//Kitab Yoel

Kitab Yoel

Kitab Yoel kemungkinan ditulis antara tahun 835 dan 800SM. Pada zaman itu, Ratu Atalya, anak Izebel, memerintah atas Yehuda.  Waktu anaknya mati, dia membunuh semua cucunya kecuali Yoas, yang disembunyikan di Bait Allah oleh Imam Besar. Atalya merampas tahta Yehuda dan memerintah atas Yehuda(2 Taw. 22:10-12). Sesudah beberapa tahun, Atalya dibunuh dan digantikan oleh Yoas, yang pada waktu itu berumur 7 tahun (2 Taw. 23:1-24:2). Pada tahun 835-830 SM,Yoas berada di bawah perwalian Imam Besar Yoyada dan Kerajaan Yehuda dipimpin oleh para imam dan tua-tua. Mungkin itu sebabnya, Yoel tidak menyebut nama seorang raja Yehuda, tetapi hanya menyebut para imam dan tua-tua sebagai pemimpin. Para tua-tua (Yoel 1:2; 2:16) dan para imamlah (Yoel 1:9, 13; 2:17) yang disebut sebagai pemimpin oleh Yoel.

Yoel bernubuat tentang Yehuda, Yerusalem, dan Sion. Dia berbicara tentang para imam, para tua-tua dan bait Allah (Yoel 1:13–14; 2:14, 17, 23, 32; 3:16, 21). Berita itu penting bukan hanya bagi bangsa Yehuda pada 2800 tahun yang lalu, tetapi juga bagi Gereja yang adalah Sion dan Yerusalem yang rohani dan surgawi pada zaman ini.

Kitab Yoel dan Perjanjian Baru

Kitab Yoel beberapa kali dikutip dalam Perjanjian Baru. Yoel bernubuat tentang pencurahan Roh Kudus (Yoel 2:2-32), lalu Petrus mengutip perkataannya dan berkata, “Itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan Nabi Yoel.” (Kis. 2:16-21). Petrus juga mengajak orang Yahudi berseru kepada nama Tuhan dan menerima keselamatan sebagaimana dikatakan oleh Yoel (Yoel 2:32; Kis. 2:21). Demikian pula, Paulus mengutip ayat yang sama dari Yoel (Rm. 10:13).

Dengan menyebut tanda-tanda di langit yang akan digenapi pada akhir zaman, Yoel 2:30-32 menunjukkan bahwa nubuatan Yoel itu mencakup bukan hanya pencurahan hujan awal Roh Kudus pada hari Pentakosta, tetapi juga pencurahan akhir Roh Kudus atas seluruh umat manusia pada akhir zaman.

Yoel juga bernubuat tentang tanda-tanda di langit pada hari Tuhan (Yoel 1:6, 2:2-10.) Hal itu dijadikan acuan oleh Yesus sebagai tanda kedatanganNya kembali ke bumi (Mat. 24:29). Petrus menyebutnya sebagai tanda akhir zaman (Kis. 2:19-20) dan Yohanes pun menerangkannya dalam kitab Wahyu (Why. 6:12-14; 9:3, 7-9). Selanjutnya, nubuatan Yoel tentang penghakiman Allah atas bangsa-bangsa di Lembah Yosafat (Yoel 3:2,12-14) dikembangkan lebih jauh lagi dalam kitab terakhir di Alkitab (Why. 14:18-20; 16:12-16; 19:19-21; 20:7-9).

 

 

Yoel 1 : Malapetaka atas umat Tuhan: Hari Tuhan dan Hukuman atas Umat Tuhan

Nubuatan Yoel adalah peringatan kepada Yehuda tentang hukuman yang akan menimpa bangsa itu. Para tua-tua disuruh mendengar dan menceritakan berita itu. Para pemabuk disuruh menangis dan meratap. Para petani disuruh menjadi malu dan meratap. Para imam disuruh mengeluh, berpuasa, dan mengumpulkan seluruh penduduk negeri. Negeri itu rusak dan menderita (Yoel 1:1-13).

