//Kitab Mazmur

Kitab Mazmur

Penulisnya 
Mazmur ditulis oleh beberapa orang. Yang terbanyak di antaranya, yaitu 73 mazmur, ditulis oleh Raja Daud. Penulis lainnya adalah Asaf (12 mazmur), putera-putera Korah (11 mazmur), Etan (Jedutun) (1 mazmur), Heman (1 mazmur), Musa (1 mazmur), dan Sulaiman (Salomo) (2 mazmur).

 

Judul dan Temanya
Perlu diperhatikan bahwa penghitungan/penomoran ayat dalam Alkitab bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sedikit berbeda. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, judul mazmur dihitung sebagai ayat pertama, sedangkan dalam versi bahasa Inggris judul tidak dihitung. 116 mazmur dimulai dengan sebuah judul.

Selain itu, ada petunjuk-petunjuk khusus untuk sebagian mazmur yang menunjukkan keterangan tentang tema lagunya sendiri, seperti, “Yang kedelapan”, “Gitit”, “Mut laben” (Kematian Anak), “Rusa di kala fajar”, “Bunga bakung”, “Alamot”,  “Mahalot”, “Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh”, “Jangan memusnahkan”, “Bunga bakung kesaksian” dan “Mahalat Leanot”. Ada berbagai bentuk mazmur yang dengan jelas menunjukkan topik atau temanya, seperti “nyanyian ratapan”, “Miktam” (maknanya belum diketahui dengan jelas), “doa”, “mazmur”, “nyanyian pengajaran”,  “nyanyian kasih”, “nyanyian”, “kesaksian”, “korban syukur”, dsb.

Secara khusus, ada 13 mazmur yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa di dalam sejarah kehidupan Daud (yang ditulis di bagian-bagian lainnya di dalam Alkitab). Hal ini menunjukkan bahwa Alkitab sesungguhnya adalah kitab yang didasarkan pada peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi dan bukan hanya mitos atau dongeng. Apa saja 13 mazmur ini?

Mazmur 3: Peristiwa saat Daud lari dari Absalom (2 Sam. 15:13 – 17:22).

Mazmur 7: Ditulis karena Kush, seorang Benyamin, yang menjadi musuh Daud.

Mazmur 30: Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci.

Mazmur 34: Peristiwa saat Daud pura-pura tidak waras di hadapan Abimelekh, sehingga dia diusir dan lari (1 Sam. 21:13-15).

Mazmur 38 dan 70: Dinyanyikan ketika Daud mempersembahkan korban peringatan.

Mazmur 51: Pertobatan Daud saat Nabi Natan datang kepadanya setelah ia mengambil Batsyeba dengan cara curang (2 Sam. 12:1-15).

Mazmur 52: Peristiwa ketika Doeg mengkhianati Daud (1 Sam. 22:9-10).

Mazmur 54: Waktu orang Zifi mengkhianati Daud dengan mengatakan kepada Saul: “Daud bersembunyi kepada kami.” (1 Sam. 23:19; 26:1).

Mazmur 56: Orang Filistin menangkap Daud di Gat (1 Sam. 21:12).

Mazmur 57: Peristiwa saat Daud lari dari Saul ke dalam gua (1 Sam. 22:1;24:3).

Mazmur 59: Peristiwa ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumahnya untuk membunuh dia (1 Sam. 19:11).

Mazmur 60: Peristiwa ketika Daud memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba dan ketika Yoab memukul kalah 12.000 orang Edom di Laut Asin (2 Sam. 8:13; 1 Taw. 18:12).

Mazmur 63: Peristiwa ketika Daud berada di padang gurun Yehuda (1 Sam. 23:14).

Mazmur 142: Peristiwa saat Daud berada di dalam gua.

 

Musiknya

Mazmur ditulis bukan hanya sebagai kata-kata puisi tetapi sebagai lirik nyanyian. Lebih dari sepertiga dari 116 mazmur yang diberi judul dialamatkan “Untuk pemimpin biduan”. Ada yang juga mengandung instruksi untuk permainan musiknya, seperti “dengan permainan kecapi”  atau “dengan permainan suling”. Ada banyak perintah di dalam kitab Mazmur untuk kita menyanyi dan memuji Tuhan (Mzm. 33:1-3; 92:2-4; 96:1-3; 98:1; 101:1; 150, dll). Selaini tu, ada pula mazmur-mazmur lain yang memerintahkan permainan alat musik (Mzm. 4 , 5, 6, 8, 67, dll).

