//Kitab Maleakhi

Kitab Maleakhi

Pesan dalam kitab Maleakhi adalah “ucapan Allah” atau “beban”, sama seperti dalam kitab Yesaya, Habakuk, Amos, dan Zakharia. Dalam Perjanjian Baru, banyak bagian mengacu kepada ayat-ayat dari kitab Maleakhi: Matius 11:10; Matius 17:10, 12; Markus 1:2; Markus 9:11, Markus 9:12; Lukas 1:17; Lukas 1:76; Yohanes 1:21; Roma 9:13.

Pada zaman Maleakhi, terjadi masalah di antara para imam. Mereka sudah meninggalkan jalan Tuhan tetapi mereka tidak sadar akan masalah itu. Berulang kali dalam kitab itu Tuhan menegur mereka, tetapi mereka selalu melawan Firman-Nya. Padahal, Tuhan memperhatikan. Ucapan inilah yang berulang kali disebut dalam kitab Maleakhi: “Tetapi kamu berkata…”. Mari kita pelajari pesan dan tuduhan pesan ini terhadap para imam.

1. Meragukan Kasih Allah: Maleakhi 1:1-5
“Tetapi kamu berkata "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?"

Dosa pertama dari para imam adalah meragukan kasih Allah. Tuhan mengasihi Yakub tetapi membenci Esau. Yakub dikasihi karena dia menghargai hak kesulungan dan hubungannya dengan Tuhan. Esau dibenci karena dia adalah seorang yang menyimpan akar pahit, yang cabul, yang hidup menurut hawa nafsunya dan menjual hak kesulungannya (Ibr.12:15-17). Esau dan keturunannya, Edom, dihukum. Hal yang terpenting dalam hidup kita adalah iman kita kepada kasih Tuhan! Dari ayat-ayat ini, kita melihat betapa pentingnya untuk kita sungguh percaya kepada kasih Kristus dan kita tidak mengizinkan akar pahit, percabulan, atau hawa nafsu menyebabkan kita tidak menghargai kasih Allah yang sebegitu besar. Betapa pentingnya bahwa kita tidak menjual hak kesulungan!

2. Menghina Nama Allah: Maleakhi 1:6-10
“Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?’"

Para imam ditantang. Hubungan terpenting adalah hubungan pribadi dengan Tuhan dan menghormati Dia sebagai Tuhan dan Bapa. Bagaimana mereka justru menghina nama Tuhan? Mereka membawa korban yang cemar, cacat, dan tidak layak! Kita pun adalah imam, dan tubuh kita adalah korban, yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan sebagai korban yang kudus (Roma 12:1). Bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita membawa korban yang cacat? Apakah kita takut kepada Tuhan?

Di bagian ini, para imam bertanya bagaimana mereka membawa roti cemar? Tuhan menjawab bahwa mereka mengikuti semua aturan agama dan mengadakan kebaktian yang dianggap baik oleh mereka sendiri, tetapi ternyata mereka tidak membawa korban yang terbaik melainkan yang kurang baik, yaitu yang buta, timpang, dan sakit. Kita juga perlu belajar memberi yang terbaik kepada Tuhan dalam segala pelayanan kita. Kalau tidak, Tuhan akan menolak pelayanan dan persembahan kita (baca juga Yesaya 4:10-16).

Nubuatan profetik pertama bahwa bangsa-bangsa akan dikumpulkan dan diselamatkan: Maleakhi 1:11-14

Mengapa ditegaskan kepada para imam bahwa mereka harus percaya kepada kasih Allah dan mempersembahkan korban yang kudus kepada-Nya? Karena mereka sebenarnya harus menjadi terang kepada bangsa-bangsa! Nama Tuhan akan dipuji di seluruh bumi, dari terbitnya sampai terbenamnya matahari. Para imam ini menajiskan korban dan perjamuan Tuhan yang harus kudus, maka kutuk turun atas mereka yang hidupnya dan persembahannya cacat. Para imam mengalami kutuk ini karena sebenarnya mereka harus menjadi teladan dan contoh, bukan hanya kepada bangsanya sendiri tetapi juga kepada bangsa-bangsa. Ini menunjukkan prinsip bahwa Tuhan akan menjadi Raja besar atas semesta alam dan semua bangsa, bukan hanya atas Israel saja.

