//Kitab Wahyu : Berkat Khusus bagi yang Mendengar dan Mentaatinya

Kitab Wahyu : Berkat Khusus bagi yang Mendengar dan Mentaatinya

Kitab Wahyu ini ditulis pada kira-kira tahun 95M oleh Yohanes di Pulau Patmos saat ia berumur 90 tahun lebih. Di sepanjang zaman, ada perdebatan tentang makna kitab Wahyu. Kitab ini pernah ditafsirkan sebagai sejarah yang sudah digenapi pada masa lalu. Lalu ada orang lain yang menafsirkan kitab ini sebagai penjelasan keadaan sekarang dan hanya memuat hal yang simbolis. Namun tafsiran paling umum adalah bahwa Kitab Wahyu merupakan nubuat tentang apa yang akan terjadi pada masa depan.  Kitab Wahyu sendiri pun menyatakan bahwa isinya adalah apa yang telah dilihat, yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi (Why. 1:19). Wahyu 1-3 menggambarkan keadaan sidang jemaat Asia pada saat itu dan Wahyu 4-22 menggambarkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.  Juga terdapat dalam Kitab Wahyu, visi dan penglihatan yang serupa dengan penglihatan Yehezkiel, Zakharia, dan Daniel dalam Perjanjian Lama.

Segala sesuatu bermula dalam Kitab Kejadian dan berakhir dalam Kitab Wahyu. Kejadian merupakan kitab persemaian di mana ada benih segala sesuatu, permulaan segala sesuatu. Wahyu adalah pelengkap dan penggenapan segala sesuatu. Inilah hal-hal yang bermula di Kitab Kejadian dan mencapai penggenapannya/puncaknya di Kitab Wahyu: taman, manusia, perkawinan, pohon hayat, dosa, korban, penebusan, kerub, si ular tua, kota, bangsa Israel, hubungan Allah dengan manusia, serta banyak hal lain. Itu sebabnya, penting sekali bagi kita untuk memahami isi Kitab Wahyu. Namun bagaimana kita dapat memahaminya?

Sebagian simbol/lambang yang muncul dalam Kitab Wahyu langsung dijelaskan oleh kitab itu sendiri. Misalnya: ketujuh kaki dian adalah lambang dari ketujuh jemaat dan ketujuh binatang adalah lambang dari ketujuh malaikat (Why. 1:20). Ketujuh obor yang menyala-nyala di hadapan takhta adalah lambang dari  ketujuh Roh Allah (Why. 4:5). Ketujuh mata adalah lambang dari ketujuh Roh Allah (Why. 5:6). Air laut di mana wanita pelacur duduk adalah lambang dari bangsa-bangsa, kaum dan bahasa (Why. 17:15). Jubah lenan putih adalah lambang dari kebenaran orang kudus (Why. 19:8). Namun sebaliknya, ada banyak juga lambang, kiasan dan simbol yang hanya dapat dimengerti kalau kita sudah tahu maknanya dalam Perjanjian Lama. Wahyu merupakan kitab penggenapan segala hal, sehingga isinya adalah berdasarkan isi semua kitab lain. Jadi, untuk memahami isi Kitab Wahyu, kita perlu mengerti isi semua kitab lain dalam Alkitab. Kitab-kitab lain itu merupakan kunci-kunci yang membuka rahasia-rahasia yang tertulis dalam Kitab Wahyu.

Kitab Wahyu menjelaskan tentang Rumah Allah di sorga. Alat-alat yang disebutkan di Perjanjian Lama ada di Kemah Musa, Pondok Daud dan Bait Salomo, dalam Kitab Wahyu ada terlihat di sorga. Ada mezbah korban bakaran, kolam pembasuhan, kaki dian, mezbah dupa dan tabut perjanjian. Dalam Kitab Wahyu, Rumah Allah dibukakan dan menjadi jelas (Why. 11:19; 15:5). Yang berdiri dalam Rumah Allah adalah kerajaan imam dari segala kaum, suku, bangsa dan bahasa. Untuk mengerti kerajaan imam itu, kita juga perlu mengerti prinsip imamat dalam Perjanjian Lama.

