//Kitab Yesaya (Bag. 1)

Kitab Yesaya (Bag. 1)

Yesaya melayani sebagai nabi dalam kerajaan Yehuda selama masa pemerintahan raja Uzia, Yotam, Ahaz dan Hizkia. (Yes. 1:1). Selama kira-kira 40 tahun, dari tahun 740 sampai 700, Yesaya menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsanya. Lebih daripada itu, semuanya itu ditulis supaya kita yang hidup pada akhir zaman akan mengenal dan mengerti rencana Allah bagi kita. Yesaya menerima panggilan ketika melihat Tuhan di ruang tahtaNya. Dia melihat Tuhan, sadar bahwa dirinya najis dengan lidah najis, lalu dijamah Tuhan dengan api yang menguduskan lidahnya. Tuhan menantang, “Siapakah akan pergi bagi kita?” Respons Yesaya langsung, “Inilah aku! Utuslah aku!” Inilah pengalaman yang mempersiapkan dan memperlengkapi dia sebagai nabi Tuhan (Yes. 6).

Pada zaman Yesaya, umat Tuhan terdiri dari dua kerajaan. Kerajaan Israel, yaitu sepuluh suku dengan pusatnya di kota Samaria di Israel Utara yang sering disebut sebagai Efraim, dan kerajaan Yehuda yang terdiri dari dua suku dan berpusat di kota Yerusalem di Israel Selatan. Yesaya tinggal dan melayani di kerajaan Yehuda, dan nubuatannya ditujukan kepada kedua kerajaan itu serta bahkan juga ada nubuatan kepada bangsa-bangsa lain.

 

Latar Belakang Umat Tuhan: Yesaya 1-12

Pada mulanya, langit dan bumi dipanggil untuk mendengar dan memperhatikan umat Tuhan. Umat Tuhan adalah seperti anak yang memberontak, keledai dan lembu yang bodoh, bangsa yang bodoh, tubuh yang sakit, negeri yang sunyi senyap, puteri yang tertinggal, kota yang terkepung. Bahkan kecuali untuk sedikit yang tertinggal umat Tuhan sudah menjadi seperti Sodom dan Gomorah. Segala pelayanan dan ibadah mereka (hari raya, pertemuan, sabat, korban, dan doa) ditolak oleh Tuhan. Bangsa itu dipanggil untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Jika bertobat, mereka akan dipulihkan dan diselamatkan, tetapi jika memberontak, mereka akan dihancurkan dan dibinasakan. Berita ini adalah inti kitab Yesaya (Yes. 1).

Dalam Yesaya 2-11, dinyatakan bahwa umat Tuhan hidup dalam dosa. Umat Tuhan penuh dengan penyembahan berhala, pemimpin yang tidak adil, wanita yang sombong, dan rakyat yang tidak mengikut Tuhan dengan setia. Mereka seperti kebun anggur yang rusak, yang seharusnya menghasilkan buah anggur yang baik tetapi ternyata hanya menghasilkan yang busuk.

Karena itu, hukuman Allah akan dicurahkan. Musuh akan mengalahkan mereka. Yehuda akan diserang oleh Israel dan Siria. Namun, Tuhan memberi janji bahwa pada akhirnya Yehuda akan diselamatkan dari musuh. Tuhan juga akan memakai Asyur untuk membawa hukuman, yaitu Yehuda akan masuk tawanan dan hanya sedikit di antara rakyatnya yang akan kembali (Yes. 10:5, 21, 22).

Ada nubuatan yang spesifik mengenai hal ini, “Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi,” (Yes. 7:8). Perpecahan Efraim memang bermula pada zaman Pekah raja Israel, (2 Raj. 15:29) dan berlanjut hingga zaman raja Asyur, Esar-haddon, keturunan Sanherib. Pada tahun 722, Israel (Efraim) menjadi tawanan dan berhenti menjadi suatu kerajaan. Pada waktu itu sepuluh suku Israel lenyap dari halaman sejarah.

