, lalu mezbah berhala dan kuil di bukit-bukit pengorbanan dihancurkan. Ia memerintahkan kepada bangsa Yahudi untuk merayakan Paskah. Namun murka Allah tetap menyala, karena raja-raja berikutnya setelah Yosia tetap berbuat jahat. Yoahas berbuat jahat dan dibawa Firaun ke Mesir. Yoyakim juga melakukan yang jahat (2 Raj. 23).

Pembuangan Kerajaan Yehuda ke Babel – 2 Raj. 24-25
Pada zamannya, muncullah kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai rajanya. Juga ada gerombolan-gerombolan dari Kasdim, Aram, Moab dan Amon yang melawan Yehuda untuk membinasakannya sesuai dengan Firman Tuhan dengan perantaraan para nabi. Karena segala dosanya, Kerajaan Yehuda juga dibawa ke dalam pembuangan seperti Kerajaan Israel.
Raja Yoyakim menjadi takluk di bawah raja Babel selama tiga tahun. Dalam zaman anaknya, Yoyakhin, Yerusalem diserang dan dikepung. Yoyakhin ditangkap dan perbendaharaan rumah Tuhan dan istana dikeluarkan. Juga, banyak dari penduduk Yerusalem diangkat ke dalam pembuangan, termasuk Raja dan keluarganya.
Dalam zaman Zedekia, raja terakhir atas Kerajaan Yehuda, Yerusalem diserang lagi dan dikepung. Zedekia ditangkap dan dibawa ke Babel. Bait Suci dibakar dengan api dan sisa penduduk Yerusalem diangkat ke dalam pembuangan dari tanahnya. Demikianlah Yehuda masuk dalam pembuangan selama tujuh puluh tahun karena segala dosanya (2 Raj. 24).
Demikianlah kitab 2 Raja-raja menyelesaikan kisah sejarah kedua kerajaan, yaitu Israel dan Yehuda. Di dalam seluruh sejarah itu, ada banyak pelajaran bagi kita. Kita menyaksikan kebenaran yang dikatakan oleh Raja Salomo, “Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.” (Ams. 14:34). Dosa membawa dua kerajaan, baik Kerajaan Israel maupun Kerajaan Yehuda, kepada kehancuran. Betapa menyedihkan akibat dari dosa!

2020-04-22T14:25:48+07:00