///KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN

KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN

Berdasarkan kedua rahasia tersebut, gereja dibangun (Ef. 3:1-11). Ini adalah pondasi gereja yang diletakkan oleh rasul-rasul dan nabi-nabi. Tanpa pondasi tersebut, gereja tidak mungkin berdiri dan bertumbuh sehat. Oleh sebab itu, pada bulan Desember dalam renungan harian kita, kita akan berfokus untuk menjadikan hidup kita berpusatkan Kristus. Kristus harus menjadi inti dan pusat dari kehidupan pribadi maupun kehidupan korporat kita. Kristus menjadi penguasa dan sumber hidup pribadi kita. Bersamaan dengan itu, Kristus harus menjadi kepala dari jemaat. Bila Kristus adalah sumber, penguasa, kepala kita, maka kita pasti terus-menerus terhubungan dengan Dia. Kita pasti mendengar suaraNya, sehingga kita dapat taat kepadaNya.

KRISTUS SEBAGAI KEPALA
Apakah maksud sebenarnya dari Kristus sebagai kepala gereja? Kita tahu bahwa Gereja adalah tubuh Kristus. Oleh karena itu, kita akan memahami arti Kristus sebagai kepala bila kita mengamati tubuh jasmani manusia. Dalam tubuh jasmani, apakah yang dimaksud kepala adalah area dari “leher ke atas,” dan tubuh adalah area dari “leher ke bawah.” Ternyata tidak demikian pengertian yang ada di Alkitab. Paulus menjelaskan bahwa telinga, mata, hidung dan mulut, yang terletak di area “leher ke atas”, masih termasuk anggota-anggota tubuh. Jadi, apa maksud kepala di sini? Maksudnya adalah pusat kendali yang ada di dalam kepala. Apakah itu? Otak, pikiran, dan nyawa (roh). Menariknya, tiga hal ini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan (tritunggal). Otak adalah seperti hardware pada komputer, pikiran adalah seperti softwarenya, sedangkan nyawa (roh) adalah tenaga listrik yang menjalankan kedua hal tersebut. Dari gambaran tubuh manusia ini, kita bisa mengerti bahwa Allah Tritunggal adalah seperti otak, pikiran, dan nyawa (roh) yang mengendalikan tubuh. Otak menggambarkan Allah Bapa. Pikiran menggambarkan Firman (Kristus), yaitu pikiran Bapa. Sedangkan nyawa (roh) menggambarkan Roh Kudus.

Seperti otak, pikiran, dan nyawa (roh) berdiam di dalam tubuh dan mengendalikan seluruh tubuh, demikian pula Allah Tritunggal berdiam di dalam Tubuh Kristus (komsel) dan mengendalikan tubuhNya. Kita tidak dapat melihat otak, pikiran, dan nyawa (roh) seseorang, tapi kita dapat melihat ekspresi dari tritunggal tersebut melalui tubuhnya. Demikian pula, kita tidak dapat melihat Allah Tritunggal yang berdiam di dalam komsel (tubuh Kristus), tapi kita dapat melihat ekspresi dari Allah Tritunggal melalui tubuh Kristus.

Di bulan Desember ini kita akan belajar menjadikan Kristus sebagai penguasa, sumber, dan kepala dari komunitas sel serta belajar mengekspresikannya di dalam komunitas sel. Hasilnya akan terwujud Kristus korporat di dunia. Kristus dapat bekerja dan berekspresi sepenuhnya melalui tubuhNya di bumi (Yoh. 14:10-12).

FIRMAN MENJADI MANUSIA
Kata Rasul Yohanes, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran,” (Yoh. 1:14). Jadi, untuk mewujudkan maksud abadi Allah, Firman perlu berinkarnasi (berubah wujud) ke dalam dunia. Kristus datang dan menjelma menjadi manusia untuk berdiam di antara kita. Itulah Natal. Natal ada karena maksud abadi Allah.

Menjelang Natal kali ini, kita akan merenungkan betapa dalamnya kasih Tuhan atas kita, ciptaanNya yang telah terlanjur jauh dari rencanaNya. Karena kasihNya atas kita dan karena rencana abadiNya, Ia memilih untuk lahir sebagai manusia, agar Ia bisa menebus dosa kita dan menjadikan kita tempat kediamanNya. Betapa berharganya kita di mata Tuhan, sehingga Ia menginginkan untuk menjadi pusat dan inti dari seluruh kehidupan kita secara pribadi maupun secara bersama-sama, dan sehingga Ia merencanakan kita menjadi belahan jiwaNya. Marilah kita merayakan kelahiranNya dengan menghayati Dia dan bersyukur.

Selamat natal 2014 dan tahun baru 2015.
(Ir. Eddy Leo, M. Th.)

2019-10-17T17:33:27+07:00