//Kitab Yehezkiel

Kitab Yehezkiel

 

1. Pada serangan pertama dari Nebukadnesar pada tahun 606 SM, Daniel dibuang ke Babel bersama Raja Yoyakim. (2 Taw. 36:5-8; Dan. 1:1-6)

2. Pada penawanan kedua pada tahun 598 SM, pada masa Yoyakhin, Yehezkiel dibawa kepada Babel. Dia dipanggil oleh Tuhan untuk memulai pelayanan sebagai nabi lima tahun kemudian, pada tahun 592 SM. (Yeh. 1:2 dan 8:1; 2 Raj. 24:11-16; 2 Taw. 36:9-10)

3. Penawanan yang ketiga yang disaksikan oleh Yeremia dan penghancuran bait Allah pada pemerintahan Zedekia. (2 Raj. 25; 2 Taw. 36:17-21).

 

Perhatikan bahwa Yeremia sudah bernubuat di Yerusalem sedangkan Yehezkiel pada waktu yang sama bernubuat di daerah Babel. Hanya Yehezkiel dan Daniel yang menulis nubuatan di luar tanah negeri Israel. Yehezkiel menyampaikan pesan Tuhan kepada generasinya, yaitu orang yang menjadi tawanan di Babel, dan juga menulis untuk orang-orang kudus sepanjang zaman. Di dalam kitab ini, seperti juga di kitab Daniel dan kitab Wahyu, ada banyak simbol, visi, dan penglihatan yang sulit dimengerti. Juga ada pesan Tuhan yang jelas dan tindakan profetisnya. Yeremia dan Yehezkiel dibangkitkan dan diurapi untuk menegur umat Israel dan memanggil mereka kepada pertobatan, sedangkan Daniel diangkat untuk membawa penghiburan kepada mereka yang sangat menderita dan kehilangan harapan.

 

Tujuan utama dari kitab Yehezkiel adalah supaya umat Tuhan sadar akan dosa dan bertobat serta kembali kepada Tuhan. Yehezkiel bernubuat kepada mereka yang dilahirkan dalam penawanan supaya mereka mengaku dosa yang sudah membawa hukuman berat atas Israel serta untuk menguatkan imannya dengan janji tentang pengembalian ke tanah mereka, pemulihan kerajaan Daud, dan pembalasan kepada musuh. Tuhan menegur dan mengancam umatNya karena dosa mereka, tetapi pada akhirnya Dia menjanjikan penghiburan dan rahmat. Janji tentang kedatangan Injil dan Mesias juga termasuk di sini.

 

Visi dan panggilan (Yeh. 1-3)

Kitab ini diawali dengan persiapan Yehezkiel untuk pelayanannya. Dia melihat Tuhan dalam kemuliaannya di Bait Allah yang surgawi. Di sepanjang sejarah, Tuhan memanggil hambanya dengan cara berbeda-beda. Musa melihat belukar yang menyala-nyala, Yesaya melihat Allah dalam baitNya, Paulus melihat visi sosok Yesus, Yohanes melihat ruang takhta Allah, dan Yehezkiel sendiri melihat visi tentang empat mahkluk hidup dan takhta Allah serta mendengar panggilan untuk menyampaikan perkataan-perkataan Tuhan kepada bangsanya. Dia diperintahkan untuk makan sebuah gulugan kitab yang rasanya manis di mulut tetapi pahit di perut, sama seperti Rasul Yohanes (Why. 10:9-10).  Dia diutus kepada orang buangan dan ditetapkan sebagai penjaga kaum Israel. Tangung jawabnya adalah memberitakan peringatan, entah mereka menerima atau menolak peringatan itu. Dia melihat kemuliaan Tuhan dan dipenuhi Roh Allah dan demikianlah dia diperlengkapi dan diurapi sebagai nabi (Yeh. 1-3).