Pusat perhatian kitab Wahyu adalah Anak Domba. Anak Domba berdiri di tengah takhta. Ia disembah. Ia membuka meterai (Why. 6). Ia datang dengan murkaNya (Why. 6:16).  DarahNya menyucikan orang kudus (Why. 7:14). Oleh darahNya, orang kudus menang (Why. 12:11). Ia berdiri di bukit Sion dengan 144.000 orang (Why. 14). Dunia berperang melawan Dia tetapi Ia mengalahkan mereka (Why. 17:4). Saat perkawinanNya telah tiba (Why. 19:7-9). Di Yerusalem Baru ada mempelaiNya (Why. 21:9). Pondasi Kota Yerusalem Baru adalah 12 rasulNya (Why. 21:14). Anak Domba adalah Bait Allah (Why. 21:22). Ialah terang di kota itu (Why. 21:23). Nama semua orang yang masuk kota itu ditulis di dalam kitabNya (Why. 21:27). Ia duduk di takhta (Why. 22:1-3). Semua ini menunjukkan bahwa Kitab Wahyu adalah suatu pewahyuan yang lengkap tentang Anak Domba Allah.

Dalam Kitab Wahyu ada banyak gambaran tentang Gereja, yaitu umat Tuhan yang dikumpulkan sepanjang zaman yang terdiri dari orang Yahudi dan bangsa-bangsa yang percaya kepada Yesus. Di antara berbagai gambaran itu adalah: ketujuh gereja adalah ketujuh kaki dian (Why. 1:20); orang kudus yang ditebus dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa, kerajaan imam yang berdiri di takhta Allah (Why. 4-5); mereka yang mati syahid, jiwa-jiwa yang dibunuh karena firman dan kesaksiannya yang menunggu kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka yang juga akan dibunuh (Why. 6); 144.000 orang hamba Allah yang dimeteraikan, bersama suatu kumpulan besar orang banyak yang tak terhitung (Why. 7); Bait Suci Allah yang diukur (Why. 11); perempuan yang berselubungkan matahari, bulan di bawah kakinya dan mahkota dua belas bintang di atas kepalanya, yang melahirkan anak-laki dan dimusuhi Binatang (Why. 12); keturunannya yang lain yang dibunuh oleh binatang (Why. 13); 144.000 orang yang menang yang menyanyikan nyanyian baru di Bukit Sion (Why. 14-15); tentara Allah yang mengalahkan binatang dan menang (Why. 17:14); mempelaiNya yang sudah siap (Why. 19); Ia yang turun dari sorga sebagai Kota Yerusalem Baru (Why. 21-22).  Dengan gambar-gambar itu diperlihatkan kemenangan orang kudus, umat pilihan Allah pada akhir zaman.

Juga di dalam Kitab Wahyu ada angka-angka penting yang merupakan simbol. Angka paling menonjol dalam Kitab Wahyu adalah angka tujuh, sebuah angka yang melambangkan kelengkapan, kesempurnaan, kegenapan dan akhir zaman. Ada tujuh kaki dian, tujuh sidang jemaat, tujuh bintang, tujuh roh, tujuh meterai, tujuh sangkakala, tujuh bokor. Kemudian ada angka empat. Angka empat bicara tentang seluruh bumi. Empat pengendara kuda yang melintasi bumi. Empat makhluk yang hidup yang memimpin semua makhluk di langit dan bumi dalam penyembahan. Lalu juga ada angka yang berhubungan dengan 12, seperti 24, 144.000, yang adalah symbol dari pemerintahan ilahi. Ada 24 tua-tua. Ada 144,000 hamba Tuhan yang dimeteraikan. Yerusalem Baru berukuran 144.000 stadia persegi (Why. 21:16).

