///Kristuslah kecukupanku dan sukacitaku

Kristuslah kecukupanku dan sukacitaku

Surat Filipi ditulis oleh Paulus ketika dia di berada dalam penjara rumah di kota Roma. Surat ini ditulis kepada jemaat yang didirikan sepuluh tahun sebelumnya di kota Filipi, ketika Paulus berada dalam perjalanan misi nya yang kedua . Isi surat ditulis dengan gaya yang santai, hangat, dan sangat menguatkan. Kota Filipi adalah kota di Makedonia yang pada zaman itu merupakan daerah jajahan Romawi. Kota ini diberi nama sesuai nama Raja Filip II, ayah dari Aleksander Agung. Paulus menulis surat Filipi untuk menguatkan jemaat Filipi yang adalah mitra pelayanan nya yang terdekat , agar mereka terus – menerus bersukacita walaupun diterpa oleh berbagai persoalan, aniaya, serangan ajaran Yahudi yang agamawi, dan berbagai tantangan hidup yang berat.

Ayat yang menjadi tema utama dalam seluruh surat ini terdapat di ayat Filipi 4:4 , “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Melalui surat Filipi kita dapat mempelajari bahwa sukacita dalam kehidupan tidaklah bergantung pada situasi luar, tetapi pada cara pandang atau perspektif kita. Ternyata, sukacita dapat kita peroleh ketika kita melihat bahwa Kristus adalah kecukupan kita, bahwa Christ is my all (Kristuslah segalanya bagiku). Inilah yang Paulus maksudkan ketika berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Fil. 1:21, TB). Hanya ketika kita menyadari bahwa Kristuslah segalanya bagi kita dan Kristus adalah kecukupan kita, kita akan mengalami Kristus sebagai sukacita kita.

Dalam seluruh surat Filipi, kebenaran tentang sukacita ini muncul terus-menerus dalam berbagai sisi. Mari kita lihat isi surat ini:

Pasal 1: Bersukacita dalam segala keadaan bahkan dalam aniaya

  • Salam pembuka (Fil. 1:1-2)
  • Bersukacita karena Tuhan setia sampai akhir (Fil. 1:3-6)
  • Bersukacita karena jemaat Filipi ada di dalam hati Paulus ( Filipi 1:7-8)
  • Doa Paulus bagi jemaat Filipi (Fil. 1:9-11)
  • Bersukacita karena pemenjaraan menyebabkan kemajuan Injil (Fil. 1:12-14; 20-26)
  • Bersukacita walaupun Injil diberitakan dengan motif yang salah (Fil. 1:15-19)
  • Hidup berpadanan dengan Injil (Fil. 1:27-30)

 

Pasal 2: Bersukacita dalam melayani dan mengerjakan keselamatan

  • Sukacita yang sempurna dalam komunitas Kristus (Fil. 2:1-3)
  • Sukacita yang sempurna terjadi karena kerendahan hati dan tidak egois (Fil. 2:3-4)
  • Bersukacita karena Yesus teladan kita dalam kerendahan hati (Fil. 2:5-11)
  • Bersukacita dalam mengerjakan keselamatan (Fil . 2:12-13)
  • Bersukacita dalam menjadi terang bagi dunia (Fil. 2:14-18)
  • Bersukacita karena anak rohani yang setia (Fil. 2:19-24)
  • Bersukacita karena teman sekerja/saudara yang tangguh (Fil. 2:25-30)

 

Pasal 3: Bersukacita dalam iman

  • Bersukacita meskipun ada pekerja jahat dan penyesat (Fil. 3:1-3)
  • Bersukacita karena pengenalan akan Kristus melebihi segalanya (Fil. 3:4-9)
  • Hal yang paling dikehendaki Paulus (Fil. 3:10-11)
  • Berlari dengan sukacita menuju panggilan surgawi (Fil. 3:12-14)
  • Cara berpikir orang yang sempurna (Fil. 3:15-16)
  • Jangan hidup sebagai seteru salib (Fil. 3:17-19)
  • Harapan bagi warga kerajaan s urga (Fil. 3:20-21)

 

Pasal 4: Bersukacita dalam pemberian

  • Nasihat agar pekerja Kristus sehati dan sepikir (Fil. 4:1-3)
  • Bersukacita karena kita diberikan kunci untuk mengatasi kuatir (Fil. 4:4-8)
  • Hal-hal yang perlu diteladani dari Paulus (Fil. 4:9)
  • Kristuslah kecukupan Paulus (Fil. 4:10-13)
  • Paulus bersyukur untuk pemberiaan jemaat Filipi (Fil. 4:14-18)
  • Prinsip Paulus mengenai pemenuhan kebutuhan/uang (Fil. 4:19-20)
  • Salam akhir (Fil. 4:21-22)
2019-10-11T12:13:39+07:00