///Manusia Mata Air

Manusia Mata Air

…air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh. 4:14)

Air adalah salah satu simbol kehidupan. Dalam tubuh kita terdapat kandungan air yang membawa kehidupan. Nyawa terdapat di dalam darah kita yang cair, dan nyawa inilah yang menentukan hidup-mati kita. Selama nyawa kita hidup, jiwa kita akan terus mengelola kehidupan kita itu. Bagaimana pengelolaan hidup kita seharusnya berjalan? Yesus berkata bahwa siapa saja yang percaya kepadaNya akan memiliki mata air kehidupan (Yoh. 4:14). Mata air adalah sumber air yang tidak pernah berhenti, dan demikianlah yang Yesus inginkan untuk hidup kita. Bahwa hidup kita menjadi mata air, di mana Sang Sumber itu senantiasa mengalirkan air ke luar dengan bebas dan melimpah.

Dua tahun lalu ketika saya berulang tahun, seperti biasa saya selalu melakukan kontemplasi diri. Saya bersekutu, berdoa, berdiam diri, mendengarkan suara Tuhan untuk melakukan kehendakNya. Saat itu, Roh Kudus memberikan hikmat tentang Manusia Mata Air. Saya langsung percaya. Saya menerima kebenaran ini dengan iman. Selanjutnya, tiap menit dan detik dalam kehidupan saya seakan mengalami kesegaran rohani yang luar biasa. Yang saya rasakan adalah, ketajaman manusia roh saya semakin menguat dari waktu ke waktu. Keinginan daging saya bisa terkontrol dengan lebih mudah. Saya tidak mudah jatuh dalam kesia-siaan. Hidup saya serasa sangat effektif dan tepat guna.

Sejak hikmat tentang mata air itu, saya terus mengimani kuasaNya. Makin lama jiwa saya pun makin tunduk dan mau bekerjasama dengan keinginan roh saya, yang semakin memimpin diri saya pada kebenaran dalam melakukan kehendakNya. Setiap saat menjadi momen yang indah, sekalipun ada penderitaan, tekanan, masalah, kekecewaan dan pergumulan demi penyempurnaan jiwa saya. Kasih karunia serasa cepat muncul ketika saya tidak mampu lagi. Pertolongan Tuhan sangat terasa nyata dalam tugas dan tanggung jawab saya sebagai pemimpin di keluarga, pekerjaan dan pelayanan. Karunia rohani seperti hikmat marifat dan mujizat saya alami setiap hari. Kasih dan kuasa Allah Tritunggal ada di dalam saya, bahkan turut dirasakan oleh orang-orang terdekat: anak dan istri saya, asisten, sekretaris, tim kerja, partner saya juga klien saya. Mereka bersaksi bahwa hidup saya penuh anugerah kasih karunia Allah. Saya sangat bersyukur akan hal ini.

Bagaimana dengan Anda para pembaca? Melalui tulisan saya ini saya ingin Anda pun mengalami pengalaman menjadi Manusia Mata Air. Saya mengajak Anda semua percaya bahwa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah awal bagi kita untuk menjadi Manusia Mata Air. Selanjutnya terbukalah terhadap kuasa Roh Kudus melalui FirmanNya yang kita baca, jadikan Dia Sumber mata air itu di dalam diri Anda, bawa dan bagikan air dari Sumber itu setiap saat, maka Anda akan melihat bahwa itu semua akan mengubahkan pola kehidupan Anda. Bagaimana Anda dapat melihat perubahannya? Tanda-tanda kita sudah menjadi Manusia Mata Air diantaranya adalah: hidup menjadi lebih efektif, berguna, produktif dan berdampak bagi sesama; setiap saat kita bisa merasakan kebersamaan dengan Tuhan (Rm. 8:28); aliran kasih dan kuasa Allah Tritunggal kita alami dengan sukacita dan damai sejahtera (Yoh. 14:23); serta sesama Manusia Mata Air akan suka bersekutu untuk bisa saling menguatkan dan saling membangun. Apakah kita rindu menjadi Manusia Mata Air? Mari, jadikan Dia Sang Sumber mata air itu dalam diri kita! (Jakoep Ezra)

2019-10-29T11:12:36+07:00