Penyembahan adalah salah satu tema inti dalam kitab Wahyu. Kita membaca nyanyian empat makhluk yang hidup (Why. 4:8); kemudian duapuluh empat tua-tua tersungkur dan menyanyi (Why. 4:11); keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu menyanyikan suatu nyanyian baru bersama-sama (Why. 5:8-10); berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa malaikat di sekeliling takhta bernyanyi (Why. 5:11-12); semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (Why. 5:13); 144.000 hamba Allah yang dimeteraikan berseru dan menyembah (Why. 7:10); pada peniupan sangkakala ketujuh kedua puluh empat tua-tua menyembah Allah (Why. 11:15-18); 144.000 orang menyanyikan nyanyian baru di Sion (Why. 14:1-3); orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya, menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba (Why. 15:2-4); dan akhirnya ada himpunan besar orang banyak di sorga yang memuji Tuhan bersama empat makhluk yang hidup dan kedua puluh empat tua-tua karena semua musuh Allah dikalahkan dan perkawinan Anak Domba sudah tiba (Why. 19:1-6).

Tema lain yang juga merupakan tema inti kitab Wahyu adalah hukuman yang akan dicurahkan pada akhir zaman. Hukuman itu dimulai dengan tujuh meterai yang dibuka (Why. 6-7), lalu sesudah pemeteraian 144.000 orang, kita baca bahwa hukuman menjadi lebih berat dengan pemukulan sepertiga dari langit dan bumi sewatku ketujuh sangakalah dibunyikan (Why. 8-9). Selain itu ada tujuh guruh yang terdengar tetapi isinya disembunyikan dan dimeteraikan sampai akhir zaman (Why. 10).  Pada akhirnya, sebagai klimaks dari tiga setengah tahun penyiksaan yang besar, ada tujuh bokor yang dicurahkan yang menimpa seluruh bumi dengan kebinasaan yang dahsyat (Why. 15-16). Di samping itu, hukuman dicurahkan atas Babel, kota besar yang sudah menjual diri kepada Antikristus (Why. 17-18). Pada akhirnya, binatang dan nabi palsu ditangkap dan dilemparkan di dalam lautan api (Why. 19:20) dan Iblis juga dilemparkan ke dalam laut api (Why. 20:10).
Masa penghukuman khusus yang disebut adalah masa tiga setengah tahun. Selama masa tiga setengah tahun itu, yaitu 1260 hari atau 42 bulan atau satu masa dua masa dan setengah masa, ada beberapa peristiwa penting yang akan terjadi. Masa itu adalah masa pelayanan dua saksi yang membawa malapetaka di bumi (Why. 11). Selama masa itu juga seorang perempuan yang berpakaian matahari dipelihara di padang pasir jauh dari ancaman dan serangan Binatang (Why. 12). Pada masa itu seluruh bumi akan diserahkan ke dalam tangan Binatang yang besar itu, nabi palsu dan Iblis sendiri (Why. 13). Pada masa itu juga ada pemenang yang berjumlah 144.000 orang yang akan berdiri di Sion dan menyanyikan nyanyian baru (Why. 14).

Sesudah masa tiga setengah tahun penghukuman ini, akan terjadi kedatangan Tuhan pada kedua kalinya yang didahului oleh perkawinan Anak Domba dengan mempelai perempuan dan diakhiri dengan kedatangan tentara Allah yang mengunggangi kuda-kuda putih bersama Yesus di dalam kemuliaaan (Why. 19). Sesudah itu ada 1.000 tahun damai (Why. 20). Kemudian pada akhir dari segala sesuatu, ada Yerusalem baru, langit dan bumi yang baru (Why. 21-22).
Kiranya kita akan termasuk dalam bilangan orang-orang yang bukan hanya membaca Kitab Wahyu, namun kita seungguh-sungguh mendengarkan kata-kata nubuat ini, mempelajari dan memahaminya, dan menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya! Kiranya Kitab Wahyu akan menjadi berkat khusus bagi kita semua!

 

2020-04-22T14:21:16+07:00