Masa Depan Abbalove

Dalam dua artikel yang lalu, kita melihat tentang “Belajar dari Gereja Mula-mula” dan “Jemaat sebagai Imamat Rajani.” Sekarang kita membahas keperluan multiplikasi para penatua, supaya ada penatua-penatua di tiap area. Sebab, area-area tersebut menjadi jemaat-jemaat mandiri, namun tetap interdependen dalam satu kesatuan Abbalove sebagai bagian dari Tubuh Kristus. Apa sebabnya Abbalove menggunakan istilah “penatua”? Meski menjadi kebiasaan dari kebanyakan Gereja untuk menggunakan istilah “gembala” sebagai pemimpin jemaat, sebenarnya tak sesuai dengan Firman Tuhan. Kata Yesus, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku”(Mat.16:18). Gambaran yang diberikan di dalam Perjanjian Baru adalah pelayanan para pemimpin secara jamak di dalam kepemimpinan Jemaat yang disebut “Penatua”.

Seorang “Gembala” adalah salah satu dari 5 Jawatan dalam (Efesus 4:11), yaitu: Rasul, Nabi, Pengajar, Penginjil dan Gembala, yang melayani dan melengkapi seluruh Tubuh Kristus. Seorang “Penatua” adalah salah satu dari beberapa pemimpin yang menggembalakan dan memimpin jemaat lokal. Definisi “Penatua” dalam kamus Alkitab di belakang Alkitab adalah: “Dalam Kisah Para Rasul dan surat-surat para rasul, penatua-penatua (kadang-kadang juga disebut: tua-tua jemaat) merupakan para pemimpin yang bertanggung jawab atas kehidupan jemaat. Tugas mereka ialah “menggembalakan kawanan domba Allah … sebagai teladan bagi kawanan domba itu”, dalam tanggung jawab kepada “Gembala Agung” (1Petrus 5:1-4)”.
Kamus Alkitab mengungkapkan bahwa para penatua memimpin dan menggembalakan jemaat lokal dalam tanggung jawab kepada Yesus sebagai Gembala Agung. Yesus adalah Kepala Gereja. Para penatua adalah para pemimpin yang dewasa rohani, yang tunduk kepada misi dan kehendak Yesus dalam pelaksanaan tugas penggembalaan, pendewasaan dan persatuan jemaat lokal. Pertumbuhan jemaat Abbalove sangat cepat, hingga kita memerlukan lebih dari enam penatua yang ada sekarang. Setiap area memerlukan para penatua agar jemaat bisa bertumbuh dengan sehat.

Siapakah seorang Penatua?
Dua kata Yunani yang dipakai adalah : (1). Presbuteros, diterjemahkan ‘penatua’ menjelaskan kedewasaannya. (2). Episkopos, diterjemahkan ‘penilik’ untuk menjelaskan tugasnya. Seorang penatua bukanlah orang yang baru bertobat, (1Timotius 3:6), tetapi orang yang karakter, panggilan dan kemampuannya sudah tahan uji dan sanggup menjadi teladan kepada jemaat dengan hati Bapa, hati gembala, hati misi dan hati persatuan Tubuh Kristus. Karena itu, penatua adalah orang yang dewasa rohani dan sanggup memimpin, membina, mengajar, mengispirasi dan mempersatukan jemaat agar memaksimalkan potensi setiap anggota.

Setiap jemaat Perjanjian Baru dipimpin oleh Para Penatua
Allah Tritunggal adalah Ketigaan dalam Keesaan dan menjadi contoh asli kepenatuaan majemuk. Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Kepenatuaan majemuk atas alam semesta. Pola kepemimpinan Allah dalam jemaat adalah cerminan kepemimpinan Allah dan gaya hidup Allah. Jadi, setiap jemaat memerlukan para penatua, seperti yang sudah dipraktekkan dalam Gereja Perjanjian Baru.
– Yudea – Kis.11:29-30, “mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. … kepada penatua-penatua.”
– Yerusalem – Kis.15:2, “rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem.”
– Efesus – Kis.20:17, “Karena itu [Paulus] menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.”
– Seluruh Turki – 1Pet.1:1, “Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.”
– 1Pet.5:1, “Aku menasihatkan para penatua di antara kamu.”
– Tiap Kota – Titus 1:5, “Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.”
– Tiap Jemaat – Kis.14:23, “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat.”
– Gambar Yesus – Why.4:4, “Sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.”

Apa persyaratan menjadi seorang “Penatua”?
Selain karakter dan kemampuan yang dijelaskan dalam 1Timotius 3:1-7 dan Titus 1:5-9, ada beberapa sifat yang harus ada dalam kehidupan seorang, sebelum disebut sebagai seorang penatua.
1.Seorang penatua harus memiliki hati Bapa dan hati gembala. Seorang penatua sangat mencintai domba-domba dalam jemaat lokal dan siap menyerahkan hidupnya. Yohanes 10:10-15
2.Seorang penatua harus memiliki hati persatuan Tubuh Kristus di kotanya. Seorang penatua ditetapkan untuk kotanya, Titus 1:5, sehingga dia ingin mengumpulkan domba-domba ke dalam satu kandang di bawah pimpinan satu gembala, yaitu, Yesus, Yohanes 10:16.
3.Seorang penatua harus memiliki hati Misi. Seorang penatua mempunyai hati Amanat Agung dan ingin membawa Injil kepada setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa, Wahyu 5:8-9.
4.Seorang penatua harus memiliki kesanggupan yang ditetapkan oleh Roh Kudus. Seseorang menjadi penatua bukan karena populer, pintar bicara, kaya atau berpendidikan, tapi karena dewasa rohani, mengenal Bapa dan maksud abadi-Nya “yang ada dari mulanya” dan dilengkapi kesanggupan dan panggilan Roh Kudus, 1Yohanes 2:13-14; Kisah Para Rasul 20:28.
Inilah kualitas sifat, karakter dan pelayanan yang dicari untuk menjadi penatua-penatua masa depan. Mereka yang kita inginkan di tengah-tengah jemaat Abbalove untuk ditetapkan menjadi penatua, sehingga area menjadi jemaat mandiri dalam konteks persatuan Tubuh Kristus. Mari kita berdoa agar Tuhan mempersiapkan mereka. Jika Anda terpanggil menjadi penatua, kejarlah sifat-sifat ini, agar Anda menjadi teladan bagi jemaat soal misi, visi, kasih dan gaya hidup Allah!
Oleh Penatua DR. Jeff Hammond

2020-01-21T15:24:03+00:00