 

Teguran dan ancaman karena dosa (Yeh. 4-24)

Yehezkiel disuruh memberitakan Firman dan juga melakukan tindakan profetis. Pertama, Yerusalem dilambangkan dengan sebuah batu bata yang dikepung dengan alat pendobrak. Yerusalem akan dikepung. Sesudah itu, Yehezkiel mencukur rambutnya dan membagi rambut itu menjadi tiga bagian, yang melambangkan bagaimana Yerusalem akan ditimbang sesudah dikepung lalu sepertiga bagian akan dibakar dengan api, sepertiga lainnya akan dibunuh dengan pedang, dan sepertiga sisanya akan dihamburkan ke dalam angin dan dicerai-beraikan.  Hukuman diumumkan atas gunung-gunung Israel. Kesudahan Israel akan terjadi dengan bencana, malapetaka, dan huru-hara karena murka Allah (Yeh. 4-7).

Mengapa Allah murka? Ada kekejian dalam bait Allah, kekejian yang membawa kebinasaan. UmatNya menyembah berhala. Karena itulah, ada malaikat yang diutus untuk memberi tanda dan meterai di dahi setiap orang yang berkeluh-kesah karena kekejian-kekejian yang dilakukan di Bait Allah itu. Sesudah itu, enam malaikat lain dengan pedang membunuh semua orang yang tidak ada tanda itu, mulai di dalam Bait Allah dengan para penatua. Wahyu 13 mengingatkan kita pada masa ketika semua orang harus menerima tanda atau meterai dari Si Binatang. Yehezkiel 9 mengingatkan kita bahwa kita perlu menerima meterai Tuhan. Karena kekejian itu, kemuliaan Allah meninggalkan RumahNya (Yeh. 9: 3; 10:4,18,19). Karena kehilangan kemuliaan, Rumah Allah itu ditentukan untuk penghancuran dan kebinasaan. Malapetaka ditentukan atas kaum Israel dan kaum Yehuda (Yeh. 8-9).

Karena dosa yang begitu keji, kemuliaan Tuhan meninggalkan Bait Allah. Semuanya itu terjadi karena ada pemimpin jahat yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di Yerusalem. Yerusalem sudah menjadi kaum pemberontak. Mereka dipimpin nabi-nabi palsu yang bernubuat sesuka hatinya dan para tua-tua yang menyembah berhala. Yehuda sudah menjadi seperti pohon anggur yang akan dibakar api. Yerusalem penuh dengan perbuatan-perbuatan keji dan persundalan, seperti istri yang berzinah. Karena dosa-dosa itu, Raja Babel akan datang seperti burung rajawali besar dan membawa mereka semua ke Babel (Yeh. 10-17).

Namun syukurlah, ada panggilan untuk bertobat. “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yeh. 18:20). Tetapi, orang yang bertobat dan berpaling dari serta membuang segala durhaka akan mendapat hati baru, roh baru, dan akan hidup. Raja Israel diumpamakan dengan singa yang terjebak dalam lubang perangkap dan dikurung lalu dibawa ke Babel (Yeh. 18-19).

Apa pengharapan yang masih tersedia dalam situasi seperti ini? Segala perbuatan keji dari nenek moyang harus diberitahukan kepada mereka supaya mereka insyaf dan bertobat. Kalau mereka bertobat, Tuhan berjanji bahwa Dia akan membawa mereka kembali ke tanah Israel sebagai penggenapan janji kepada nenek moyangnya. Babel adalah pedang dalam tangan Allah yang akan membawa pembunuhan besar-besaran dan menghabiskan mereka karena dosa.  Yerusalem adalah kota yang penuh hutang darah penuh kekejian, zinah, suap, untung yang haram. Mereka akan dibuang ke dalam api dan dilebur. Nabi-nabi, imam-imam, pemuka-pemuka, semua penduduk negeri sudah berdosa. Tuhan sudah mencari tetapi tidak ada seorang pun yang hendak mendirikan tembok untuk menyelamatkan bangsanya (Yeh. 22).

Israel dan Yehuda dikiaskan seperti dua anak perempuan dari satu ibu. Yang sulung, Ohola, menggambarkan kerajaan Israel dan ibu kotanya, Samaria. Yang bungsu, Oholiba, menggambarkan kerajaan Yehuda dengan ibu kotanya, Yerusalem. Keduanya tenggelam dalam kesundalan dan dihukum keras oleh Tuhan (Yeh. 23).

