//Latihan iman

Latihan iman

Titus adalah salah satu hamba Tuhan yang disebut Paulus sebagai anaknya sendiri. Waktu Titus ditugasi untuk melayani orang-orang Kreta, Paulus menyemangati dia untuk tetap berdiri teguh dalam iman meskipun orang-orang Kreta itu hidup penuh pelanggaran terhadap hukum Tuhan.

Paulus pun sangat tahu bahwa Titus adalah orang yang paling tepat untuk melayani di Kreta meskipun dia masih muda. Kita harus ingat bahwa Titus tidak seperti rasul-rasul awal yang secara langsung hidup bersama dan mengenal Yesus. Tetapi melalui pembelajaran akan Firman Tuhan dan pemuridan oleh Paulus, Titus bertumbuh dalam imannya; imannya menjadi begitu kuat sehingga Paulus pun memercayakan pelayanan seluruh pulau itu ke tangan Titus sebagai pemimpinnya. Alhasil, sejarah mencatat bahwa jemaat Kreta menjadi salah satu pusat kekristenan dunia karena pertumbuhannya yang konstan, sejak abad ke-2 sampai penaklukan bangsa Arab di abad ke-9. Saat itu Titus memang telah meninggal dan dia tidak menyaksikan sendiri pertumbuhan jemaat itu, tetapi dia telah menjadi pelayan yang setia dan tetap berdiri teguh dalam iman, dan ini berdampak pada pekerjaan Tuhan melakukan pertumbuhan yang luar biasa itu.

Selama dua bulan terakhir ini, kita telah banyak belajar dan berlatih menghidup ajaran yang sehat untuk memperkuat iman kita. Namun, pernahkah kita berpikir betapa hebatnya dampak yang bisa muncul kalau kita punya iman yang kuat? Sebagian orang merasa iman mereka kecil dan lemah, bahkan mungkin tidak pantas disebut iman… tetapi sadarkah kita bahwa Yesus tidak menetapkan syarat ukuran iman, dan iman sekecil biji sesawi pun bisa memindahkan gunung, bahkan sampai gunung itu masuk ke dalam laut! Betapa luar biasanya skala perbandingan ini, iman yang kecil saja menghasilkan dampak raksasa, kalau kita berdiri teguh dalam Firman Tuhan.

Suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada saya dan pertanyaan ini serius, “Mengapa orang Kristen suka berbicara tentang iman, tetapi saat menghadapi masalah justru tidak mau bertindak sesuai iman itu?”

Pertanyaan itu menohok saya! Ini seperti peristiwa angin ribut di Alkitab. Para rasul sudah hidup bersama Yesus cukup lama, tetapi saat menghadapi angin ribut yang menakutkan, mereka berteriak-teriak seperti hampir mati, tidak sadar bahwa Yesus ada bersama mereka di perahu.

Iman itu seperti otot. Kita harus berlatih rutin supaya otot kita kuat dan membesar. Latihan rutin akan membuat otot membesar dan menjadi cukup kuat untuk menahan beban yang semakin berat. Di film Wonder Woman, Gal Gadot si pemeran utama harus berlatih fisik selama 6 jam setiap hari sebelum mulai proses syuting, padahal dia memang adalah seorang tentara Israel sejak 2 tahun sebelumnya dan sudah biasa berlatih fisik! Hasilnya, dia menambah bobot ototnya sebanyak 6 kg! Untuk laki-laki, ini mudah saja, karena hormon laki-laki memang cenderung cocok untuk pertumbuhan otot, tetapi untuk perempuan ini sebenarnya sulit sekali meskipun mereka berlatih keras.

Mari kita lihat kembali iman kita sekarang. Apakah selama ini kita tetap berlatih rutin untuk memperkuat iman kita? Kalau kita berpikir iman kita kecil dan lemah, coba kita mengambil waktu untuk merenung sejenak… Apakah selama ini kita sudah menerapkan dosis latihan iman yang tepat? Seberapa dosis yang tepat itu?

Alkitab mengingatkan kita untuk memperkatakan, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan siang dan malam, supaya hidup kita berhasil (Yosua 1:8). Ini sebenarnya berarti kita harus hidup menurut Firman Tuhan setiap saat. Situasinya baik atau buruk, senang atau susah, sehat atau sakit, kita sebenarnya sudah bisa melihat panduan hidup yang tepat di dalam Firman Tuhan. Bahkan misalnya, untuk tidur pun kita memiliki panduan, yaitu tidur tenang dalam ketenteraman dan damai sejahtera Allah, dan memercayai kedaulatan-Nya atas segala sesuatu yang sedang terjadi. Bukankah ini latihan iman? Dengan latihan iman seperti ini, ajaran sehat yang telah kita terima akan berubah menjadi mukjizat bagi hidup kita, sehingga pada akhirnya, berdiri teguh dalam iman menjadi sejalan dengan kehendak Tuhan, dan Dia sendiri memampukan kita dan mencurahkan kelimpahan-Nya atas kita.

Tuhan memberkati kita semua

 

2019-10-12T10:41:47+07:00