///Lima Hal Kecil yang Membuat Perbedaan Besar dalam Pekerjaan

Lima Hal Kecil yang Membuat Perbedaan Besar dalam Pekerjaan

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”  – Roma 12:12
Bersukacitalah senantiasa.” – 1 Tesalonika 5:16

Sering kali hal-hal kecil kita dapati memberikan pengaruh yang besar. Ini berlaku pula di kegiatan kerja atau usaha kita sehari-hari. Hal-hal sederhana yang kita lakukan secara sengaja dapat memberikan semangat baru dalam bekerja. Seorang pemimpin rentan terjebak di dalam berbagai rutinitas yang membosankan dan kadang membunuh kreativitas serta inovasi, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas kerja tim. Kali ini, kita akan menyimak lima hal sederhana yang mampu menaikkan energi dalam bekerja, mendorong kinerja tim yang lebih baik, serta meningkatkan produktivitas kerja tim.

 

  1. Tim kerja yang berukuran kecil

Jeff Bezos dari Amazon memiliki aturan emas, “Jika dua loyang pizza tidak cukup untuk memberi makan tim Anda, maka tim tersebut terlalu besar.”

Penelitian menunjukkan bahwa pekerja lebih terlibat dan produktif ketika mereka bekerja di tim yang lebih kecil. Sebaliknya, produksi tiap pekerja secara individual akan mulai menurun seiring dengan membesarnya ukuran tim! Salah satu alasan utama tim kecil itu lebih baik adalah karena setiap anggota bisa saling mendukung, saling mengingatkan, saling belajar, serta lebih memudahkan komunikasi setiap saat. Dalam tim kecil, setiap orang akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar dan keterlibatan yang lebih tinggi.

Tindakan praktis: Bentuklah micro-team yang terdiri dari maksimal tiga orang yang saling bersinergi untuk mencapai target divisi. Jika tim ini mulai membesar karena merekrut orang-orang baru, bentuk lagi micro-team untuk tetap mendorong sinergi.

 

  1. Budaya kerja yang mendukung

Sebagian besar pekerja lebih ingin bisa bekerja dalam tim kecil karena dalam tim kecil mereka lebih didengar, lebih berpeluang untuk berperan nyata, lebih terlibat, lebih bersemangat, serta tidak merasa sendirian. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pekerja justru percaya dukungan kurang tersedia ketika tim semakin besar. Tim kecil merupakan ladang yang subur untuk menumbuhkan budaya kerja. Pikirkan beberapa nilai positif utama yang dapat dijadikan budaya kerja tetap bagi divisi atau perusahaan Anda, lalu doronglah praktik-praktiknya serta tumbuhkan kebiasaannya di dalam tim-tim kecil yang ada.

Tindakan praktis:

  • Lakukan diskusi mingguan dalam kelompok kecil (micro-team) dengan berbagai topik yang pada intinya membahas strategi pencapaian target tim secara lebih efektif. Hal ini membangun budaya pengembangan yang terus-menerus (continuous improvement).
  • Sesekali, undang pemimpin (direktur, manajer, kepala bagian, dsb.) dari divisi lain untuk berbagi informasi, pengalaman, dan wawasan dari sudut pandang divisi tersebut. Lalu, lakukan fasilitasi agar terjadi diskusi dalam kelompok-kelompok kecil dari divisi-divisi yang berbeda, sesuai topik yang dibagikan. Hal ini membangun budaya perspektif yang luas dan menyeluruh dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian tugas serta pemecahan masalah.
  • Demikian pula, bawa micro-team dari divisi yang Anda pimpin untuk berkunjung ke divisi lain untuk menemukan hal positif yang bisa diterapkan di divisi Anda dan mendiskusikan cara divisi Anda dapat lebih efektif mendukung divisi lain yang dikunjungi itu. Hal ini membangun budaya keterbukaan, semangat belajar, dan inisiatif langsung..

 

  1. Pencapaian-pencapaian yang diapresiasi, meski kecil

Biasanya pemimpin lebih berfokus pada hal-hal yang salah, yang belum tercapai, atau yang perlu dikoreksi, dan lupa melihat berbagai kemajuan yang telah terjadi. Akibatnya, pemimpin cenderung hanya mengritik dan menyalahkan, dan menanam benih demotivasi di antara pekerja.

