Laba Surgawi

Di setiap penghujung tahun, kebanyakan organisasi melakukan evaluasi pencapaian kinerja akhir tahun. Organisasi yang berorientasi pada laba akan menghitung besarnya laba yang diperoleh sebagai hasil kinerja tahun ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemilik organisasi/perusahaan.

 

Dalam ilmu ekonomi, laba adalah besarnya keuntungan yang didapat dari rumus perhitungan selisih pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan. Pendapatan pada dasarnya dihitung dari besarnya hasil yang didapat dari setiap usaha yang dilakukan perusahaan. Biasanya pendapatan ini identik dengan penjualan. Biaya pada dasarnya dihitung dari besarnya sumber daya yang digunakan oleh perusahaan. Sumber daya itu bisa berupa orang atau dana yang dinilai dalam satuan mata uang tertentu. Untuk memperoleh laba yang maksimal, kembali lagi, ilmu ekonomi mengajarkan untuk mendapatkan pendapatan yang sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil-kecilnya. Itulah target laba akhir tahun maksimal yang banyak dibicarakan di perusahaan pada masa akhir tahun seperti saat ini.

 

Di akhir tahun ini, saya jadi teringat dengan perumpaan hamba Tuhan yang menerima dan mempertangungjawabkan talenta. Masing-masing dari kita telah menerima talenta, ada yang menerima lima talenta, dua talenta, dan satu talenta. Berapa pun talenta yang kita terima, Tuhan ingin kita semua mengelola dan menjalankan talenta yang telah kita terima.

 

Bagi Tuhan, besarnya “laba” yang kita peroleh dari hasil menjalankan talenta bukanlah hal yang utama. Yang Tuhan inginkan adalah ketaatan kita dalam menjalankan talenta yang kita terima dengan setia.

 

Setelah kita menerima lima, dua atau satu talenta, kita harus menjalankan (mempergunakan, mengelola, mengembangkan) dengan setia talenta-talenta itu sehingga bisa menghasilkan talenta lain/baru. Laba talenta di mata Tuhan adalah manusia: jiwa-jiwa yang terhilang menjadi diselamatkan dan dimuridkan, sesama yang memiliki kebutuhan menjadi terjawab kebutuhannya. Inilah laba surgawi dari talenta kita.

 

Di penghujung tahun 2018 ini, marilah kita melihat kembali, berapa banyak besar/banyak laba surgawi yang telah saya hasilkan bagi Tuhan sepanjang tahun ini. Adakah saya memenangkan dan memuridkan jiwa-jiwa serta melayani sesama sepanjang tahun ini? Ataukah saya terlalu sibuk atau khawatir sehingga menyimpan talenta itu dan tidak menghasilkan apa-apa? Berapa banyak waktu, dana, tenaga, pikiran dan talenta kita telah kita gunakan untuk memenangkan dan memuridkan jiwa-jiwa serta melayani sesama? Adakah hidup kita mendatangkan damai sejahtera bagi orang-orang di sekitar kita?

 

Hadir dalam komunitas, setia melakukan pemuridan, adalah sebagian bentuk nyata dari kita menjalankan talenta yang Tuhan percayakan. Setia menjalankan talenta yang Tuhan percayakan memang butuh usaha dan kesetiaan. Sepanjang tahun ini, mungkin banyak tantangan yang kita hadapi ketika mengerjakan dan mengembangkan talenta, tetapi kita harus tetap setia mengerjakannya, karena sesungguhnya Tuhan memandang baik setiap perbuatan anak Tuhan yang telah yang menghasilkan laba surgawi.

 

Bagi Tuhan, untuk menghasilkan laba surgawi, perhitungannya sangat sederhana: setia menjalankan setiap talenta yang Tuhan telah percayakan kepada kita. Jangan pernah menyerah untuk bekerja mengusahakan laba surgawi. Pemilik perusahaan di dunia akan berbahagia ketika perusahaannya berhasil mencapai laba akhir tahun yang maksimal, dan bahkan lebih dari itu, kita akan melihat bagaimana Tuhan bersukacita melihat laba surgawi yang kita hasilkan! Saat berjumpa dengan Dia, kita akan disambut untuk menikmati kebahagiaan bersama Allah Bapa kita!

 

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Mat. 25:23)

2019-09-27T12:44:35+00:00