//Love Your Neighbour as Yourself (爱人如己)

Love Your Neighbour as Yourself (爱人如己)

A little after a year into the pandemic, COVID-19 cases in Indonesia spiked up high, causing chaos and uncertainty all through the country. In fact, the whole world seems to come to a halt now that the virus has drawn closer to each of us. Everyone has become busy with their own problems and no one knows exactly when this pandemic will end. Online activities, working from home, and all the unfamiliar routines have kept us all trapped in a small bubble of discomfort.

疫情大流行一年后不久,印度尼西亚的 COVID-19 病例激增,以此混乱和不确定性震撼了整个国家。 事实上,全世界也停止了许多活动,因为几乎所有国家都在经历病毒的传播,且与各自的个人生活圈子越来越近。 人们忙于自己的问题,没有人知道大流行何时会结束。 在线活动、在家工作以及所有其他“怪异”的例行公事越来越让我们所有人都感到不适。

Tak lama setelah setahun pandemi melanda, kasus COVID-19 di Indonesia melonjak naik hingga kekacauan dan ketidakpastian mengguncang seluruh negeri. Bahkan, seluruh dunia juga berhenti dari banyak aktivitas karena hampir semua negara mengalami penyebaran virus yang makin mendekat ke lingkaran kehidupan pribadi masing-masing. Orang-orang menjadi sibuk dengan masalah mereka massing-masing dan tidak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Aktivitas online, bekerja di rumah saja, dan segala rutinitas “aneh” lainnya makin erat memerangkap kita semua di dalam ketidaknyamanan.

 

This whole situation has drawn me to wondering how we, the disciples of Christ, should respond. As the saying goes, what would Jesus do?

这种情况让我想知道自己作为基督的门徒应该如何回应。 正如我们经常听到的那样:耶稣在这种情况下会怎么做?

Situasi ini membuat saya sendiri bertanya-tanya tentang bagaimana seharusnya kita berespons sebagai murid Kristus. Seperti ucapan yang sering kita dengar: apa yang akan Yesus lakukan dalam situasi ini?

 

In Luke chapter 10, Jesus was telling the story of the Good Samaritan to some curious Pharisees. A man was crossing a road to the city of Jericho when he was robbed and beaten by a gang of villains. They left the man on the street, nearly dead with almost nothing on him. A Jewish priest passed by shortly after and noticed the man, yet he did not bother to help him. Not long after then, a Levite was rushing to the temple to worship and came across the same man. Sadly, he did not help him and instead walked across the street to make sure the scene was not blocking his way.

在路加福音 10 章,耶稣向一群询问上帝诫命的法利赛人讲述了好的撒玛利亚人的故事。 一个正在进入耶利哥的人,途中被一群罪犯抢劫和殴打。 他们把那个人留在街上,几乎死了,也一无所有了。 一位犹太祭师经过,看到了受害的人,但没有提供任何帮助。 不久之后,一个利未人也经过了。 他正匆忙冲向崇拜所。 他也看到了受害的人,但没有帮助他。他友而是,穿过马路的另一边,以便他的脚步不会被不能动的受害人阻碍。

Dalam Lukas 10, Yesus menceritakan kisah Orang Samaria yang Baik Hati kepada sekumpulan orang Farisi yang bertanya tentang perintah Allah. Seorang pria sedang menyeberang ke Yerikho lalu dia dirampok dan dipukuli dalam perjalanan oleh sekawanan penjahat. Mereka meninggalkan pria itu begitu saja di jalan, dalam kondisi hampir mati dan tidak punya apa-apa. Seorang imam Yahudi lalu lewat dan melihat pria korban kejahatan itu, tetapi tidak memberikan pertolongan apa pun. Tak lama kemudian, seorang pria Lewi lewat pula. Dia sedang bergegas menuju rumah ibadah. Dia pun melihat pria korban kejahatan itu, tetapi tidak menolongnya. Dia justru menyeberang ke sisi jalan lainnya agar langkahnya tidak terhalang oleh si korban yang tubuhnya tak bergerak itu.

 

That’s when a Samaritan came into place. When he saw the man, he felt compassion and treated the man’s wound. The Samaritan carried the man to a nearby inn and nursed him until the next day. When he had to leave, he gave some money to the innkeeper and told him to look after the man using that money. He even promised to come back to the inn and pay for any expenses that would exceed the amount for the treatment. A practical help for a practical need, from a genuine heart of love.

然后那个撒玛利亚人出现了。 他经过并看到了受害者。 他的心被触动了,他立即下去,为受害者清洗伤口。 接下来,撒玛利亚人将受害者带到附近的旅馆,并照顾他直到第二天。 当他不得不继续前行时,他留下了一些钱给客栈老板,并请客栈老板照顾受害者。 他甚至承诺,如果超出他留下的金额,他会回来支付任何必要的费用。 他以真诚和充满爱心的心为真正的需要者提供适当和即时的帮助。

Lalu, muncullah sang pria Samaria. Dia lewat dan melihat si korban. Hatinya tersentuh, hingga ia langsung turun dan membasuh luka-luka si korban. Selanjutnya, pria Samaria itu membawa si korban ke penginapan terdekat dan merawatnya sampai keesokan harinya. Ketika dia harus pergi melanjutkan perjalanannya, dia meninggalkan sejumlah uang kepada pengurus penginapan dan meminta pengurus penginapan merawat si korban dengan uang itu. Dia bahkan berjanji untuk kembali dan membayar segala pengeluaran yang dibutuhkan jika melebihi jumlah uang yang ditinggalkannya. Dia memberikan pertolongan yang tepat dan langsung, untuk kebutuhan yang nyata, dari hati yang tulus dan penuh kasih.