Demi semangat kerja dan produktivitas kerja, selalu amati hal-hal baik apa saja yang telah dilakukan atau dicapai pekerja Anda. Lalu, berikan apresiasi yang selayaknya kepada dia; misalnya, pujian, reward sesuai kebijakan perusahaan, dan lain-lain! Jangan menunggu sampai pekerja Anda melakukan sesuatu yang sensasional dan luar biasa sebelum Anda memberikan apresiasi. Kenali kontribusi kecil mereka dan segera berikan perhatian positif. Pujian merupakan salah satu bentuk apresiasi sederhana dan mudah yang sangat berdampak.

Kunci keberhasilan pujian sebagai apresiasi adalah dengan memastikan pujian itu tetap relevan, bermakna, dan tidak dibuat-buat. Di sisi lain, dorong juga para pekerja untuk saling menghargai kemajuan dan pencapaian mereka. Mengapresiasi dan merayakan kesuksesan akan menstimulasi rasa percaya diri tim dan memastikan semua orang memahami kontribusi yang diberikan orang lain. Ini penting karena 75% pekerja yang menerima apresiasi, setidaknya pengakuan dan pujian, akan merasa gembira dan puas dengan pekerjaan mereka dan terdorong untuk mempertahankan kinerja yang baik itu.

Tindakan praktis: Ucapkan terima kasih ketika tim kerja telah memenuhi tenggat, berikan pujian saat suatu tahap dalam tugas terlaksana dengan baik, izinkan tim kerja pulang lebih awal setelah beberapa lama lembur dan akhirnya berhasil menyelesaikan tugas besar lebih awal daripada estimasi waktunya, makan bersama pada akhir kwartal, dan lain-lain.

 

  1. Kebiasaan belajar senantiasa

Pertanyaan penting lainnya yang perlu dipikirkan ialah bagaimana Anda bisa mempertahankan semangat kerja dalam tim, sekaligus mendorong pertumbuhan dan inovasi pekerja? Jawabannya adalah terus belajar.

Anda perlu memberikan ruang dan kesempatan untuk pengembangan berkelanjutan kepada pekerja, sebagai ekspresi pesan bahwa kepemimpinan tim dan perusahaan peduli dengan pertumbuhan pekerja sekaligus untuk mendorong serta memberdayakan mereka untuk berpikir besar. Pastikan agar tim Anda selalu memiliki akses ke pengetahuan dan keterampilan baru yang dibutuhkan untuk bisa unggul dalam peran mereka dan berinovasi. Ini akan membangun kepercayaan diri mereka dan mendorong mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka sehingga menghasilkan capaian-capaian dan kinerja yang terus meningkat.

Tindakan praktis: Sebulan sekali, buatlah forum belajar bersama untuk tim yang Anda pimpin. Anda bisa memberdayakan para manajer, kepala bagian, atau direktur sebagai internal trainer dalam pelatihan singkat bagi pekerja melalui pengetahuan dan pengalaman mereka.

 

  1. Fleksibilitas yang bertanggung jawab

Sewaktu-waktu, berikan kelonggaran tertentu sebagai kejutan kecil yang positif untuk pekerja. Kita semua bisa saja terjebak oleh rutinitas dengan jadwal yang padat, SOP yang ketat, dan ritme kerja yang sangat melelahkan. Semuanya ini menjadikan pekerja lelah dan bosan dan menurunkan produktivitas mereka. Karena itu, pecahkan kebekuan rutinitas itu demi tujuan membangkitkan kembali energi bekerja di dalam tim Anda, agar mereka kembali bersemangat dan menjadi lebih berdedikasi lagi.

Tindakan praktis:

  • Berikan kupon gratis kepada pekerja untuk menikmati makan gratis, wisata gratis, atau kejutan menyenangkan lainnya bersama keluarga mereka.
  • Berikan izin untuk pekerja yang perlu hadir dalam acara sekolah anaknya, tanpa memotong jatah cutinya.
  • Berikan cuti khusus untuk pekerja mengunjungi atau mengurus orang tuanya.

 

Sebagai seorang pemimpin, Anda bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, mempertahankan energi positif, dan mendorong peningkatan produktivitas tim. Ini berarti Anda bertanggung jawab untuk menguatkan pekerja yang Anda pimpin sekaligus menularkan sukacita bekerja kepada mereka. Alkitab sudah meningatkan kita, tentang betapa pentingnya sukacita di dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalam bekerja. Lima hal kecil ini akan membantu mendorong sukacita dalam bekerja. Selamat mempraktikkannya!

2022-10-29T10:04:48+07:00