//KRISTUS SEBAGAI KEPALA

KRISTUS SEBAGAI KEPALA

TUBUH YANG TIDAK BERFUNGSI
Apakah ciri-ciri jemaat yang tidak lagi bergaya hidup tubuh? Mari kita lihat jemaat di Kolose. Oleh karena menerima ajaran filsafat yang tidak menurut Kristus, mereka pelan-pelan kehilangan gaya hidup tubuh (Kol. 2:7, 16-23). Karena ajaran yang menyimpang itu, jemaat di Kolose mulai kehilangan kehidupan tubuh. Kata Paulus, “Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya,” (Kol. 2:18-19).

Ada 2 gaya hidup tubuh yang harus dipertahankan oleh setiap jemaat supaya tidak menjadi jemaat yang mati:

1. Berpegang teguh kepada Kepala
Ini adalah hal penting pertama yang harus kita pertahankan. Kita sebagai tubuh Kristus harus terus-menerus mendengar suara Kristus, Sang Kepala kita. Jadi, di dalam setiap hubungan kita, baik dalam pernikahan, keluarga, komsel, maupun komunitas kepemimpinan, kita harus selalu terhubung (ada connection) dengan Kepala dan mendapatkan tuntunanNya. Tanpa berhubungan dengan Kepala, tubuh Kristus tidak mendapatkan aliran kehidupan. Tubuh tidak mungkin berfungsi tanpa berkaitan dengan kepala. Kristus banyak berkomunikasi dengan kita melalui karunia-karunia rohani, untuk menggerakkan kita agar kita dapat melayani sesama anggota tubuhNya. Pada bulan ini, kita akan terus belajar, bagaimana melalui keterkaitan dengan Kepala ini, kita mempergunakan karunia-karunia rohani sebagai sarana Kristus melayani anggota-anggotaNya di dalam pernikahan, keluarga, komsel, bahkan terhadap orang-orang yang belum percaya.

2. Saling terikat melalui urat-urat dan sendi-sendi
Apakah yang dimaksud dengan urat dan sendi? Inilah hubungan sesama antar anggota-anggota tubuh Kristus. Sendi berbicara tentang hubungan persekutuan dan urat adalah pengikat, yaitu kasih Kristus (Kol. 3:14). Jika hubungan kasih terbangun di antara anggota-anggota tubuh, maka tubuh akan mengalami kehidupan tubuh yang sehat. Persekutuan kasih mengakibatkan Allah Tritunggal betah untuk tinggal dalam dan di antara kita (Yoh. 14:23). Akibatnya, Allah Tritunggal menyatakan diriNya dengan berlimpah-limpah (Yoh. 14:21).

MELAKUKAN PEKERJAAN KRISTUS, BAHKAN LEBIH BESAR

Jika kita terus-menerus mempraktekkan gaya hidup tubuh, maka tubuh Kristus akan terus bertumbuh mencapai kepenuhannya. Yesus berkata, ”Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa,”(Yoh. 14:10, 12).

Ketika tubuh Kristus terbentuk saat Yesus pergi kepada Bapa, tubuhNya itu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan lebih besar dari pada itu. Apa pekerjaan-pekerjaan Bapa yang dilakukan oleh Yesus? Itulah kelima pekerjaan Bapa untuk membangun tubuh Kristus, yaitu pekerjaan apostolik, profetik, penginjilan, penggembalaan, dan pengajaran (Ef. 4:11-12). Tuhan berjanji bahwa bila tubuhNya terbangun, maka pekerjaan-pekerjaan Bapa seperti yang Yesus pernah lakukan akan kita lakukan, bahkan yang lebih besar dari pada itu. Marilah kita mulai dengan mendengar suara Kepala dan mentaatinya.

2019-09-30T10:39:21+00:00