Dalam bahasa Ibrani, ada beberapa macam jenis musik yang disebut di dalam kitab Mazmur:

Shir ( “nyanyian”): 13 mazmur 
Mizmor ( “mazmur”): 58 mazmur. Inilah nyanyian atau puisi yang dilagukan; nyanyian rohani yang diiringi alat musik
Tehillah ( bahasa Yunani: “hymnos”, bahasa Inggris: “hymn”): Inilah nyanyian yang berisi pujian kepada Allah. 
Michtam ( “emas”): 6 mazmur (Mzm. 16, 56–60). Menurut orang Yahudi, michtam adalah sesuatu yang selalu harus kita bawa.
Shigayon (): Kata ini muncul di dalam Mazmur 7 dan juga Habakuk pasal 3. Mungkin ini maksudnya adalah semacam alat musik.

 

Isinya: Lima Jilid dalam Kitab Mazmur

Jilid 1 (Mazmur 1-41)

41 mazmur di dalam jilid ini ditulis oleh Daud.  Bagian ini adalah seperti kitab Kejadian, karena di dalamnya kita belajar tentang pribadi Allah yang menciptakan kita. Dalam Mazmur 9, Daud mengenal Allah sebagai sosok Pemenang  yang melepaskan kita dari musuh. Dalam Mazmur 10, Daud berbicara tentang Allah yang mendengar dan menjawab doa. Dalam Mazmur 23, Allah digambarkan sebagai Sang Gembala Agung. Dalam Mazmur 24, Dia adalah Raja Kemuliaan. Dalam Mazmur 36, Dia adalah Pribadi yang membenci dosa tetapi mengasihi mereka yang berharap kepadaNya.

Jilid ini memang berhubungan dengan kitab Kejadian. Keduanya menunjukkan bahwa manusia yang jatuh dalam dosa dapat menerima penebusan. Mazmur 8 membicarakan kemuliaan Allah dalam penciptaan dan bertanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatkannya?”. Mazmur 41 menutup jilid ini dengan, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Amin, ya Amin.”

 

Jilid 2 (Mazmur 42-72)

Dari 31 mazmur ini, 18 disebut sebagai  tulisan Daud.  Mazmur 42, 44–49, 84, 85, 87, dan 88 ditulis dan dinyanyikan oleh “Bani Korah”,  suatu kelompok paduan suara orang Lewi (2 Taw. 20:19), dan Mazmur 50 ditulis oleh Asaf yang adalah pemimpin paduan suara. Mazmur 62 dan 77 (juga Mazmur 36) dihubungkan dengan Yedutun, pemimpin yang lain, untuk dinyanyikan sesuai aransemennya atau dalam paduan suara pimpinannya. Salomo, anak Daud, menulis Mazmur 70.

Mazmur-mazmur dalam jilid ini ditulis untuk pelaksanaan ibadah di Tabernakel dan Bait Allah.

Jilid ini berhubungan dengan kitab Keluaran, yaitu menggambarkan bangsa yang berseru kepada Allah untuk kelepasan. Jilid ini selesai dengan doa Salomo di dalam Mazmur 72 yang berkata: “Terpujilah kiranya namaNya yang mulia selama-lamanya dan kiranya kemuliaanNya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya Amin”.

 

Jilid 3 (Mazmur 73-89)

Jilid ini terdiri dari 17 mazmur, yang kebanyakan ditulis oleh Asaf sebagai pemimpin paduan suara, untuk dinyanyikan dalam ibadah (Mzm. 73-83). mazmur-mazmur lainnya ditulis oleh bani Korah (Mzm. 84, 85, dan 87), oleh Daud (Mzm. 86), oleh Heman dan bani Korah (Mzm. 88), oleh Etan (Mzm. 89), dan untuk Yedutun.

