//Kitab Mazmur : Kumpulan Tulisan Nubuatan

Kitab Mazmur : Kumpulan Tulisan Nubuatan

 

Mazmur 2: Tentang Yesus sebagai Anak Allah
Mazmur 2 ini disebut secara khusus di dalam Perjanjian Baru, pada kitab Kisah Para Rasul. “Telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: AnakKu Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.” [Kis. 13:33]. Mazmur 2:7 juga dikutip di dalam Ibrani 1:5, yang menjelaskan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang lahir dari Bapa dan jauh lebih mulia daripada malaikat yang diciptakan.

 

Mazmur 8: Tentang Yesus sebagai Allah dan Manusia
Mazmur 8:3 berkata, “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawanMu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.” Yesus menggunakan ayat ini di dalam Matius 21:15-16, ketika pemimpin agama ingin menghentikan anak-anak dari memuji dan menyanyi bagiNya. Selanjutnya, Mazmur 8:5-7 pun berkata, “Kristus raja atas semesta alam. Yesus adalah manusia dan Yesus adalah Allah.  Dia direndahkan dan ditinggikan. Dia memiliki segala kemuliaan dan kuasa di langit dan di bumi.” Ibrani 2:6-11 dan 2:8 meneguhkan hal ini dengan menyebutkan bahwa Yesus mewakili manusia dan kepadaNya diberikan segala kuasa.

 

Mazmur 16: Tentang Yesus dibangkitkan
“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan.” pada Mazmur 16:10 digunakan oleh Petrus dan Paulus untuk menjelaskan kebangkitan Yesus Kristus (Kis 2:25-31, 13:25, 15:12-17). Karena itu, jelas terlihat bahwa mazmur ini menubuatkan kebangkitan Yesus dari kematian.

 

Mazmur 22: Tentang Yesus yang disalibkan
Mazmur ini adalah mazmur mesianik, yang mengandung banyak nubuatan dan penjelasan tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Seringkali, mazmur di pasal ini ini dikutip di dalam Perjanjian Baru.

Mazmur 22:2 menubuatkan tentang Yesus yang tergantung di salib yang berseru kepada BapaNya, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”, yang artinya: “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Kata ini memang kemudian diucapkan oleh Yesus pada situasi itu (Mat. 27:46). Dalam mazmur itu, kita melihat penderitaan Yesus. Walaupun Daudlah yang mengucapkan kata-kata ini, perkataan Daud itu menjadi profetis dan merujuk kepada Yesus yang akan datang sebagai Mesias yang menderita demi keselamatan umatNya.

Selanjutnya, Mazmur 22:8-9 berbicara tentang seseorang yang dicela dan dihina oleh orang banyak. Semua yang melihatnya mengolok-olok dia dan menggeleng-geleng kepala mereka. Sekali lagi, Daud merujuk kepada keadaan Yesus di atas salib. Yesus diejek oleh musuh-musuhnya saat tergantung di kayu salib. Orang-orang yang lewat menghujat Dia sambil menggeleng-gelengkan kepala. Peristiwa ini tercatat pada Matius 27:39.

Mazmur 22:12-13 menunjukkan bahwa “dia” dikelilingi musuhnya yang lebih berkuasa daripadanya, yang disebut “lembu Bashan”, yaitu gambaran tentang Yesus yang dikelilingi para imam besar dan ahli taurat.

Mazmur 22:15 merujuk kepada peristiwa saat di kayu salib, ketika Yesus mengalami penderitaan, kelemahan dan kehausan. “Lidahku melekat pada langit-langit mulutku.” Yohanes 19:28 membuktikan hal ini, bahwa Yesus merasa haus.

Mazmur 22:17 dan Yohanes 20:27 pun menunjukkan hal yang sama: “Mereka menusuk tangan dan kakiku.” dan peristiwa di atas salib, saat tangan dan kaki Yesus ditusuk.

Mazmur 22:19, Matius 27:35, serta Yohanes 19:23-24 pun menyebutkan hal yang sama, bahwa pakaian Yesus dibagi-bagikan dengan membuang undi.

Bahkan, Mazmur 22:23 mengajarkan bahwa Yesus adalah saudara dari semua anggota GerejaNya, yaitu kita dijadikan anak-anak Allah bersama Yesus. Nubuatan ini diterangkan kembali di dalam kitab Ibrani, bahwa Yesus menyanyi di tengah saudara-saudaranya, yaitu Gereja (Ibr. 2:12).