3. Merusakkan Perjanjian Allah: Maleakhi 2:1-13

Pesan ini ditujukan khusus kepada para imam. Kita semua adalah imam Allah. Israel sudah diberi kesempatan menjadi bangsa imam dan kerajaan yang kudus tetapi mereka menolaknya, sehingga hanya satu sukulah yang dijadikan imam, yaitu suku Lewi (Kel. 19: 1-6). Yesus datang sebagai Imam Allah menurut Peraturan Melkisedek dan setiap orang percaya dipanggil menjadi imam dan raja, menjadi bangsa yang kudus (1 Ptr. 2:9). Karena itulah, kita semua harus memperhatikan pesan dan nasihat ini.

Para imam dipanggil untuk menghormati nama Tuhan. Mereka sebenarnya akan diberkati, tetapi berkat itu diganti menjadi kutuk karena mereka tidak memperhatikan Tuhan. Hukuman akan dicurahkan atas tubuh mereka dan atas perayaan mereka. Tuhan sudah mengadakan perjanjian dengan suku Lewi. Dari pihak Tuhan, Dia akan memberi kehidupan dan kesejahteraan serta menuntut supaya mereka takut dan gentar pada nama-Nya. Para imam harus mengajarkan yang benar tanpa kecurangan, melainkan dengan penuh kejujuran dan memanggil orang untuk bertobat dari kesalahan/dosa. Inilah tugas para imam. Inilah tugas kita sebagai hamba Tuhan. Seperti imam, kita harus memelihara pengetahuan dan memberikan pengajaran kebenaran, karena kita juga adalah utusan Tuhan.

Sayangnya, para imam menyimpang dari jalan Tuhan, memandang bulu, dan menyebabkan orang menjadi murtad. Perjanjian Tuhan dengan Lewi dirusak. Mereka tidak setia! Perjanjian itu hancur. Dasar hubungan kita dengan Allah ialah kebenaran bahwa Dia adalah Bapa bagi semuanya! Dia adalah Pencipta semuanya! Kalau kita saling mengkhianati, pengkhianatan itu akan menjasikan perjanjian Allah. Yehuda dan Israel telah gagal. Mereka mengikut allah asing. Memang, mereka menyesal waktu ditangkap, menangis dan merintih, tetapi perjanjian itu sudah telanjur dinajiskan!

4. Tidak setia dan menghancurkan perkawinan: Maleakhi 2:14-17

Para imam bertanya lagi, “Oleh karena apa?” Tuhan menuduh bahwa mereka tidak setia dalam perkawinan. Perkawinan adalah dasar kehidupan manusia. Sejak permulaan, Tuhan menjadikan laki-laki dan perempuan supaya mereka menikah, menjadi seorang suami dan seorang isteri yang satu daging dan menghasilkan keturunan yang kudus, yaitu “keturunan ilahi”. Rencana asli Tuhan adalah bahwa seorang suami dan seorang isteri menjadi teman sekutu, bahwa mereka diikat dengan perjanjian. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya perkawinan dalam kekekalan! Betapa penting kita menjaga kekudusan dan kesetiaan dalam perkawinan! Betapa pentingnya bahwa tidak ada kekerasan! Tuhan membenci perceraian! Perceraian adalah pengkhianatan terhadap perjanjian! Para imam suku Lewi diberi peringatan itu, dan peringatan itu juga berlaku bagi kita yang hidup di zaman akhir ini!

5. Menyusahi Tuhan dan melawan kebenaran Allah: Maleakhi 2:17
“Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?’"

Tuhan menuduh para imam bahwa mereka menyusahi Dia. Mereka menyebut yang jahat “baik” dan yang baik “jahat”. Para imam berkenan akan orang yang melakukan kejahatan. Pada zaman ini pun demikian, banyak pendeta dalam berbagai gereja yang menyatakan bahwa imoralitas seksual seperti homoseksualitas, lesbianisme, dan transgenderisme, yaitu LGBT, adalah hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan, bahkan karya ciptaan Tuhan sendiri. Pendeta-pendeta ini bahkan melakukannya sendiri dan setuju dengan mereka yang melakukannya (lihat Roma 1:18-23). Semua hal itu menyusahkan hati Tuhan. Bandingkan fenomena ini dengan Lot yang hidup di Sodom dan disusahkan setiap hari oleh perbuatan jahat orang Sodom. Lot “terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja,” (2 Ptr. 2:7).

