Lomba Lari

Lari adalah cabang olahraga atletik yang kompetisinya diminati oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia. Di tanah air kita Indonesia, lomba lari juga menarik banyak peserta baik dari dalam maupun luar negeri untuk mengikutinya, dengan jumlah peserta mencapai ratusan bahkan hingga ribuan orang pada setiap penyelenggaraannya. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti lomba lari, hanya beberapa orang saja yang akan mendapat medali dan hadiah yang sudah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Pada awal bulan lalu di area pemukiman tempat tinggal kami, ada acara yang menarik perhatian banyak orang, yaitu lomba lari rintangan yang dinamakan “Green Warrior Run”. Perlombaan ini terbuka untuk setiap orang, bahkan bisa diikuti oleh anak usia 5 tahun ke atas. Setiap peserta diwajibkan berlari dan meyelesaikan berbagai rintangan yang ada, kemudian peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh jarak lintasan dan melewati semua rintangan dalam jangka waktu tertentu akan mendapatkan medali penamat. Tidak ada penghargaan atau hadiah apa pun yang diberikan kepada peserta yang tamat di luar batas waktu yang telah ditentukan dan secara otomatis peserta demikian dinyatakan gugur.

Dengan ketentuan ini, semua peserta yang berniat mendapatkan medali harus benar-benar berfokus dan mempersiapkan diri. Mereka harus banyak berlatih secara fisik dan mental, demi berhasil menamatkan seluruh jarak lintasan beserta segala rintangannya dengan mengatur tenaga dan daya tahan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan. Banyak peserta yang dengan semangat akhirnya bisa menyelesaikan pertandingan dan berhasil mendapatkan medali penamat. Melewati setiap rintangan, para peserta itu tidak khawati atau takut terhadap bahaya karena mereka tahu bahwa panitia telah menyiapkan semua hal untuk mengantisipasi jika ada peserta yang membutuhkan bantuan.

Melihat keseruan acara ini, saya jadi teringat tentang Firman Tuhan di surat Korintus, bahwa semua anak Tuhan diumpamakan sedang mengikuti sebuah pertandingan yang diwajibkan bagi kita. Pertandingan yang dimaksud ini adalah perlombaan iman, yang menuntut kita untuk setia sampai akhir. Banyak rintangan kehidupan yang akan kita hadapi dalam seluruh lintasannya, tetapi semuanya dapat kita selesaikan asalkan kita senantiasa berlatih dan tetap berfokus pada garis akhir.

Rintangan dalam perlombaan iman kita bisa berupa penyakit, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah keuangan, masalah hubungan, atau bahkan masalah dalam pelayanan. Masing-masing masalah ini mungkin akan melemahkan iman kita, atau membuat kita hilang harapan. Namun ada satu hal yang harus kita ingat, bahwa apa pun rintangannya, kita harus menyelesaikan perlombaan iman itu. Tuhan jauh lebih hebat daripada panitia lomba lari. Tuhan telah menyiapkan segala pertolongan dan kasih karunia yang kita butuhkan dalam menghadapi rintangan kehidupan itu. Tugas kita adalah terus berlari pada tujuan akhir dan memenuhi panggilan Kristus dalam hidup kita.

Kita berlari bukan untuk mendapatkan medali atau hadiah duniawi yang bisa hilang, melainkan untuk mendapatkan mahkota kekal yang abadi. Tuhanlah kelak yang akan menyambut kita di garis akhir itu dan berbangga mengenakan mahkota itu pada kepala kita. Karena itu, tetaplah berlari dalam perlombaan iman kita, dan ingatlah senantiasa bahwa penyertaan dan kasih Tuhan selalu bersama kita. Amin.

1 Korintus 9:25
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

2019-10-17T10:45:12+07:00