Apa yang menyebabkannya? Serangan kawanan belalang (Yoel 1:4)! Bencana besar menimpa Israel karena kedatangan belalang itu. Pernah dicatat dalam sejarah, ada kawanan belalang yang terdiri dari 600 juta ekor belalang yang memakan 80.000 ton makanan setiap hari dengan berjalan pada kecepatan 16 kilometer per jam setiap hari. Mereka dapat menghancurkan segala tanaman sampai tidak ada sisanya.“Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu?” Belalang merupakan tulah yang kedelapan atas Mesir (Kel. 10:3-15). Maka, Israel diperingati bahwa segala hasilnya akan dimakan belalang, kalau mereka tidak taat kepada Tuhan (Ul.28:38,42).

Hari Tuhan datang dengan pemusnahan atas makanan, biji-bijian lumbung, gandum, hewan, kawanan lembu, padang rumput, dan kawanan kambing domba(Yoel 1:9-12,16-20). Itulah malapetaka (Yoel 1:14-20)!

Semua bencana nasional itu: serangan belalang, kekeringan dan kelaparan, kebakaran, serbuan pasukan asing, bencana-bencana di langit…datang sebagai hukuman Allah karena bangsa Yehuda meninggalkan Tuhan. Alangkah ngerinya akibat tidak bertobat!

 

Yoel 2 : Seruan untuk Bertobat: Hukuman Hari Tuhan dan Pemulihan bagi UmatNya yang Bertobat

Pasal ini berisi nubuatan dalam Perjanjian Lama yang paling menonjol tentang pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada hari Pentakosta. Semuanya itu dimulai dengan seruan untuk meniup sangkakala di Sion. Sangkakala adalah alat yang dipakai di Israel sebagai tanda bagi pemimpin dan seluruh bangsa untuk berkumpul, untuk merayakan hari raya, dan untuk berangkat berperang (Bil. 10:1-10).

Inilah suara peringatan! Hari Tuhan segera datang! Apa yang harus dilakukan? Tiuplah sangkakala! Berteriaklah! Gemetarlah! Ini sama seperti yang dikatakan Yesaya, “Serulah, nyaringkan suaramu seperti sangkakala.”(Yes.51:8). Umat Tuhan harus peka mendengar suara sangkakala rohani, yaitu suara Roh Kudus. Umat Tuhan juga harus mengangkat suaranya dan memberitakan kedatangan hari Tuhan!

Akan datang kegelapan dan kebakaran api. Akan datang tentara yang berperang, yang barisnya tidak terputus, yang masuk ke tiap rumah, yang sangat menakutkan. Langit berguncang dan jadi gelap. Inilah kedatangan Hari Tuhan yang hebat dan dahsyat. “Siapakah yang dapat menahannya?” (Yoel 2:1-11).

Inilah panggilan untuk semua umat bertobat. Pertobatan itu harus dari segenap hati dengan berpuasa, menangis dan mengaduh dengan berbalik kepada Tuhan. Sangkakala harus ditiupkan untuk mengumpulkan dan menguduskan seluruh jemaat (Yoel 2:12-16).

Kemudian, belas kasihan Allah akan dinyatakan. Tuhan akan menjauhkan dan membinasakan tentara itu dan memulihkan keadaan umatNya. Mereka disuruh bersukacita. Hujan awal dan hujan akhir akan turun! Pengajaran menitik laksana hujan (Ul. 32:2). Tuhan datang seperti hujan yang turun (Mzm. 72:6). Tuhan akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi (Hos. 6:3). Hujan menggambarkan kedatangan Tuhan dengan FirmanNya kepada umatNya.

Setelah hujan turun, Tuhan akan mencurahkan RohNya atas semua manusia dari setiap suku, kaum, bangsa, dan bahasa. Akan ada nubuat, mimpi, dan penglihatan. Inilah yang dikutip oleh Petrus pada hari Pentakosta. Firman datang dan kemudian Roh dicurahkan.

Akan ada penuaian besar sampai gandum, anggur, dan minyak melimpah-limpah. Inilah gambaran kegerakan rohani yang besar yang akan terjadi di setiap bangsa di seluruh dunia. Keajaiban Tuhan akan nyata dan umatNya akan mengetahui bahwa Tuhan, Allah Israel, ada di antara mereka (Yoel 2:17-27).

Akan ada mukjizat di langit dan bumi. Tanda-tanda kedatangan Tuhan akan menjadi nyata. Keselamatan terjadi di Sion dan Yerusalem bagi setiap orang yang memanggil dan yang dipanggil Tuhan. Mereka akan terlepas dari hukuman (Yoel 2:28-32).