Nubuatan profetik kedua tentang kedatangan Utusan Tuhan yang pertama: Maleakhi 3:1-6

Dinubuatkan kemudian bahwa Tuhan sendiri akan datang kepada umat-Nya. Sebelum kedatanganan-Nya pertama kali, Yohanes Pembaptis diutus menggenapi nubuatan itu. Yohanes adalah utusan Tuhan yang mempersiapkan jalan di hadapan Tuhan, yaitu Yesus Kristus (Luk. 1:17). Yesus datang dan dengan mendadak masuk ke dalam bait-Nya untuk pertama kali secara fisik pada 2000 tahun yang lalu (Mat. 21:8-15; Yoh. 2:14-15).

Selanjutnya, Dia akan datang lagi kepada bait-Nya, yang adalah tubuh-Nya dan pengantin perempuan-Nya. Malaikat Perjanjian itu adalah Yesus, yang datang untuk menggenapi perjanjian Allah dengan Abraham dan Daud. Pada hari Dia datang kepada umat-nya, Dia akan muncul dengan cara yang sama seperti saat Dia muncul kepada Rasul Yohanes dengan mata yang berapi-api, dengan pedang yang bernyala-nyala dan dengan kaki yang mengilap seperti tembaga membara di dalam perapian (Why. 1:13-18). Hukuman akan dimulai di Rumah Tuhan (1 Ptr. 4:17). Tuhan akan memurnikan dan menyempurnakan Gereja-Nya. Dia akan menyucikannya seperti memurnikan emas dan perak. Gereja pada waktu itu akan menyenangkan hati Tuhan, dan segala orang yang berdosa, yaitu
“tukang-tukang sihir, orang-orang yang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta, orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan orang-orang yang mendesak ke samping orang asing dengan tidak takut kepada Tuhan” akan disingkirkan dari antara umat-Nya. Siapakah yang dapat tahan? Saat itulah, Gereja Tuhan Yesus Kristus akan dijadikan cemerlang tanpa cacat atau cela (Ef. 5:26).

6. Tidak mau kembali kepada Tuhan dan melawan pertobatan: Maleakhi 3:7
“Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?’"

Sejarah Israel adalah sejarah penyimpangan dari ketetapan dan perintah Tuhan. Sejarah Israel adalah sejarah ketidaktaatan. Namun di tengah-tengah ketidaktaatan itu, Tuhan tetap memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya. Yesus datang dengan berita pertobatan saat Dia memulai pelayanan-Nya di bumi. Pesan terakhir Yesus kepada Rasul Yohanes di Perjanjian Baru (kitab Wahyu) untuk disampaikan kepada semua jemaat adalah juga hal yang sama, “Bertobatlah!” Pada zaman Maleakhi, panggilan itu ditolak. Bagaimana pada zaman ini? Apakah kita sebagai umat Tuhan menolak pesan pertobatan?

7. Menipu Allah, yaitu melawan hak dan ketentuan Allah: Maleakhi 3:8-12
“Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?’"

Perpuluhan dan persembahan adalah wujud ketaatan kita kepada Tuhan dan pengakuan bahwa Tuhan memiliki segalanya. Umat Tuhan disuruh mengembalikan sepersepuluh dari berkat yang diterima dan memberikan persembahan. Tanpa ketaatan dalam perintah ini, ada kutuk yang akan turun. Persepuluhan itu dimaksudkan untuk persediaan makanan di Rumah Tuhan. Mekanisme ilahinya adalah kita memberi kepada Tuhan dan Tuhan akan memberi kembali. Kita melayani Tuhan dan Tuhan melayani kita. Semua umat Tuhan, termasuk para imam, harus membawa perpuluhan. Kalau tidak, itu berarti menipu atau mencuri dari Tuhan, dan akibatnya adalah kutuk dan kerugian. Dalam hal ini, Tuhan menantang supaya kita menguji Dia dan tetap taat kepada Dia. Janji-Nya adalah sebagai hasilnya tingkap surga akan dibuka dan berkat luar biasa akan turun atas kita. Sekali lagi, ini bukan hanya janji bagi Israel tetapi juga untuk bangsa-bangsa, karena mereka akan menyaksikan berkat Tuhan dan mengakui Dia adalah Tuhan semesta alam.