Akhirnya, Tuhan menyuruh Yehezkiel menaruh kuali di atas api dan memasukkan potongan daging, sebagai lambang bahwa Yerusalem akan dimasak betul, kuahnya dibuang, dan tulang-tulangnya akan hangus. Pada hari yang sama, Raja Babel mulai menyerang dan mengepung Yerusalem. Pada hari yang sama pula, istri Yehezkiel meninggal dan dia disuruh supaya tidak meratap, menangis, atau mengeluarkan air mata (Yeh. 24). Apa maksudnya? Tuhan berulang kali menjelaskan bahwa semuanya itu akan terjadi “supaya mereka akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.” Ucapan itu menjadi tema utama dalam kitab Yehezkiel dan disebut sebanyak 26 kali.

 

Nubuatan-nubuatan melawan bangsa-bangsa (Yeh. 25-32)

Sama seperti Yesaya (Yes. 13-23) dan Yeremia (Yer. 46-52), Yehezkiel bukan hanya bernubuat tentang umat Tuhan, tetapi juga tentang bangsa-bangsa yang di sekeliling Israel. Yehezkiel sudah menyatakan bahwa Yehuda berdosa dan akan dihukum oleh Babel (Yeh. 1-24). Ini peringatan untuk bangsa-bangsa tentang hukuman yang akan datang. Pasal-pasal ini menyatakan peristiwa pada masa antara serangan mula-mula oleh Nebukadnezar dan serangan terakhir waktu Yerusalem jatuh. Dalam pasal-pasal ini, Allah menyatakan bahwa Dia bukan saja menghukum umatNya tetapi juga akan membawa hukuman atas bangsa-bangsa di dunia.

Yehezkiel 25–32 mengandung nubuatan terhadap tujuh bangsa, yaitu Amon, Moab, Edom dan Filistia (Yeh. 25); Tirus dan Sidon (Yeh. 26–28); dan Mesir (Yeh. 29–32). Semua bangsa itu dipakai oleh Tuhan untuk menghukum Israel, tetapi mereka pun akan dihukum Tuhan (lihat juga 2 Tes. 1.5-10). Musuh-musuh Israel ini sudah bersukacita karena Israel dikalahkan oleh Raja Nebukadnezar dan Yerusalem dihancurkan, tetapi pada akhirnya Allah akan menghukum mereka juga.

 

Janji pemulihan bagi Israel (Yeh. 33-39)

Yerusalem dan Yehuda akan dihukum. Bangsa-bangsa di sekelilingnya akan dihukum. Namun, ada juga harapan dan janji bagi umat Tuhan. Kemuliaan dan hadirat Tuhan akan kembali dinyatakan di tengah mereka. Penjaga-penjaga harus memberi peringatan tentang apa yang akan terjadi. Gembala-gembala diberikan kepada Israel tetapi ternyata mereka hanya memperkayakan diri dan menginjak-injak domba lain dengan kekerasan dan kekejaman. Karena itu, Tuhan sendiri berjanji bahwa Dia akan menjadi Gembala yang baik dan menolong dombaNya dengan memberi satu orang Gembala serta mengadakan perjanjian damai.  Inilah janji Mesianik tentang kedatangan Yesus sebagai Gembala yang baik. Gunung Seir, yaitu Edom, akan dihukum karena permusuhan turun-temurun, dan seluruh bumi akan bersukacita waktu Edom dijadikan sunyi sepi, tetapi Israel akan diberkati. Mereka akan bertambah banyak dan mereka akan dikumpulkan dari semua negeri tawanan mereka, akan ditahirkan dan diberikan hati baru, akan diberikan Roh Allah, akan dilepaskan dari kenajisan dan kesalahan. Bahkan, segala bangsa akan menyaksikannya (Yeh. 33-36).

Yehezkiel melihat Israel sebagai lembah yang penuh dengan tulang-tulang kering. Dengan kuasa Firman nubuatan dan kuasa Roh Allah, tulang-tulang kering itu akan saling menyambung kembali, diberikan urat-urat, daging, kulit, dan napas hidup, sehingga mereka berdiri sebagai tentara yang besar.  Penggenapan nubuat ini dapat dilihat secara jasmaniah dalam pengembalian orang Yahudi ke negeri sendiri dan secara rohaniah dalam munculnya persatuan Tubuh Kristus dari segala bangsa dan pencurahan Roh Allah di atas mereka. Pada akhir zaman, orang Yahudi juga akan dipersatukan dengan Tubuh Kristus sebagai satu umat Allah, satu bangsa yang kudus, satu umat yang berkerajaan, satu umat yang kudus yang dipimpin oleh Anak Daud yang adalah satu Raja dan satu Gembala, yang akan memimpin mereka untuk selama-lamanya di bawah perjanjian yang kekal. Tempat kudus, tempat kediaman Allah, akan didirikan di tengah-tengah mereka dan segala bangsa akan mengetahui siapa itu Allah Israel (Yeh. 37).

