Dalam surat Kolose pasal 1-4, kita dapat melihat jelas bahwa Paulus mengajarkan seluruh gambar besar pemuridan, termasuk apa itu pemuridan dan hal apa yang menjadi kunci keberhasilan pemuridan. Pasal-pasal itu ditulis setelah Paulus berjumpa dengan Kristus dan hidup dalam pemuridan. Pada edisi ini, kita akan mempelajarinya untuk memperkuat pemahaman kita tentang pemuridan, khususnya kunci keberhasilannya.
Sasaran Pemuridan
“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” – Kolose 1:28-29, TB
Pemuridan pada dasarnya adalah proses membawa seseorang untuk bertumbuh dari kondisi hidup yang sekarang untuk mencapai kodisi yang menjadi sasaran atau fokus satu-satunya, yaitu kesempurnaan dalam Kristus. Murid (mathetes) artinya seorang pengikut yang mengikuti seorang guru, belajar dari guru tersebut sebagai pemagang sampai menjadi serupa dengan gurunya. Arti ini merupakan konteks kata murid yang dibahas di dalam Alkitab. Maka, sasaran pemuridan hanyalah kesempurnaan dalam Kristus, atau keserupaan dengan Kristus yang sempurna itu, sama sekali bukan yang lain. Untuk mencapai keserupaan dengan Kristus, pemurid dan murid sama-sama harus melakukan peran pentingnya masing-masing.
Peran Pemurid
“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” – Kolose 1:28-29, TB
Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, ada empat peran seorang pemurid (bapak/ibu rohani) dalam proses pemuridan:
- memberitakan Kristus sebagai Tuhan dan Guru bagi orang-orangyang dimuridkan;
- menasihati (memberikan konseling) kepada murid Kristus untuk mencapai keserupaan dengan Kristus;
- mengajar murid Kristus dengan segala hikmat agar melakukan segala perintah Kristus, Tuhan dan Gurunya;
- mengarahkan murid Kristus untuk mencapai keserupaan dengan Kristus melalui teladan hidup pemurid.
Peran Murid Kristus
“Kamu sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, jadi teruslah hidup mengikuti-Nya. Kamu harus bergantung hanya pada Kristus sebagai sumber kehidupan dan kekuatan. Teruslah bertumbuh kuat dalam pengertianmu tentang iman sesungguhnya yang diajarkan kepadamu. Dan jangan berhenti mengucapkan syukur kepada Allah.” – Kolose 2:6-7, AMD
Istilah “terus hidup mengikuti” dalam ayat-ayat yang kita pelajari ini diterjemahkan dari kata dalam bahasa Yunani, “peripateo”, yang artinya “berjalan mondar mandir bersama”. Arti ini meneguhkan peran setiap murid Kristus dalam proses menuju keserupaan dengan Kristus, yaitu praktik yang kita singkat dengan istilah 3B:
- berjalan bersama Kristus,
- belajar dari Kristus,
- berubah untuk menjadi serupa Kristus.
Kunci Keberhasilan Pemuridan
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” – Kolose 3:1-4, TB
“Since you have been raised to new life with Christ, set your sights on the realities of heaven, where Christ sits in the place of honor at God’s right hand. Think about the things of heaven, not the things of earth. For you died to this life, and your real life is hidden with Christ in God. And when Christ, who is your life, is revealed to the whole world, you will share in all his glory.” – Colossians 3:1-4, NLT
Kolose 3:1-4 memperjelas bagi kita bahwa mempraktikkan 3B (Berjalan bersama Kristus – Belajar dari Kristus – Berubah serupa Kristus) berarti kita “menyadari keberadaan Kristus” dan “melihat kehidupan kita yang sesungguhnya bersama Kristus” setiap saat. Artinya, langkah pertama untuk berjalan bersama Kristus adalah terus-menerus menyadari Kristus yang ada “di atas” (di alam roh), lalu terus-menerus memikirkan “hidup kita yang sesungguhnya yang ada bersama Kristus” (yaitu di alam roh). Siapakah diri kita yang sesungguhnya? Kita yang sesungguhnya sudah mati terhadap hidup yang lama, dan kini kita hidup yang baru menuju keserupaan dengan Kristus. Kita perlu terus-menerus menetapkan arah pandangan mata kita (“set your sights”, dalam terjemahan NLT) kepada Kristus yang ada di alam roh itu, sekaligus terus-menerus memandang “siapakah diri kita yang sesungguhnya di dalam Kristus”. Itulah yang memampukan kita untuk terus-menerus mempraktikkan 3B, yang menjadi kunci keberhasilan dalam pemuridan.
Berubah Menjadi Serupa Kristus
“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” – Kolose 3:5-11, TB
Jika kita terbiasa terus-menerus hidup di dalam alam roh (yang di atas), memandang Kristus yang ada di alam roh, dan melihat siapa diri kita yang sesungguhnya di alam roh, tentu kita pun makin terbiasa mematikan sikap dan perbuatan-perbuatan manusia lama kita serta mengenakan sikap dan perbuatan-perbuatan manusia baru kita (Kolose 3:5-11). Dengan demikian, secara konsisten kita akan terus berubah seiring dengan waktu, makin lama menjadi makin serupa dengan Kristus.
Demikianlah, dalam seluruh surat Kolose kita dapat belajar tentang bagaimana kita seharusnya hidup dan dapat hidup dalam pemuridan sebagai manusia baru yang terus-menerus makin serupa dengan Kristus. Terus-menerus memandang pada Kristus dan melihat siapa diri kita yang sesungguhnya akan menjadi kunci keberhasilan dalam pemuridan yang kita hidupi itu. Mari mempraktikkannya bersama.