///Lingkungan pendukung pertumbuhan anak

Lingkungan pendukung pertumbuhan anak

Dalam 1 Tesalonika 5:14, kita membaca, “Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.” Dari ayat ini terlihat bahwa untuk sekali perkataan koreksi (tegorlah) diperlukan tiga tindakan yang bersifat mendukung (hiburlah, belalah, sabarlah).

Jadi yang dimaksud oleh Gary J. Oliver sebagai lingkungan yang mendukung ialah lingkungan di mana anak-anak kita tahu bahwa mereka berharga di hadapan Allah dan di hadapan kita sebagai orangtua. Inilah lingkungan di mana kita dapat memberi lebih banyak waktu untuk membangun dan mendorong mereka, bukannya memarahi dan menyalahkan mereka. Dalam 1 Tesalonika ini terlihat dalam bentuk perbandingan 1 : 3 , yaitu 1 kali teguran harus disertai 3 kali dukungan untuk menjadi baik.

Lingkungan yang mendukung ialah lingkungan di mana kita mendorong anak untuk melakukan hal yang baik, bukan membiarkan mereka tetap berperilaku buruk. Kita harus lebih banyak memuji mereka atas tanggung jawab yang dilakukan daripada mengkritik dan mencela mereka karena gagal memenuhi harapan kita. Bagaimana caranya?
Berikut di bawah ini ada 19 pertanyaan yang sangat baik digunakan untuk proses saling evaluasi antara suami dan istri untuk meningkatkan kemampuan sebagai orangtua yang menyediakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak-anaknya.
1. Apakah saya memuji anak saya paling tidak sekali sehari?
2. Apakah saya memperlakukan anak saya sebagai anggota keluarga yang berharga?
3. Apakah saya selalu siap mendengarkan ketika anak saya ingin berbicara dengan saya?
4. Apakah saya melibatkan anak saya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam keluarga?
5. Apakah saya memiliki program mendidik yang masuk akal dan mendorong anak saya untuk mengikutinya?
6. Apakah saya memperlakukan anak saya seperti saya memperlakukan sahabat terbaik saya?
7. Apakah saya memperlakukan anak-anak saya dengan adil?
8. Jika saya menyuruh anak-anak melakukan sesuatu, apakah saya meluangkan waktu untuk menolong mereka mengerti mengapa saya memberi perintah itu, bukan sekedar mengatakan “karena Papa/Mama menyuruhmu”?
9. Apakah saya memberi teladan yang baik bagi anak saya?
10. Apakah saya berpikir positif mengenai anak saya dan mendorong prestasinya?
11. Apakah saya memperhatikan pendidikan anak saya dan menghadiri pertemuan orangtua murid?
12. Apakah saya sering memberi pelukan atau kontak fisik yang hangat dan sehat untuk anak saya?
13. Apakah saya mendorong mereka menghadiri ibadah secara teratur?
14. Apakah saya meluangkan waktu setiap hari untuk menemani anak saya memeriksa pekerjaan sekolahnya?
15. Apakah saya mengiringi/mengantar kepergian anak saya ke sekolah setiap hari dengan memberi kata-kata yang menyemangatinya?
16. Apakah anak saya melihat saya berdoa?
17. Apakah anak saya melihat saya membaca Alkitab?
18. Apakah anak saya mendengar saya meminta maaf saat saya melakukan kesalahan?
19. Apakah saya membicarakan perasaan-perasaan saya dengan anak saya?

Jika kita senantiasa meningkatkan diri sebagai orangtua dalam hal ke-19 pertanyaan ini, betapa positifnya dampak yang akan terjadi bagi anak-anak kita. Mari, kita senantiasa mengevaluasi diri sebagai orang tua, sesuai dengan perintah Allah yang tertulis dalam Efesus 6:4 “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

2019-10-17T17:25:48+07:00