Keseluruhan Mazmur 22 menyebutkan banyak sekali “gambar” profetis yang digenapi saat Yesus disalibkan.

 

Mazmur 34: Tentang Yesus saat tergantung di atas salib

Mazmur 34:21 berkata, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.” Ayat itu menjelaskan apa terjadi kepada Yesus. Biasanya menurut cara penyaliban pada zaman itu, tulang orang yang disalibkan akan dipatahkan, tetapi tidak ada tulang Yesus yang dipatahkan (Yoh. 19:31-37).

 

Mazmur 35: Tentang Yesus yang dituduh oleh saksi palsu

Mazmur 35:11 diteguhkan oleh Matius 26:60 dan Markus 14:57, “Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri.” Di dalam kedua kisah di Perjanjian Baru itu, saksi-saksi palsu mengucapkan tuduhan palsu terhadap Yesus.

 

Mazmur 40:6-8: Tentang Yesus yang taat dan mengorbankan tubuhNya

Mazmur 40:7-9 menunjukkan bahwa ketaatan Yesus kepada BapaNya, saat Yesus sendiri menjadi korban yang satu-satunya untuk dosa, “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendakMu, ya AllahKu.” Paulus kemudian mengutip perkataan Daud ini untuk menjelaskan ketaatan Yesus kepada Bapa di Ibrani 10:5-7.

 

Mazmur 41:10: Tentang Yesus yang dikhianati
Yesus sendiri mengutip ayat ini, saat merujuk kepada pengkhianatan Yudas Iskariot. Yudas sebagai sahabat yang dipercayai, yang makan roti bersama dengan Yesus, sudah mengkhianati Yesus (Lukas 22:48).

 

Mazmur 45:7-8: Tentang Yesus yang diurapi dan memerintah
Bagian kitab Mazmur ini menyebutkan bahwa ada Allah yang kekal, Raja yang kekal, dengan tongkat kebenaran yang akan memerintah selama-lamanya di dalam kerajaanNya yang kekal. Itulah sebabnya, Allah sendiri sudah mengurapi Yesus.  Ayat ini juga diterangkan sebagai nubuatan tentang Yesus di Ibrani 1:8-9.

 

Mazmur 68:19: Tentang Yesus yang turun dan yang naik, menjadi kepala Gereja
Mazmur ini juga terlihat di dalam Perjanjian Baru. Ddi dalam Efesus 4:8, dinyatakan bahwa Yesus sudah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan sudah naik jauh lebih tinggi dari segala langit untuk memberikan karunia kepada manusia, supaya pemberontak-pemberontak, yaitu manusia yang berdosa, dapat tinggal dan diam bersama Dia.

 

Mazmur 69: Tentang Penderitaan Yesus 
Bagian kitab Mazmur ini termasuk mazmur yang paling sering dikutip di dalam Perjanjian Baru. Mazmur 69:5 dikutip di Yohanes 15:25, bahwa Yesus dibenci dan dimusuhi tanpa alasan.

Berikutnya, Mazmur 69:10 dikutip di Yohanes 2:17 oleh Yesus sendiri, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku,” sesudah Dia membersihkan bait Allah. Ketaatan Yesus dan penderitaanNya karena Allah disebut kembali oleh Paulus yang mengutip bagian kedua dari ayat ini, “Dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku,” dalam Roma 15:3.

Mazmur 69:22 pun merupakan sebuah nubuatan tentang bagaimana Yesus diberikan minuman anggur asam di atas salib, yang dikisahkan di Matius 27:48.

Sementara itu, Mazmur 69:26 dikutip oleh Petrus, ketika dia berbicara tentang penggantian Yudas sebagai rasul Yesus, untuk menunjukkan bahwa peristiwa itu telah dinubuatkan di dalam kitab Mazmur (Kis. 1:20).

 

Mazmur 89:4-5: Tentang Yesus yang adalah Keturunan Daud
Anak cucu Daud, yaitu keturunan Daud, akan duduk di atas takhta. Hal yang tertulis di dalam kitab Mazmur ini digenapi dalam Yesus (Kis. 13:23).  Kisah Para Rasul 2:30 dan Lukas 1:32-33 dan 69 pun menjelaskan diri Yesus sebagai Anak Daud, dan dengan demikian menggenapi nubuatan ini.