Jilid ini berhubungan dengan kitab Imamat kaum Lewi. Dalam jilid ini, kita melihat bahwa kebanyakan mazmur ini ditulis oleh para imam Lewi untuk dinyanyikan oleh para imam di dalam bait Allah. Mazmur-mazmur ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah kudus dan kita perlu memasuki hadiratNya dengan takut akan Tuhan. Di bagian terakhirnya, jilid ini ditutup dengan perkataan, “Terpujilah TUHAN untuk selama-lamanya! Amin, ya amin.”

 

Jilid 4 (Mazmur 90-106)

17 mazmur di jilid ini tidak disebut penulisnya, kecuali Mazmur 90 oleh Musa serta Mazmur 101 dan 103 oleh Daud. Mazmur 90 adalah mazmur yang paling tua. Mazmur 92 merupakan nyanyian untuk hari Sabat. Mazmur 102 adalah doa seorang sengsara, yang lemah lesu dan mencurahkan keluhannya ke hadapan Tuhan. Mazmur 93-99 digolongkan sebagai “Mazmur Raja” (Royal Psalms), di mana Allah dihormati sebagai Raja bagi umatNya.

Jilid ini berhubungan dengan kitab Bilangan, yang menceritakan perjalanan bangsa Israel. Temanya adalah kesetiaan Allah kepada umatNya. Lagi-lagi, jilid ini ditutup dengan pujian kepada TUHAN untuk selama-lamanya dan seruan, “Biarlah seluruh umat mengatakan, “Amin!” Haleluya!

 

Jilid 5 (Mazmur 107-150)

Dari 44 mazmur di dalam jilid ini, 15 ditulis oleh Daud, dan Mazmur 127 ditulis oleh Salomo. Mazmur-mazmur di dalam jilid ini merayakan Firman Allah dan hukum Taurat. Bagian ini berhubungan dengan kitab Ulangan yang berbicara tentang permulaan baru di Tanah Perjanjian. Jilid ini memang mirip dengan kitab Ulangan, karena berbicara tentang permulaan baru di Tanah Perjanjian. Ada doa dan pengalaman mereka yang ditawan dan berjalan kembali sampai ke Yerusalem.

Mazmur 113-118 sendiri dikelompokkan sebagai nyanyian pujian (Hallel), yang dibacakan pada tiga Hari Raya Yahudi, (Paskah, Pantekosta, dan Sukkot/Tabernakel), pada bulan baru dan pada hari kedelapan Hanukkah.

Mazmur 117 adalah pasal terpendek di dalam Alkitab, dan hanya berisi 2 ayat, sedangkan mazmur 119 adalah pasal terpanjang di dalam Alkitab, dan terdiri dari 176 ayat.  Mazmur 119 merayakan kemuliaan Firman Tuhan, dan terbagi menjadi 22 bagian, yang masing-masing berisi 8 ayat. Tiap ayat dalam satu bagian dimulai dengan satu huruf yang sama sesuai urutan abjad Ibrani dari huruf Aleph sampai huruf Tav.

Selanjutnya, Mazmur 120-134 disebut sebagai nyanyian ziarah, dan dipercayai dinyanyikan oleh para peziarah dalam perjalanan ibadah menuju Bait Allah di Yerusalem.

Jilid ini ditutup dengan puncak pujian dalam Mazmur 150, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluyah!”

 

Kitab Mazmur adalah kitab yang sungguh-sungguh penting dan berguna bagi Gereja hari ini. Membaca dan merenungkan kitab ini membuat kita mengerti hati Allah dan belajar memasuki hadiratNya dengan pujian dan penyembahan. Karena itu, yang terbaik adalah jika kita membaca kitab Mazmur setiap hari! Kalau kita membaca lima mazmur setiap hari selama satu bulan (30 hari), kita akan sanggup membaca seluruhnya hingga selesai setiap bulan, sehingga pengertian kita akan menjadi semakin lengkap dan kaya setiap hari dan setiap bulan pula!

 

Nah, setelah mempelajari kitab Mazmur sebagai kitab puisi, bulan depan kita akan mempelajari kitab Mazmur sebagai kitab nubuatan. Biarlah kita tetap bersemangat mempelajarinya!

2020-04-22T14:25:48+07:00