 

Back to our situation today… How often do we become so preoccupied with what we have, what we experience, that we forget to share? Truth be told, there is never a better time for sharing than a time like this. We heartily need each other, especially in unfavourable times. Humans are not made to face their problems alone; God provided us with one another to walk alongside, encourage, and inspire each other in love. We are to bear one another’s burdens, provide for one another’s practical needs, condemn one another’s sin, and enjoy God’s blessings with one another.

再回到我们目前的情况……我们有多少次忙于自己而忘记分享? 真的,没有比现在更好的时间来分享了。 在这个困难时期,我们真的需要彼此。 人不是为了独自面对挣扎而生的;神赐人有同胞,使我们可以在爱中一起会行,互相增强,爱中互相激励。 我们要彼此背负重担,给予彼此真的帮助,相互指出自己的错误和罪恶,一起享受神的祝福和恩典。

Kembali ke situasi kita saat ini… Berapa sering kita terlalu sibuk dengan diri sendiri hingga lupa untuk berbagi? Sesungguhnya, tidak ada waktu yang lebih tepat daripada sekarang untuk berbagi. Kita sedang sangat saling membuutuhkan dalam masa sulit ini. Manusia tidak diciptakan untuk menghadapi pergumulannya sendirian; Tuhan memberikan sesama manusia agar kita saling berjalan bersama, saling menguatkan, dan saling menginspirasi, di dalam kasih. Kita perlu saling menanggung beban, saling memberikan pertolongan yang nyata, saling menegur dalam kesalahan dan dosa, serta menikmati berkat dan anugerah Tuhan bersama-sama.

 

Jesus says, “‘Love the Lord your God with all your heart and with all your soul and with all your mind.’ This is the first and greatest commandment. And the second is like it: ‘Love your neighbour as yourself.’ All the Law and the Prophets hang on these two commandments,” (Matthew 22:37-40, NIV). Clearly, we belong first to Christ, and second, to one another.

耶稣说:“你要尽心、尽性、尽意,爱主你的神。 那诫命是首要的,也是最大的。 第二条诫命与之相同,就是:要爱人如己。” (马太福音 22:37-40)。 显然,我们首先是属于神的,其次也是属于彼此

Yesus berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-40). Jelas sekali, kita adalah milik Allah pertama-tama, tetapi yang kedua juga milik satu sama lain.

 

In the midst of this ongoing pandemic, with no foreseeable end, not everyone has the privilege of having someone by their side. When they are feeling unwell, or lonely, or in need, God’s love can emerge in and fulfil what they have been thirsting for. We are the children of God and the vessel of God’s love. It doesn’t really require grand, extraordinary efforts or actions to share God’s love. What God wants is a simple act of kindness performed with a genuine heart. Simply inquiring how your colleague is doing, or sending food parcels, or listening to their story, can be very impactful to those in need. Through our works, words, and gestures, the grace of God flows out. In fact, in the greater context, this is us bringing God to people and bringing people to God in the end of time.

在一场不知结局的大流行中,并不是每个人都有朋友在身边。 当他们生病,或孤独,或迫切需要时,神的爱就会出现并满足他们的需要。 我们是神的儿女,又是神爱的管道。 分享神的爱不一定是壮观或轰动的。 神只想要一颗真诚的心去爱。 仅仅询问他们的近况、送餐或聆听他们的故事,都会对有需要的人产生强大的影响。 通过我们的行动、言语和爱的行动,天父的爱在涌流。 其实,实际上在更大的背景下,这意味着我们在这末世将神带给许多人,并将许多人带到神面前。

Di tengah-tengah pandemi yang masih melanda tanpa dapat diketahui akhirnya ini, tidak semua orang memiliki sahabat di samping mereka. Saat mereka sakit, atau kesepian, atau putus asa di dalam kebutuhan, kasih Tuhan sanggup untuk muncul dan memenuhi kebutuhan mereka itu. Kita adalah anak-anak Tuhan dan saluran kasih-Nya. Berbagi kasih Tuhan tidak harus kita lakukan dengan hal-hal yang spektakuler atau sensasional. Tuhan hanya menginginkan tindakan kasih dari hati yang tulus. Sekadar menanyakan kabar, mengirimkan makanan, atau mendengarkan cerita mereka, dapat memberi dampak yang kuat kepada mereka yang membutuhkan. Melalui perbuatan, ucapan, serta tindakan kasih kita, kasih sayang Tuhan mengalir. Bahkan, sebenarnya di dalam konteks yang lebih besar, hal ini berarti kita sedang membawa Tuhan kepada banyak orang dan membawa banyak orang kepada Tuhan di akhir zaman ini.

 

Take the time today, to reach out and make life more meaningful. Your life and others’. Helping one another is something that we often do not realize the true value of until we actually do it. Let us love one another, not just during the pandemic, but until the end of our journey on earth!

从今天开始把时间,问候给我们的同胞并触摸他们。 让你和他们的生活更有意义。 互相帮助往往被认为是一件很有价值的事情,而直接去做会提醒我们想去这种价值。 来吧,爱我们的同胞,不仅在这次大流行期间,而且直到我们在地球上的旅程的最后时刻!

Mulailah memberikan waktu hari ini, sapalah sesama kita manusia dan sentuhlah mereka. Jadikan hidup Anda dan hidup mereka lebih berarti. Saling memberi pertolongan sering kita lupakan sebagai hal yang sangat bernilai, dan melakukannya secara langsung akan mengingatkan kita pada nilai itu. Mari, kasihi sesama kita manusia, bukan hanya semasa pandemi ini, melainkan sampai titik terakhir dari perjalanan kita di bumi!

2021-08-29T23:04:12+07:00