 

Mazmur 102:27-29: Tentang Yesus yang kekal dan tidak berubah
Ayat-ayat ini dikutip di dalam Ibrani 1:10-12 dan mengacu kepada bagian Kristus dalam menciptakan langit dan bumi.  Juga dinyatakan bahwa Dialah satu-satunya yang kekal. Walaupun seluruh alam semesta akan berubah dan menjadi usang, Dia sendiri tidak pernah akan berubah dan Dia kekal selama-lamanya.

 

Mazmur 109:8: Tentang Yudas yang akan diganti sebagai rasul
Ini adalah satu ayat lagi yang bernubuat tentang Yudas, kematiannya dan penggantiannya jabatan sebagai rasul, yang dikutip kembali di Kisah Para Rasul 1:20.

 

Mazmur 110: Tentang Yesus sebagai Mesias, Imam Besar dan Raja
Seluruh mazmur ini berbicara tentang Yesus dan dikutip berulang kali di dalam Perjanjian Baru. Mazmur 110:1 digunakan oleh Yesus untuk menyatakan bahwa Dia adalah sekaligus anak Daud dan Tuhan sendiri (Mat. 22:42-44; Mrk. 12:35-37; Luk. 20:41-44). Petrus pun memakai ayat ini untuk menunjukkan bahwa Yesus sebagai Tuhan ditinggikan dan didudukkan di sebelah kanan Allah (Kis. 2:33-35), dan bahwa Yesus ditinggikan oleh Allah sebagai Pemimpin dan Juruselamat (Kis. 5:30-31).  Selain itu, Paulus juga berkata kepada jemaat di Korintus bahwa Yesus akan memerintah sampai segala musuhNya berada di bawah kakiNya (1 Kor. 15:25), dengan mengacu kepada ayat di kitab Mazmur itu. Disebutkan pula di dalam Ibrani 1:13, bahwa sesudah Yesus menjadi korban karena dosa, Dia ditinggikan dan duduk di kanan Allah sampai musuh-musuhNya menjadi tumpuan kakiNya. Mazmur 110:4, Ibrani 5:6 dan Ibrani 6:19-7:28 juga memakai ayat ini untuk menunjukkan bahwa Allah sendiri sudah menjadikan Yesus sebagai Imam untuk selama-lamanya.

 

Mazmur 118:22-23: Tentang Yesus sebagai batu yang dibuang dan batu penjuru Bait Allah
Yesus sendiri memakai ayat ini untuk menunjukkan bahwa Dia adalah batu penjuru yang ditolak oleh bangsanya sendiri. Yesus menjadi batu penjuru rumah yang baru , yaitu Gereja.  Ayat ini juga disebut di dalam Matius 21:42, Markus 12:10, Lukas 20:17, Kisah Para Rasul 4:11, Efesus 2:20; serta 1 Petrus 2:7.

 

Mazmur 118:26: Tentang Yesus yang memasuki Yerusalem
“Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN.” Perkataan itu dinyanyikan saat Yesus memasuki Yerusalem (Mat. 21:9). Perkataan itu juga dikutip oleh Yesus sehubungan dengan kedatanganNya yang kedua. Di sini kita melihat contoh dari suatu nubuatan yang memiliki dua penggenapan, karena ayat di kitab Mazmur ini sudah digenapi saat Yesus memasuki Yerusalem, dan akan digenapi lagi waktu Ia datang kembali kelak (Mat. 23:39).

 

Demikianlah kita sudah melihat bahwa kitab Mazmur mengandung banyak sekali nubuatan tentang kedatangan Yesus. Semua hal itu menunjukkan kepada kita bahwa sebenarnya, ribuan tahun sebelum kedatangan Yesus, Allah sudah mempersiapkan jalan di hadapanNya dengan berbagai nubuatan, yang meyakinkan kita bahwa sungguh Dialah Anak Allah. Dan karena semuanya itu benar telah terjadi, saat ini kita dapat yakin juga bahwa segala nubuatan tentang kedatanganNya kembali kelak akan digenapi tepat pada waktuNya.

 

2020-04-22T14:25:48+07:00