///Lampu Petunjuk Arah Jalan

Lampu Petunjuk Arah Jalan

Dalam perjalanan liburan yang lalu saya mendapat pengalaman melintasi jalan bebas hambatan di luar negeri. Jalan ini menarik perhatian saya karena meskipun lebar dan luas, di kanan kirinya ada tiang-tiang lampu yang berjajar rapi. Saya merasa lampu-lampu tersebut tidak berguna ketika kami melintas pada siang hari, dan saya sempat bertanya kepada pemimpin grup wisata kami apa fungsinya. Ia pun menjelaskan bahwa lampu tersebut berfungsi sebagai penunjuk batas luasan jalan, karena posisinya yang menunjukkan tepi kanan dan kiri jalan. Memang, ternyata saat hari mulai gelap, dalam perjalanan kembali ke penginapan kami berkesempatan melintasi jalan itu dan jelaslah lampu-lampu itu berfungsi menunjukkan batas-batas tepi dan arah yang harus kita lalui. Bahkan, kebetulan saat itu terjadi hujan salju yang cukup lebat sehingga jarak pandang hanya sejauh 1-2 meter; segala sesuatu tampak putih dan cukup menakutkan. Lampu-lampu itu bermanfaat sekali fungsinya untuk menunjukkan arah jalan yang harus dilewati.

Supir bus menjadi sangat berhati-hati mengendarai mobil dengan mengikuti petunjuk cahaya lampu sebagai batas jalan. Akhirnya, dengan panduan cahaya lampu-lampu itu, kami semua tiba di penginapan dengan aman dan selamat.

Melalui peristiwa ini, saya mendapatkan inspirasi hikmat kehidupan. Hidup kita di tahun ini mungkin juga akan melewati badai kehidupan yang keras dan tidak bisa dihindari. Namun kalau kita mempunyai pelita Firman Tuhan, cahaya-Nya akan memandu dan menerangi jalan kita. Pelita Firman akan menjadi “pagar” kebenaran sehingga kita tahu arah dan bisa tetap berjalan di dalam jalan yang Tuhan telah tentukan. 

Bagaimana kita dapat mendapatkan manfaat panduan dari pelita Firman? Jangan matikan pelita itu; jagalah terang nyalanya dengan terus menyimpan Firman Tuhan di dalam hati kita. Membaca, merenungkan maknanya, dan benar-benar menghayati pesannya. Meskipun kadang kita merasa Firman itu belum langsung terasa manfaatnya, sesungguhnya setiap Firman yang kita pahami di dalam hati menjadi pelita yang senantiasa memberi petunjuk jalan kebenaran bagi kita. Yang perlu kita lakukan dalam kehidupan setiap hari lalu hanyalah mengikuti panduan terang pelita Firman itu, dan menunjukkan arah terangnya bagi orang lain yang kesulitan melihatnya. Hal ini terlebih penting lagi ketika kita menghadapi badai kehidupan, saat kita sendiri pun sulit melihat ke arah mana seharusnya kita melangkah. Betapa bersyukurnya kita bahwa Tuhan telah memberikan pelita yang sangat berguna ini bagi hidup kita!

Perjalanan hidup kita masih jauh, di tahun ini maupun di tahun-tahun selanjutnya sesuai usia yang Tuhan tetapkan. Kita membutuhkan pelita Firman itu setiap saat. Mari kita terus bangun dan isi jiwa kita dengan Firman Tuhan sehingga jalan kita tetap terang oleh cahaya pelita-Nya. 

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mzm. 119:105)

2019-09-27T12:33:55+07:00