Tetapi sebelum penggenapan semuanya itu, harus ada dahulu serangan dari Gog dan Magog kepada Israel. Nubuatan ini belum digenapi saat ini, tetapi akan digenapi pada akhir zaman. Suatu perkumpulan yang terdiri dari beberapa bangsa termasuk Persia (Iran), Etiopia (Sudan dan Yaman), Put (Libya), Gomer (Turki), Bet Togarmah (bangsa-bangsa di dekat Turki) dan banyak bangsa lain, akan menyerang Israel. Ini akan terjadi dengan tiba-tiba pada waktu Israel sedang diam dengan aman tenteram. Bangsa ini akan dipimpin oleh Gog, raja negeri Mesekh dan Tubal. Tetapi, segala bangsa yang menyerang Israel itu akan dihancurkan oleh Tuhan. Inilah hari penting. “Sungguh pasti datang dan terjadi, yaitu hari yang sudah Kufirmankan.” (Yeh. 39:8). Sesudah hukuman atas Gog itu, Tuhan berkata kepada Israel bahwa mereka akan mengetahui bahwa, “Akulah Allah mereka, mulai hari itu dan seterusnya.” (Yeh. 39:22).

 

Janji pemulihan bagi kota Yerusalem dan Bait Allah (Yeh. 40-48)

Dalam sembilan pasal terakhir, Yehezkiel melihat penglihatan-penglihatan ilahi. Dia melihat tanah Israel dan kota Yerusalem yang baru. Dia juga melihat Bait Suci yang baru. Ada penjelasan tentang temboknya, biliknya, pintunya, jendelanya, tangganya dan lain bersama dengan ukurannya. Kemuliaan Allah memenuhi Bait Suci yang ditetapkan sebagai tempat takhtaNya dan tempat tapak kakiNya, yaitu tempat Dia akan diam di tengah-tengah umatNya selama-lamanya. Tidak lagi akan ada dosa, pemberontakan, kekerasan, kenajisan atau kekejian. Inilah gambaran umat Tuhan yang sempurna

Warisan dan milik pusaka akan ditetapkan. Inilah gambaran bagaimana kita akan menerima pahala yang kekal dan mendiami tempat yang disediakan Yesus bagi kita.

Segala korban dan penyembahan akan sempurna. Ini semua digenapi dalam penyaliban Yesus, penyembelihan korban yang sempurna. Ini menggambarkan penyembahan dan ibadah yang sempurna.

Dari Bait Suci, mengalir sungai kehidupan. Inilah gambaran pengaliran kehidupan Allah kepada manusia sepanjang sejarah yang akan mencapai puncaknya pada akhir zaman. Penggenapannya dapat dilihat dalam kitab Wahyu 22:1 di dalam langit dan bumi yang baru.

Semua suku Israel didaftarkan dan memiliki warisan. Penggenapannya terlihat dalam kitab Wahyu di dalam kota Yerusalem yang baru. Dua belas anak Yakub digabungkan dengan dua belas rasul Anak Domba. Israel dan Gereja menjadi satu di dalam Kristus, satu sebagai umat Tuhan. Di dalam Perjanjian Lama, Yehezkiel melihat Israel jasmani dalam bentuk nubuatan. Di dalam Perjanjian Baru, Yohanes melihat penggenapannya dalam Israel rohani yang kekal.

Demikianlah Yehezkiel membawa panggilan pertobatan bagi kita, umat Tuhan yang hidup pada akhir zaman. Marilah kita sadar dan bertobat dan meninggalkan segala dosa dan hidup menurut  Perjanjian Baru supaya kita lepas dari hukuman Allah. Dengan demikian, kekudusan dan kemuliaan Tuhan akan dinyatakan di tengah kehidupan kita dan segala bangsa akan mengetahui bahwa Dialah Tuhan, Dialah Allah!

2020-04-22T14:33:55+07:00