 

Yoel 3 : Pembalasan atas Musuh: Hari Tuhan danHukuman Bangsa-bangsa

Sesudah pemulihan diadakan, Tuhan akan berurusan dengan musuh-musuhNya. Para musuh Yehuda akan dihukum! Di antara semua musuh Allah, ada beberapayang khusus disebut, yaitu Tirus, Sidon, Filistia, Mesir, dan Edom (Yoel 3:4,19). Yehezkiel, Yeremia, dan Zefanya juga bernubuat atas hukuman yang akan dilaksanakan terhadap mereka itu (Yes. 13-23; Yeh. 25-32; Yer. 46-49; Zef. 2:4-7).Hukuman dijatuhkan atas mereka karena dosanya. Mereka mencerai-beraikan umat Tuhan, menyerahkan dan menjual umat itu. Bangsa-bangsa itu bahkan sudah merampas harta benda dari Bait Allah (Yoel 3:1-9).

Bangsa-bangsa ditantang untuk berkumpul, berperang melawan Tuhan. Tempat perkumpulan bangsa-bangsa itu disebut sebagai “Lembah Yosafat” (Yoel 3:2,12) “Yosafat” mempunyai makna “YHWH menghakimi”. Lembah itu juga disebut sebagai “Lembah Penentuan” (Yoel 3:14). Biasanya, lembah itu dianggap sebagai Lembah Kidron yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah Bukit Zaitun. Namanya juga disebut Lembah Berachah atau Lembah Berkat (dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Lembah Pujian”),tempat Raja Yosafat mendapat kemenangan besar dan membunuh musuhnya (2Taw.20:26).  Lembah ini membawa kebinasaan dan penghancuran bagi musuh Tuhan tetapi mendatangkan berkat, sukacita, dan pujian bagi umatNya(Yoel 3:9-14.)

Mengenai Hari Tuhan,bahasannya disebut sebanyak lima kali dalam kitab Yoel(Yoel 1:15; 2:1, 11; 2:31; 3:14). Nabi-nabi lain seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Amos, Zefanya, dan Maleakhi juga bernubuat mengacu kepada Hari Tuhan. Dalam Perjanjian Baru pun, Hari Tuhan juga disebut (1Kor.5:5; 2 Kor. 1:14: 1 Tes. 5:2;dan 2 Ptr. 3:10). Hari Tuhan adalah hari ketika Tuhan menyatakan diriNya dengan hukuman dahsyat atas manusia. Hari Tuhan segera datang.Tuhan akan mengaum dari Sion. Untuk bangsa-bangsa yang menolak Tuhan, hal itu akan sangat menakutkan. Hari Tuhan adalah hari ketika matahari,  bulan, dan bintang-bintang menjadi gelap. Pada hari itulah, Tuhan akan datang dari Sion dan suaraNya akan mengguncangkan langit dan bumi (Yoel 3:15-16).

Tetapi untuk umat Tuhan yang bertobat dan datang kepada Tuhan, hari Tuhan sangatlah indah. Sion akan menjadi tempat kudus, tempat perlindungan, dan benteng bagi umatNya. “Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunungKu yang kudus.” (Yoel 3:17). Tanah Yehuda akan penuh dengan anggur baru, susu, dan mata air sedangkan tanah Mesir dan Edom akan menjadi tandus dan rusak. Janji itu berasal dari Allah yang membalas musuhNya dan yang tetap berdiam di Sion (Yoel 3:17-21).

Kitab Yoel dimulai dengan hukuman dalam bentuk serangan bala tentara belalang dan tentara Tuhan atas tanah Yehuda, umat Tuhan (Yoel 1:4-2:9). Hukuman memang dimulai di rumah Tuhan.  “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” (1Ptr. 4:17). Namun pada akhirnya, kitab Yoel berakhir dengan penghakiman atas bangsa-bangsa yang berlawanan dengan Tuhan.

 

Semua orang dari bangsa manapun yang tetap melawan kehendakNya akan dihukum. Hanya orang yang beriman dan berlindung pada Tuhanlah yang tidak akan menerima penghukuman itu.Kita dipanggil dalam kitab ini supaya mempersiapkan diri untuk menghadapi Hari Tuhan yang segera akan menimpa bumi ini. “Siapakah dapat menahannya?”

Ya, datanglah Tuhan, datanglah Hari Tuhan itu!

2020-04-22T14:33:55+07:00