///Maha Karya Nusantara

Maha Karya Nusantara

Sejarah mencatat bahwa di Indonesia terdapat beberapa kerajaan yang berjaya pada masanya. Konon pernah ada 782 kerajaan di bumi Nusantara ini. Kita mungkin mengenal sedikitnya 15 kerajaan besar yang pernah ada: mulai dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur pada tahun 400M, Kerajaan Sriwijaya di Palembang pada abad VII,  Kerajaan Singasari di Jawa Timur pada tahun 1222, hingga Kerajaan Majapahit di Delta Brantas yang terkenal dengan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1293–1520. Setiap kerajaan itu berjaya pada masanya masing-masing. Sejarah juga mencatat dan menemukan beberapa benda peninggalan yang menandakan kejayaannya dan menjadi bukti bahwa nenek moyang kita sudah memiliki peradaban yang maju. Benda-benda itu berupa candi, prasasti, arca, karya sastra, makam, atau budaya kesenian tertentu, yang sekarang bisa kita saksikan itu menunjukkan kehebatan raja-raja itu. Namun, kita tidak bisa mengenal lebih dekat kerajaan dan raja-raja itu, karena mereka sekarang sudah tinggal sejarah.

 

Kehebatan para raja-raja itu sering digambarkan sebagai sesuatu yang paling megah atau hebat yang pernah terjadi. Mahapatih Gajah Mada misalnya, begitu dihormati dan bahkan ditakuti oleh seluruh raja lain pada masanya. Kehebatan Gajah Mada yang mampu menaklukkan beberapa kerajaan di bumi Nusantara membuat dirinya memiliki cita-cita untuk menyatukan bumi Nusantara yang saat itu terdiri dari beberapa kerajaan.  Namun sehebat apa pun Gajah Mada, kini beliau hanya tinggal sejarah. Kekuasaan dan kehebatannya tidak bisa kita rasakan di zaman ini.

Allah sendiri juga punya kerajaan, dan Kerajaan Allah bukanlah hanya sebuah sejarah. Memang banyak perjalanan yang dilakukan ke Israel sebagai bagian dari upaya pemahaman anak-anak Tuhan untuk melihat bukti sejarah tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, namun sesungguhnya Kerajaan Allah adalah kerajaan yang masih eksis hingga saat ini dan bisa kita rasakan langsung kehebatanNya.

Kerajaan Allah adalah kerajaan yang dipimpin Allah sendiri, Raja di atas segala raja. Dia memerintah sejak dulu, sekarang dan sampai selamanya. Sebagai orang-orang yang percaya kepadaNya, kita telah menjadi pewaris tahta Kerajaan Allah sekaligus memiliki kuasa untuk melakukan banyak perkara. Sayangnya, sering kali kuasa ini tidak terlihat nyata, bahkan kita menjadi dirundung kekhawatiran, kita tidak percaya bahwa Kerajaan Allah itu nyata, sehingga kuasa kerajaan itu tidak mengalir nyata dalam hidup kita.

Banyak dari kita memang sudah mengerti bahwa Allah adalah Raja dan Dia adalah pemilik tahta Kerajaan Allah. Tetapi karena kita tidak hidup di jaman Tuhan Yesus hidup, seringkali iman kita menjadi lemah. Kita menjadi kurang percaya, dan akibatnya kuasa Kerajaan Allah itu tidak benar-benar nyata kita alami di dalam hidup kita.

Banyak kehebatan dan terobosan hidup yang sebenarnya bisa kita alami, bahkan lebih hebat dari raja-raja tempo doeloe yang pernah tercatat oleh sejarah. Lebih daripada raja-raja masa lalu yang pernah dikenal sebagai pewaris tahta kerajaan dan berhasil menaklukkan banyak kerajaan pada masanya, kita adalah pewaris tahta Kerajaan Allah yang mampu menaklukkan kerajaan iblis, dulu, sekarang dan selamanya.

Kerajaan dunia memiliki masa kejayaan yang terbatas, tetapi Kerajaan Allah berjaya sepanjang masa. Kita tidak perlu mencari benda-benda peninggalan sejarah atau bukti-bukti masa keemasan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu masih jaya sampai saat ini, dan kita dengan mudah bisa menemukan bukti kehebatan Nya di sekeliling hidup kita. Tubuh kita yang berfungsi dengan baik dan sehat, sukacita baru yang dialami oleh sahabat yang kita hibur saat berduka, kesembuhan yang terjadi pada orang tua kita saat saudara-saudara seiman mendoakan, dan banyak hal “kecil” lainnya setiap hari adalah bukti itu. Kita sangat bisa mengalami kehebatanNya setiap saat dan di dalam segala situasi, karena kita adalah pewaris tahta Kerajaan Allah.

Selamat! Kita telah dipilih menjadi pewaris tahta Kerajaan Allah, dan senantiasa bisa mengalami kehebatan Raja kita!

“Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin  oleh dunia ini  untuk menjadi kaya dalam iman  dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikanNya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?” (Yakobus 2:5)

2019-10-17T16:02:26+07:00