 

Bangsa-Bangsa dan  Hari Tuhan: Yesaya 13-23

Dalam Yesaya 13-23 terdapat berita khusus bagi bangsa-bangsa. Ada 12 bangsa yang diberik pesan dan nubuatan dari Tuhan, yang akan digenapi pada hari Tuhan. HukumanNya akan dicurahkan atas bangsa-bangsa itu karena mereka menjadi musuh Tuhan. Bangsa yang disebut adalah bangsa-bangsa yang mengelilingi Israel, yaitu Babel (Yes. 13-14:23), Asyur (Yes. 14:24-27), Filistia (Yes. 14:28-32), Moab (Yes. 15-16), Damsyik (Yes.17), Etiopia (Yes. 18), Mesir (Yes. 19-20), Babel untuk kedua kalinya (Yes. 21:1-10), Duma atau Edom (Yes. 21:11-12), Arabia (Yes. 21:13-17), Yerusalem (Yes. 22), dan Tirus (Yes. 23). Nubuatan ini digenapi sebagian sewaktu mereka mengalami serangan dan tawanan ke Babel. Nubuatan ini juga berhubungan dengan zaman bangsa-bangsa (Luk 21:24) serta akan mencapai penggenapan yang selengkapnya pada akhir zaman. Bangsa-bangsa itu telah muncul kembali di atas bumi sekarang dan mewakili segala bangsa di bumi yang melawan Tuhan dan yang diurapiNya (Mzm. 2).

Di antara nubuatan tentang hukuman yang akan dicurahkan atas bangsa-bangsa itu, ada janji yang khusus. Tuhan berjanji akan memelihara Israel (Yes. 14:1-2), memberi kebebasan dari Asyur (Yes. 14:25), meletakkan dasar di Sion (Yes. 14:22),  memulihkan kerajaan dan kemah Daud (Yes. 16:5), membawa bangsa lain ke Sion (Yes. 18:7), mengadakan persatuan antara Mesir, Asyur dan Israel (Yes. 19:23-25), dan memulihkan kunci rumah Daud kepada Dia yang akan membuka dan tidak ada yang dapat menutup (Yes. 22:20-23).

Sion diperlihatkan sebagai kota perlindungan, bukit Tuhan, tempat kerajaan dan tempat kediaman Tuhan. Semua nubuatan itu merupakan sebagian rahasia Allah yang disembunyikan dalam Perjanjian Lama, yang digenapi dalam Perjanjian Baru. Inilah rahasia Sion sebagai gambaran umat Tuhan, yaitu jemaat Kristus (Ibr. 12:22). Kristus adalah batu dasar di Sion (1 Ptr. 2:16), Yesus akan duduk di kemah Daud (Kis. 15:16), dan Yesus memegang kunci Daud (Why. 3:7). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa penggenapan tulisan Nabi Yesaya tampak di dalam Kristus dan JemaatNya.

 

Nyanyian-Nyanyian tentang Hari Tuhan: Yesaya 24-27

Inilah nyanyian-nyanyian tentang hari Tuhan. Di bagian ini termuat nyanyian yang membicarakan penghancuran bumi (Yes. 24). Lalu di tengah-tengah penghancuran itu akan ada nyanyian pujian yang memuliakan Tuhan, serta akan ada nyanyian di gunung Sion dan nyanyian dari tanah-tanah pesisir laut, dan nyanyian di tanah Yehuda (Yes. 26:1). Ada pula nyanyian tentang kebun anggur (Yes. 27:2). Pada akhirnya, sangkakala akan dibunyikan dan orang akan datang dan menyembah di Sion (Yes. 27:13). Semua nyanyian ini menggambarkan pujian penyembahan dari Gereja, yaitu umatNya.

 

Berita Sion dan Hari Tuhan: Celakalah!: Yesaya 28-35

Inilah berita khusus bagi Yerusalem dan Sion. Berita celaka diumumkan atas Yerusalem, umat Tuhan yang tidak setia. Dosa mereka dikecam, yaitu termasuk dosa kesombongan (Yes. 28:1), kemunafikan (Yes. 29:1), pemberontakan (Yes. 30:1), meninggalkan Tuhan dan mengandalkan kekuatan manusia (Yes. 31-32), serta pengrusakan dan pengkhianatan (Yes. 33:1). Semuanya ini menjadi tantangan bagi Gereja akhir zaman. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa seperti bangsa Yehuda!