8. Bicara kurang ajar dan melawan karakter Allah: Maleakhi 3:13-18
“Tetapi kamu berkata: ‘Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?’"

Para imam sudah begitu jauh dari Tuhan sampai mereka berkata “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah.” Mereka merasa tidak berguna lagi menaati Tuhan dan percuma saja hidup dalam pertobatan. Itulah sebabnya mereka berkata bahwa orang jahat berbahagia dan luput dari hukuman. Para imam hidup begitu jauh dari Tuhan, mereka tidak lagi mengenal tabiat Dia dan berbalik menyalahkan karakter Allah. Mereka sudah bergabung dengan lawan-lawan Allah. Betapa dalamnya mereka telah jatuh!

Orang yang takut akan Tuhan dan menghormati nama-Nya hidup dengan berbeda sekali. Nama mereka dicacat dalam kitab Tuhan. Mereka akan menjadi milik kesayangan Tuhan, dan akan dikasihi sebagai anak-anak-Nya.

Perhatikan nubuatan Maleakhi. “Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya,” (Mal. 3:18). Hal itu baru menjadi jelas nanti menjelang kedatangan Tuhan, pada saat gandum dan lalang dipisahkan (Mat. 13:30). Hal ini akan menjadi jelas pada saat pukat kerajaan Allah penuh dan ikan-ikan yang baik dan ikan-ikan yang tidak baik dipisahkan (Mat. 13:47-51). Ini seperti ketika Yesus berkata, “Mengertikah kamu akan semuanya itu?”

Nubuatan profetik ketiga tentang hari kedatangan kedua dalam kemurkaan: Maleakhi 4:1-3

Hari kedatangan Tuhan adalah hari ketika Tuhan datang dengan api untuk menghukum semua manusia. Orang yang benar yang seperti emas dan perak sudah dimurnikan oleh api (Mal. 3:1-3). Sekarang giliran orang fasik untuk menghadapi api. Mereka akan dibakar habis seperti jerami (Mal. 4:1). Untuk orang kudus, Tuhan akan datang sebagai matahari yang membawa kesembuhan. Orang benar akan menang dan mengalahkan segala pekerjaan Iblis, sebagaimana dikatakan dalam Roma 16:20, “Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu.” Kemenangan orang kudus atas Iblis akan pasti terjadi! Yesus akan datang kembali dengan semua orang kudus untuk menghancurkan Iblis dan semua pengikutnya (Yud. 1:14-15; Why. 19:11-21).

Nubuatan profetik keempat tentang kedatangan Musa dan Elia: Maleakhi 4:4-6

Alkitab berakhir dengan dua peringatan. Yang pertama, kita diingatkan akan akan hukum Taurat yang diberikan kepada Musa. Kebenaran Firman Allah harus selalu diingat, dipegang, dan diperjuangkan. Yang kedua, kita diberi tahu bahwa Elia akan diutus untuk datang menjelang hari Tuhan. Elia adalah wakil segala nabi. Tugasnya adalah “membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.” Yesus sendiri menjelaskan bahwa Elia adalah Yohanes Pembaptis yang datang kepada orang Yahudi (Mat. 11:14; 17:12; Luk. 1:17).

Perlu kita simak bahwa ternyata pada kedatangan Yesus pertama kali, Elia dan Musa datang sebagai saksi kemuliaan Yesus (Mat. 17:3). Ternyata pula, Elia dan Musa akan datang lagi pada akhir zaman, menjelang hari Tuhan, untuk mengambil bagian dalam mencurahkan murka Allah atas semua orang yang menolak kesaksian Taurat dan para nabi dan Injil Tuhan Yesus Kristus (Why. 11:1-12). Kiranya kita, para imam Tuhan, memperhatikan dan menaati segala perkataan para nabi yang ditulis secara khusus bagi kita yang hidup pada akhir zaman ini!

2020-04-22T14:39:52+07:00