Hukuman akan terjadi atas Yerusalem dan umat Tuhan. Hukuman digambarkan berupa kedatangan badai, hujan batu dan banjir, guntur, gempa dan puting beliung, serta rasa malu di hadapan musuh dan kebakaran oleh api. Semuanya itu dikaitkan dengan kedatangan Tuhan. Namun sekali lagi, di tengah-tengah pencurahan hukuman itu masih ada janji untuk umat Tuhan yang bertobat, yang percaya dan setia. Ada janji bahwa sebuah batu akan diletakkan di Sion (Yes. 28:16). Akan ada kesembuhan, orang tuli akan mendengar dan orang buta akan melihat (Yes. 29:18). Orang yang tinggal di Sion tidak akan terus menangis tetapi akan ada guru yang mengajar mereka, hujan bagi benih mereka dan roti untuk dimakan. Sungai-sungai akan memancar, cahaya terang akan bertambah dan Tuhan akan membalut luka umatNya dan menyembuhkan bekas pukulannya (Yes. 30:18-26). Seorang raja akan memerintah dengan kebenaran dan akan ada perlindungan (Yes. 32:1-3). Roh akan dicurahkan dan akan datang keadilan, kebenaran, damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman. (Yes. 32:15-20). Akhirnya, kita akan memandang Raja dalam kemuliaanNya, dan Sion, kota pertemuan raya kita, akan menjadi rumah yang kekal tempat kediaman yang aman (Yes. 33:16-24)

Yesaya 34-35 memberi kesimpulan tentang berita bagi dunia tentang hari Tuhan. Terhadap salah satu pihak Tuhan akan datang dengan pembalasan. PedangNya di langit akan mengamuk, dan pembantaian besar akan terjadi (Yes. 34). Namun di tengah-tengah murkaNya, Dia juga akan membawa keselamatan bagi umatNya yang tetap percaya dan setia. Padang gurun akan bergirang, kemuliaan Tuhan akan terlihat, kesembuhan akan terjadi, jalan raya akan ada yang akan disebut jalan kudus, dan orang-orang akan diselamatkan dan dibebaskan untuk masuk ke Sion dengan bersorak-sorai dan sukacita abadi akan meliputi mereka (Yes. 35).

 

Sejarah: Yesaya 36-39

Yesaya 36-39 adalah pasal-pasal transisi yang memuat sejarah yang penting. Yerusalem diserang oleh Sanherib, raja Asyur. Raja Hizkia berdoa meminta perlindungan bagi bangsanya, dan Yesaya berdoa bahwa akan ada keselamatan dan akan ada orang yang tertinggal dan terluput dari serangan Asyur.

Kemudian, Hizkia sendiri jatuh sakit dan hampir mati. Dia berdoa meminta kehidupan. Doanya dijawab dan Tuhan memberikan kepadanya suatu tanda yang luar biasa sampai matahari mundur ke belakang sejauh sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya. Namun sesudah dia sembuh, datanglah utusan dari raja Babil. Hizkia memperlihatkan kepada mereka semua harta benda. Akibatnya dinubuatkan oleh Yesaya, bahwa semua harta benda itu akan diangkat ke Babel. Dan demikianlah dinubuatkan penawanan Yehuda oleh Babel.

 

Nubuatan tentang Kedatangan Mesias

Di dalam kitab Yesaya juga ada nubuatan khusus tentang kedatangan Yesus yang pertama kali sebagai Mesias. Dinubuatkan bahwa Mesias akan lahir dari seorang perawan (Yes. 7:14), bahwa nama dan identitas Mesias adalah Penasehat Ajaib, Allah Maha Kuasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai (Yes. 9:6), bahwa Dia akan lahir dari suku Yehuda, keturunan Isai, (Rm. 15:12), dan sebagai keturunan Daud akan duduk atas tahta Daud (Yes. 9:7; 11:1, 10). Dinubuatkan bahwa pelayananNya akan membawa terang dan kesembuhan bagi daerah Galilea (Yes. 9:1-2), bahwa Dia akan penuh dengan Roh Allah (Yes. 11), serta bahwa Dia akan menjadi seperti panji bagi bangsa-bangsa yang akan berhimpun kepadaNya dan akan menjadi Hakim yang memerintah dunia dengan kebenaran (Yes. 11:4-5).

Sungguh, kitab Yesaya sangatlah penting dan relevan bagi kita. Kitab ini membuka rahasia Injil bahwa segala bangsa akan menemukan keselamatan dalam Anak Daud, Mesias, yang akan membawa damai sejahtera. Hukuman dan pembalasan Tuhan akan dosa dan kejahatan pun pasti akan datang. Juga, di dalam kitab inilah ada begitu banyak janji mulia tentang kasih dan anugerahNya bagi kita.

2020-04-22T14:33:55+07:00